Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA DAN INTERNALISASI BUDAYA INDONESIA MELALUI BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Rohimah, Dya Fatkhiyatur
AN-NAS Vol 2 No 2 (2018): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.082 KB)

Abstract

Language is the key to civilization, through language also communication will run well. The importance of language has become a necessity, as well as Indonesian language. In this fast-paced era, where technology is rapidly expanding and rapidly Indonesia is urgently needed to show its existence on the world scene. To do this, there are many methods that can be taken. For example through language and culture. The government has also issued a regulation on this matter. This regulation is contained in Law No. 24 of 2009 on Flags, Languages, and Emblems of State and National Anthem. That the government is committed to internationalizing Indonesian. The current real step in the effort is through BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing). Where learners not only learn Indonesian language but also Indonesian culture. With the existence of BIPA is expected the language and culture of Indonesia will become more known by the world, and can parallel with other countries that have been recognized internationally.
BAHASA INDONESIA GOES GLOBAL: PENGAJARAN BIPA (BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING) BERLANDASKAN TEORI BEHAVIORISM, INNATISM, DAN INTERACTIONISM Ratnasari, Dwi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 5 MEI 2018
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.033 KB)

Abstract

Abstract — The Indonesian Language Teaching Program for Foreigners (BIPA) is increasingly widespread both in BIPA training institutions in Indonesia as well as in BIPA training institutions overseas. This development indicates that currently Indonesian language has started to reach the interest of foreigners both residing in Indonesia and overseas with various purposes. Unfortunately, as foreigners, they often make mistakes in Indonesian language. Due to the misuse of Indonesian language by foreigners, there needs to be a deeper study about what factors that cause foreigners make mistakes in the use of Indonesian language and about how to teach Indonesian language to foreigners by considering the theories of language acquisition, i.e. behaviorism, innatism, and interactionism. The purpose of this paper is to briefly describe the factors that cause foreigners make mistakes in the use of Indonesian language and the theories of language acquisition, namely behaviorism, innatism, and interactionism. Keywords — pengajaran, pembelajar, instruktur, BIPA, behaviorism, innatism, interactionismAbstrak — Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) semakin marak dilaksanakan baik di lembaga-lembaga pelatihan BIPA dalam negeri maupun di lembaga-lembaga pelatihan BIPA luar negeri. Perkembangan ini menunjukkan bahwa saat ini Bahasa Indonesia sudah mulai dilirik dan diminati oleh penutur asing baik yang berada di Indonesia maupun di luar negeri dengan berbagai tujuan. Namun sebagai penutur asing, mereka seringkali melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia. Dengan adanya masalah berupa kesalahan penggunaan Bahasa Indonesia oleh penutur asing ini, perlu adanya sebuah kajian yang lebih dalam tentang faktor–faktor yang menyebabkan penutur asing melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia dan tentang bagaimana sebaiknya mengajarkan Bahasa Indonesia kepada penutur asing dengan mempertimbangkan teori-teori pemerolehan bahasa, yaitu teori  behaviorist, innatist, dan interactionist.Tujuan dari makalah ini adalah untuk memaparkan secara singkat faktor–faktor yang menyebabkan penutur asing melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia dan teori-teori pemerolehan bahasa, yaitu teori behaviorist, innatist, dan interactionist. Kata Kunci — pengajaran, pembelajar, instruktur, BIPA, behaviorist, innatist, interactionist
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIPA BERMUATAN BUDAYA JAWA BAGI PENUTUR ASING TINGKAT PEMULA Prasetiyo, Andika Eko
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan karakteristik kebutuhan bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula menurut persepsi penutur asing dan pengajar BIPA, (2) mengembangkan bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula, (3) mendeskripsikan penilaian bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dilakukan dengan lima tahap. Setelah penelitian dilaksanakan, diperoleh hasil analisis kebutuhan menurut persepsi penutur asing dan pengajar BIPA dengan karakteristik bahan ajar BIPA yaitu menggunakan ragam bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan keterbacaan penutur asing tingkat pemula, mampu memotivasi, memiliki teknik latihan empat aspek berbahasa, serta latihan tata bahasa pada setiap babnya. Berdasarkan hasil penilaian, bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula dinilai sudah layak digunakan, meskipun masih perlu dilakukan perbaikan pada beberapa bagian. Sebagai sebuah produk pengembangan, produk bahan ajar BIPA yang dikembangkan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan penutur asing tingkat pemula dan pengajar BIPA terhadap bahan ajar BIPA yang bermuatan budaya Jawa.The purpose of this research are (1) to describe the characteristics neededin BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level, (2) to develop BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level, (3) to describe the assessment of BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level. This study uses Research and Development (R & D) approach performed with five stages. After the research was carried out, the results of analysis needed by foreign speakers and BIPAteachers with the characteristics of BIPA materials, that is a book with language that is easily understood and in accordance with the legibility with foreign speakers beginner level, able to motivate, has exercises in  four aspects of language and exercises of grammar in each chapter. Based on the result of assessment, BIPA materials based on Javanese culture is considered to be fit for use, although it still needs to revize in some parts. As a product development, developed BIPA materials product has the potential to meet the needs of foreign speakers beginner level and teachers toward the BIPA materials based on Javanese culture.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR UNTUK PEMBELAJAR PEMULA BIPA PADA KETERAMPILAN BERBICARA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER Susetyo, Agus Milu
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.317 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i1.683

Abstract

Salah satu kebutuhan pembelajaran adalah buku ajar. Buku ajar yang baik tentunya harus memenuhi kebutuhan siswa dan kompetensi yang hendak dicapai. Berdasarkan hasil pengamatan di Universitas Muhammadiyah diketahui bahwa terdapat mahasiwa asing dari Thailand yang menempuh kuliah dalam rangka pertukaran pelajaran/mahasiswa. Mahasiswa ini diketahui sebagai mahasiswa baru karena di negaranya baru lulus sekolah setingkat SMA. Selain itu diketahui juga bahwa kemampuan berbahasa Indonesia masih kurang lancar, dan dapat dikatakan mereka pada level pemula. Mahasiwa asing ini hanya bisa menggunakan bahasa Thai dan bahasa Melayu untuk percakapan saat di kampus. Berdasarkan keadaan seperti inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian pengembangan buku ajar BIPA pada keterampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Model yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations). Namun dalam penelitian ini hanya sampai tahap implementasi saja. Data yang diharapkan pada penelitian ini adalah data deskripsi tulis dan numerik. Hasil penelitian mendapatkan kesimpulan sebagai berikut. (a) buku ajar BIPA dinyatakan cocok dan sesuai. (b) Materi dan kompetensi sesuai dengan tingkat pemula BIPA. (c) Dimensi buku memudahkan pembelajar BIPA. (e) Ini merupakan produk yang sangat diharapkan oleh mahasiswa asing yang ada di Universitas Muhammadiyah Jember.
Analisis Kebutuhan Materi Ajar Membaca BIPA A1 dengan Pendekatan Deduktif di SD D'Royal Moroco Ningsih, Siti Ayu; Rasyid, Yumna; Muliastuti, Liliana
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.195 KB) | DOI: 10.26858/pembelajar.v2i2.5974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) kebutuhan materi ajar membaca bagi siswa BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing) tingkat A1 dengan pendekatan deduktif di Sekolah Dasar D’Royal Moroco Integrative Islamic School, dan 2) kondisi materi ajar membaca yang selama ini digunakan di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan merupakan tahapan eksplorasi dari penelitian pengembangan. Berdasarkan hasil observasi, analisis dokumen, wawancara, dan tes dapat dijabarkan bahwa sekolah tersebut belum memiliki silabus dan materi ajar khusus bagi para siswa BIPA. Sedangkan di sekolah tersebut memiliki cukup banyak siswa BIPA. Hal ini menjadikan pentingnya pengembangan materi ajar membaca BIPA tingkat A1 untuk segera dilakukan. Dalam pendekatan deduktif, materi ajar yang dikembangkan, harus memiliki urutan penyajian sebagai berikut: 1) kaidah pada bagian awal, 2) diikuti contoh-contoh relevan, dan 3) latihan yang memadai. Dalam kaitannya dengan penggunaan materi bagi siswa SD yang masih tergolong anak-anak, maka materi ajar yang dikembangkan juga harus memuat ilustrasi yang menarik.
Karakteristik Kosakata Bahasa Tulis Pemelajar BIPA Thailand Maharany, Elva Riezky
JU-ke: Jurnal Ketahanan Pangan Vol 1, No 2 (2017): JU-Ke
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.336 KB)

Abstract

Implementasi Undang-Undang RI nomor 24 pasal 44 tahun 2009 terwujud dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang telah dilaksanakan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, salah satunya adalah Thailand. Sebagai sebuah pembelajaran bahasa, kosakata memiliki peran penting dalam pembelajaran. Makalah ini akan menjelaskan tentang bagaimana karakteristik kosakata bahasa tulis pemelajar BIPA Thailand. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kelas kata serta pemerolehan bahasa pada pemelajar BIPA Thailand. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif didasarkan pada tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pemahaman peneliti terhadap karakteristik tulisan pemelajar BIPA Thailand.
An Analysis of Culture Shocks of BIPA Students in UPT Bahasa ., Ni Nengah Intan Sariningsih; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.834 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13325

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalsis fenomena geger budaya yang dialami oleh siswa asing yang datang ke Bali untuk belajar tentang budaya Bali di UPT Bahasa Undiksha yang merupakan i salah satu tempat untuk belajar bagi para siswa asing. Di sana mereka belajar tentang budaya, bahasa,makanan khas Bali, dan lain-lain. Peneliti membatasi penelitian pada analisis fenomena geger budaya yang berhubungan dengan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Desain dari penelitian ini adalah desain penelitian deskritif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga siswa asing yang belajar tentang budaya di ULB Undiksha Singaraja. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Selain itu peneliti juga mengumpulkan data dengan cara memberikan kuesioner kepada tiga siswa asing yang belajar di UPT Bahasa. Instrumen utama dari penelitian ini adalah peneliti sendiri. Instrumen-instrumen lain yang digunakan adalah pedoman wawancara, perekam suara, kuesioner dan catatan. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori dari Pedersen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada sebelas fenomena geger budaya yang ditemukan dalam komunikasi verbal dan lima fenomena dalam komunikasi nonverbal. Dari semua fenomena geger budaya, siswa mengalami geger budaya pada kebiasaan penduduk lokal,transportasi dan pasar tradisional. Selain itu para siswa asing mempunyai cara untuk mengatasi geger budaya tersebut seperti meminta informasi kepada penduduk lokal, mengikuti dengan hal yang sama, mecari solusi dengan cara mereka sendiri dan saling menghormati antar sesama budaya. Data dari hasil observasi, wawancara dan pemberian kuesioner menyatakan masalah dari siswa asing dalam beradaptasi dengan lingkukan baru selama belajar di UPT Bahasa Undiksha Singaraja dan tinggal di Bali. Kata Kunci : Kata kunci: Geger budaya, komunikasi verbal, dan komunikasi nonverbal Abstract This study aimed at analyzing the culture shock phenomena experienced by foreign students who come to Bali to study about culture especially in UPT Bahasa (Language Service Unite) Undiksha as one of the places for foreign students. In UPT Bahasa they study about culture, Bahasa Indonesia, Balinese food. The researcher limited her study to an analysis of the culture shock that is related to verbal communication and non-verbal communication. The design of this study was a qualitative research design. The subjects of this research were three foreign students who studied about Indonesian culture in UPT Bahasa Undiksha. The researcher collected the data by using semi structured interview and semi unstructured interview. The researcher also gave questionnaire to those three foreign students. The main instrument of this study was the researcher herself. Other instruments were interview guide, voice recorder, questionnaire, and note. The data in this research were analyzed with Pedersen’s theory. The result of this research showed that there were ten culture shock phenomena of verbal communication and five culture shock phenomena in non-verbal communication. From all the culture shock phenomena, the students experienced culture shock in the habit of local people, transportation and the traditional market. , The foreign students had some ways to overcome the culture shock such as by asking information to local people, trying to do something, thinking about the solution by themselves to overcome the culture shock, and respecting the different culture. The data from observation, interview and questionnaire revealed that the foreign students adapted to the new environment during their studies in UPT Undiksha and during their stay in Bali. keyword : Keywords: Culture shock, non-verbal communication, verbal communication.
KARUT-MARUT DALAM KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) DI INDONESIA Emy Rizta Kusuma; Asri Ismail
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kurikulum merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang sangat penting di Indonesia. Kurikulum menjadi acuan dalam kegiatan pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kurikulum dalam pembelajaran BIPA bertujuan agar tujuan dari pembelajaran BIPA dapat terwujud secara sistematis dan teratur. Akan tetapi, sampai saat ini kurikulum BIPA di Indonesia masih belum jelas. Padahal, Pusat Pembinaan dan Pelayanan Bahasa telah merumuskan kurukulum BIPA secara nasional. Adanya ketidakjelasan kurikulum tersebut tentunya menjadi masalah dalam pembelajaran BIPA. Kajian ini membahas lebih lanjut tentang karut-marut kurikulum BIPA di Indonesia dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Kajian ini bertujuan untuk meminimalisir dampak dari karut-marut kurikukulum BIPA di Indonesia yang masih belum jelas. Kata-kata kunci : BIPA, kurikulum BIPA, pembelajaran BIPA
DIRECTED LISTENING ACTIVITY: PENGENALAN KEBUDAYAAN DALAM PENGAJARAN BIPA Octo Dendy Andriyanto
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Belajar bahasa membutuhkan proses dan strategi sesuai dengan situasi serta tujuan yang ingin dicapai. Salah satu metode yang diterapkan dalam perkuliahan pengenalan kebudayaan adalah directed listening activity pada mahasiswa asing. Directed listening activity atau aktivitas menyimak langsung mempunyai kelebihan yakni menuntut keaktivan dan konsentrasi penuh ketika pembelajaran berlangsung, sehingga mahasiswa dapat merespon dengan baik terhadap materi yang disampaikan. Keterampilan menyimak yang dimiliki mahasiswa asing sangatlah beragam. Penggunaan metode ini dalam pembelajaran pengenalan kebudayaan bertujuan mengasosiasikan pengetahuan yang sudah dimiliki hingga mengkonstruksinya menjadi pemahaman yang utuh. Pembelajaran yang disajikan secara sistematis disertai media penunjang akan membantu mahasiswa dalam mencerna dan memberikan umpan balik. DLA pengenalan kebudayaan dirancang menjadi tiga tahap. Pertama, perencanaan; memotivasi, menetapkan tujuan menyimak hal ihwal kebudayaan Indonesia. Kedua, pelaksanaan; aktivitas menyimak kebudayaan dipaparkan dengan ceramah dan penggunaan media. Proses ini dilaksanakan dengan mengecek pemahaman dengan cara berdiskusi. Tahap terakhir berupa tindak lanjut, yakni dengan membahas perilaku positif dan sebaliknya. Melalui proses menyimak DLA dengan pemberian tugas menulis dengan versi yang lain akan meningkatkan penguasaan dan perbendaharaan kosakata oleh mahasiswa asing. Materi kebudayaan merupakan salah satu daya tarik dalam pembelajaran BIPA, oleh karena itu diperlukan strategi pengajaran yang menarik agar mahasiswa dapat menyerap pengetahuan dengan baik. Kata-kata Kunci: directed listening activity, pengajaran BIPA
WACANA PADANAN ISTILAH ASING-INDONESIA DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Sudaryanto, Sudaryanto; Hermanto, Hermanto; Wijayanti, Dedi
JURNAL PESONA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL PESONA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26638/jp.673.2080

Abstract

Indonesian continues to experience the addition of foreign equivalent vocabulary, especially from English. It is anticipated by the Agency for Language Development or Language Development or its technical implementation unit (UPT), Balai Bahasa or Kantor Bahasa, by publishing a number of infographics in three sections, such as “Kata Kita Pekan Ini”, “Padanan Istilah”, and “Istilah Hari Ini”. All three became the equivalent of foreign-Indonesian discourse. This study uses content analysis techniques to the data in the form of discourse matched foreign-Indonesian terms. The validity of data in qualitative research is done with two concepts, namely the concept of validity and the concept of reliability. The result of the research shows that the foreign-Indonesian equivalent discourse can be used as instructional material in learning Indonesian for foreign speakers (BIPA), as well as a supporting tool in Indonesian language preaching.

Page 10 of 118 | Total Record : 1176