Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN PRESENTASI AKADEMIK BAGI GURU BAHASA INGGRIS DI KABUPATEN MALINAU Ramli Ramli; Woro Kusmaryani; Firima Zona Tanjung; Uli Agustina Gultom; Nofvia De Vega; Suyadi Suyadi
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39803

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan presentasi akademik guru Bahasa Inggris di Kabupaten Malinau melalui pendampingan berbasis praktik, umpan balik sejawat, dan refleksi profesional. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan guru dalam menyampaikan gagasan pedagogis, pengalaman pembelajaran, praktik baik, dan refleksi profesional secara sistematis, jelas, dan percaya diri. Peserta kegiatan terdiri atas 10 guru Bahasa Inggris dari jenjang sekolah dan konteks mengajar yang berbeda, baik dari wilayah perkotaan maupun wilayah pelosok dan pedalaman Kabupaten Malinau. Kegiatan dilaksanakan pada 1 Mei 2026 pukul 14.00-17.00 WITA melalui tahapan koordinasi, pemberian materi academic speaking, berbagi pengalaman, praktik presentasi akademik, umpan balik teman sejawat dan fasilitator, refleksi pengalaman, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Sebelum praktik, peserta memperoleh materi tentang communication competence as personal branding, perbedaan good speaking dan fluent speaking, struktur presentasi akademik, public speaking skills, visual aids, academic phrases, strategi tanya jawab, dan hal-hal yang perlu dihindari dalam presentasi. Evaluasi dilakukan melalui pengalaman langsung peserta dan survei Google Form. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan ini memberikan ruang belajar yang bermakna bagi guru untuk memahami struktur presentasi akademik, meningkatkan kepercayaan diri berbicara dalam bahasa Inggris, memperbaiki teknik penyampaian, dan membangun kesadaran reflektif terhadap profesionalisme guru. Kegiatan ini juga memperkuat peran guru Bahasa Inggris sebagai praktisi reflektif yang mampu membagikan pengetahuan dan praktik baik pembelajaran dalam komunitas akademik dan profesional.Kata kunci: Presentasi Akademik; Academic Speaking; Guru Bahasa Inggris; Pendampingan; Profesionalisme Guru; Malinau. ABSTRACTThis community service program aimed to strengthen the academic presentation competence of English teachers in Malinau through practice-based mentoring, peer feedback, and professional reflection. The program was grounded in the need for English teachers to communicate pedagogical ideas, classroom experiences, best practices, and professional reflections in a systematic, clear, and confident manner. The participants were ten English teachers from different school levels and teaching contexts, including urban, remote, and inland areas of Malinau. The activity was conducted on May 1st, 2026, from 14.00 to 17.00 WITA through coordination, delivery of academic speaking materials, experience sharing, individual academic presentation practice, peer and facilitator feedback, reflective sharing, and future action planning. Before the practice session, participants received materials on communication competence as personal branding, the distinction between good speaking and fluent speaking, academic presentation structure, public speaking skills, visual aids, academic phrases, question-and-answer strategies, and common mistakes to avoid in presentations. Evaluation was conducted through direct participant reflection and a Google Form survey. The results indicate that the mentoring program provided a meaningful learning space for teachers to understand academic presentation structure, improve confidence in English speaking, refine presentation delivery, and develop reflective awareness of teacher professionalism. The program also strengthened the role of English teachers as reflective practitioners who can share classroom-based knowledge and best practices in academic and professional communities.Keywords: Academic Presentation; Academic Speaking; English Teachers; Mentoring; Teacher Professionalism; Malinau.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU MELALUI WORKSHOP PEMBELAJARAN LITERASI BERBASIS DEEP LEARNING DI YAYASAN ISLAM DAUD KHOLIFATULLOH TARAKAN Siti Sulistyani Pamuji; Romlah Ulfaika; Rita Kumalasari; Ridwan Ridwan; Suyadi Suyadi
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.42126

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Literasi merupakan kompetensi dasar dalam pengembangan keterampilan abad ke-21, sementara penerapan Deep Learning menjadi arah strategis untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, sadar, dan menyenangkan. Namun, masih banyak guru yang belum memahami secara optimal integrasi pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran literasi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran literasi berbasis Deep Learning. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan workshop partisipatif yang melibatkan guru RA Qurratu A’yun, MI, dan MTs di Yayasan Islam Daud Kholifatulloh Tarakan. Metode kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik terbimbing, diskusi, dan refleksi kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap paradigma Deep Learning, kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran dan RPP berbasis literasi, serta meningkatnya motivasi untuk menerapkan pembelajaran literasi yang berpusat pada peserta didik. Workshop ini juga memperkuat kesiapan guru dalam mengembangkan pembelajaran literasi yang bermakna sesuai transformasi pendidikan saat ini.Kata Kunci: Deep Learning; Literasi; Workshop Guru; Kompetensi Guru; Pembelajaran. ABSTRACTLiteracy is a fundamental competency for developing 21st-century skills, while Deep Learning represents a strategic approach to fostering meaningful, mindful, and joyful learning. However, many teachers still face challenges in optimally integrating the Deep Learning approach into literacy instruction. This community service program aimed to enhance teachers’ competencies in designing and implementing literacy instruction based on Deep Learning. The program employed a participatory workshop approach involving teachers from RA Qurratu A’yun, MI, and MTs within the Daud Kholifatulloh Islamic Foundation in Tarakan. The activities included lectures, demonstrations, guided practice, discussions, and collaborative reflection. The results indicated improved teachers’ understanding of the Deep Learning paradigm, enhanced skills in developing literacy-based instructional plans and teaching materials, and increased motivation to implement student-centered literacy learning. The workshop also strengthened teachers’ readiness to develop meaningful literacy instruction aligned with current educational transformation. These findings suggest that participatory workshops can serve as an effective strategy for strengthening teachers’ competencies and supporting the implementation of literacy learning based on Deep Learning.Keywords: Deep Learning; Literacy; Teacher Workshop; Teacher Competence; Learning.
PENGUATAN KOMPETENSI ASSESSMENT BAHASA INGGRIS GURU SMP MELALUI PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MALINAU Woro Kusmaryani; Ramli Ramli; Firima Zona Tanjung; Nofvia De Vega; Uli Agustina Gultom; Suyadi Suyadi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 10 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i10.4061-4073

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris SMP dalam menyusun dan mengimplementasikan assessment melalui pendampingan berkelanjutan di Kabupaten Malinau. Permasalahan utama yang dihadapi guru meliputi keterbatasan dalam memahami konsep penilaian autentik, kesulitan dalam mengembangkan instrumen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta kurangnya pengalaman dalam menyusun rubrik penilaian yang sistematis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif dengan model pendampingan berkelanjutan yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, pelatihan dan workshop, pendampingan intensif, implementasi di kelas, serta evaluasi dan refleksi. Subjek kegiatan adalah 20–30 guru Bahasa Inggris SMP di Kabupaten Malinau. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun instrumen penilaian, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor pre-test dan post-test serta kualitas produk yang dihasilkan. Guru mampu mengembangkan berbagai bentuk penilaian, seperti soal berbasis HOTS, rubrik penilaian, serta penilaian autentik berbasis proyek dan kinerja. Implementasi di kelas menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dan efektivitas pembelajaran. Pendampingan berkelanjutan terbukti menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi guru secara praktis dan kontekstual. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa instrumen penilaian dan terbentuknya komunitas belajar guru sebagai upaya keberlanjutan program. Dengan demikian, model pendampingan ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif dalam pengembangan profesional guru, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses terhadap pelatihan