Pertumbuhan kunjungan wisatawan di Desa Wisata Kampoeng Kauman Heritage, Kabupaten Banyumas belum diimbangi oleh ketersediaan pusat informasi terpadu serta tata kelola keuangan organisasi yang tertib dan berbasis digital. Program pengabdian masyarakat ini hadir untuk membantu mitra melahirkan konsep visual Tourism Information Center (TIC) berkarakter lokal sekaligus melatih pengelola dalam menerapkan jurnal keuangan digital berbasis Microsoft Excel. Sebanyak 20 peserta yang terdiri atas pengurus Pokdarwis, perangkat Desa Sudagaran, dan perwakilan UMKM setempat dilibatkan sebagai mitra sasaran. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) diterapkan melalui serangkaian tahapan yang meliputi survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD) perancangan, pelatihan simulasi pembukuan, serta evaluasi berbasis uji praktik mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konsep desain visual 3D fasad TIC berbasis identitas lokal berhasil disepakati 100% warga secara partisipatif sebagai acuan pengembangan kawasan. Di samping itu, sesi pendampingan manajerial menggunakan data simulasi keuangan terbukti efektif, di mana 85% peserta berhasil mengoperasikan aplikasi, melakukan input transaksi harian, dan menghasilkan rekapitulasi kas secara akurat tanpa pendampingan teknis di akhir sesi. Sistem pencatatan digital ini memberikan bekal praktis bagi pengelola untuk mewujudkan transparansi kas dan menekan risiko kesalahan pencatatan. Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa disarankan menyusun Detail Engineering Design (DED) fisik TIC serta menjalankan pengawasan pembukuan secara konsisten.
Copyrights © 2026