Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

GAMBARAN PENERAPAN PROTEKSI RADIASI RUANG RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KENDARI TAHUN 2020 Juliyanti Juliyanti; Arum Dian Pratiwi; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 4 (2021): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i4.18471

Abstract

Pemanfaatan sumber radiasi pengion berupa sinar-X selain memberikan manfaat bagi duniakedokteran juga sangat berpotensi memberikan efek merugikan bagi petugas, pasien dan masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan proteksi radiasi pada pekerja ruang radiologi di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari 2020. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dan sampel penelitian ini berjumlah 6 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan non probability sampling (teknik sampel jenuh). Hasil penelitian menunjukan personil di ruang radiologi belum memiliki tenaga ahli/fisikawan medis dan belum semua personil mengikuti pelatihan proteksi radiasi. Pemeriksaan kesehatan telah dilakukan saat awal dan secara berkala yaitu 6 bulan sekali, belum ada konseling dan penatalaksanaan kesehatan pekerja yang mendapatkan paparan radiasi berlebih. Penyimpanan rekaman sudah dilakukan namun belum lengkap. Pemantauan dosis dilakukan dengan menggunakan TLD Badge. Peralatan protektif radiasi di InstalasiRadiologi Rumah Sakit Bhayangkara Kendari belum lengkap hanya memiliki apron Pb dan tabir radiasi sedangkan kaca mata, sarung tangan, dan pelindung tiroid belum tersedia. Pelindung gonad secara fisik tidak terdapat alatnya namun bisa menggunakan apron Pb. Bangunan fasilitas Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhayangkara Kendari belum memenuhi syarat serta peralatan sinar-X sudah dilakukan uji kesesuaian.
ANALISIS PAPARAN RADIASI TERHADAP KADAR LEUKOSIT DAN HEMOGLOBIN DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT KOTA KENDARI TAHUN 2019 Indah Pertiwi; Arum Dian Pratiwi; Irma Yunawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 4 (2021): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i4.18472

Abstract

Rumah Sakit Bahteramas, Rumah Sakit Bhayangkara dan RSUD Kota Kendari adalah beberapa rumah sakit yang memiliki Instalasi radiologi, dimana di dalamnya terdapat pekerja radiasi yaitu radiografer dan fisikawan medik yang berisiko terkena paparan radiasi sinar-x. Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada pekerja radiasi, beberapa pekerja mengalami keluhan seperti lelah, pusing dan kerusakan pada area kulit. Paparan radiasi ini juga mempengaruhi kadar leukosit dan kadar hemoglobin pekerja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar leukosit dan kadar hemoglobin pada pekerja kontak langsung dan kontak tidak langsung di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bahteramas, Rumah Sakit Bhayangkara dan RSUD Kota Kendari. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan analisis Uji independen sampel T-test, sampel dalam penelitian ini yaitu 17 pekerja kontak langsung dan 17 pekerja kontak tidak langsung. Pekerja kontak langsung terdiri dari radiografer dan fisikawan medik, sedangkan pekerja kontak tidak langsungadalah perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak terdapat perbedaan kadar leukosit antara pekerja kontak langsung dan kontak tidak langsung (p = 0,437 atau p > 0,05). Dan tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin (Hb) antara pekerja kontak langsung dan kontak tidak langsung (p = 0,886 atau p > 0,05). Saran dilaksanakan pemeriksaan rutin pada peralatan radioterapi sebelum digunakan, mengatur jadwal shift bagi pekerja serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin pada pekerja setiap enam bulan sekali.
Gambaran Radiologi Foto Toraks Pasien TB Paru Resistan Obat dengan dan Tanpa DM Tipe 2 di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura Muhammad Fachri; Reza Ahmad Fauzi; Risky Akaputra
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.17.2.177-186

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan faktor risiko perkembangan TB aktif. DM adalah penyakit tidak menular yang bersifat kronis dan akan melemahkan sistem kekebalan tubuh, penderitanya memiliki kemungkinan 3 kali lebih tinggi untuk menderita TB aktif. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji gambaran radiologi foto toraks pasien TB paru resistan obat disertai DM tipe 2 dibandingkan dengan pasien TB paru resisten obat tanpa DM tipe 2 di RSIJ Sukapura periode September 2018 – September 2019. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif dengan rancangan penelitian cross sectional (potong lintang). Teknik pengambilan sampel adalah total sampling serta menggunakan data sekunder. Jumlah sampel sebanyak 9 pasien, 5 pasien perempuan dan 4 pasien laki-laki. 4 pasien dengan DM dan 5 pasien bukan DM. Infiltrat adalah gambaran yang banyak ditemukan pada pasien DM dan bukan DM. Pada pasien DM kavitas dan fibrosis merupakan gambaran yang sering ditemukan setelah infiltrat. Pada pasien bukan DM nodul merupakan gambaran yang sering ditemukan setelah infiltrat. Pada penelitian ini menunjukkan hasil tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pasien DM maupun bukan DM.
Studi Deskriptif Proteksi Radiasi dan Penerapannya di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Yani, Indri; Pratiwi, Arum Dian; Yunawati, Irma
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i3.41346

Abstract

Pemanfaatan radiasi pengion berupa sinar-X selain memberikan manfaat bagi dunia kedokteran juga berpotensi memberikan efek merugikan. Proteksi radiasi merupakan aspek yang sangat penting dalam pengendalian efek yang merugikan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran proteksi radiasi dan penerapannya di instalasi radiologi RSUD Kota Kendari mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir No.8 Tahun 2011. Jenis penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitatif dan dilaksanakan pada bulan januari sampai februari 2020. Hasil penelitian menunjukan instalasi radiologi belum memiliki tenaga ahli/fisikawan medis dan belum semua personil mengikuti pelatihan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan saat awal dan secara berkala 2 kali setahun. Penyimpanan rekaman belum lengkap. Pemantauan dosis individu menggunakan TLD Badge. Peralatan protektif radiasi hanya memiliki apron Pb dan tabir radiasi. Bangunan fasilitas telah memenuhi syarat serta peralatan sinar-X sudah dilakukan uji kesesuaian. Saran yang direkomendasikan adalah memperbaiki manajemen proteksi radiasi di instalasi radiologi RSUD Kota Kendari sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Angka Kejadian Pasien Tumor Tulang yang Telah Melakukan Pemeriksaan Foto X-Rays di Instalasi Radiologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Periode Tahun 2013 – 2018 M. Rikza Hanif
Malahayati Nursing Journal Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.663 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v3i4.4374

Abstract

ABSTRACT: NUMBER OF EVENTS OF BONE TUMOR PATIENTS THAT HAVE BEEN CONDUCTING X-RAYS PHOTO EXAMINATION IN RADIOLOGICAL INSTALLATIONS IN RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PERIOD 2013 - 2018 Background: Bone tumor is a relatively rare disease, in which cells will continue to grow in bone tissue. According to WHO, the incidence of bone tumors is around 4-5 people per 1,000,000 population. The estimated incidence of tumors increases to 8-11 per 1,000,000 population per year at 15-19 years of age. Primary bone tumors are more common in men than in women with a ratio of 3: 2. This could be because the bone growth period in men is longer than in womenThe research objective: to know the incidence rate in bone tumor patients who have undergone X-Rays examination at the Radiology Installation of the Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Period 2013 - 2018.Methods: This type of research is quantitative, descriptive analytic design with cross sectional approach. The population in this study were patients who were clinically diagnosed with Bone Tumors who came to Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung January 2013 - December 2018. The sample size of the population taken is at least 30 samples according to the inclusion criteria. Retrieval of data using the observation sheet.Results: Distribution of the frequency of respondents in Dr. Hi. Abdul Moeloek, Lampung Province in 2013-2018 based on the location of the tumor, mostly on the long bones, as many as 26 patients (81.3%). adult age (> 18 years), namely 23 patients (71.9%), female, namely 18 patients (56.3%), treated in 2018 as many as 9 patients (28.1%), long history of diagnosis> 3 months, namely 17 patients (53.1%), the location of the metaphysical bone was 19 patients (59.4%), the tumors were malignant as many as 30 patients (93.8%), there was no congenital history, namely 32 patients (100.0%). Keywords: X-Rays, Bone Tumor  INTISARI: ANGKA KEJADIAN PASIEN TUMOR TULANG YANG TELAH MELAKUKAN PEMERIKSAAN FOTO X-RAYS DI INSTALASI RADIOLOGI  DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PERIODE  TAHUN 2013 –  2018 Latar Belakang : Tumor tulang merupakan penyakit yang relatif langka, dimana sel-sel  akan terus tumbuh pada jaringan tulang. Menurut WHO insiden terjadinya tumor tulang sekitar 4-5 orang per 1.000.000 penduduk. Perkiraan insiden tumor meningkat menjadi 8-11 per 1.000.000 penduduk per tahun pada usia 15-19 tahun. Tumor tulang primer lebih sering terjadi pada pria dari pada wanita dengan perbandingan 3:2. Hal ini bisa disebabkan karena masa pertumbuhan tulang pada pria lebih lama dari pada wanitaTujuan penelitian:  Diketahui  Angka Kejadian pada pasien Tumor Tulang yang Telah Melakukan Pemeriksaan Foto X-Rays di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Periode Tahun 2013 - 2018.Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif, rancangan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosis secara klinis Tumor Tulang yang datang ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Januari 2013 - Desember 2018. Besar sample terhadap populasi yang diambil minimal 30 sample sesuai dengan kriteria inklusi. Pengambilan data menggunakan lembar observasi.Hasil penelitian : Distribusi frekuensi responden di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2013-2018 berdasarkan lokasi tumor, sebagian besar pada tulang panjang yaitu sebanyak 26 pasien (81,3%). berusia dewasa (> 18 tahun) yaitu 23 pasien (71.9%), berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 18 pasien (56.3%), dirawat pada tahun 2018 yaitu sebanyak 9 pasien (28.1%), riwayat lama diagnosa > 3 bulan yaitu sebanyak 17 pasien (53,1%), lokasi tulang metafisis yaitu sebanyak 19 pasien (59,4%), tumor bersifat malignan yaitu sebanyak 30 pasien (93,8%), tidak ada riwayat kongenital yaitu sebanyak 32 pasien (100,0%). Kata Kunci    : Foto X-rays, Tumor Tulang
TEKNIK PEMERIKSAAN COLON IN LOOP PEDIATRIK PADA KASUS OBSTRUKSI KRONIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KRATON PEKALONGAN Retno Wati; Rintia Safitri; Sulistyono Sulistyono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2080

Abstract

Chronic intestinal obstruction is a blockage that occurs in the intestines, both the small intestine and the large intestine. Pediatric colon in loop is a radiological examination technique to determine the condition of the large intestine by inserting contrast medium retrograde in children. The pediatric colon in loop examination technique was performed usually using plain abdominal anteroposterior (AP) projection, contrast AP, lateral contrast, and post evacuation AP. Contrast media that are usually used are barium sulfate in adults and iodine in children. This study was conducted to find out how the pediatric colon in loop examination technique is carried out at the Radiology Installation of the Kraton Pekalongan Hospital so that it can help confirm the doctor's diagnosis of colon disorders. This research is qualitative research with a case study approach. The time of the study was carried out from November 11 to December 14, 2019. The results showed that the pediatric colon in loop examination in cases of chronic obstruction carried out at the Radiology Installation of the Kraton Pekalongan Hospital used three projections, namely plain AP, contrast AP, and lateral contrast. As for the contrast media using iodine mixed with NaCl in a ratio of 1:3. The pediatric colon in loop examination technique, in this case, was sufficient by using plain abdominal AP projection, contrast AP, and lateral contrast because it was able to establish the diagnosis. And contrast media uses iodine because it is water-soluble, so it is easily and quickly digested by the child's body.
Perancangan Sistem Informasi Radiologi Guna Mendukung Peningkatan Pelayanan Pada Pasien Di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan PemProv Jabar Ardiana Ardiana
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jutek.v1i2.7

Abstract

Pelayanan rumah sakit saat ini mencakup pelayanan kesehatan danpelayanan administrasi yang berbasis komputer. Pelayanan kesehatan itu sendiri meliputi pelayanan medik, pelayananpenunjang medik, rehabilitasi medik dan pelayanan asuhan keperawatan. Salah satu jenis pelayanan penunjang medis adalahpelayanan radiologi yang dilaksanakan dalam sebuah instalasiradiologi. Di instalasi radiologi RSUD Al-Ihsan Pemprov Jabarmempunyai beberapa permasalahan dengan sistem pengolahan datapelayanan mulai dari input data, proses data dan output data.Fasilitas peralatan radiologi (alat modalitas) telah menggunakansistem digital namun belum ada integrasi data antara aplikasi SIMRSdengan aplikasi pada alat modalitas. Sehingga dibutuhkanpengembangan sistem untuk mengintegrasikan aplikasi ini. Tujuandari penelitian ini adalah menghasilkan rancangan sistem informasiradiologi yang berguna untuk mendukung peningkatan pelayananpada pasien di instalasi radiologi RSUD Al-Ihsan. Perancangansistem informasi radiologi ini menggunakan metode FAST(Framework for the Application of System Technology) denganlangkah-langkah reliminary investigation, problem analysis,requirement analysis, decision analysis, dan design system. Desainpenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodegrounded theory. Analisis data dalam penelitian ini dengan carareduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yaitu bahwaperancangan sistem informasi radiologi membantu menyelesaikanpermasalahan sistem di instalasi radiologi sebelumnya. Rancangansistem ini mampu melakukan bridging system dengan menggabungkanaplikasi SIMRS dan aplikasi work list pada alat modalitas. Bridgingsystem ini mampu menghomogenkan data dari mulai front officesampai dengan back office, hasil pemeriksaan radiologi dapat diaksessecara offline maupun online tidak terbatas ruang dan waktu karenadilengkapi dengan aplikasi teleradiologi. sehingga layanan hasilpemeriksaan radiologi dapat diakses secara online oleh pasienataupun keluarganya dengan memperhatikan kode etik kedokteran.
HUBUNGAN PAPARAN RADIASI SINAR X DENGAN KADAR HEMATOLOGI PADA PETUGAS RADIOLOGI RUMAH SAKIT PURWAKARTA: Correlation between X Ray Radiation Exposure and Hematology Level on Radiographers at Purwakarta Hospital Novie Elvinawaty Mauliku; Ramadani Ramadani
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jutek.v2i1.28

Abstract

The use of radiology in addition to providing good benefits also has a detrimentaleffect especially on workers. Radiation effects can be stochastic or non-stochastic tothe body's tissue system. The purpose of this study was to analyze X-ray radiationexposure with hematological levels in radiology officers of hospitals in Purwakartaregion. The study design was a cross sectional with the total sample population was30 respondents. Data collected using secondary data and analyzed by univariate andbivariate using the Spearman rank test. The results showed that radiation exposureof workers was 0.01mSv + 0.026 with the lowest exposure value of 0.01mSv and thehighest exposure was 0.13 mSv. There is a correlation between exposure to x-rayradiation with leukocyte levels with closeness of weak and negative patternedrelationships (p.value = 0.042; rs = - 0.146), but there is no association of x-rayradiation exposure with blood platelets, erythrocytes, eosinophils, stem neotrophilsand segments, lymphocytes and monocytes showed no relationship with very weakand negative patterns of closeness (p value> 0.05; rS <1).
PENGGUNAAN LINGUISTIK KORPUS DALAM MEMPERSIAPKAN BAHAN AJAR ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSE Di BIDANG RADIOLOGI: The Use of Corpus Linguistics in Preparing Teaching Materials of English for Specific Purposes in the Field of Radiology Euis Reliyanti Arum; Wiwin Winarti
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jutek.v2i2.39

Abstract

The limited sources of English for Specific Purpose textbooks relating to Radiology that is suitable for radiology study program students in Indonesia become a challenge for English language lecturers at Politeknik Al Islam of Bandung. To anticipate the limited ESP teaching materials, researchers conducted a study on an English radiology textbook by using a linguistic corpus as a tool for obtaining radiological vocabularies as well as grammar and word classes features used in the textbook. This study used a mix method combining quantitative method applied at the beginning of the study and qualitative method used in the analysis process to draw conclusions. The results showed that there were 12,395 different words used in the textbook with a total number of words including repeated words as many as 428,117 words. These words were classified into noun, verb, adjective, and adverb classes as well as abbreviations and others. Generally, results of the analysis showed the use of active and passive sentences, tenses including simple present, present continuous, past, present perfect, auxiliary verbs, countable and uncountable nouns, and comparative degree. Furthermore, the results will be used to arrange ESP teaching materials in the field of radiology.
HASIL UJI KEBOCORAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN TIGA CARA DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM KARAWANG: THE RESULTS OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT LEAKAGE TEST WITH THREE WAYS IN RADIOLOGY DEPARTMENT, GENERAL HOSPITAL, KARAWANG Oktarina Damayanti
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jutek.v4i1.63

Abstract

Radiasi adalah Glombang elektromagnetik dan partikel bermuatan yang karena energi yang dimilikinya sehingga mampu mengionisasi media yang dilaluinya. Radiasi dapat menginduksi kematian sel hingga merusak fungsi jaringan dan organ. Efek ini dapat diamati secara klinis jika dosis paparan radaisi melebihi nilai ambang batas tertentu dan disebut dengan istilah tissue reaction atau yang sebelumnya dikenal dengan efek deterministik Salah satu peralatan proteksi radiasi yang digunakan untuk memberikan perlindungan dari paparan radiasi untuk menjamin keselamatan kerja dari potensial bahaya radiasi pengion adalah apron. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kualitas apron yang ada di Instalasi Radilogi Rumah Sakit Umum Karawang yang secara fisik dianggap sudah tidak layak pakai, dilakukan pengujian agar apron benar – benar dapat melindungi pekerja/ keluarga pasien dari bahaya radias dan dapat dinyatakan aman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitaif dengan melakukan tiga cara yaitu dengan uji visualisasi, uji raba dan diuji menggunakan sinar-X pada alat floroscopy,   dan apron yang dilakukan uji kebocoran ada tiga apron dari jumlah apron yang ada di Rumah Sakit. Hasil penelitian didapat   bahwa dengan faktor exsposi sebesar 50 kV, 250 mAs dan 10 mA, dari jumlah apron yang ada di Rumah Sakit Umum Karawang, yang telah dilakukan uji kebocoran yang dianggap layak ada tiga apron,  ketiga apron tersebut secara fisik mengalami kerusakan. Kemudian ketiga apron dilakukan pengujian kebocoran dengan tiga tahapan yaitu uji visualisasi, uji raba dan uji sinar-x maka dinyatakan ketiga apron tersebut mengalami kebocoran radiasi pada Apron No.1, No. 2 dan N0. 3. Apron tersebut dinyatakan tidak layak digunakan sebagai alat proteksi radiasi pada saat melakukan pemeriksaan radiologi baik untuk keluarga pasien ataupun oleh petugas radiologi di Rumah Sakit Umum Karawang karena fisik apron tidak baik dan terdapat patahan yang melebihi kriteria layak digunakan.

Page 20 of 85 | Total Record : 841