Seiring pesatnya pembangunan infrastruktur, pemanfaatan teknologi Building Information Modeling (BIM) dinilai lebih efektif dan akurat dibandingkan metode konvensional dalam mengestimasi volume serta biaya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedua metode tersebut secara spesifik pada pekerjaan struktur bawah jembatan, meliputi Abutmen dan Pilecap pada proyek Pembangunan Jembatan Swan Slutung Bentang Menengah, Kecamatan Muara Komam, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif melalui pengumpulan data primer berupa dokumentasi foto proyek serta data sekunder seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Detail Engineering Design (DED). Pemodelan BIM 5D dilakukan menggunakan Autodesk Revit 2025 pada elemen struktur abutmen dan pilecap. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa volume beton yang diperoleh melalui BIM sebesar 128,77 m³, sedangkan metode konvensional menunjukkan volume sebesar 132,20 m³, dengan selisih 2,662%. Pada pekerjaan penulangan, volume dari BIM adalah 20.516,46 kg, sementara metode konvensional sebesar 21.538,71 kg, dengan selisih 4,98%. Estimasi biaya dengan BIM sebesar Rp876.835.374,10, lebih rendah dibandingkan metode konvensional sebesar Rp913.817.419,91, dengan penghematan biaya sebesar Rp36.982.045,81 atau 4,22%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan BIM dapat memberikan hasil perhitungan yang lebih efisien dan akurat, serta berpotensi mengurangi biaya konstruksi secara signifikan.