Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

ASPEK BUDAYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Imam Suyitno
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemahaman aspek budaya memiliki peran penting dalam pembelajaran BIPA. Hal ini terjadi karena pembelajaran BIPA pada hakikatnya adalah pembelajaran budaya Indonesia kepada penutur asing yang belajar bahasa Indonesia. Karena itu, pemahaman terhadap latar belakang budaya pelajar BIPA perlu dimiliki oleh para personalia yang terlibat dalam pembelajaran BIPA. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya konflik budaya yang dapat menghambat kelancaran proses pembelajaran. Selain itu, penguasaan aspek-aspek budaya Indonesia juga merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan dan diintegrasikan dalam pembelajaran sesuai dengan norma pedagogis pembelajaran BIPA. Pemahaman terhadap aspek-aspek budaya akan mengarahkan pengajar BIPA dalam penentuan strategi pembelajaran BIPA. Selain itu, aspek-aspek budaya tersebut juga menjadi bagian dari materi ajar yang perlu dibelajarkan kepada pelajar BIPA. Pembelajaran dan pengenalan materi budaya tersebut perlu dilakukan karena pelajar asing memiliki pengetahuan budaya dan perilaku budaya yang berbeda dengan budaya bahasa dan budaya berbahasa yang dipelajarinya. Karena itulah, mengajarkan bahasa Indonesia kepada pelajar asing memiliki karakteristik yang berbeda dengan mengajarkan bahasa Indonesia kepada pelajar Indonesia. Kata-kata Kunci: budaya, BIPA, penutur asing
PEMBELAJARAN BERBASIS QUANTUM DENGAN MEDIA BONEKA PADA MATERI MENGENAL BAGIAN TUBUH DI KELAS BIPA Prima Vidya Asteria
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran BIPA membutuhkan penyajian yang menarik dan berguna sehingga tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis quantum dengan media boneka pada materi mengenal bagian tubuh di kelas BIPA. Penelitian dilakukan di Program BIPA Korea Universitas Negeri Surabaya pada 6 Februari 2017 dengan subjek enam mahasiswa. Kerangka perencanaan pembelajaran quantum disusun berdasarkan prinsip-prinsip TANDUR, yaitu tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan. Berdasarkan proses pembelajaran, penerapan quantum teaching dengan media boneka dalam pembelajaran BIPA berhasil dilakukan. Pada tahap perencanaan, hal-hal yang dilakukan peneliti adalah mengidentifikasi subjek penelitian, penyusunan RP, pembuatan materi dan media pembelajaran serta pembuatan instrumen. Pada tahap pelaksanaan dilakukan dengan tahapan kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup yang merepresentasikan konsep TANDUR (prinsip pembelajaran quantum) serta menggunakan media boneka. Tahap terakhir berupa evaluasi pembelajaran berupa tes tulis dengan hasil rata-rata nilai sebesar 87 (kategori baik). Berdasarkan hasil observasi, aktivitas mahasiswa selama proses pembelajaran menunjukkan partisipasi yang baik, ditunjukkan dengan rata-rata hitung aspek konsentrasi menunjukkan sangat baik (skor 5), aspek keaktivan/keterlibatan (skor 4) dan kerjasama antarmahasiswa baik (skor 4). Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk meneliti pembelajaran BIPA pada materi lain atau untuk mengembangkan media dan bahan ajar BIPA. Kata-kata Kunci: pembelajaran quantum, media boneka, bagian tubuh, BIPA
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA (TULIS) MAHASISWA BIPA TINGKAT LANJUT UNIVERSITAS YALE, USA Esra Nelvi Siagian
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan utama dan akhir pembelajaran bahasa asing adalah membekali pembelajar dengan kemahiran berkomunikasi. Menulis merupakan bentuk perwujudan komunikasi tidak langsung, tidak bertatap muka dengan orang lain. Untuk itu dituntut memperhatikan struktur yang berkaitan dengan unsur-unsur tulisan agar pembaca dapat memahami pesan yang disampaikan oleh penulis.Tulisan yang baik memiliki ciri jelas, kesatuan dan organisasi, ekonomis, dan pemakaian bahasa dapat diterima.Kemampuan menulis mahasiswa BIPA Universitas Yale sudah cukup baik, tetapi masih memiliki kekurangan-kekurangan.Hal tersebut terjadi karena faktor dari diri pembelajar, seperti adanya pengaruh bahasa ibu (Inggris), minimnya penguasaan kaidah bahasa Indonesia, dan terbatasnya penguasaan perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peta kesulitan khususnya dalam kaidah bahasa Indonesia yang dialami oleh mahasiswa tingkat lanjut. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengajar BIPA agar dapat menyusun materi ajar yang tepat sehingga mahasiswa mahir menggunakannya khususnya dalam bahasa tulis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jumlah tulisan yang akan dianalisis sebanyak 18 tulisan (hasil tulisan 18 mahasiswa, satu kelas) dari kelas tingkat lanjut disebut kelas L5. Adapun tulisan mahasiswa yang akan dianalisis bertema ‘Musik dan Lagu Indonesia”.Kesalahan aspek berbahasa pada tulisan mahasiswa yang paling banyak adalah sebagai berikut: 1) pilihan kata; 2) stuktur kalimat; 3) kalimat tidak efektif; dan 4) ragam lisan. Kata-kata Kunci: analisis kesalahan berbahasa, mahasiswa BIPA, tingkat lanjut, Universitas Yale
Model Penelitian dan Pengembangan Materi Ajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Defina Defina
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.802 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.3012

Abstract

The objectives of this research are (1) to analyze the development model of Indonesian language teaching materials for foreign speakers and (2) combine the existing models. The analysis of this theory based on the results of research and development has been undertaken by BIPA IPB. The research had been conducted from August 2015 to Februrai 2017. Eight models were the research objects to analyze, namely a) ADDIE models, b) Dick, Carey, and Carey models, c) Borg and Gall models, d) ASSURE models, Kemp models, f) Tomlinson models, g) Brown models, and h) Jolly and Bolitho models.The research result shows models that have been modified in three main parts, namely 1) preparation, 2) planning, and 3) development-evaluation. These three parts can be broken down into 17 sections, such as 1) curriculum, 2) needs analysis, 3) syllabus, 4) text collection, 5) text selection, 6) material creation, 7) draft I, 8) preparation of test questions, 9) one to one test, 10) revision I , 11) draft II, 12) small group trial, 13) revision II, 14) draft III, 15) effectiveness test, 16) revision III, and 17) final product. The conclusion is that each model has its advantages and disadvantages. The development of Indonesian language teaching material models for foreign speakers can be undertaken by combining development research models that have been formulated by experts.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis model pengembangan materi ajar bahasa Indonesia bagi penutur asing dan mengombinasikan model-model yang ada. Analisis teori ini berdasarkan hasil  penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan di BIPA IPB. Penelitian dilakukan sejak Agustus 2015--Februari 2017.  Objek yang dianalisis ada delapan model: a)  model ADDIE, b) model Dick, Carey, dan Carey, c) model Borg dan Gall, d) model ASSURE, e) model Kemp, f) Tomlinson, g) Brown, dan h) Jolly dan Bolitho. Hasilnya, dari delapan model yang dianalisis, dapat dirumuskan model yang telah dimodifikasi. Ada tiga bagian utamanya, yaitu 1) persiapan, 2) perencanaan, dan 3) pengembangan-evaluasi. Dari 3 bagian itu dapat diuraikan menjadi 17 bagian: 1) kurikulum, 2) analisis kebutuhan, 3) silabus, 4) pengumpulan teks, 5) pemilahan teks, 6) pengkreasian materi, 7) draf I, 8) penyusunan soal tes, 9) uji one to one, 10) revisi I, 11) draf II, 12) uji coba kelompok kecil, 13) revisi II, 14) draf III, 15) uji efektivitas, 16) revisi III, dan 17) produk final. Simpulannya adalah setiap model itu memiliki kelebih dan kekurangan. Pengembangan model materi ajar bahasa Indonesia bagi penutur asing dapat dilakukan dengan mengombinasikan model-model penelitian pengembangan yang sudah dirumuskan para pakar.
KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA TULIS PADA MAHASISWA THAILAND (STUDI ATAS PEMBELAJAR BIPA DI PPB UIN SUNAN KALIJAGA) Ening Herniti
Thaqafiyyat : Jurnal Bahasa, Peradaban dan Informasi Islam Vol 18, No 1 (2017): Thaqãfiyyãt
Publisher : Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.027 KB)

Abstract

The Indonesian language mistake to write Thai speakers is a complicated issue for foreign speakers because they tend to discuss writing out spoken language. This language error will result in the failure of the message due to misinterpretation, not understanding what is being said, and redundancy of words or phrases. This study focuses more on writing errors because errors in writing languages are more easily detected. This is because writing languages require punctuation completeness, diction accuracy, and structural precision. This paper describes forms of Indonesian error in Thai linguists' written language. Data were obtained from the Thai learner's daily duty book. The data is then identified and classified based on the error. Data were analyzed qualitatively-prescriptive. That is, the data is analyzed by describing the forms of errors that are guided by the rules of using the correct written Indonesian language. The conclusion of this study shows that the errors of written language conducted Thai learner occurs at all levels of language, namely the level of phonology, morphology, syntax, semantics, and discourse. At the phonological level, language errors are found in pronunciation due to phoneme changes. At the morphological level, there are errors in the absence of affixes. At the syntactic level, errors are in placement conjunction errors, absence of prepositions, and improper structures. At the semantic level, the hyperbolic meaning and the error of diction. At the discourse level, there is a misplacement of place deixis. In addition, there are also errors in the application of the Indonesian Spelling (EBI) rule which includes errors in writing of absorbed words and misplacement of punctuation.
THE USE OF WRITING LEARNING MEDIA FOR BIPA STUDENTS TO UNDERSTAND LOCAL CULTURE Asqina Mawadati Nur Setiawan; Andayani Andayani; Kundharu Saddhono
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.343 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v18i1.7730

Abstract

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS BAGI MAHASISWA BIPA UNTUK MEMAHAMI BUDAYA LOKALAbstract This research mainly discusses the use of learning media in writing for TISOL (Teaching Indonesia to Speaker of Other Language) students to understand the local culture in UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret. The purpose of this research is to describe the use of learning media of TISOL students to understand local culture. The research method is qualitative descriptive by using naturalistic case study. Data in this research consists of  primary and secondary taken from informants, events and literature review. The technique of collecting data is by using observation, interview and study of document. Validity of data is conducted by using method and source triangulation. The result of analysis and discussion in this research shows that teacher uses learning media particularly in writing skill. Learning media in teaching writing for TISOL students is by using film, local music, picture, demonstration media, and real life of community. Furthermore, learning outside the class is conducted so that students are able to apply learning material directly in understanding local culture and improving writing skill.Keywords: media, writing skill, TISOL, local cultureAbstrakPenelitian ini membahas tentang penggunaan media pembelajaran menulis bagi mahasiswa BIPA untuk memahami budaya lokal di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan media pembelajaran menulis bagi mahasiswa BIPA untuk memahami budaya lokal. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan strategi penelitian studi kasus yang bersifat naturalistik. Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder dengan sumber data berupa informan, peristiwa, dan studi pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Validitas data dilakukan dengan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengajar menggunakan media pembelajaran, terutama pada keterampilan menulis. Media pembelajaran keterampilan menulis dalam pembelajaran BIPA adalah media film, musik lokal, gambar, media demonstrasi, serta kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, dilakukan pula pembelajaran di luar kelas agar mahasiswa dapat menerapkan materi belajar secara langsung untuk memahami budaya lokal dan meningkatkan keterampilan menulis.Kata kunci: media, pembelajaran menulis, BIPA, budaya lokal.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIPA BERBASIS LINTAS BUDAYA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUALKOMUNIKATIF Pangesti, Fida; Wiranto, Arif Budi
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.013 KB) | DOI: 10.31571/bahasa.v7i2.1015

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar BIPA berbasis lintas budaya dengan berfokus pada budaya lokal Malang melalui pendekatan kontekstual-komunikatif. Penelitian ini menggunakan desain pengembangan penelitian Borg dan Gall (R & D) yang diadaptasi ke dalam enam tahap penelitian: (1) penelitian awal dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan format produk awal, (4) uji coba produk, dan (5) revisi produk. Data penelitian ini berupa data numerik dan data verbal (transkrip wawancara, hasil analisis bahan ajar, kuesioner, hasil observasi, dan catatan, komentar, kritik atau saran dari subjek tes).Mengingat data yang diperoleh berupa data numerik dan data verbal, analisis dilakukan dalam bentuk analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini berupa bahan ajar BIPA berbasis lintas budaya tingkat pemula yang menggunakan pendekatan kontekstual-komunikatif. Dalam hal ini budaya yang digunakan sebagai referensi adalah budaya lokal Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor uji coba ahli mencapai 84,2%, rata-rata skor uji coba praktisi mencapai 92%, dan skor uji coba lapangan rata-rata mencapai 95%. Oleh karena itu, buku ini dapat dikategorikan sangat layak untuk diterapkan.Kata Kunci: bahan ajar, bipa, lintas budaya, kontekstual-komunikatif
PERBANDINGAN DEIKSIS PADA DUA BUKU AJAR: ANALISIS KONTRASTIF BIPA DAN BAHASA INGGRIS Destiani, Destiani; Andayani, Andayani; Rohmadi, Muhammad
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v18i2.15505

Abstract

Indonesian language is a foreign language at Sebelas Maret University for students from abroad. Foreign students who communicate with English encounter difficulty to understand and use deixis. This study tried to contrast deixis on two textbooks, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)/Indonesian for foreigner and English textbook. The study was conducted through qualitative study with contrastive analysis. AntConc version 3.4.5 was used to identify deixis corpus from BIPA textbook. The concordance from the BIPA textbook was compared with sentences on the English textbook. The analysis found that deixis from those textbooks were different in term of position, form and use. Indonesian deixis can either precede or follow a noun or verb while English deixis appeared only before a noun or verb. When coming together with plural noun, English deixis changes in the form, meanwhile Indonesian’s is not. Based on this study, BIPA teachers are suggested to bring concrete samples during teaching deixis.
ANALISIS KESALAHAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH MAHASISWA JEPANG DALAM PEMBELAJARAN BIPA Nugroho, Rahadian Duwi; Suryawati, Cicilia Tantri; Zuliastutik, Hendri
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v18i2.15508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor kesalahan penulisan dan upaya mengidentifikasi penyelesaian kesalahan penulisan karya ilmiah pada mahasiswa Setsunan yang belajar bahasa Indonesia di Universitas Dr. Soetomo. Untuk mengkaji masalah penelitian, teori yang digunakan berkaitan dengan penggunaan bahasa baku dan benar, EYD dan analisis kesalahan sebagai teori utama. Metode yang digunakan yaitu deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahawa faktor kesalahan penulisan terdapat pada kesalahan ejaan, tata bahasa dan sistematika. Kesalahan ejaan meliputi kesalahan penulisan huruf kapital, kecil dan miring. Kedua, kesalahan tata bahasa meliputi pemborosan penggunaan kata, penggunaan kalimat yang tidak tepat, tidak sampai sasaran dan tidak tuntas, serta penggunaan verba pasif di yang tertukar dengan fungsi awalan di sebagai kata depan. Ketiga, kesalahan sistematika penulisan meliputi tebal tipisnya huruf, koherensi, jarak antarsubbab dan ketidaktuntasan kalimat. Upaya penyelesaian kesalahan penulisan agar tidak terulang kembali dengan cara merealiasikan pembuatan modul penulisan karya ilmiah dengan bahasa yang sederhana dilengkapi dengan penjelasan sistematika, format dan substansi karya ilmiah.
LITERASI TERKINI DALAM PEMBELAJARAN BIPA PADA ERA REVOLUSI DIGITAL Anggaira, Aria Septi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2019: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 12 JANUARI 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.434 KB)

Abstract

The Vision of Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) is the implementation of teaching that is able to enhance Indonesia's positive image in the international world in order to make Indonesian as a broad language of communication at the level of nations. To be able to realize the integrated learning objectives of BIPA culture, BIPA teachers must always update information, especially human, art, culture; more broadly is Indonesian culture. In this case, the instructors in the BIPA program are required to be able to develop systematic learning tools. BIPA teachers must be able to become the front guard in civilizing Indonesia through new literacy, including data literacy, technology literacy, and human literacy. This condition marks the beginning of the era of the digital industry world which has become a paradigm and reference in the present order of life.

Page 11 of 118 | Total Record : 1176