Filter By Year

1945 2024


Found 1,304 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Sosialisasi Keamanan Data Dalam Melindungi Informasi Pribadi Di era Digital Della Putri Kinanti; Rahmadanti Miliana; Putri Hamidah Tumangger; Muhamad Nurridwan; Arif Frima Ari Suwadji
Jurnal Sinergi Sistem Informasi Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Sinergi Sistem Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT Jurnal Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the digital era, the rapid growth of information technology has influenced the way people communicate and carry out their daily activities, including students. However, the lack of awareness regarding the importance of protecting personal data increases the risk of data misuse by irresponsible parties. The objective of this Community Service Program (PKM) is to enhance students' digital literacy and their understanding of personal data protection at SMP Islam Ayatra in Tangerang. The activity, held on Saturday, May 24, 2025, employed interactive socialization methods, case discussions, and pre- and post-tests. The results showed that students gained a better understanding of data security concepts, data breach risks, and preventive measures. The post-test results indicated that 85% of participants scored higher than in the pre-test. This program not only improved their knowledge but also taught them to use information technology wisely and critically. Furthermore, the program encouraged the school to integrate digital literacy into sustainable learning. The activity concluded with a group photo session and the presentation of a plaque to the school. It is expected that this initiative will help students safeguard their digital privacy and become responsible technology users.
Perancangan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Berbasis Iso/Iec 27001:2022 untuk Penguatan Perlindungan Data Pribadi dan Kedaulatan Digital Armi Satria; Fadhil Hidayat
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9611

Abstract

Abstrak - Keamanan informasi merupakan aspek krusial dalam pengelolaan data kependudukan yang memiliki sensitivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) berbasis ISO/IEC 27001:2022 yang terintegrasi dengan Undang - Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dan Permendagri Nomor 57 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design Research Methodology (DRM) untuk mengidentifikasi permasalahan, menganalisis kondisi eksisting, merancang model SMKI, serta mengevaluasinya melalui Focus Group Discussion (FGD) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan pada tata kelola keamanan informasi Disdukcapil, terutama pada aspek kebijakan, peran organisasi, kapasitas SDM, dan infrastruktur teknis. Model SMKI yang dikembangkan meliputi penetapan kebijakan keamanan, pembentukan unit khusus keamanan informasi, penunjukan Data Protection Officer (DPO), penerapan kontrol teknis Annex A ISO/IEC 27001:2022, serta penyusunan roadmap implementasi bertahap. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model yang diusulkan relevan, dapat diterapkan, dan mampu meningkatkan perlindungan data pribadi serta memperkuat kedaulatan digital.Kata kunci: Disdukcapil; DRM; ISO/IEC 27001:2022; Keamanan informasi; Kedaulatan digital; UU PDP; Abstract - Information security is a crucial aspect in managing population data, which possesses a high level of sensitivity. This study aims to design an Information Security Management System (ISMS) based on ISO/IEC 27001:2022, integrated with Law No. 27 of 2022 on Personal Data Protection (PDP Law) and Minister of Home Affairs Regulation No. 57 of 2021. The research adopts the Design Research Methodology (DRM) approach to identify problems, analyze existing conditions, design the ISMS model, and evaluate it through Focus Group Discussions (FGDs) and SWOT analysis. The findings indicate significant gaps in the current information security governance of Disdukcapil, particularly in policy frameworks, organizational roles, human resource capacity, and technical infrastructure. The developed ISMS model includes the establishment of security policies, the creation of a dedicated information security unit, the appointment of a Data Protection Officer (DPO), the implementation of technical controls from Annex A of ISO/IEC 27001:2022, and the formulation of a phased implementation roadmap. Evaluation results show that the proposed model is relevant, implementable, and capable of enhancing personal data protection as well as strengthening digital sovereignty.Keywords: Disdukcapil; Digital Sovereignty; DRM; Information Security; ISO/IEC 27001:2022; PDP Law;
Hasil Evaluasi Implementasi ISO/IEC 27001:2022 dan ISO/IEC 27701:2019 dalam Penguatan Sistem Manajemen Keamanan Informasi dan Privasi di PT Bank XYZ Sekar Ageng Pratiwi; Rina Mayanti; Syifa Afidah Nurul Arifin; Nazwa Dwi Rahmawati; Ridho Bhakti Wicaksono

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9811

Abstract

Abstrak - Penelitian ini mengevaluasi penerapan ISO/IEC 27001:2022 dan ISO/IEC 27701:2019 dalam memperkuat Information Security Management System (ISMS) dan Privacy Information Management System (PIMS) pada PT Bank XYZ, sebuah lembaga keuangan yang beroperasi di sektor perbankan Indonesia yang sangat diatur secara ketat. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis dokumentasi resmi, melakukan wawancara dengan tim keamanan informasi dan manajemen risiko, serta meninjau hasil audit terbaru dari lembaga sertifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi telah berhasil menerapkan beberapa domain kontrol utama, seperti pengendalian akses, kebijakan keamanan informasi, dan keamanan fisik sesuai dengan standar ISO. Namun, masih terdapat kesenjangan pada aspek kriptografi untuk perangkat portabel serta tata kelola data pihak ketiga yang memerlukan penguatan lebih lanjut agar selaras dengan regulasi nasional, khususnya Peraturan BSSN No. 11 Tahun 2024 dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP No. 27 Tahun 2022). Penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kontrol teknis dengan komitmen prosedural dan manajerial untuk mencapai kepatuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan operasional. Selain itu, penelitian ini menyoroti kebaruan integrasi kerangka kerja ISMS dan PIMS dalam lingkungan keamanan siber yang dinamis, serta memberikan wawasan praktis bagi lembaga keuangan yang menghadapi tantangan regulasi dan teknologi serupa.Kata kunci: ISO/IEC 27001:2022; ISO/IEC 27701:2019; Information Security Management System (ISMS); Privacy Information Management System (PIMS); Keamanan Siber; Perlindungan Data Pribadi; Abstract - This study evaluates the implementation of ISO/IEC 27001:2022 and ISO/IEC 27701:2019 in strengthening the Information Security Management System (ISMS) and Privacy Information Management System (PIMS) at PT Bank XYZ, a financial institution operating in Indonesia’s highly regulated banking sector. The research adopts a qualitative case study approach by analyzing documentation, conducting interviews with the information security and risk management teams, and reviewing the latest audit results by the certification body. The findings indicate that the organization has implemented key control domains such as access control, information security policies, and physical security in line with ISO standards. However, gaps remain in areas such as cryptography for portable devices and third-party data governance, which require further integration with local regulations, including BSSN Regulation No. 11 of 2024 and Indonesia's Personal Data Protection Law (UU PDP No. 27/2022). The study highlights the importance of aligning technical controls with procedural and managerial commitment to ensure long-term compliance and operational resilience. This evaluation contributes to practical insights for financial institutions facing similar regulatory challenges and emphasizes the novelty of integrating ISMS-PIMS frameworks in a dynamic cybersecurity environment.Keywords: ISO/IEC 27001:2022; ISO/IEC 27701:2019; Information Security Management System (ISMS); Privacy Information Management System (PIMS); Cybersecurity; Personal Data Protection;
Pengelolaan Keamanan Informasi dan Persandian di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Aldi Dinata Saputra; Frans Dione; Irfan Uluputty
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v5i2.3735

Abstract

Informasi dan data merupakan aset yang sangat penting untuk dilindungi karena saat ini informasi dan data merupakan aset yang berharga karena berisikan segala keterangan mengenai sebuah organisasi. Karena anggapan demikian maka hal ini menyebabkan timbulnya kejahatan di dunia digital yang disebut kejahatan siber. Maraknya kejahatan siber yang terjadi maka diperlukan Keamanan Informasi dan Persandian yang mahir pula untuk mencegah pencurian data dan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan keamanan informasi dan persandian dan tingkat kematangan dalam pengamanan informasi di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur. model penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan pendekatan induktif. Peneliti melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi pada lokasi penelitian sebagai teknik pengumpulan data. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori CIA TRIAD oleh Michael E. Whitman dengan dimensi Confidentiality, Integrity dan Avalaibility. Penelitian ini juga menggunakan alat evaluasi Indeks Keamanan Informasi (KAMI 4.2) dengan standar ISO/IEC 27001: 2013 yang menentukan aspek-aspek yang perlu dipenuhi untuk mencapai keamanan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan keamanan informasi dan persandian di Dinas Komunikasi dan Informatika masih kurang dan rentan terhadap serangan siber karena beberapa fasilitas yang belum memadai dan regulasi yang belum mengatur penuh mengenai keamanan informasi, hal ini juga dibuktikan dari hasil evaluasi Indeks Keamanan Informasi yang menunjukkan tingkat kematangan keamanan informasi yang masih berada pada Tingkat I+ - Tingkat II+, dimana seharusnya dalam standar ISO/IEC 27001: 2013 bahwa ambang batas minimum kesiapan sertifikasi adalah Tingkat III+. Kata Kunci: Informasi, Kejahatan Siber, Keamanan Informasi, Persandian.
Pemanfaatan Teknologi Blockchain dalam Keamanan Data Pasien pada Sistem Informasi Rumah Sakit Asty Raisha Agma
Jurnal Komputer dan Teknologi Informasi (JUKOMTIK) Vol. 1 No. 1 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sistem informasi rumah sakit telah mendorong digitalisasi data pasien, namun hal ini juga meningkatkan risiko kebocoran, manipulasi, dan penyalahgunaan informasi medis. Teknologi blockchain hadir sebagai solusi inovatif dengan karakteristik desentralisasi, transparansi, dan keamanan berbasis kriptografi. Artikel ini membahas potensi pemanfaatan blockchain dalam meningkatkan keamanan data pasien pada sistem informasi rumah sakit di Indonesia. Analisis difokuskan pada model arsitektur blockchain, mekanisme enkripsi, smart contract, serta tantangan implementasi di sektor kesehatan. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa blockchain mampu menjamin integritas, kerahasiaan, dan keterlacakan data pasien, sekaligus meningkatkan kepercayaan antara rumah sakit, pasien, dan pihak ketiga. Namun, tantangan terkait biaya, skalabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan masih menjadi hambatan. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang terukur serta dukungan kebijakan pemerintah agar pemanfaatan blockchain dapat optimal dalam meningkatkan keamanan data medis di Indonesia.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: METODOLOGI, TEKNOLOGI KEAMANAN, DAN BIDANG IMPLEMENTASI DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB Andi Aslam Rasyidi Rahman; Priati Assiroj; Cakra Trinata
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.33374

Abstract

Web-based information systems are rapidly expanding across sectors, yet development methodologies and security practices remain inconsistent. This study aims to map trends in methodologies, security technologies, and implementation domains through a Systematic Literature Review (SLR). The review followed five stages: defining criteria, selecting sources, screening literature, collecting, and classifying data. Analysis of selected articles from 2021–2025 shows that the most common methodologies are Research and Development (R&D), Waterfall, and Rapid Application Development (RAD), while the adoption of Agile remains limited. In terms of security, most studies emphasize authentication and authorization, some apply encryption and data protection, and very few address web application security aligned with international standards. Regarding implementation, studies are concentrated in education, public service, and e-commerce, while finance and healthcare remain underexplored. These findings highlight research gaps in methodology adoption, security practices, and domain coverage, indicating the need for future studies to integrate modern approaches, apply international standards, and focus on critical sectors.
Pengukuran Kesadaran Keamanan Informasi Mahasiswa Aktif Pengguna Simak Menggunakan Human Aspects of Information Security Questionnaire Matahari, Hari; Purwani, Fenny; Gunawan, Catur Eri
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6 No 7 (2025): December 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v6i7.8942

Abstract

The Academic Information System of Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang serves as a key infrastructure supporting academic processes. However, user behavior indicates a low level of information security awareness. Issues such as forgotten passwords, logging in through others’ devices, unawareness of storing sensitive personal data, switching devices due to access spikes, and infrequent password changes increase the risk of cyber threats that may compromise data privacy. This study measures the information security awareness level of active users of the Academic Information System using the Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q), which comprises three dimensions—Knowledge, Attitude, and Behavior (KAB)—and seven subareas weighted through the Analytic Hierarchy Process (AHP). Data were collected through questionnaires distributed to active students of UIN Raden Fatah Palembang. The findings show that the overall level of information security awareness falls into the “adequate” category, with a score of 72.49%. These results underscore the need for improvement initiatives, including more comprehensive education on information security within the Academic Information System.
Analisis Tantangan Keamanan Informasi Dalam Pemanfaatan Big Data Untuk Layanan Publik Wahyu Ghadafi; Zaskia Khairani; Nanda Jarti
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 13 No. 1 (2026): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v13i1.1679

Abstract

Pemanfaatan Big Data pada layanan publik memberikan peluang besar bagi pemerintah dan organisasi publik dalam meningkatkan kualitas layanan, efektivitas kebijakan, serta transparansi pengelolaan data. Namun, kompleksitas Big Data menghadirkan tantangan serius terkait keamanan informasi yang perlu dianalisis secara mendalam. Artikel ini menggunakan metode studi literatur dan analisis kuantitatif deskriptif terhadap data sekunder dari 15 instansi pemerintah di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa 75% instansi mengalami kerentanan keamanan data, dengan tingkat kepatuhan terhadap standar perlindungan data pribadi hanya mencapai 45%. Selain itu, hanya 30% instansi yang memiliki infrastruktur cloud yang memadai untuk mendukung analitik Big Data. Analisis kuantitatif juga mengungkapkan bahwa rata-rata tingkat adopsi kontrol keamanan seperti enkripsi dan manajemen identitas berada di angka 52%. Mitigasi risiko memerlukan pendekatan terpadu melalui penerapan solusi teknis seperti enkripsi dan differential privacy, penguatan kerangka tata kelola data, serta peningkatan kapasitas organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan Big Data yang aman membutuhkan sinergi teknologi, regulasi, dan manajemen.
Pengukuran Tingkat Kesadaran Keamanan Informasi Pada Mahasiswa Fakultas Informatika Menggunakan Human Aspect of Information Security Questionnaire (HAISQ) di Universitas Telkom Bandung Gregorio Bonggal Noveno Alvito; Setiadi, Farisya; Muhamad Irsan
LOGIC: Jurnal Penelitian Informatika Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/logic.v3i2.9590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesadaran keamanan informasi mahasiswa S1 Informatika Telkom dengan mengadopsi pendekatan mixed method. Pengumpulan data kuantitatif akan dilakukan melalui kuesioner HAIS-Q yang mengukur aspek-aspek seperti manajemen kata sandi, penggunaan internet, dan penanganan informasi. Data kualitatif akan melengkapi penelitian ini untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Hasil akhir menunjukkan tingkat kesadaran keamanan informasi secara keseluruhan tergolong baik dengan rata-rata 85,24%, namun terdapat kekurangan pada dimensi perilaku, terutama dalam penggunaan internet dan pelaporan insiden, dengan nilai rata-rata di bawah 80%. Penelitian kualitatif melalui wawancara mengungkap bahwa meskipun mahasiswa memahami risiko keamanan, mereka cenderung mengabaikan praktik keamanan saat mengakses informasi atau menggunakan Wi-Fi publik. Poin yang rendah juga ditunjukkan pada bagian pelaporan insiden di lingkungan kampus, di mana ketakutan terhadap prasangka buruk dan kekhawatiran merusak hubungan sosial dapat menghambat tindakan mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa perlu meningkatkan perilaku mereka untuk lebih sadar akan keamanan informasi terutama di area kampus.
Keamanan dan Privasi: Mengembangkan Kebijakan dalam Manajemen Teknologi Informasi dan Komunikasi Sumual, Shelty D.M; Mokodompit, Ade Fira Pratiwi; Mangkang, Prisilia Debora; Mumu, Mertika
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 6 (2025): EduTIK : Desember 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan dan privasi informasi merupakan aspek penting dalam pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), terutama pada sektor pendidikan, pemerintahan, dan organisasi bisnis. Ancaman seperti kebocoran data, serangan malware, penyalahgunaan akses, hingga peretasan menuntut organisasi memiliki kebijakan keamanan yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami. Artikel ini membahas konsep dasar keamanan dan privasi, jenis-jenis ancaman yang umum terjadi, serta langkah sistematis untuk mengembangkan kebijakan keamanan TIK. Metode penelitian menggunakan studi literatur terhadap standar keamanan informasi seperti ISO 27001, regulasi perlindungan data, dan praktik terbaik manajemen TIK. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan keamanan harus mencakup perlindungan data, pengelolaan akses, prosedur pelaporan insiden, serta edukasi pengguna. Dengan kebijakan yang kuat dan terimplementasi secara konsisten, organisasi dapat mengurangi risiko kehilangan data, meningkatkan kepatuhan hukum, serta menciptakan lingkungan digital yang aman dan terpercaya. Artikel ini diharapkan menjadi rujukan bagi lembaga yang ingin memperkuat sistem keamanan dan privasi melalui kebijakan TIK yang komprehensif dan berkelanjutan.

Page 111 of 131 | Total Record : 1304