Banjir yang terjadi di daerah pesisir Kenagarian Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, tidak hanya merusak bangunan fisik tetapi juga membuat semangat ekonomi warga terutama istri nelayan menjadi turun. Mereka sebelumnya mengandalkan pendapatan dari hasil olahan ikan sederhana sebagai bagian dari penghasilan keluarga. Artikel ini mempertanyakan bagaimana Program Integrasi Prodi Nagari (PIPN) di Universitas Negeri Padang melaksanakan upaya untuk memperkuat lagi semangat warga terutama ibu-ibu atau istri para nelayan. Program ini fokus pada pemberdayaan melalui peningkatan semangat berwirausaha dan penyelenggaraan pelatihan dalam pengembangan berbagai jenis produk olahan ikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengacu pada laporan kemajuan pengabdian, dokumentasi kegiatan, serta komunikasi langsung dengan Pemerintah Nagari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berjalan dengan tahapan seperti berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Nagari, melakukan survei awal untuk mengetahui potensi lokal, memberikan pelatihan tentang motivasi bisnis dan kuliner pesisir, praktik pembuatan bakso ikan, nugget ikan, serta abon ikan, hingga akhirnya dilakukan peresmian Kelompok Usaha Makanan Olahan Nagari Ranah Pasisie. Kegiatan ini juga didukung oleh penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor 2684/UN35.11.1/KS/2026 tanggal 25 Juli 2026 antara Program Studi Magister Pendidikan IPS, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Padang dan Nagari Ranah Pasisie, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat serta perjanjian implementasi (IA) antara program studi dengan Pemerintah Nagari, sebagai dasar untuk menjaga kelanjutan program tersebut. Program ini berhasil mengembalikan semangat ekonomi warga nelayan yang terkena bencana serta memberikan mereka kemampuan untuk mengembangkan produk bernilai tambah, meskipun masih menghadapi kendala musiman terkait ketersediaan bahan baku ikan
Copyrights © 2026