Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Pola Kalimat Bahasa Indonesia Tulis Pembelajar BIPA Tingkat Pemula Asal Tiongkok di Universitas Ma Chung Tahun 2018 Yohanna Nirmalasari
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 2 No 01 (2018): KLAUSA Vol. 02 No. 01 Year 2018
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.613 KB) | DOI: 10.33479/klausa.v2i01.142

Abstract

Pemahaman sebuah bahasa dapat direpresentasikan melalui penggunaan kalimat, baik lisan ataupun tulis. Kalimat adalah hasil buah pikiran yang diwujudkan dalam bentuk gabungan kata dengan kata, frasa dengan frasa, ataupun klausa dengan klausa. Kalimat yang diproduksi oleh penutur asli dengan penutur asing yang belajar bahasa Indonesia tentu berbeda. Perbedaan ini dapat teramati melalui pola fungsi sintaktis yang digunakan dalam memproduksi kalimat yang diujarkan baik lisan maupun tulis. Namun, dalam kalimat lisantentu seorang penutur akan banyak menggunakan delesi ataupun elipsis. Dengan kata lain, pola sintaktis akan lebih dapat teramati melalui kalimat tulis. Oleh sebab itu, penelitian berkaitan dengan pola kalimat bahasa Indonesia tulis pembelajar BIPA tingkat pemula asal Tiongkok perlu dilakukan. Di dalam penelitian ini, kalimat akan dianalisis berdasarkan analisis struktural tata bahasa Indonesia, yakni berdasarkan fungsi sintaktisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kalimat yang diproduksi oleh pembelajar dapat dikategorikan menjadi dua, yakni kalimat berklausa dan kalimat tidak berklausa. Kalimat berklausa tersebut merupakan kalimat berklausa sederhana karena hanya terdiri dari satu klausa. Kalimat berklausa ini dapat dipilah menjadi lima pola berdasarkan fungsi sintaktisnya, yakni kalimat yang berpola sintaktis S-P, S-P-O, S-P-Pel, S-P-Ket, dan S-P-O-Ket. Masingmasing pola kalimat tersebut ada yang berterima dan ada yang tidak berterima
Pengajaran Dialek Daerah dalam Pengajaran BIPA Penting atau Tidak Penting? Wiannastiti, Melania
Humaniora Vol 1, No 2 (2010): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v1i2.2873

Abstract

Dialect defined as a language variation in which it is different in pronunciation, structure and vocabularies from the certain standard culture and language becomes an interesting issue in teaching Bahasa Indonesia for non-native Indonesian. It is because every part of Indonesia where Bahasa Indonesia is used as the spoken language has different dialect. Non Bahasa Indonesia speakers learning Bahasa Indonesia is determined to pass a certain level when they are able to communicate sucesfully in Bahasa Indonesia with its native speakers. However, in reality some of them face some problems to communicate directly with native speaker since the native speakers use certain dialects which is different from the standard Bahasa Indonesia. Non-native Bahasa Indonesia learners do not understand because the different words, different grammar and abbreviations. This paper is discussing about the advantages and disadvantages teaching dialect in teaching Bahasa Indonesia for Bahasa Indonesia learners and some suggestions whether it is necessary to be taught in teaching Bahasa Indonesia for foreigners or not. 
PEMBELAJARAN BIPA DI INSTITUT PERTANIAN BOGOR: MOTIVASI, SIKAP, DAN HARAPAN MAHASISWA nfn Krishandini; Endang Sri Wahyuni
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 14, No 2 (2016): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.857 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v14i2.195

Abstract

THE Indonesian language can be a requirement for all foreigners who will stayin Indonesia. Therefore, Bogor Agricultural University (IPB) offers BIPA coursesfor IPB students who will learn at the level of S1 and S2. However, the learnerswho attend BIPA IPB courses are dominated by IPB students who have to takea one-semester course before attending their class. This is because college classesare more likely to use Indonesian than any other language. In this study, thefollowing questions were investigated:1) What are the real motivations of foreignstudents who take BIPA , 2). What are their attitudes towards BIPA learning? and3) What are their expectations after following BIPA learning? The population ofthis research was foreign students who study Bahasa Indonesia in IPB. Thedata were collected through questionnaires and observation. BIPA students havepositive motivation to participate in BIPA learning, have a good attitude whenthey are learning, and they hope to be able to teach Indonesian when theyreturn to their home countries. AbstrakBAHASA Indonesia bisa jadi merupakan syarat bagi orang asing yang akan menetap diIndonesia. Untuk itu, Institut Pertanian Bogor (IPB) berusaha untuk memberikanpelayanan ini dengan menawarkan kursus BIPA bagi mahasiswa IPB yang akan belajarpada tingkat S1 dan S2. Namun, para pembelajar yang mengikuti kursus BIPA IPB inilebih didominasi oleh mahasiswa IPB. Mereka selama satu semester ikut kursus inisebelum mereka masuk ke dalam kelas kuliah. Hal ini mengingat pembelajaran di dalamkelas-kelas kuliah lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia. Untuk itu, penulisingin menjelaskan apa motivasi mereka untuk mengikuti pembelajaran BIPA IPB?Bagaimana sikap mereka terhadap pembelajaran BIPA IPB? Selanjutnya, apa harapanmereka setelah mengikuti pembelajaran BIPA? Dalam hal ini penulis menggunakan
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA ASING DALAM PROGRAM BIPA IAIN SURAKARTA Inderasari, Elen; Agustina, Tiya
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2: November 2017
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.089 KB)

Abstract

Bahasa Indonesia for Foreign Speakers (BIPA) is an Indonesian language teaching program aimed at foreign speakers. Errors are an inevitable part of learning that every language learner commonly encounters in language errors. The research purposes are to know the form of errors in the foreign students’ language in the various levels (spelling, phonology, morphology, syntax, and semantics), and to know the factors causing errors in the use of Indonesian language writing skills of foreign students in Indonesian language learning program BIPA IAIN Surakarta. The research subjects are students who came from Thailand. Data collection techniques used are observation, interview and documentation during the activities in the BIPA Program. Data validity technique is triangulation technique namely source, method, and technique triangulation. This research applies error analysis or correct analysis. The implementation steps are 1) data collection, 2) error identification 3) error description 4) error classification 5) error evaluation. Based on the classification of data in spelling, phonology, morphology, syntax, and semantics, it can be concluded that language errors in Thai students tends to be in many classifications. In the data of phonological level, there are several error pronunciations that cause phoneme changes, phonemic addition, and phoneme omission. In the morphological data classification, there are some errors from the findings data such as errors in affixes usage in which the most dominant error of affixes usage is the occurrence of prefix form followed by suffix and confix. In the syntactic data classification, there are some errors in the structure of sentences, the function of the word in many sentences are reversed structure. In the semantics data classification, there are many errors in the selection of words (diction) in a sentence. Factors influencing Thai students' language errors are internal factors and external factors.       Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan program pengajaran bahasa Indonesia yang ditujukan untuk penutur asing. Kesalahan merupakan suatu bagian belajar yang tidak terhindarkan setiap pembelajar bahasa umumnya mengalami kesalahan dalam berbahasa. Adapun tujuan penelitian dalam penulisan ini yaitu, mengetahui bentuk kesalahan berbahasa pada mahasiswa asing dalam tataran (ejaan, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik), serta mengetahui faktor-faktor penyebab kesalahan pemakaian bahasa Indonesia dalam kemampuan menulis mahasiswa asing dalam pembelajaran bahasa Indonesia program BIPA IAIN Surakarta. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah mahasiswa baru BIPA yang berasal dari Thailand. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi selama kegiatan di dalam Program BIPA. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi teknik. Analisis yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan analisis kesalahan (correc analysis). Langkah-langkah pelaksanaaan yang dimaksud 1) pengumpulan data, 2) pengidentifikasian kesalahan, 3) penjelasan kesalahan 4) peng-klasifikasian kesalahan 5) pengevaluasian kesalahan. Berdasarkan klasifikasi data baik dalam tataran ejaan, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dapat disimpulkan bahwa kecenderungan kesalahan berbahasa pada mahasiswa Thailand. Pada klasifikasi data tataran fonologi, terjadi beberapa kesalahan pelafalan yang menyebabkan perubahan fonem, penambahan fonem, dan penghilangan fonem suatu kata. Pada klasifikasi data tataran morfologi, terjadi beberapa kesalahan dari data temuan yaitu kesalahan penggunaan afiks paling dominan terjadi pada bentuk prefiks yang diikuti oleh sufiks dan konfiks. Pada klasifikasi data tataran sintaksis, terjadi beberapa kesalahan pada struktur kalimat, fungsi kata dalam kalimat banyak yang terbolak-balik strukturnya. Pada klasifikasi data tataran semantik telah ditemukan beberapa kesalahan dalam pemilihan kata (diksi) dalam suatu kalimat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan berbahasa mahasiswa Thailand yaitu faktor internal dan faktor ekternal. Kata Kunci: Kesalahan Berbahasa, Pengajaran Bahasa Indonesia, Program BIPA
PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN BIPA DI PERGURUAN TINGGI POLANDIA Hertiki, Hertiki
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2: November 2017
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.657 KB)

Abstract

Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) saat ini sangat banyak sekali peminatnya terutama di kalangan mahasiswa asing. Beberapa negara baik di kawasan Asia, Australia, Eropa dan Amerika memiliki kelas BIPA yang dikhususkan bagi para mahasiswa asing yang ingin belajar bahasa Indonesia. BIPA telah menjadi bagian dari mata kuliah pilihan bahasa asing yang ditawarkan oleh Universitas di suatu negara, terutama untuk mahasiswa tingkat akhir. Di Eropa sendiri, pemelajar BIPA sangat banyak jumlahnya yang tersebar di beberapa negara seperti: Belanda, Jerman, Italia, Polandia, Perancis, Rusia, dan Spanyol. Sejak tahun 2011, bahasa Indonesia telah dijadikan sebagai mata kuliah bahasa asing untuk jenjang S-1 di Perguruan Tinggi di beberapa kota di Polandia, misalnya: Poznan, Torun, Krakow dan Warsaw. Setiap tahunnya, Kemenristekdikti lewat programnya yang bernama SAME BIPA mengirimkan dua orang tenaga pengajar untuk mengajar BIPA di Polandia. Untuk memberi gambaran umum tentang pengajaran dan pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat perguruan tinggi di Polandia, dalam makalah ini peneliti akan membahas beberapa hal seperti: (1) situasi dan kondisi pengajaran BIPA di Polandia dan (2) kendala yang dihadapi oleh pemelajar BIPA.   Kata Kunci: pengajaran, pembelajaran, bahasa Indonesia, Polandia     Nowadays, foreign students are very interested in learning the Indonesian Language. Some countries in Asia, Australia, Europe, and America have offered Indonesian classes as an optional course for students in the last semester of the university. In Europe itself, students of Indonesian classes are spread among the European countries such as: Netherlands, Germany, Italy, Poland, France, Russia, and Spain. Since 2011, the Indonesian language has become a course subject for Bachelor Degree in university level especially in Poland (Poznan, Torun, Krakow, and Warsaw). Every year, the Ministry of Research Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia (Kemenristekdikti) through its program called SAME BIPA has sent two lecturers to teach BIPA in Poland. To give a brief description of teaching and learning the Indonesian language in university level in Poland, this article discusses (1) the situation of teaching BIPA in Poland, and (2) obstacles from the students who learnt the Indonesian language.   Key words: teaching, learning, Indonesian language, Poland
PENGEMBANGAN LAMAN MEDIA AUDIOVISUAL BERMUATAN MATERI KEBUDAYAAN INDONESIA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIPA Zaenuri, Muhammad; Yuniawan, Tommi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1: Mei 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.125 KB)

Abstract

Abstrak Media pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang bersifat teoretis berbentuk teks-teks kurang efektif karena tidak menstimulus kemampuan pembelajar. Pembelajaran yang terpusat pada pengajar dan mengesampingkan pentingnya strategi pembelajaran multidimensi yang mengkombinasikan tatap muka dan pemanfaatan teknologi dalam jaringan juga membatasi kemampuan belajar praktis dan mandiri pembelajar BIPA. Untuk itu, upaya pengembangan media pembelajaran laman media audiovisual dirasa perlu untuk meningkatkan kompetensi dasar BIPA yang dibutuhkan. Laman media audiovisual juga mengakomodasi kebutuhan pembelajaran BIPA dalam jaringan. Penelitian ini dilakukan melalui lima tahap, yaitu survei permasalahan, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, serta revisi dan perbaikan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk laman (webiste) dan media audiovisual berupa video dialog dan video eksplanasi, serta media pendukung berupa materi pendukung dalam buku pegangan (handbook). Prototipe produk dikembangkan berdasarkan aspek materi, bahasa, penyajian, dan tampilan. Prototipe pengembangan media pembelajaran BIPA dinilai berdasarkan aspek materi dan media oleh dosen ahli materi dan media. Keseluruhan aspek materi mendapat nilai rerata skor 4,12 pada kategori ‘baik’ dan aspek media mendapat nilai rerata skor 4,01 pada kategori ‘baik’. Namun demikian, dosen ahli tetap memberikan masukan guna perbaikan produk. Berdasarkan perbaikan tersebut, dapat dikatakan bahwa pengembangan laman media audiovisual bermuatan materi kebudayaan Indonesia telah memenuhi kelayakan. Kata kunci:    laman media audiovisual; pembelajaran berbicara BIPA; pembelajaran BIPA dalam jaringan   Abstract Learning media of Bahasa Indonesia for Foreign Students (BIPA) which only emphasizes on theories and texts is not effective because it does not stimulate students’ brains to facilitate learning. Teacher-centered learning and the ignorance of the importance of the multiple strategies of combining face-to-face sections and the utilization of the online-based technology limit the students to actively participate in either teaching and learning process or a practical self-study. Therefore, some efforts in developing the audiovisual media website are necessary to do to develope the students’ basic competences on teaching and learning BIPA. Besides, the media website can fulfil the needs of online BIPA learning. This research was conducted through five stages, they were problems survey; data collections; product design; product validation; and product improvement. This research was aimed at making the media website and audiovisual media that consists of video dialog and video explanation, as well as the ancilarry material on the handbook. The products’ prototypes were developed through the aspects of material, languange, presentation, and design. These products’ prototypes were scored based on the aspect of materials and medias by the expert lecturers on either material or media. The expert lecturers stated that the products of this research were ‘good’ with the average score of 4,12 out of 5 from material side and the average score of 4,01 out of 5 from media side. However, the lecturers kept giving some recommendations for a better improvement of the products. Based on those points, it could be said that audiovisual media website development containing Indonesian culture material has fulfilled its requirements. Keywords: audiovisual media website; learning BIPA online; speaking learning of BIPA
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA PEMELAJAR BIPA LEVEL DASAR DENGAN MENGGUNAKAN KARTU KOSA KATA Faizin, Faizin; Isnaini, Mohamad
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2: November 2018
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.867 KB)

Abstract

ABSTRAK   Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. Dalam pelaksanaan pembelajar yang baik, kita harus memaksimalkan seluruh media belajar demi tercapainya capaian pembelajaran. Dengan demkian media belajar ini dapat dijadikan penopang dan gandengan terhadap bahan ajar dalam pembelajaran. Kartu kosa kata merupakan media pembelajaran yang dirancang untuk dapat memaksimalkan peningkatan berbicara pemelajar BIPA level dasar dengan dapat menngunakan kosa kata tersebut sebagai acuan ide pembicaraan dan topik pembicraan.  Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terfokus pada situasi kelas, atau disebut dengan Classroom Action Research. Wardhani (2008:1.14) menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh pengajar dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja pengejar dan meningkatkan hasil belajar pemelajar. Media terbagi menjadi dua kategori, yaitu: media linier dan media interaktif. Media linier merupakan media yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Media interaktif merupakan suatu media yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.  Dengan demikian pemanfaatan media kartu kosa kata ini diharapkan dapat menunjang terhadap percepatan penguasaan materi keterampilan berbahasa Indonesia pembelajar BIPA. Kartu kosa kata tersebut memiliki fungsi sebagai (a) mempermudah menghafal kosakata dasar, (b) mempermudah memproduksi kalimat dalam berbicara, dan (c) meminimalisir salah penggunaan kosakata dalam struktur  kalimat dalam berbicara.   Kata Kunci: Berbicara, pemelajar BIPA, dan Kartu Kosa Kata   ABSTRACT   The knowledge development and technology advancement have encouraged the use of technology in teaching and learning process. In order to provide an effective learning process, the utilization of technology should be maximized as a teaching media. Vocabulary cards are teaching media that are used to improve basic level BIPA students by using those vocabulary as a topic discussed and topic of conversation. This research uses Classroom Action Research design that is focused on the implementation of vocabulary flashcards. Wardhani (2008: pp. 14) explains that the classroom action research is a research conducted by teachers in order to improve both the teacher’s performance and learning outcomes. Basically, teaching media is categorized into two; linier media and interactive or multimedia media. Linier media is defined as a media that is not required a controller. Meanwhile, interactive media is equipped with a controller that can respond to user input. As a result, the use of interactive media can facilitate the language learning and teaching process in order to improve language skills, especially for vocabulary building in Bahasa Indonesia. Hence, the use of vocabulary flashcard is expected to support the teaching and learning process and improving Bahasa Indonesia mastery for BIPA students in many ways including (a) facilitating the learners to memorize basic vocabulary, (b) stimulating the learners to produce sentences in speaking, and (c) decreasing the use of incorrect vocabulary and structures in speaking.   Keywords: Speaking skills, BIPA students, and vocabulary flashcard.    
Penerapan Media Komik pada Pembelajaran BIPA (Studi Kasus pada Peserta Korea Tingkat Pemula di Universitas Trisakti Jakarta) Randi Ramliyana
SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol 1, No 1 (2016): SAP
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.674 KB) | DOI: 10.30998/sap.v1i1.1006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media komik pada pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Pusat Bahasa Universitas Trisakti Jakarta. Salah satu masalah terbesar yang dihadapi dalam pembelajaran BIPA ialah motivasi belajar peserta. Ada banyak alasan peserta kurang termotivasi dalam belajar BIPA, salah satunya ialah suasana kelas yang membosankan. Satu hal yang kita ketahui untuk membangkitkan motivasi belajar peserta ialah dengan memberikan suatu hal yang luar biasa dan baru di dalam pembelajaran BIPA, terutama di antara peserta usia remaja dan dewasa awal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa komik dapat digunakan secara efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Media komik mampu menyampaikan mata kuliah menyimak, berbicara, membaca, dan tata bahasa dalam pembelajaran BIPA. Hal tersebut memberikan atmosfer yang menyenangkan di dalam kelas. Komik tidak hanya menghibur dan menarik peserta, tetapi juga ada banyak alasan menggunakannya di dalam pembelajaran BIPA.
Tendensi Kesalahan Sintaksis Bahasa Tulis Pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Yahya, Mokh.; Andayani, Andayani; Saddhono, Kundharu
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.839 KB) | DOI: 10.32533/02106.2018

Abstract

Bahasa Indonesia is one of many languages arround the world that is in favor of foreigners (WNA). For them, bahasa Indonesia is learned for the certain goals. They are to academic purposes, profesion, and communication in daily life. For academic purposes, seeing that many foreign students learn bahasa Indonesia directly in Indonesia. One of the places is UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret. The research is to present syntax error forms and their tendency error of written language on TISOL students in academic level. The research is conducted in UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret. It’s subject is TISOL students whom study in Universitas Sebelas Maret Surakarta. This study is qualitative research in the form of case study. Researcher focuses on syntax level. It based on the interview toward the teacher. Many TISOL students did the syntax error on their written language. [Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa di dunia yang tengah digemari oleh Warga Negara Asing (WNA). Bagi WNA, bahasa Indonesia dipelajari untuk tujuan tertentu. Di antaranya untuk keperluan akademik, profesi, dan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk keperluan akademik, dapat dilihat dari maraknya mahasiswa asing yang belajar bahasa Indonesia secara langsung di Indonesia. Salah satunya di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk kesalahan sintaksis beserta tendensi kesalahannya pada bahasa tulis pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat akademik. Penelitian ini dilaksanakan di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret. Subjek penelitian dalam penelitian ini  adalah pembelajar BIPA yang menempuh studi di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berupa studi kasus. Dalam penelitian ini peneliti menekankan kajian pada tingkat sintaksis. Hal itu didasarkan pada wawancara terhadap pengajarnya. Menurutnya, banyak pembelajar BIPA yang melakukan kesalahan dalam bidang sintaksis pada bahasa tulisnya.]
Analisis Kesulitan Pelafalan Konsonan Bahasa Indonesia (Studi Kasus terhadap Pemelajar BIPA Asal Tiongkok di Universitas Atma Jaya Yogyakarta) Wiratsih, Woro
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 2, No 2 (2019): JURNAL KREDO VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.867 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v2i2.3061

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan pelafalan, khususnya beberapa konsonan dalam bahasa Indonesia dalam praktik berbicara pemelajaran BIPA asal Tiongkok di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat atau observasi dan mencatat serta simak libat cakap atau wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan diklasifikasi berdasarkan kesulitan pelafalan tiap konsonan. Hasil dari penelitian ini disajikan secara informal atau menggunakan deskripsi kata-kata dari penulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesulitan pelafalan yang diamali oleh pemelajar BIPA asal Tiongkok yang meliputi lima kelompok konsonan, yaitu konsonan { /b/  /d/  /g/ }, { /-p/  /-t/  /-k/ },  {/-η-/  / -l/}, {/r/}, dan {/h/}. Dengan mengetahui kesulitan pelafalan konsonan bahasa Indonesia yang dialami oleh pembelajar BIPA asal Tiongkok, diharapkan adanya penyesuaian materi dan  metode pengajaran yang tepat untuk dapat meminimalisir kesulitan yang dapat mengganggu pemelajar dalam proses belajar bahasa Indonesia. Kata Kunci: kesulitan pelafalan, pemelajar BIPA asal Tiongkok, bahasa Indonesia, pemelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing)

Page 12 of 118 | Total Record : 1176