Filter By Year

1945 2024


Found 233 documents
Search TEKNOLOGI INFORMASI PERPUSTAKAAN

Implementasi teknologi informasi: sistem aplikasi unggah mandiri pada Unit IT Support & Digital Resources Perpustakaan UGM Dewi Nurhastuti
Media Informasi Vol 28 No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1692.17 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i1.3932

Abstract

Tujuan penulisan atikel ini adalah memberikan gambaran penerapan sistem aplikasi penerimaan karya akhir mahasiswa di Perpustakaan UGM. Unggah mandiri adalah istilah yang digunakan pada suatu sistem aplikasi layanan berbasis web untuk melayani serah terima karya akhir mahasiswa di Perpustakaan UGM, yang selanjutnya masuk portal repositori ETD. Sistem aplikasi ini menggeser sistem sebelumnya yang masih dilakukan secara konvensional, yang memerlukan beberapa tahap yang harus dilakukan baik oleh pustakawan maupun mahasiswa. Tulisan ini membahas tentang bagaimana implementasi teknologi informasi mempengaruhi perubahan peran pustakawan dalam menjalankan tugas fungsi layanan dan pengelolaan perpustakaan. Hadirnya teknologi informasi menuntut pustakawan untuk senantiasa proaktif memberikan pendampingan pada pemustaka (mahasiswa) agar fungsi layanan dapat berjalan dengan baik.
Evaluasi Maturity Level Tata Kelola Teknologi Informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi Menggunakan Cobit 5 Mambang Mambang; Finki Dona Marleny; Septyan Eka Prastya; Muhammad Zulfadhilah; Subhan Panji Cipta; Jaya Hari Santoso; Miranda Miranda; M Samsul Hasmi; M Samsul Hasbi
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i4.4546

Abstract

Abstrak- Solusi teknologi informasi harus diidentifikasi atau layanan yang diimplementasikan dan diamanatkan termasuk penyediaan layanan, manajemen keamanan dan kontinuitas, layanan dukungan  pengguna, manajemen data, dan fasilitas operasi. Untuk mengukur tingkat kematangan perpustakaan di lakukan audit tata kelola teknologi informasi untuk mengevaluasi, menganalisis, mengawasi, kepatuhan regulasi teknologi informasi apakah dalam manajemen risiko dalam perpustakaan layak digunakan atau tidak layak digunakan di perpustakaan. Metode dalam mendapatkan data dan informasi dari proses tata kelola TI pada Perpustakaan XYZ dengan kuesioner dan wawancara langsung. Berdasarkan rata - rata nilai maturity level di semua domain proses yang dilakukan audit dengan kerangka kerja COBIT 5 berada pada nilai 3,3 atau pada level 3 (Established). Pada level ini secara keseluruhan proses standar didefinisikan dan digunakan di seluruh organisasi. Rata-rata gap analisis berada pada nilai 1,63 yang menunjukan proses Tata Kelola IT di Perpustakaan XYZ sudah berjalan dengan baik. Semakin kecil nilai rata-rata gap analisis dengan nilai ekspektasi maka semakin bagus bagi pengeloaan TI pada sebuah Instansi, perusahaan dan bidang industry lainnya yang menggunakan infrastuktur IT baik pada pengelolaan perangkat keras, perangkat lunak dan pengelolaan sumber daya manusia. Untuk penelitian selanjutnya, bisa menambahkan lebih banyak lagi domain proses baik pada area Tata Kelola (Governance) dan area Manajemen (Management), sehingga proses audit dengan kerangka kerja COBIT 5 dapat dilakukan dengan komprehensif.Kata kunci: Maturity Level, Tata Kelola Teknologi Informasi, Perpustakaan, COBIT 5 Abstract- Information technology solutions should be identified or services implemented and mandated, including service provision, security and continuity management, user support services, data management, and operations facilities. Methods of obtaining data and information from the IT governance process at the XYZ Library with questionnaires and direct interviews. To measure the library's maturity level, an information technology governance audit is carried out to evaluate, analyze, supervise, and comply with information technology regulations whether in risk management in the library is feasible to use or unfit for use in the library. The average maturity level value in all process domains audited with the COBIT 5 framework is 3.3 or at level 3 (Established). The overall standard process is defined and used throughout the organization at this level. The average analysis gap is at a value of 1.63, which shows that the IT Governance process in the XYZ Library is already running well. The smaller the average value of the analysis gap with the expectation value, the better it is for IT management in an agency, company and other industrial fields that use IT infrastructure in hardware management, software and human resource management. For further research, we can add more process domains both in the Governance and Management areas so that the audit process with the COBIT 5 framework can be carried out comprehensively.Keywords: Maturity Level, Information Technology Governance, Library, COBIT 5
Evaluasi Tata Kelola Teknologi Informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan COBIT 5 Mambang; Finki Dona Marleny; Wulandari Febriani; Theresia Kurniati Seran; Nalo Valentino
Jurnal Informasi dan Teknologi 2022, Vol. 4, No. 3
Publisher : SEULANGA SYSTEM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/jidt.v4i3.209

Abstract

The COBIT 5 framework can be implemented in all organizations or enterprises. This study analyzes and finds the maturity level of IT governance in the XYZ Library. Libraries have a role in encouraging the efficiency and effectiveness of the learning process. The IT governance element in COBIT 5 aims to get results from evaluating stakeholders' needs, conditions and choices. Survey and in-person interviews are methods of obtaining data and information from the IT governance process at the XYZ Library. The COBIT 5 domains used are evaluated, direct, and monitored (EDM) and align, plan and organize (APO) domains. The results of the evaluation that have been carried out show the findings of gaps in the process domain EDM01 with a value of 2.34 and EDM04 with a gap of 2.25. While in the process domain, APO01 with a gap of 2.13, and APO07 with a gap of 2.34. With the average value of the entire gap at the level of 2.26, the findings of the XYZ Library with the process domains EDM01, EDM04, APO01, and APO07 show that the process is managed and the results are determined, controlled, and maintained (Managed). For further research, we can add more process domains both in the Governance and Management areas so that the audit process with the COBIT 5 framework can be carried out comprehensively.
ANALISIS RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN ISO 31000 PADA APLIKASI INLISLITE DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Moleong, Gery; Tanaamah, Andeka Rocky
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 6 No. 2 (2022): JATI Vol. 6 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v6i2.4840

Abstract

Aplikasi INLISLite digunakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya pada bagian perpustakaan untuk mengelola perpustakaan secara digital. Aktivitas digitalisai perpustakaan ini tidak luput dari setiap risiko yang mengancam keamanan aplikasi, sehingga agar fungsi digitalisasi perpustakaan ini berjalan baik dibutuhkan analisis risiko untuk memetakan dengan jelas risiko apa saja yang ada, seperti apa analisisnya, bagaimana tingkat risiko teknologi informasi pada aplikasi INLISLite saat ini dan seperti apa sikap yang hendak diambil untuk memitigasi risiko – risiko yang ada. Analisis risiko menggunakan ISO 31000 yang terdiri dari 2 bagian besar yakni tahapan penilaian risiko (terdapat metode identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko) dan perlakuan risiko. Hasil analisis risiko berupa dokumentasi daftar risiko, dampak dan kecenderungan munculnya risiko, tingkat keparahan, dan usulan perlakuan risiko. Produk penelitian ini dapat dipakai menjadi alternatif referensi untuk mencegah sampai meminimalisir risiko yang ada sehingga risiko – risiko tidak sampai membuat produktifitas instansi menjadi terhambat.
Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 2019 Pada Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Salatiga Arya Pradipta; Augie David Manuputty
Journal of Computer and Information Systems Ampera Vol. 3 No. 3 (2022): Journal of Computer and Information Systems Ampera
Publisher : APTIKOM SUMSEL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51519/journalcisa.v3i3.293

Abstract

Current technological developments play a very important role in organizations and companies, both profit and non-profit. Information technology has been widely implemented in organizations and companies to support or facilitate the activities of organizations and companies. With the development of information technology, the needs of organizations and companies in terms of governance are very important to achieve the vision and mission of the organization and company. The research was conducted using the COBIT 2019 framework for the design of information technology governance at the Salatiga City Library and Archives Service to be better in the future. Methods of collecting data by conducting interviews and observations to determine the current state of the organization at the Salatiga City Library and Archives Service in implementing the implementation of information technology. The approach and problem analysis were carried out to produce recommendations for the management of information technology at the Salatiga City Library and Archives Service. After conducting interviews and discussions with the Salatiga City Library and Archives Office, the incumbent wants the organization to be ready to face changes in the future. Which is related to one of the COBIT processes, namely BA105 Managed Organizational Change, this is very in line with the objectives of the office holders at the Salatiga City Library and Archives Service, which aims to assist organizations in preparing for changes that may occur in the future, especially in the field of information & technology. With this research report, it is hoped that it can be used as a reference or reference for the Salatiga City Library and Archives Service to help improve organizational performance and make information governance better.
Eksistensi Perpustakaan di Era Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Kendari Irnawati Irnawati; Marsia Sumule; Sitti Utami Rezkiawati Kamil
Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 2, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : Halu Oleo University Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jlpi.v2i2.25214

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi perpustakaan diera teknologi, informasi dan komunikasi pada Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Kendari.Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah dengan cara(purposive sampling) secara di sengaja yaitu dengan cara memilih orang tertentu yang mewakili subyek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Kendari selalu berupaya untuk melakukan terobosan dan revitalisasi tugas pokok dan fungsi perpustakaan sekolah untuk mendukung program dan visi misi sekolah. Berbagai program dan terobosan yang di rencakan diharapkan dapat member ruang yang lebih besar agar perpustakaan sekolah sebagai center of knowledge (pusat Pengetahuan) yang dapat terealisasi secara optimal. Dimana perpustakaan difungsikan bukan hanya sekedar sebagai perpustakaan yang umum diketahui namun disini dibantu dengan bantuan perpustakaan online dengan menggunakan media komputerisasi dimana segala sumber pembelajaran dapat dilakukan oleh para pengunjung perpustakaan. Beberapa sumber bacaan dapat berupa soft file dalam bentuk pdf yang tersedia di dalam situs perpustakaan pada Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Kendari..Eksistensi Perpustakaan pada era teknologi informasi dan komunikasi mempengaruhi minat baca dan kunjungan siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Kendari cukup baik dengan kuantitas daftar kunjungan siswa yang mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
PEMANAFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGOLAHAN BIBLIOGRAFI BAHAN PERPUSTAKAAN Marselinus Wisnu Wardhana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i7.4132

Abstract

Perpustakaan merupakan sumber belajar utama dan harus diperhatikan keberadaannya dan harus dimiliki setiap institusi. Perpustakaan sebagai sumber informasi tentunya harus menyediakan sumber informasi yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasinya.(Farhan et al., 2022) Perpustakaan yang baik adalah perpustakaan yang dikelola dengan baik dan memiliki manajemen pengolahan perpustakaan yang baik pula.(R. Andi AG, 2020) standar operasional perpustakaan yang tumpang tindih antara pihak penender dengan pihak perpustakaan, dimana sering terjadi pengusulan daftar judul bahan pustaka yang diusulkan terulang kembali di pengusulan berikutnya yang menyebabkan judul buku yang dipesan kemungkinan sudah ada diperpustakaan. Sedangkan dalam sistem pengolahan bahan pustaka di pelbagai perpustakaan masih perlu dibenahi dalam hal keseragaman penentuan nomor klasifikasi buku dan tajuk subyek bahan pustaka, dimana pustakawan yang ada di perpustakaan tidak dengan memberikan nomor klasifikasi disetiap bahan pustaka dengan analisisnya saja tetapi harus berpedoman pada sistem penentuan nomor klasifikasi dan sistem tajuk subyek yang digunakan dalam suatu perpustakaan sehingga penelusuran sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan dapat dengan mudah ditemukan oleh pengguna perpustakaan. Selain itu dengan sistem pengklasifikasian yang baik akan berdampak pula pada penyusunan bahan pustaka di rak buku, karena bahan pustaka tersebut diatur berdasarkan subyek dari bahan pustaka tersebut.omu(Fatmkawati, 2014) artikel ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja alasan penggunaan teknologi informasi dan apa saja kompetensi pustakawan di perpustakaan. era teknologi informasi. Hasil analisis literatur, penting untuk memanfaatkan teknologi informasi di perpustakaan. Alasan penggunaan teknologi informasi adalah pencarian katalog lebih mudah, pengguna dapat mencari katalog dari luar perpustakaan, layanan informasi yang lebih baik, kemudahan mengedit informasi bibliografi, menambah space di perpustakaan, dan menambah citra perpustakaan(Teknologi & di Perpustakaan, 2020).
Analisis Penerapan Teknologi Informasi Oleh Mahasiswa Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Perpustakaan SMA Muhammadiyah Mataram Ridwan, Ridwan; Lubis, Lubis; Furbani, Widiastuti
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v7i2.12657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi informasi oleh mahasiswa program praktek kerja lapangan (PKL) di perpustakaan SMA Muhammadiyah Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu jenis penelitian yang menggambarkan mengenai obyek yang dibicarakan sesuai kenyataan yang terjadi di perpustakaan SMA Muhammadiyah Mataram. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Adapun metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan metode dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Setelah dilakukan penelitian maka diperoleh, Teknologi informasi merupakan kemampuan teknis yang berlandaskan ilmu pengetahuan, ilmu eksakta yang berdasarkan proses teksnis. Teknologi informasi banyak digunakan dalam membantu pekerjaan karena dianggap lebih memudahkan, seperti halnya di perpustakaan SMA Muhammadiyah Mataram. Adapun teknologi yang diterapkan oleh mahasiswa program PKL di perpustakaan SMA Muhammadiyah Mataram adalah Senayan Library Management System (SLIMS) Versi 9 Bulian. Beberapa fitur-fitur yang tersedia di dalam Aplikasi Senayan Library Management System (SLIMS) yang diterapkan oleh mahasiswa program PKL di SMA Muhammadiyah Mataram, yaitu: 1) Online Public Access Catalog (OPAC); 2) Sirkulasi; 3) Manajemen Keanggotaan; 4) Manajemen Bibliograf; 5) Statistik dan Pelaporan.
Optimalisasi Peningkatan Dan Penguatan Citra Perpustakaan Melalui Peran Aktif Pustakawan Dalam Aplikasi Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Dianita Rohmatin Setyani Nugroheni Arisalfika Bakti
Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 4, No 1 (2020): Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3468.523 KB) | DOI: 10.30742/tb.v4i1.903

Abstract

The purpose of this research is trying to describe the role of librarians in optimizing the improvement and strengthening of library images. Research is based on careful analysis based on detailed studies of the focus of content management discussion on the role of librarians in optimizing the improvement and strengthening of library images. The research covers the scope of the analysis of fundamental analysis focusing on the role oflibrarians in the application of information communication technology and library promotion, in order to realize the ideal image of the library, in accordance with the industrial revolution era 4.0. The implementation of analysis requires critical realistic thinking, applying conceptual in the historical period in the past as well as when it is happening, so that it is appropriate to use historical approach research, which requires an investigation characterized by critical critical inquiry into the progress of a thought. Primary information sources are utilized as primary data. The data collection technique utilizes library research, through various literary reading activities subjecting the role of librarians, optimizing library image enhancement and strengthening. The analysis was carried out in a descriptive qualitative manner, based on the analysis of various types of theoretical reading, research and non-research. Research dominates, describes, examines and evaluates various factual facts in order to find solutions to various problems in phenomena. In order to achieve the validity of the analysis, content analysis is needed, which has the benefit of analyzing the meaning of the most important concepts. Observations made are used to support the construction of theory. The results of the study are the ideal image of the library can be achieved through optimizing the role of librarians including; (1). Librarians must have readiness and competency preparation so they can play a maximum role. (2). Librarians must have the ability to apply ICT. (3). Librarians are required to carry out promotions in various ways. (4). Librarians must be able to reflect and evaluate the evaluative power of evaluation and public response when utilizing library information services.
Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi di SMP Muhammadiyah 2 Bambanglipuro untuk Penguatan Literasi dan Numerasi Chusnul Azhar; Yayat Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.52.1050

Abstract

SMP Muhammadiyah 2 Bambanglipuro masuk pada kategori lembaga pendidikan yang sedang berkembang dengan akreditasi B. Manajemen kegiatan intrakurikuler telah diimplementasikan sesuai dengan kurikulum dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga sebagaiamana lembaga pendidikan lain. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga, bela diri (Tapak Suci), gerakan kepanduan (Hizbul Wathan), dan organisasi pelajar (IPM) sudah berjalan dengan baik. Namun, manajemen kegiatan berkaitan dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) masih sangat minim perhatian. Maka, program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan fokus pada 5 tahapan metode pelaksanaan sebagai berikut: (1) Sosialisasi tentang urgensi GLS, (2) Membentuk tim pelaksana GLS, (3) Menyelenggarakan berbagai workshop manajemen kegiatan GLS, (4) Pengadaan ruang perpustakaan, dan (5) Menyediakan administrasi perpustakaan berbasis Teknologi Informasi (TI). Hasil program pengabdian kepada masyarakat ini adalah terbentuknya tim pelaksana GLS dengan tugas mengawal penerapan manajemen kegiatan GLS berbasis Teknologi Informasi (TI) secara profesional serta dapat melaksanakan berbagai kegiatan GLS yang sangat inovatif. Diantaranya, (1) Lomba membuat majalah dinding, (2) Kegiatan bedah buku, (3) Kegiatan bedah film edukasi, (4) Latihan berpidato setiap selesai shalat dhuhur, dan (5) Kunjungan ke kantor Suara Muhammadiyah

Page 15 of 24 | Total Record : 233