Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS LOG PENERBANGAN PADA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) SEBAGAI BARANG BUKTI DIGITAL Septyan Eka Prastya; Subhan Panji Cipta; Bayu Nugraha
Jurnal Teknologi Informasi Universitas Lambung Mangkurat (JTIULM) Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtiulm.v5i1.42

Abstract

Pada beberapa akhir ini, penggunaan perangkat drone oleh masyarakat umum meningkat dengan sangat pesat, presentasi total dari penjualan terus meningkat pesat dari tahunnya, total dari penjualan drone di tahun 2020 diperkirakan akan menyentuh angka $2.28 Bilion. Dengan peningkatan sebesar itu, kemungkinan akan terjadinya penyalahgunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dalam menjalankan tindak kejahatan semakin besar. Dari analisis forensik data dengan menggunakan metode static forensic dan live forencic untuk mendapatkan data yang memungkinkan untuk digunakan sebagai barang bukti digital. Diharapkan dapat menggali informasi yang bisa digunakan sebagai barang bukti digital pada UAV dan kontroler, serta mengetahui karakteristik bukti digital pada UAV. Hasil yang menampilkan bahwa terdapat perangkat smartphone yang digunakan sebagai kontroler UAV memiliki peranan yang penting dalam investigasi. Karena didalam perangkat tersebut memiliki nilai informasi bukti digital yang lengkap jika dibandingkan dengan media penyimpanan yang terdapat pada perangkat UAV lainnya. Contohnya dalam penggunaan perangkat drone DJI Phantom 3 Advanced selalu menggunakan GPS pada penerbangannya, file gambar maupun video yang diambil menggunakan kamera pesawat pasti memiliki koordinat lokasi GPS pada metadata didalamnya.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL PADA PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN COMPUTATIONAL THINKING Muhammad Zulfadhilah; Mambang Mambang; Septyan Eka Prastya; Subhan Panji Cipta; Rahmini Rahmini; Muhammad Riduan Syafi’i; Muhammad Khairul Akbar; Ahmad Riki Renaldi; Antonia Yenitia; Sultan Arrasyid; Tasya Salsabila; Hudatul Aulia; Siti Gadis Hardianti; Wulandari Febriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9206

Abstract

ABSTRAKPembelajaran Computational Thinking merupakan hal yang bisa dianggap sebagai keterampilan kritis bagi masyarakat di abad ke-21 ini khususnya bagi para pelajar, pembelajaran ini melibatkan banyak keterampilan, namun kemampuan pemrograman tampaknya menjadi aspek inti karena mereka mendorong pengembangan cara berpikir baru yang merupakan kunci pemecahan masalah yang memerlukan kombinasi kekuatan mental dan kemampuan komputasi manusia. Pembelajaran Computational Thinking dapat diterapkan dari jenjang sekolah dasar dengan harapan anak-anak akan siap dengan adanya arus informasi yang semakin cepat. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, pengabdi memberikan materi terkait Computational Thinking kepada para siswa sekolah dasar. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu pemberian materi dan latihan menjawab soal yang berhubungan dengan materi. Latihan menjawab soal dilakukan dengan memutarkan video yang berisikan soal Computational Thinking beserta pembahasannya. Pada tahap evaluasi kegiatan, tim pengabdian melakukan latihan menjawab soal terkait materi yang sudah disampaikan. Hasil dari jawaban siswa kemudian diperiksa untuk melihat pemahaman siswa tentang materi yang disampaikan, pada hasil tersebut terlihat ada 14 siswa yang menjawab latihanl dengan nilai 80 dan 6 siswa lainnya masih mendapatkan nilai dibawah 80. Berdasarkan hasil tersebut maka bisa disimpulkan bahwa sebanyak 70% siswa sudah mulai memahami konsep pembelajaran Computational Thinking. Kata kunci: berpikir komputasi; keterampilan kritis; sekolah dasar ABSTRACTLearning Computational Thinking is something that can be considered a critical skill for society in the 21st century, especially for students, this learning involves many skills, but programming skills seem to be a core aspect because they encourage the development of new ways of thinking which are the key to solving problems that require combination of human mental strength and computational ability. Computational Thinking learning can already be applied from the elementary school level with the hope that children will be ready for the faster flow of information. In the community service activities that have been carried out, the devotees provide material related to Computational Thinking to elementary school students. This activity is divided into two parts, namely the provision of material and exercises to answer questions related to the material. Practice answering questions is done by playing a video containing Computational Thinking questions and their discussions. Based on the results of the activities that have been carried out by giving practice questions to answer related to the material that has been delivered, as many as 70% of students answered the questions correctly, this proves that elementary school students have started to understand the concept of Computational Thinking. Keywords: computational thinking; critical skill; elementary school
Evaluasi Maturity Level Tata Kelola Teknologi Informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi Menggunakan Cobit 5 Mambang Mambang; Finki Dona Marleny; Septyan Eka Prastya; Muhammad Zulfadhilah; Subhan Panji Cipta; Jaya Hari Santoso; Miranda Miranda; M Samsul Hasmi; M Samsul Hasbi
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i4.4546

Abstract

Abstrak- Solusi teknologi informasi harus diidentifikasi atau layanan yang diimplementasikan dan diamanatkan termasuk penyediaan layanan, manajemen keamanan dan kontinuitas, layanan dukungan  pengguna, manajemen data, dan fasilitas operasi. Untuk mengukur tingkat kematangan perpustakaan di lakukan audit tata kelola teknologi informasi untuk mengevaluasi, menganalisis, mengawasi, kepatuhan regulasi teknologi informasi apakah dalam manajemen risiko dalam perpustakaan layak digunakan atau tidak layak digunakan di perpustakaan. Metode dalam mendapatkan data dan informasi dari proses tata kelola TI pada Perpustakaan XYZ dengan kuesioner dan wawancara langsung. Berdasarkan rata - rata nilai maturity level di semua domain proses yang dilakukan audit dengan kerangka kerja COBIT 5 berada pada nilai 3,3 atau pada level 3 (Established). Pada level ini secara keseluruhan proses standar didefinisikan dan digunakan di seluruh organisasi. Rata-rata gap analisis berada pada nilai 1,63 yang menunjukan proses Tata Kelola IT di Perpustakaan XYZ sudah berjalan dengan baik. Semakin kecil nilai rata-rata gap analisis dengan nilai ekspektasi maka semakin bagus bagi pengeloaan TI pada sebuah Instansi, perusahaan dan bidang industry lainnya yang menggunakan infrastuktur IT baik pada pengelolaan perangkat keras, perangkat lunak dan pengelolaan sumber daya manusia. Untuk penelitian selanjutnya, bisa menambahkan lebih banyak lagi domain proses baik pada area Tata Kelola (Governance) dan area Manajemen (Management), sehingga proses audit dengan kerangka kerja COBIT 5 dapat dilakukan dengan komprehensif.Kata kunci: Maturity Level, Tata Kelola Teknologi Informasi, Perpustakaan, COBIT 5 Abstract- Information technology solutions should be identified or services implemented and mandated, including service provision, security and continuity management, user support services, data management, and operations facilities. Methods of obtaining data and information from the IT governance process at the XYZ Library with questionnaires and direct interviews. To measure the library's maturity level, an information technology governance audit is carried out to evaluate, analyze, supervise, and comply with information technology regulations whether in risk management in the library is feasible to use or unfit for use in the library. The average maturity level value in all process domains audited with the COBIT 5 framework is 3.3 or at level 3 (Established). The overall standard process is defined and used throughout the organization at this level. The average analysis gap is at a value of 1.63, which shows that the IT Governance process in the XYZ Library is already running well. The smaller the average value of the analysis gap with the expectation value, the better it is for IT management in an agency, company and other industrial fields that use IT infrastructure in hardware management, software and human resource management. For further research, we can add more process domains both in the Governance and Management areas so that the audit process with the COBIT 5 framework can be carried out comprehensively.Keywords: Maturity Level, Information Technology Governance, Library, COBIT 5
Uji Sedatif Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L) Di Daerah Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah Adhitama Ichsan Nugraha; Dyan Fitri Nugraha; Septyan Eka Prastya
Sains Medisina Vol 1 No 1 (2022): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.898 KB)

Abstract

Daun ketapang di desa Kasongan, kabupaten Katingan sering digunakan sebagai penenang ikan pada kolam buatan ataupun pada aquarium khususnya ikan cupang, hal ini membuat ikan menjadi lebih tenang, tetapi kebenaranya belum teruji secara ilmiah. Peneliti menduga bahwa daun ketapang kering memiliki senyawa sedatif yang dapat memberikan efek sedasi pada ikan. Tujuan penelitian mengetahui apakah ekstrak etanol daun ketapang (Terminalia catappa L) berpotensi sebagai efek sedatif, dan mengetahui dosis efektif ekstrak etanol daun ketapang yang berefek sedatif terhadap mencit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah force swimming test (uji renang), jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain penelitian true eksperimental yang terdiri dari 5 kelompok, yang diamati dalam penelitian ini ialah waktu tidak bergerak mencit dalam detik. Hasil penelitian ini bahwa didalam ekstrak etanol daun ketapang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid, yang memiliki potensi sebagai hipnotik sedatif. Ditentukan dosis 1 sebanyak 2,25 g/20 g BB mencit, dosis 2 sebanyak 4,5 g/20 g BB mencit dan dosis 3 sebanyak 9 g/20 g BB mencit, dan  dosis 2 sebagai dosis medium.  Didapatkan bahwa pada dosis 3 (9 g/20 g BB mencit) memiliki efek kenaikan waktu yang paling baik. Ekstrak etanol daun ketapang memiliki potensi sebagai sedatif dengan dosis efektif 9 g/20 g BB mencit, memiliki aktivitas kenaikan sedatif lebih baik dari dosis 1, dosis 2 dan lebih baik jika dibandingkan denagan kontrol postif.
Evaluasi Maturity Level Tata Kelola Teknologi Informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi Menggunakan Cobit 5 Mambang Mambang; Finki Dona Marleny; Septyan Eka Prastya; Muhammad Zulfadhilah; Subhan Panji Cipta; Jaya Hari Santoso; Miranda Miranda; M Samsul Hasmi; M Samsul Hasbi
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i4.4546

Abstract

Abstrak- Solusi teknologi informasi harus diidentifikasi atau layanan yang diimplementasikan dan diamanatkan termasuk penyediaan layanan, manajemen keamanan dan kontinuitas, layanan dukungan  pengguna, manajemen data, dan fasilitas operasi. Untuk mengukur tingkat kematangan perpustakaan di lakukan audit tata kelola teknologi informasi untuk mengevaluasi, menganalisis, mengawasi, kepatuhan regulasi teknologi informasi apakah dalam manajemen risiko dalam perpustakaan layak digunakan atau tidak layak digunakan di perpustakaan. Metode dalam mendapatkan data dan informasi dari proses tata kelola TI pada Perpustakaan XYZ dengan kuesioner dan wawancara langsung. Berdasarkan rata - rata nilai maturity level di semua domain proses yang dilakukan audit dengan kerangka kerja COBIT 5 berada pada nilai 3,3 atau pada level 3 (Established). Pada level ini secara keseluruhan proses standar didefinisikan dan digunakan di seluruh organisasi. Rata-rata gap analisis berada pada nilai 1,63 yang menunjukan proses Tata Kelola IT di Perpustakaan XYZ sudah berjalan dengan baik. Semakin kecil nilai rata-rata gap analisis dengan nilai ekspektasi maka semakin bagus bagi pengeloaan TI pada sebuah Instansi, perusahaan dan bidang industry lainnya yang menggunakan infrastuktur IT baik pada pengelolaan perangkat keras, perangkat lunak dan pengelolaan sumber daya manusia. Untuk penelitian selanjutnya, bisa menambahkan lebih banyak lagi domain proses baik pada area Tata Kelola (Governance) dan area Manajemen (Management), sehingga proses audit dengan kerangka kerja COBIT 5 dapat dilakukan dengan komprehensif.Kata kunci: Maturity Level, Tata Kelola Teknologi Informasi, Perpustakaan, COBIT 5 Abstract- Information technology solutions should be identified or services implemented and mandated, including service provision, security and continuity management, user support services, data management, and operations facilities. Methods of obtaining data and information from the IT governance process at the XYZ Library with questionnaires and direct interviews. To measure the library's maturity level, an information technology governance audit is carried out to evaluate, analyze, supervise, and comply with information technology regulations whether in risk management in the library is feasible to use or unfit for use in the library. The average maturity level value in all process domains audited with the COBIT 5 framework is 3.3 or at level 3 (Established). The overall standard process is defined and used throughout the organization at this level. The average analysis gap is at a value of 1.63, which shows that the IT Governance process in the XYZ Library is already running well. The smaller the average value of the analysis gap with the expectation value, the better it is for IT management in an agency, company and other industrial fields that use IT infrastructure in hardware management, software and human resource management. For further research, we can add more process domains both in the Governance and Management areas so that the audit process with the COBIT 5 framework can be carried out comprehensively.Keywords: Maturity Level, Information Technology Governance, Library, COBIT 5
Analisis Perbandingan Sentimen Ulasan Lagu Populer pada Karya Taylor Swift, Rihana, dan Adele Menggunakan Metode Natural Language Processing dan Machine Learning Haniffah Sri Rinjani; Mambang Mambang; Septyan Eka Prastya; Johan Wahyudi; Finki Dona Marleny
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 7, No 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v7i3.7562

Abstract

Abstrak - Secara umum musik merupakan salah satu media ungkapan kesenian, dan juga mencerminkan kebudayaan masyarakat pendukungnya. Di dalam musik terkandung nilai dan norma- norma yang menjadi bagian dari proses enkulturasi budaya, baik dalam bentuk formal maupun informal. Analisis sentimen juga dapat disebut proses menggunakan teknik dan metode komputasional untuk memahami dan mengevaluasi opini, sikap, atau emosi yang terkandung dalam teks atau data lainnya. Penelitian ini dilakukan secara virtual dengan seluruh data yang diperlukan diambil dari sumber-sumber yang tersedia di internet. Data yang diambil mencakup teks-teks ulasan, penilaian (rating), dan konteks terkait. Evaluasi model dilakukan menggunakan metrik akurasi, precision, dan recall untuk masing-masing artis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model BERT memiliki performa sempurna (akurasi, precision, dan recall sebesar 1.0) untuk data Taylor Swift dan Adele. Namun, untuk data Rihanna, akurasi dan recall adalah 0.5, sementara precision tetap 1.0. Rata-rata keseluruhan menunjukkan bahwa model BERT sangat baik dalam menghindari kesalahan prediksi positif, tetapi kurang sempurna dalam mendeteksi semua kasus positif. Rata-rata akurasi, precision, dan recall adalah masing-masing 0.833, 1.0, dan 0.833. Model SVM juga dievaluasi menggunakan metrik yang sama. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model SVM memiliki performa yang kompetitif namun sedikit berbeda dibandingkan dengan BERT. Akurasi dan precision untuk Taylor Swift dan Adele juga tinggi, tetapi recall sedikit lebih rendah dibandingkan BERT. Untuk data Rihanna, performa SVM lebih baik dalam mendeteksi kasus positif dibandingkan dengan BERT, namun precision-nya sedikit lebih rendah. Rata-rata keseluruhan menunjukkan bahwa SVM memiliki akurasi dan recall yang lebih seimbang di seluruh dataset dibandingkan BERT.Kata kunci: Sentimen, Ulasan Lagu, NLP, Machine Learning, SVM Abstract - In general, music is one of the media for artistic expression, and also reflects the culture of the supporting community. Music contains values and norms that are part of the process of cultural enculturation, both in formal and informal forms. Sentiment analysis can also be called the process of using computational techniques and methods to understand and evaluate opinions, attitudes, or emotions contained in text or other data. This research was conducted virtually with all the necessary data taken from sources available on the internet. The data captured includes review texts, ratings, and related context. Model evaluation was performed using accuracy, precision, and recall metrics for each artist. The evaluation results show that the BERT model has excellent performance (accuracy, precision, and recall of 1.0) for Taylor Swift and Adele data. However, for Rihanna's data, accuracy and recall are 0.5, while precision remains 1.0. The overall average shows that the BERT model is very good at avoiding false positive predictions, but less than perfect at detecting all positive cases. The average accuracy, precision, and recall were 0.833, 1.0, and 0.833, respectively. SVM models are also evaluated using the same metrics. The evaluation results show that the SVM model has competitive performance but is slightly different compared to BERT. Accuracy and precision for Taylor Swift and Adele are also high, but recall is slightly lower than BERT. For Rihanna's data, SVM performs better in detecting positive cases compared to BERT, but its precision is slightly lower. The overall average shows that SVM has more balanced accuracy and recall across datasets than BERT.Keywords: Sentiment, Song Review, NLP, Machine Learning, SVM