Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris SMP dalam menyusun dan mengimplementasikan assessment melalui pendampingan berkelanjutan di Kabupaten Malinau. Permasalahan utama yang dihadapi guru meliputi keterbatasan dalam memahami konsep penilaian autentik, kesulitan dalam mengembangkan instrumen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta kurangnya pengalaman dalam menyusun rubrik penilaian yang sistematis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif dengan model pendampingan berkelanjutan yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, pelatihan dan workshop, pendampingan intensif, implementasi di kelas, serta evaluasi dan refleksi. Subjek kegiatan adalah 20–30 guru Bahasa Inggris SMP di Kabupaten Malinau. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun instrumen penilaian, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor pre-test dan post-test serta kualitas produk yang dihasilkan. Guru mampu mengembangkan berbagai bentuk penilaian, seperti soal berbasis HOTS, rubrik penilaian, serta penilaian autentik berbasis proyek dan kinerja. Implementasi di kelas menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dan efektivitas pembelajaran. Pendampingan berkelanjutan terbukti menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi guru secara praktis dan kontekstual. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa instrumen penilaian dan terbentuknya komunitas belajar guru sebagai upaya keberlanjutan program. Dengan demikian, model pendampingan ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif dalam pengembangan profesional guru, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses terhadap pelatihan
Copyrights © 2026