Pencegahan pernikahan dini perlu diarahkan pada pembentukan kesiapan mengambil keputusan, bukan hanya pada pemahaman mengenai batas usia menikah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan pengetahuan dan sikap kesiapan pernikahan pada siswa kelas XII MIPA MAN 1 Serang. Pelaksanaan menggunakan rangkaian pretest, psikoedukasi interaktif, diskusi kasus, tanya jawab, posttest, dan refleksi tertulis. Instrumen mencakup 10 butir pengetahuan, lima pernyataan sikap kesiapan, lima pernyataan evaluasi program, serta pertanyaan terbuka. Data terdiri atas 58 respons pretest dan 54 respons posttest. Karena kode peserta tidak konsisten dan tidak dapat dipasangkan secara andal, pengolahan dilakukan pada tingkat kelompok dengan pendekatan available-case. Rerata pengetahuan sebesar 9,89±0,45 pada pretest dan 9,89±0,37 pada posttest, tanpa perbedaan bermakna (U=1.505,5; p=0,681). Rerata sikap berubah dari 18,45±1,55 menjadi 18,63±1,56 dari skor maksimum 20 dan juga belum berbeda signifikan (U=1.633,0; p=0,450). Walaupun demikian, respons positif pada seluruh indikator sikap posttest berada pada rentang 96,3-100%, sedangkan penilaian terhadap kegiatan mencapai 17,79±2,01 dari 20. Refleksi peserta memperlihatkan penekanan pada risiko menikah terlalu muda, kesiapan mental-emosional dan ekonomi, keberlanjutan pendidikan, serta kebutuhan memperoleh dukungan ketika menghadapi tekanan. Dengan demikian, psikoedukasi terutama berperan sebagai penguatan pengetahuan yang telah tinggi sekaligus konsolidasi sikap untuk menunda pernikahan sampai kesiapan multidimensi terpenuhi.
Copyrights © 2026