Kesiapan neuromuskular yang kurang memadai berpotensi mengganggu kontrol gerak siswa sekolah dasar, sedangkan bukti penerapan pemanasan dinamis di Jayapura terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan keseimbangan dinamis sebagai indikator fungsional terkait risiko cedera muskuloskeletal dan performa kebugaran setelah program neuromuscular dynamic warm-up. Penelitian menggunakan desain praeksperimental satu kelompok prates–pascates tanpa kelompok kontrol dengan 30 siswa laki-laki kelas V yang dipilih secara purposif. Intervensi berlangsung 8–10 menit, dua kali seminggu selama enam minggu (12 pertemuan). Keseimbangan dinamis, fleksibilitas, daya ledak tungkai, dan daya tahan kardiorespirasi diukur menggunakan Y-Balance Test, sit-and-reach test, vertical jump test, dan PACER. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Skor Y-Balance kanan meningkat dari 78,53 menjadi 85,34 dan kiri dari 78,93 menjadi 85,61; fleksibilitas meningkat 1,51 cm dan lompatan vertikal 3,23 cm (seluruhnya p < 0,001). PACER tidak meningkat signifikan (p = 0,099). Program berasosiasi dengan peningkatan tiga komponen tersebut, tetapi penurunan kejadian cedera belum terbukti secara langsung.
Copyrights © 2026