Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

INVESTIGASI KEAMANAN APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN TEKNIK PACKET SNIFFING I Gede Putu Krisna Juliharta; I Made Ari Santosa
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keruntuhan infrastruktur teknologi informasi merupakan bencana, menyebabkan terhentinya kegiatan sehari-hari suatu entitas karena kehilangan sumberdaya dan alat komunikasi. Atas dasar itu dilakukan penelitian untuk menginvestigasi keamanan aplikasi teknologi informasi menggunakan teknik packet sniffing. Tahapan penelitian dimulai dengan melakukan proses observasi yang dilanjutkan dengan proses sniffing tersebut. tiga tools utama yang digunakan untuk dapat menerjemahkan hasil sniffing adalah wireshark, network miner, dan nessus. Hasilnya penelitian berupa penilaian qualitative menggunakan perhitungan common vulnerability scoring system version 2 (cvss v2) dengan skala critical, high, medium, dan low dengan rincian hasil untuk komputer client berhasil dilakukan capture sebanyak 6 komputer client yang seluruhnya bernilai high, sedangkan untuk 4 perangkat server yang menyediakan layanan teknologi informasi memiliki total 21 critical, 62 high, 141 medium, dan 6 low. Terlihat dengan jumlah critical dan high yang cukup besar pada jalur komunikasi menandakan bahwa standar keamanan belum menjadi prioritas utama ataupun memang belum disadari. Dari hasil tersebut penelitian ini memberikan manfaat bahwa perlunya kesadaran akan pentingnya prosedur dan standar keamanan untuk menjamin informasi yang dimiliki oleh institusi agar tidak mudah dicuri oleh pihak yang tidak merkepentingan.
Audit Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Framework COBIT 4.1 sebagai Upaya Peningkatan Keamanan Data pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Dedi Darwis; . Yuniarwati
Explore: Jurnal Sistem Informasi dan Telematika (Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika) Vol 7, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.701 KB) | DOI: 10.36448/jsit.v7i2.770

Abstract

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran merupakan dinas pemerintahan yang terdapat pada Komplek Perkantoran Pemkab Pesawaran Desa Way Layap Kecamatan Gedung Tataan Kabupaten Pesawaran, dalam pelayanan nya seperti pengolahan data dari masing-masing sekolah, yang ada pada Kabupaten Pesawaran yang dapat di gunakan dalam pengolahan data sertifikasi. Analisis teknologi informasi di lakukan untuk menjamin keberlanjutan operasional yang digunakan oleh dinas apakah teknologi informasi yang ada sudah di gunakan dengan sebaik-baik nya, karena jika dalam pemanfaatan tidak digunakaan dengan tepat maka akan menimbulkan beberapa permasalahan atau kerugian yang ada seperti kehilangan data, atau penyalah gunaan data, penyalah gunaan komputer, informasi yang tidak akurat, karena pada sistem ini data yang ada sifatnya rahasia dan sensitif. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode COBIT 4.1 dengan menggunakan dua domain yaitu Aquire and Implement (AI) dan Delivery and Support (DS) . Dinas telah menetapkan tata kelola teknologi informasi pada level Manage and Measureable dengan hasil nilai kematangan 3,79 dari rentan nilai 0 sampai 5. Artinya telah menetapkan tata kelola teknologi informasi dengan baik.
PENGEMBANGAN KEAMANAN SISTEM INFORMASI SST (SELF SERVICE TERMINAL) STMIK PRADNYA PARAMITA MALANG Widarti, Dinny Wahyu; Arifin, Samsul
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI: Teori, Konsep, dan Implementasi JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI: Teori, Konsep dan Implementasi VOL 7 NO 2 Tahun 2016
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI: Teori, Konsep, dan Implementasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Information System Security is essential to ensure the proper functioning of the information system. Weak information system security may result that other people who do not have the right can be entered into the system information without passed the security and perform activities that can damage or destroy data on the information system, even can destroy that information system itself. On one side, security of the information system needs to be improved, like in login process to get into the information system. Login process becames a tool to pave the ways for someone to infiltrate into the information system. There are several ways to do so that login process to be secure, such as anti SQL Injection and Verification login with SMS Gateway. Expected by using the login process with anti SQL Injection and Verification login with SMS Gateway can reduce the occurrence of fraud against Information Systems in STMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang. Keywords: Security, Information Systems, and SMS Gateway
MANFAAT PEREALISASIAN TATA KELOLA KEAMANAN INFORMASI BERBASIS SNI ISO/IEC 27001:2009 PADA PRODUKSI FILM ANIMASI (Kasus di PT. XX) Dewi, Ayu Candra; Nugroho, Eko; Hartanto, Rudy
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 3)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakResiko keamanan informasi dapat dikurangi dan dihindari dengan salah satu bentuk dukungan adanya tata kelola yang terjamin kerahasiaannya, keutuhannya, dan ketersediannya.  Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menjawab kebutuhan akan penerapan tata kelola keamanan sistem informasi agar terjadi keselarasan teknologi informasi dan bisnis dalam membangun kompetitif unggulan. Keamanan Informasi sangatlah penting terhadap PT. XX sebelum film animasi yang diproduksi akan ditayangkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengidentifikasi resiko dan permasalahan sistem yang sedang berlangsung saat ini dengan observasi dan wawancara kepada pihak-pihak Divisi IT dan Manajemen Produksi di perusahaan tersebut. Hasil pada penelitian ini adalah dampak perealisasian keamanan informasi yang diterapkan berbasis SNI ISO/IEC 27001:2009 pada produksi animasi yang dinilai sangat membutuhkan keamanan data sebelum film yang dibuat akan ditayangkan secara publik. Kata Kunci : Keamanan Informasi, SNI ISO/IEC 27001:2009, Produksi Animasi.
PENYUSUNAN TATA KELOLA KEAMANAN INFORMASI PADA PRODUKSI FILM ANIMASI (Kasus di PT. XX) hartanto, Rudy; Dewi, Ayu Candra; Nugroho, Eko
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBerjalannya perkembangan teknolgi informasi yang semakin maju dan pesat di era global ini, hal ini berpengaruh terhadap penggunaan teknologi informasi di kalangan perusahaan swasta. PT. XX yang juga beketergantungan erat terhadap teknologi informasi dalam kegiatan produksi film animasi. Namun, permasalahan teknologi informasi yang berperan penting terhadap perusahaan seringkali kurang mendapat perhatian. Akibatnya tidak dipungkiri akan muncul ancaman maupun kelemahan dalam teknologi informasi yang menganggu jalannya kegiatan produksi film animasi. Oleh karena itu diperlukannya pengelolaan teknologi informasi yang dituangkan dalam tata kelola untuk mengelola ancaman maupun kelemahan yang muncul. SNI ISO/IEC 27001:2005 merupakan framework sistem manajemen keamanan informasi yang dapat dijadikan dasar dalam pengelolaan informasi Kata Kunci : Keamanan Informasi, SNI ISO/IEC 27001:2009, Produksi Animasi.
HUBUNGAN RISK TOLERANCE DAN RISK PERCEPTION TERHADAP PERILAKU KEAMANAN INFORMASI Dewi Hernikawati
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 2 (2016): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2016.200203

Abstract

Informasi merupakan asset yang penting bagi organisasi saat ini. Dengan kecepatan akses internet menjadikan informasi mudah diperoleh, namun hal ini menimbulkan ancaman dan kerawanan terhadap informasi tersebut. Oleh karena itu kemanan informasi menjadi penting. Dalam penelitian ini akan dilihat hubungan antara variabel risk perception dan risk tolerance terhadap keamanan informasi. Metode kuantitatif digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian dilakukan dengan populasi PNS di Jakarta Pusat. Data dianalisis dengan bantuan SPSS untuk melihat korelasinya. Hasil dari penelitian ini adalah variabel Keamanan Informasi dipengaruhi oleh variabel risk tolerance dan risk perception. Semakin rendah risk perception seseorang maka akan semakin tinggi kemanan Informasi orang tersebut. Begitu pula semakin rendah risk tolerance seseorang maka akan semakin tinggi kemanan Informasi orang tersebut. 
Penilaian Tata Kelola Teknologi Informasi Dengan Menambahkan Unsur Keamanan Menggunakan Framework Cobit 5 Pada Domain DSS Aisyah Nuraeni; KM. Syarif Haryana
Jurnal Computech & Bisnis (e-Journal) Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Computech & Bisnis
Publisher : STMIK Mardira Indonesia, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.041 KB) | DOI: 10.55281/jcb.v10i2.150

Abstract

Assessment on information technology governance is a process to search for evidence of the basis of reliable, consistent and repeatable in the area of governance and management of information technology. It aims to determine the suitability of the use of technology with the business objectives of the organization. Objective is to implemtated assessment of information technology governance process by adding an element of security. The study was conducted at educational institutions using qualitative methods and frameworks COBIT 5. Domain studied were (Delivery, Support, and Service) DSS 01, DSS 02, DSS 03, DSS04, and DSS 06 by adding a subdomain DSS 05 as an element of security required. The results of the average value of domain capability by 58.61% ie largely Achieved scala rate, as for almost the entire subdomain is at level 1 and level 0 for DSS04. Keywords: assessment, IT governance, COBIT 5, security, DSS.
Rancangan Tata Kelola Organisasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bekasi (Organization Governance Design of Information Security Management System Bekasi Communications and Information Technology Agency) Alhadi Saputra
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 20, No 1 (2018): Jurnal IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.20.1.2018.17-29

Abstract

Saat ini Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bekasi sedang mengimplemen­ta­sikan sistem manajemen keamanan Informasi. Untuk mengukur proses pengimplemen­ta­siannya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melakukan proses audit kepatuhan menggunakan kerangka kerja ISO/IEC 27001:2013. Dari Hasil audit kepatuhan terdapat ketidaksesuaian dengan kerangka kerja ISO/IEC 27001:2013, salah satu temuannya terkait dengan klausul tentang organisasi keamanan informasi. Organisasi keamanan informasi yang ditetapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika belum mencakup keseluruhan peran dan tanggung jawab yang disyaratkan pada kerangka kerja ISO 27001:2013. Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informatika melakukan penyesuaian dengan membuat rancangan tata kelola organisasi dengan memetakan peran dan tanggung jawab yang disyaratkan pada ISO/IEC 27001:2013 dengan yang ditetapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika. Hasil rancangan tata kelola organisasi sistem manajemen keamanan informasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika yaitu, Kepala Diskominfo berperan pada 1 kontrol objektif, Bidang Standarisasi teknologi dan Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi berperan pada 5 kontrol objektif, Seksi penerapan teknologi informasi dan komunikasi berperan pada 2 kontrol objektif, Sekretariat berperan pada 2 kontrol objektif, Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi berperan dalam 5 kontrol objektif, dan Seksi Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi berperan dalam 4 kontrol objektif.
RISK ASSESSMENT PADA MANAJEMEN RESIKO KEAMANAN INFORMASI MENGACU PADA BRITISH STANDARD ISO/IEC 27005 RISK MANAGEMENT Fajar Ilham Satria Yudha; Erwin Gunadhi
Jurnal Algoritma Vol 13 No 2 (2016): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.283 KB) | DOI: 10.33364/algoritma/v.13-2.333

Abstract

Badan Pertanahan Nasional (BPN) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementrian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden dan dipimpin oleh Kepala. (Sesuai dengan Perpres No. 63 Tahun 2013). Badan Pertanahan Nasional mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pertanahan secara nasional, regional dan sektoral sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.. Tujuan dari penelitian ini yaitu dapat mengetahui kondisi keamanan dan memberikan hasil dari Risk Assessment berdasarkan assessment yang mengikuti panduan standar ISO dalam hal mengidentifikasi resiko, kontrol, kelemahan dan lain – lain. Di mulai dari proses awal assessment sampai evaluasi.  Metode yang di gunakan adalah Risk Assessment standar ISO/IEC 27005:Risk Management yang di dalamnya menerangkan tahapan – tahapan tentang Risk Assessment di antaranya Risk Identification, Risk Estimation dan Risk Evaluation. Hasil dari penelitian ini yaitu di dapatkannya hasil akhir berupa ranking akhir setiap resiko yang telah di beri penilaian dan di urutkan berdasarkan proses assessment menurut panduan BS ISO/IEC 27005.
SISTEM INFORMASI IURAN KEAMANAN WARGA RT 002/RW 004 KEL.TAMPAN KEC.PAYUNG SEKAKI BERBASIS WEB muhammad, muhammad
SISTEMASI Vol 7, No 2 (2018): SISTEMASI
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.139 KB)

Abstract

sistem tersebut harus dapat menyelesaikan semua pekerjaan dengan mudah, cepat dan akurat. Seperti warga RT 002/RW 004 Kel. Tampan Kec. Payung sekaki ini menerapkan sistem keamanan warga yang menggunakan konsep iuran ke warga disetiap bulannya, namun dalam pelayanan iuran keamanan yang saat ini berjalan pada RT 002/Rw 004 Kel. Tampan Kec. Payung Sekaki masih terdapat beberapa kekurangan yaitu masih menggunakan sistem pencatatan manual. Bagaimana merancang sistem informasi, sehingga proses pencatatan data iuran keamanan terintegrasi dengan baik dan cepat?; Bagaimana menerapkan sistem yang terkomputerisasi supaya tertatanya penyimpanan data yang melingkupi data anggota keamanan, jadwal keamanan, data warga dan data iuran sehingga tidak menimbulkan resiko kehilangan dan kerusakan? Setelah melakukan analisis terhadap permasalahan pada Sistem Informasi Pengolahan Data Iuran Keamanan Warga RT 002/RW 004 Kel. Tampan Kec. Payung Sekaki Berbasis Web. Dan mencoba memberikan solusi dengan membuat sistem informasi baru, penulis mencoba menarik kesimpulan untuk perbaikan kinerja sistem. Dengan di terapkannya Sistem Informasi Pengolahan Data Iuran Keamanan Warga RT 002/RW 004 Kel. Tampan Kec. Payung Sekaki Berbasis Web ini, dapat memberikan kemudahan sehingga mempermudah dan memperlancar pengolahan data rekam medis dapat di proses dengan cepat dan baik dari segi penginputan data, pencarian data maupun dalam proses pelaporan data. Dengan penerapan Sistem Informasi Pengolahan Data Iuran Keamanan Warga RT 002/RW 004 Kel. Tampan Kec. Payung Sekaki Berbasis Web ini dapat membantu kinerja di bagian administrasi, petugas dan ketua RT secara efektif dan efisien.

Page 20 of 130 | Total Record : 1293