Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

PEMBENTUKAN KELOMPOK CERDAS KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN MENGETAHUI PERAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI BAGI SKRINING PENYAKIT REPRODUKSI Ana Majdawati; Ivanna Beru Brahmana; Inayati Inayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.616 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5282

Abstract

Abstrak: Permasalahan reproduksi wanita banyak dikeluhkan, diantaranya keputihan, masalah menstruasi, nyeri pelvis, benjolan pada organ reproduksi, keluarga berencana, infertilitas, masalahan menopause. Pengetahuan peran radiologi sebagai penunjang diagnostik, alat skrining kasus reproduksi masih terbatas di kalangan ibu-ibu dan remaja putri. Banyak wanita dengan keluhan organ reproduksi yang tidak melanjutkan pemeriksaan radiologi. Hal ini menyebabkan penyakit semakin berat, meningatkan morbiditas dan mortalitas. Tujuan pengabdian masyarakat ini membentuk kelompok kesehatan reproduksi (kespro) ceria dari ibu-ibu dan Remaja Aisyiyah di Wilayah Bareng Lor, Klaten, Jawa Tengah. Upaya peningkatan pengetahuan peran pemeriksaan radiologi untuk skrining dan diagnosis kasus kespro wanita menggunakan metode: sosialisasi masalah terkait organ kespro wanita, ceramah, brain storming, pembentukan kelompok kespro ceria, pelatihan pengisian checklist skrining faktor risiko untuk indikasi pemeriksaan radiologi. Hasil pengabdian masyarakan ini terbentuknya kelompok wanita kespro Ceria yang akan melakukan tindak lanjut skrining wanita yang memiliki faktor risiko gangguan organ reproduksi dengan lembar checklist. Penilaian peserta berasal nilai pretest dan post-test, yaitu minimal nilai post-test 70 dan menunjukkan peningkatan  Abstract: Many women complain about reproductive problems, including vaginal discharge, menstrual problems, pelvic pain, lumps in the reproductive organs, family planning, infertility, menopause problems. Knowledge of the role of radiology as a diagnostic support, reproductive case screening tool is still limited among mothers and young women. Many women with complaints of reproductive organs do not continue radiological examinations. This causes the disease to become more severe, increasing morbidity and mortality. The purpose of this community service is to form a cheerful reproductive health group (Kespro) from Aisyiyah's mothers and Adolescents in the Bareng Lor Region, Klaten, Central Java. Efforts to increase knowledge of the role of radiology examination for screening and diagnosis of women's reproductive health cases use the following methods: socialization of problems related to women's reproductive health organs, lectures, brain storming, formation of cheerful health care groups, training in filling out risk factor screening checklists for radiological indications. The result of this community service is the formation of a group of Ceria health care women who will follow up on screening women who have risk factors for reproductive organ disorders with a checklist sheet. Participant's assessment comes from the pretest and post-test scores, which is a minimum post-test score of 70 and shows an increaseKeywords: 
PERBANDINGAN METODE GABUNGAN HISTOGRAM EQUALIZATION DENGAN CONTRAST STRETCHING UNTUK PERBAIKAN KUALITAS CITRA RADIOLOGI , Uray Ristian, Muhammad Aprilian , Sampe Hotlan Sitorus
Coding Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2020): Coding : Jurnal Komputer dan Aplikasi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v8i2.41501

Abstract

Pembacaan hasil gambar radiologi memiliki beberapa hambatan dari hasil gelap, hasil cerah, dan noise. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem peningkatan kualitas untuk hasil radiologis gambar paru-paru. Sistem peningkatan kualitas gambar radiologis akan dibangun dengan menerapkan dan membandingkan dua metode Histogram Equalization (HE) dan Contrast Stretching (CS). Metode Histogram Equalization digunakan untuk meratakan distribusi abu-abu gambar. Metode Contrast Stretching digunakan untuk memperluas distribusi gambar abu-abu. Dalam penelitian ini kedua metode tersebut digabungkan untuk melihat optimalisasi kedua metode tersebut. Dari 20 hasil perbaikan gambar yang dianalisis oleh para ahli, persentase masing-masing metode diperoleh. Untuk metode HE menghasilkan persentase 15%, untuk metode CS menghasilkan persentase 0%, untuk metode gabungan CS-HE menghasilkan persentase 75% dan untuk metode gabungan HE-CS menghasilkan persentase 10%. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas gambar radiologis adalah metode gabungan CS-HE.Kata Kunci : Citra Radiologi, Diagnosa, Histogram Equalization, Contrast Stretching.
Komponen Sistem Hematopoitik Sebagai Bioindikator Tingkat Keterpaparan Radiasi Pada Pekerja/Operator Radiologi Terubus Terubus
Jurnal Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2011): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7224.337 KB) | DOI: 10.22219/jk.v2i1.478

Abstract

Pemantauan dosis radiasi secara biologi memberikan kontribusi penting terhadap perkiraan dosis kumulatif paparan radiasi dalam studi epidemiologi khususnya dalam kasus tanpa keberadaan dosimeter fisika. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat paparan radiasi pada operator radiologi dengan menganalisis kompartemen darah, yang meliputi jumlah total sel darah putih, limfosit, monosit, neutrofil, eosinofil, basofil, total sel darah merah, PCV, hemoglobin, dan trombosit. Secara statistik tidak ada perbedaan bermakna antara variabel kompartemen darah dengan umur, jenis kelamin, masa kerja, frekuensi paparan. Sample pada penelitian adalah semua operator (radiographer) di Instalasi radiodiagnostik RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. Hasil analisis sistem hematologi dibandingkan dengan petugas adsminitrasi (non paparan). Dan ada perbedaan bermakna antara variabel frekuensi paparan dengan diagnostik colon in 1oop, di mana jumlah analisis leukosit p = 0,041 < alfa = 0,05 dan hemoglobin p = 0,044 < alfa = 0,05. Dan hasil pemantauan paparan radiasi lingkungan kerja = 0,37 miuSv miuSv/jam, sudah memenuhi standar yang berlaku. Hal ini telah sesuai dengan surat keputusan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir nomor: O1/KA-BAPETEN/ V-99. Di mana dosis lingkungan kerja adalah < 25 miuSv miuSv/jam (2,5 mRem/Jam). Dari hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa dosis paparan pada operator radiologi berupa penurunan jumlah kompartemen leukosit, eritrosit, PCV dan hemoglobin. Sistem proteksi radiasi harus ditunjang dengan sistem manajemen proteksi radiasi dan perbaikan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang ada.
GAMBARAN ULTRASONOGRAFI HEPAR DI BAGIAN RADIOLOGI FK UNSRAT BLU RSUP PROF.DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE MARET – JUNI 2014 Hadinata, Rahadiyan; Loho, Elvie; Timban, Joan F. J.
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6830

Abstract

Abstract: Ultrasonography of the liver is an accurate imaging modality for focal or diffuse liver disease, determine the primary tumor staging, detecting secondary deposits, investigation of calculus and jaundice, and as an aid in liver biopsy or interventional procedures. The purpose of this study was to describe the results of liver ultrasonography in the Department of Radiology of Prof. Dr RD Kandou Hospital Manado from March 1 to June 30, 2014. This study is a retrospective descriptive study by using secondary data from medical records contained in the department of radiology BLU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado from March to June 2014. Overall hepatic ultrasonography results found 77 picture, with a picture of the liver more in women (19.5 %). Conclusions: Abnormal liver ultrasound picture of the highest in the age group 36-45 years, 46-55 years, 56-65 years (23.4 %). Most liver ultrasound appearance is an appearance of fatty liver ultrasonography (37.7 %). We recommend that patients come with complaints such as chronic abdominal pain, and repeatedly confirmed the cause through the abdominal ultrasound examination, to help diagnose, exclude other abdominal disorders and prevent displacement cause abdominal pain.Keywords: liver ultrasonography, liver diseaseAbstrak: Ultrasonografi hepar merupakan modalitas pencitraan yang akurat untuk penyakit hati fokal atau difus, menentukan staging tumor primer, mendeteksi deposit sekunder, pemeriksaan penunjang untuk kalkulus dan jaundice, dan sebagai bantuan pada biopsi hati atau prosedur intervensional. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran hasil Ultrasonografi hepar di Bagian Radiologi FK UNSRAT/SMF Radiologi BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 1 Maret – 30 Juni 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder berupa catatan medik yang terdapat di Bagian Radiologi BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Maret – Juni 2014. Keseluruhan hasil Ultrasonografi hepar ditemukan 77 gambaran, dengan gambaran hepar lebih banyak pada perempuan (19,5%). Simpulan: Gambaran USG hepar abnormal terbanyak pada kelompok umur 36 – 45 tahun, 46 – 55 tahun, 56 – 65 tahun (23,4%). Gambaran USG hepar terbanyak adalah gambaran USG Fatty Liver (37,7%). Sebaiknya pasien yang datang dengan keluhan seperti nyeri abdomen yang kronik, dan berulang dipastikan penyebabnya melalui pemeriksaan USG abdomen, Untuk membantu mendiagnosis, menyingkirkan kemungkinan kelainan abdomen lainnya dan mencegah memberatnya penyebab nyeri abdomen.Kata kunci: Ultrasonografi Hepar, Penyakit Hepar
Mutu Pelayanan Radiologi Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Rini Hatma Rusli; Amir Imbaruddin; Nuraeni Sayuti
Jurnal Administrasi Negara Vol 21 No 2 (2015): Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Politeknik STIA LAN Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33509/jan.v21i2.22

Abstract

Abstrak : Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh berbagai sarana kesehatan pada berbagai tingkat pelayanan baik pemerintah maupun swasta mutunya belum merata dan belum sepenuhnya dapat memenuhi tuntutan kebutuhan pengguna jasa dan masyarakat termasuk pelayanan penunjang kesehatan seperti pelayanan radiologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan penjelasan mengenai mutu pelayanan radiologi pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif yang dimaksudkan untuk menggambarkan data penelitian secara interpretatif berlandaskan teori dengan menggunakan tabel frekuensi skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pelayanan radiologi pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 4,56 atau 91,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian mutu pelayanan tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu aspek akses berada pada kategori baik, aspek pilihan dan pastisipasi berada pada kategori baik, aspek informasi berada pada kategori baik, aspek kualitas berada pada kategori baik, dan dari aspek mekanisme pengaduan konsumen berada pada kategori baik. Dari hasil penelitian ini disarankan sebaiknya mutu pelayanan radiologi pasien rawat jalan tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan sehingga semakin banyak orang yang memilih untuk melakukan pemeriksaan radiologi di rumah sakit Bhayangkara Makassar.Kata kunci : mutu pelayanan, radiologi, pasien rawat jalan, rumah sakit Abstract : Quality of health care organized by a variety of health facilities at various levels of both government and private services have not been evenly distributed and not fully able to meet the demanding needs of service users and the community, including health support services such as radiology services. This study aimed to obtain information and explain the quality of outpatient radiology services in Bhayangkara Hospital of Makassar. The method used is descriptive-quantitative that intended to describe interpretative research data, based on the theory by using frequency table scores. The results show that the quality of outpatient radiology services in Bhayangkara Hospital of Makassar is in good category with an average value of 4.56 or 91.3%. The Results of the assessment of service quality are viewed from the Aspect of Accessibility that are in good category, the Aspect of Choice and Participation, that are in good category, the Aspect of Information that is in good category, the Aspects of Quality that is in good category, and the Aspect of Consumer’s Complaints Mechanism that is in good category as well. Based on the study, it is suggested that the quality of outpatient radiology services in Bhayangkara Hospital of Makassar should be maintained or improved so that more and more people are willing to conduct radiological examinations in Bhayangkara Hospital of Makassar.Keywords : Quality of services, radiology, outpatient, hospital
Analisis Kontur Isodosis Paparan Radiasi Sinar-X di Instalasi Radiologi UPT Rumah Sakit Umum Daerah Madani Palu: (Analysis of Contour Isodosis of X-Ray Radiation Exposure at the Radiology Installation at the Madani Palu General Hospital) Tulfala, Fahria; Kasman
Gravitasi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/gravitasi.v19i1.15105

Abstract

Telah dianalisis kontur isodosis pada instalasi radiologi RSUD Madani Palu. Pengukuran dilakukan pada waktu sebelum dan saat ekspose pada phantom air dengan pesawat sinar-X menggunakan surveymeter. Pengukuran laju paparan radiasi dilakukan pada 65 titik pengukuran. Hasil pengolahan data diperoleh dosis paparan radiasi terbesar berada pada lintasan G (depan pesawat sinar-X) sebesar 19,15 mSv/jam untuk h1 dan 11,6 mSv/jam untuk h2, serta pada kontur isodosis diperoleh adanya beberapa jumlah lintasan dan warna yang berbeda di setiap nilai dosis paparan radiasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis paparan radiasi sinar-X di instalasi radiologi RSUD Madani Palu masih berada dibawah NBD yang ditetapkan BAPETEN (20 mSv/tahun), sementara pada kontur isodosis menunjukkan nilai dosis paparan radiasi bernilai 0 pada jarak > 3 m dari pesawat sinar-X, sehingga petugas radiologi masih dalam batas aman melakukan kegiatan radiodiagnostik. Kata kunci: Kontur isodosis, dosis paparan radiasi, dan radiasi sekunder
SISTEM PRIOTEKSI RADIASI : Analisis Terhadap Bidang Radiologi Rumah Sakit anwar, edi daenuri
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.1.444

Abstract

Fisika kesehatan berkembang sangat pesat, hal tersebut merupakan tuntutan yang harus terpenuhi seiring dengan perkembangan kedokteran dan penyakit yang multi kompleks. Fisika menawarkan berbagai konsep   untuk memudahkan, membantu dan menjawab permaslahan dalam bidang kedok- teran. Jawaban tersebut adalah munculnya berbagai alat seperti CT-Scan, general x-ray, dan lain-lain. Alat- alat tersebut disebut sebagai alat-lat radiologi yang berfungsi untuk perawatan (tera- pi), diagnosa dan pembunuhan penyakit tanpa melakukan oper- asi.   Tetapi disamping kemudahan-kemudahan yang diberikan ternyata alat-alat tersebut  juga memberikan efek negative bagi tubuh yang terkena paparan radiasi.General x-ray atu sering disebut sinar-x merupakan alat yang dimiliki banyak rumah sakit, kebanyakan untuk mendiag- nosa suatu penyakit.  Untuk meminimalisir efek negative yang ditimbulkan maka perlu adanya system proteksi yang baik, se- hingga aman bagi pengguna,operator, dokter, pasien dan ma- syarakat pada umumnya.
Analisa Performance Instalasi Radiologi Dalam Upaya Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (Spm) Di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta Dewi Ariyani Wulandari; Tedy Candra Lesmana
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.9.2.2021.87-92

Abstract

Radiology services are an integrated part of overall health services. Radiology is a supporting examination to establish disease diagnosis and provide prompt and appropriate therapy for patients. Analysis of the results of radiology at the Condong Catur Hospital found that an average of 74 (86.80%) files from patients were in accordance with the standards and 12 files from patients (13.20%) were not in accordance with predetermined standards. These problems will interfere with the service quality and performance of the hospital. The purpose of this study was to evaluate the implementation of the Minimum Service Standards or Standar Pelayanan Minimal (SPM) Policy of the radiology unit at the Condong Catur Hospital Yogyakarta. This type of research is qualitative with a case study design. The key informants were radiographers, medical doctor of radiology specialists, and chief medical officer. Data collection methods consisted of observation methods, in-depth interviews and documentaries. This research shows that the policies and commitments have been formed, but the resources are only sufficient for the minimum requirement. The application has referred to the radiology service policy, bureaucratic structure, compliance with clinical practice guidelines and standard operating procedures. Process components that support the success of radiology services are the disposition (attitude) and communication patterns between top management and staff in implementing SPM for radiology services that have been running quite well, but some have not reached the target. The suggestion of this research is that the management always socializes minimum service standards policy and standard operating procedures radiology to improve radiology services.
Penyuluhan Pelayanan Radiologi Di Dusun Parangloe Desa Batumalonro Kecamatan Biring Bulu Kabupaten Gowa Sumarsono Sumarsono; Indah Musdalifa; Nurul Jannah
Lontara Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.591 KB) | DOI: 10.53861/abdimas.v1i1.67

Abstract

Abstract The Community service activities in the form of counseling by a team from the Radiology Study Program of Poltekkes Muhammadiyah Makassar were carried out in early February 9, 2020, located in dusun Parangloe Desa Batumalonro Kecamatan Biring Bulu Kabupaten Gowa. Presentation on the Radiology Services Procedure was one way to introduce Radiology Services to the public including service procedures, radiation safety and service affordability. This is important because the Radiology Service has not been very popular among the people and there is still a negative stigma about the dangers of radiation and service costs. Several obstacles encountered during the radiology service counseling were (1) There were limitations in supporting facilities for conducting socialization and presentation, including the absence of a projector LCD. (2) Extension activities are not optimal during the day because they are bumped into the activities of the participants who are mostly farmers, where their activities start in the morning. The results of community service in February in the form of Counseling in Radiology Services in Dusun Parangloe Desa Batumalonro Kecamatan Biring Bulu Kabupaten Gowa have made a significant contribution to the understanding of the community in the field of radiology services, reflected in the enthusiasm of the community attending and engaging in discussions in Health counseling
Studi Deskriptif Proteksi Radiasi dan Penerapannya di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Yani, Indri; Pratiwi, Arum Dian; Yunawati, Irma
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i3.41346

Abstract

Pemanfaatan radiasi pengion berupa sinar-X selain memberikan manfaat bagi dunia kedokteran juga berpotensi memberikan efek merugikan. Proteksi radiasi merupakan aspek yang sangat penting dalam pengendalian efek yang merugikan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran proteksi radiasi dan penerapannya di instalasi radiologi RSUD Kota Kendari mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir No.8 Tahun 2011. Jenis penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitatif dan dilaksanakan pada bulan januari sampai februari 2020. Hasil penelitian menunjukan instalasi radiologi belum memiliki tenaga ahli/fisikawan medis dan belum semua personil mengikuti pelatihan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan saat awal dan secara berkala 2 kali setahun. Penyimpanan rekaman belum lengkap. Pemantauan dosis individu menggunakan TLD Badge. Peralatan protektif radiasi hanya memiliki apron Pb dan tabir radiasi. Bangunan fasilitas telah memenuhi syarat serta peralatan sinar-X sudah dilakukan uji kesesuaian. Saran yang direkomendasikan adalah memperbaiki manajemen proteksi radiasi di instalasi radiologi RSUD Kota Kendari sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Page 21 of 85 | Total Record : 841