Komunitas anak terlantar di Al-Idris Kota Semarang menghadapi tantangan struktural berupa keterbatasan akses pendidikan formal dan ketiadaan keterampilan praktis untuk kemandirian ekonomi. Fenomena ini berisiko memperpanjang siklus kemiskinan pada kelompok rentan. Program pengabdian ini bertujuan mentransformasi keterbatasan ekonomi mitra melalui inkubasi bisnis Edu-Ecoprint berbasis Ethnogreen. Pendekatan ini mengintegrasikan teknik pewarnaan alami dengan penguatan nilai kearifan lokal sebagai identitas produk unik. Melalui metode pendampingan komprehensif mulai dari pelatihan teknis produksi hingga manajemen pemasaran digital program ini membekali mereka dengan life skills bernilai jual tinggi di green market. Secara strategis, permasalahan ini selaras dengan urgensi Astacita Presiden RI, khususnya pada Poin 4 Memperkuat pembangunan manusia, sains, teknologi, dan pendidikan serta Poin 6 Membangun dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Program ini juga merespons kebijakan strategis mengenai 8 Industri Strategis, terutama dalam pengembangan Sektor Industri Kreatif dan Pengolahan berbasis sumber daya lokal yang ramah lingkungan. Di tengah meningkatnya tren pasar green product, inisiatif ini hadir untuk menjembatani potensi pasar dengan pemberdayaan kelompok marginal. Secara global, langkah ini merupakan manifestasi nyata dari pencapaian SDGs, terutama dalam upaya penghapusan kemiskinan dan penyediaan akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat.
Copyrights © 2026