Moh Fuadudin
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Adaptation and Preliminary Psychometric Evaluation of the Indonesian Academic Anxiety Scale for Boarding School High School Students Moh Fuadudin; Nur Hidayah; Diniy Hidayatur Rahman; Azmawati Mohammed Nawi; Abi Fa’izzarahman Prabawa
Indonesian Journal of Counseling and Development Vol. 8 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ijcd.v8i1.7283

Abstract

Academic anxiety poses a critical challenge within school counseling frameworks due to its detrimental effects on cognitive focus, academic drive, performance outcomes, and overall psychological well-being. These vulnerabilities are often exacerbated in residential educational settings, where rigorous academic obligations intersect with boarding school responsibilities. To address the need for validated assessment tools in this context, this study adapted the Academic Anxiety Scale (AAS) into Indonesian and evaluated its psychometric integrity among Islamic senior high school students in boarding environments. A cross-sectional psychometric design was conducted with a sample of 342 students aged 15–19 years. The adaptation protocol encompassed forward-back translation, expert appraisal, cross-cultural adaptation, pilot readability testing, and content validity quantification via the Content Validity Index (CVI). Confirmatory Factor Analysis (CFA) was performed to test structural validity, while Cronbach’s Alpha and McDonald’s Omega evaluated internal consistency reliability. Expert review yielded robust content validity (S-CVI = 1.00), and CFA confirmed the instrument's original unidimensional structure with favorable goodness-of-fit parameters (CFI = .924, TLI = .905, IFI = .925, GFI = .977, RMSEA = .089, SRMR = .044). Internal reliability was exceptionally strong (Cronbach’s α = .894; McDonald’s ω = .898). These psychometric outcomes demonstrate that the Indonesian AAS is a valid, reliable, and culturally sound tool for measuring academic anxiety in boarding school populations, offering educational counselors and researchers a robust diagnostic instrument to support targeted mental health interventions.
Pengembangan Instrumen Frustration Tolerance : Uji Validitas dan Reliabilitas Moh Fuadudin; Nur Hidayah; Diniy Hidayatur Rahman; Henny Indreswari; Khairul Bariyyah
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i2.14831

Abstract

Kemampuan untuk bertahan dalam situasi penuh tekanan atau hambatan, yang dikenal sebagai frustration tolerance, merupakan aspek penting dalam perkembangan psikologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen pengukuran frustration tolerance yang valid dan reliabel bagi siswa MA Almaarif Singosari. Instrumen disusun berdasarkan teori Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) yang dikembangkan oleh Albert Ellis, dengan lima indikator utama, yaitu: emotional regulation, cognitive flexibility, persistence, delay of gratification, dan stress endurance. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode Research and Development (R&D). Instrumen berupa angket skala Likert diuji pada 32 siswa melalui uji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan reliabilitas dengan rumus Cronbach’s Alpha. Hasil menunjukkan bahwa 36 dari 40 item dinyatakan valid, sementara 4 item tidak valid. Nilai reliabilitas sebesar 0,846 mengindikasikan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa frustration tolerance dapat diukur secara objektif menggunakan pendekatan psikometrik yang tepat. Secara praktis, instrumen ini dapat digunakan oleh guru bimbingan konseling dan praktisi pendidikan untuk mengidentifikasi dan merancang intervensi psikologis bagi siswa yang memerlukan dukungan dalam menghadapi tekanan dan kegagalan