Penggunaan media sosial yang meluas di kalangan remaja membawa dampak positif sekaligus risiko psikologis, salah satunya adalah FoMO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan edupreneur bimbingan dan konseling (BK) berbasis cinematherapy dalam mengurangi FoMO pada remaja, khususnya siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain one group time series pretest-posttest. Subjek penelitian adalah delapan siswa kelas VII yang memiliki tingkat FoMO tinggi berdasarkan hasil screening awal. Intervensi dilakukan melalui empat kali layanan cinematherapy dengan film yang berbeda. Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan skor FoMOsecara konsisten setelah setiap sesi. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test yang menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,05). Cinematherapy terbukti membantu siswa merefleksikan dampak negatif dari ketergantungan pada media sosial, meningkatkan kesadaran diri, dan mendorong penggunaan media sosial secara sehat. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa layanan edupreneur BK berbasis cinematherapy efektif untuk menurunkan tingkat FoMO pada siswa serta memberikan implikasi praktis dan inovatif bagi guru BK dalam mengembangkan layanan bimbingan yang relevan dengan tantangan psikososial remaja di era digital.
Copyrights © 2025