Filter By Year

1945 2024


Found 1,210 documents
Search PENELITIAN DI INDONESIA

Pemetaan hasil penelitian atap hijau dalam disiplin ilmu arsitektur di Indonesia Sri Yuliani; Gagoek Hardiman; Erni Setyowati
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 5 No 2 (2020): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | May 2020 ~ August 2020
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v5i2.395

Abstract

Penelitian atap hijau telah berkembang pada berbagai ragam disiplin ilmu secara mendunia. Namun informasi penelitian dengan tema atap hijau di Indonesia masih terbatas diperoleh, termasuk dari disiplin ilmu arsitektur. Oleh karenanya, sangat penting mengidentifikasi pemetaan penelitian atap hijau dari sudut pandang arsitektur. Tujuan penelitian mengidentifikasi kebaruan penelitian atap hijau yang berpeluang dilakukan di Indonesia. Metode penelitian dengan menggunakan kajian literatur berdasarkan pemetaan melalui Vosviewer dilanjutkan dengan melakukan analisis isi pada sejumlah teori yang telah mengerucut. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penelitian atap hijau dari sudut pandang arsitektur, masih berpeluang pada penelitian yang menggunakan parameter lokasi berbasis iklim dan kriteria kepadatan, fungsi obyek hunian, inovasi bahan dan teknologi atap hijau yang aplikatif digunakan masyarakat Indonesia.
GEORADAR DALAM PENELITIAN ARKEOLOGI DI INDONESIA M. Fadlan S. Intan
Naditira Widya Vol 10 No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2631.718 KB) | DOI: 10.24832/nw.v10i1.175

Abstract

Disadari bahwa kegiatan ekskavasi yang dilakukan terhadap situs arkeologi cenderung bersifat merusak, strukturlapisan tanah tidak bisa dikembalikan ke kondisi semula, ditambah dengan sifat data arkeologi yang terbatas, baik dari segikualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, perlu digunakan metode yang lebih maju sehingga dengan mudah bisa menemukandata arkeologi tanpa harus membuka banyak kotak ekskavasi yang kosong. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkanmetode georadar yang memberikan rekomendasi terhadap lokasi anomali di bawah permukaan tanah sehingga akanmempermudah dalam proses penelitian arkeologi. Metode yang digunakan bersifat deskriptif dengan penalaran induktif. Datadikumpulkan melalui studi pustaka, baik dari sumber primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaanmetode modern sudah mulai dilakukan pada beberapa penelitian arkeologi di Indonesia, meskipun dalam jumlah yangterbatas. Oleh karena itu, diharapkan penggunaan metode georadar dapat lebih ditingkatkan bagi institusi yang berkecimpungdalam penelitian arkeologi
TANTANGAN METODE PENELITIAN INTERDISIPLINER DALAM PENDIDIKAN HUKUM INDONESIA Herlambang Perdana Wiratraman; Widodo Dwi Putro
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Vol 31, No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.649 KB) | DOI: 10.22146/jmh.44305

Abstract

AbstractBased on field research at numerous campuses, this article unravels teaching practices and legal research at Indonesia’s law schools. This article is not aimed to explain the debates on normative and empirical in legal research, but it explains why such debates had been vehemently becoming unresolved and as challenge in improving interdisciplinary approach. This article shows finding that vehement debates happen since both tradition legal research apply them seem like religious doctrine.   IntisariBerbasis riset lapangan di sejumlah kampus, melihat praktik pengajaran dan penelitian hukum di pendidikan tinggi hukum Indonesia. Artikel ditujukan bukan untuk menjelaskan pertentangan antara normatif dan empiris dalam penelitian hukum, melainkan menjelaskan mengapa pertentangan tersebut mengeras dan menjadi tantangan dalam mengembangkan pendekatan interdisipliner. Artikel menunjukkan temuan bahwa pertentangan mengeras karena keduanya menjadikan seperti doktrin layaknya beragama.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KEGIATAN SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA STKIP NIAS SELATAN TAHUN AKADEMIK 2018/2019 Merri Christina Zalukhu; Ujianhati Zega
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.967 KB)

Abstract

Sebagai calon sarjana, mahasiswa dipersiapkan untuk berbahasa dengan baik dan benar agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen ilmu melainkan juga sebagai penghasil atau pengguna bahasa sesuai bidang ilmu masing-masing. Kesalahan-kesalahan berbahasa masih ditemukan khususnya pada forum seminar proposal penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Nias Selatan. Dalam kegiatan seminar proposal penelitian mahasiswa sering menggunakan tuturan yang berulang-ulang bahkan kadang menggunakan tuturan yang sehrusnya tidak perlu diucapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa lisan dalam bentuk kesalahan penghilangan (omission), kesalahan penambahan (addition), kesalahan formasi (misformation), dan kesalahan susun (misordering) dalam kegiatan seminar proposal penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun akademik 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang diuji pada seminar proposal penelitian pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Nias Selatan Tahun Akademik 2018/2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi yang diawali dengan metode rekam dan dilanjutkan dengan transkripsi data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Target akhir tingkat kesiapan teknologi adalah 2. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh penutur adalah kesalahan penambahan kata atau frase (52). Sedangkan kesalahan yang paling sedikit terjadi adalah kesalahan penghilangan kata atau frase (24). Selain itu, ditemukan bahwa hampir pada setiap tuturan yang diucapkan oleh mahasiswa peserta seminar terdapat minimal satu jenis kesalahan. Tuturan yang di dalamnya terdapat keempat jenis kesalahan berjumlah 10 kalimat. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa yang diuji pada seminar proposal penelitian masih belum mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Mahasiswa masih sering menambahkan kata/frase/klausa yang seyogianya tidak perlu ditambahkan sehingga makna kalimat bagi penutur dan atau pendengar tidak jelas (samar). Hal ini berdampak pada makna wacana secara keseluruhan. Peneliti menyarankan: (1) tenaga pendidik secara khusus pada program studi Bahasa dan Sastra Indonesia harus memberikan perhatian khusus pada penanaman cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar pada setiap proses pembelajaran; (2) mahasiswa khususnya pada program studi Bahasa dan Sastra Indonesia harus selalu belajar dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama pada situasi formal.
POTENSI MODIFIKASI MODEL PIERS UNTUK PREDIKSI LUARAN IBU DENGAN PREEKLAMSIA PADA RUMAH SAKIT TIPE B DI INDONESIA: PENELITIAN RETROSPEKTIF DI RSUD ANSARI SALEH BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN Herdiantri Sufriyana; Lisda Handayani; Fitri Yuliana; Taufiq Syafi'i
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): FEBRUARY
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mhsj.v1i1.614

Abstract

ABSTRACTBackground: Preeclampsia is the most common cause (32%) of maternal deaths in Indonesia. Model Piers(Pre-eclampsia Integrated Estimate Risk) can predict the outcomes / complications of pre-eclampsia andassociated with a reduction in maternal morbidity. This study aims to assess the potential modification of themodel to predict the outcome Piers mothers with preeclampsia in Type B hospitals in Indonesia. Methods:This research is a prognostic with the analytical method and quantitative approach retrospectively. This studyused the capture technique stratified random sampling to obtain the medical records of 160 people withpreeclampsia and 160 controls in hospitals Banjarmasin Ansari Saleh 2014. Identified availability ofvariables in the model along with the outer piers preeclampsia. Performed univariate, bivariate andmultivariate corresponding availability of variables the model Piers. Result: eight of the 48 variables in themodel Piers consistently found in all samples, while output available were complication preeclampsiaeclampsia and/or HELLP syndrome. The gestational age was significantly influent eclampsia for the subjectin this study (P <0.05), HELLP syndrome (P <0.05), and a combination of both (P <0.01). Predictive value ofa logistic regression model with the variables that the outer form of the syndrome HELLP or in combinationwith eclampsia is 0.811 (AUC ROC; CI 95% from 0.636 to 0.986) and 0.767 (AUC ROC; CI 95% 0.666 to0.868), while the prediction of eclampsia was not significant (P> 0.05). Conclusion: Modifications Piersmodels to predict potential outcomes of women with preeclampsia in RS type B in Indonesia if it is supportedby policies and standards that consider this model and supported a larger number of samples.
REFLEKSI PENELITIAN BUDAYA ORGANISASI DI INDONESIA Rina Yuli Ningsih; Doddy Setiawan
MIX: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN Vol 9, No 3 (2019): MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.026 KB) | DOI: 10.22441/mix.2019.v9i3.007

Abstract

ABSTRACT. This research aims to provide an overview concerning on the development of organizational culture research in Indonesia which was taken from 18 accredited journals for 14 years of observation from 2005 to 2018. Samples obtained were 55 articles that discussed organizational culture. Researchers classified articles based on topics, research methods, and research sectors. The most researched topic of the dependent variable is employee performance. The most studied independent variable is organizational culture. The research method which is widely used is quantitative method. While the most studied sector is the private sector.ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan penelitian budaya organisasi di Indonesia yang di ambil dari 18 jurnal terakreditasi selama 14 tahun pengamatan dari tahun 2005 sampai 2018. Sampel diperoleh sebanyak 55 artikel yang membahas mengenai budaya organisasi. Peneliti mengklasifikasikan artikel berdasarkan topik, metode penelitian, dan sektor penelitian. Topik yang paling banyak diteliti dari variabel dependen yaitu kinerja karyawan, variabel independen yang paling banyak diteliti yaitu budaya organisasi, metode penelitian yang banyak digunakan adalah metode kuantitatif. Sedangkan sektor yang paling banyak diteliti adalah sektor swasta.
CHARACTER BUILDING OF ELT:THEORY, RESEARCH AND COMMENTARY IN INDONESIAN CONTEXT: (Membangun Karakter ELT: Teori, Penelitian Dan Komentar pada Konteks Indonesia) Khulaifah Khulaifah
Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 8 No 1 (2017): Perspektif Pendidikan dan Keguruan
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education is a national movement creating schools that foster ethical, responsible, and caring young people by modeling and teaching good character through emphasis on universal values that we all share. This paper is exploring how theory, research and commentary about character building of ELT in Indonesian context. By reviewing journal published, the writer come to the three worth to be discussed. When we talk about character building, we can separated to character education, then the questions will come up to 1)Can we embrace character education in schools?, 2)What is the relationship between language and character building?, 3) and Is it possible to attain ‘Moral Values’ as a result of language and character building?. Conveying foreign language as a need to tolerate and to be sensitive to differences among others become one of the moral values attained
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KEGIATAN SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA STKIP NIAS SELATAN TAHUN AKADEMIK 2018/2019 Merri Christina Zalukhu; Ujianhati Zega
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.131 KB) | DOI: 10.36987/jes.v6i2.1446

Abstract

Kesalahan-kesalahan berbahasa masih ditemukan khususnya pada forum seminar proposal penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Nias Selatan. Dalam kegiatan seminar proposal penelitian mahasiswa sering menggunakan tuturan yang berulang-ulang bahkan kadang menggunakan tuturan yang sehrusnya tidak perlu diucapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa lisan dalam bentuk kesalahan penghilangan (omission), kesalahan penambahan (addition), kesalahan formasi (misformation), dan kesalahan susun (misordering) dalam kegiatan seminar proposal penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun akademik 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang diuji pada seminar proposal penelitian pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Nias Selatan Tahun Akademik 2018/2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi yang diawali dengan metode rekam dan dilanjutkan dengan transkripsi data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Target akhir tingkat kesiapan teknologi adalah 2. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh penutur adalah kesalahan penambahan kata atau frase (52). Sedangkan kesalahan yang paling sedikit terjadi adalah kesalahan penghilangan kata atau frase (24). Selain itu, ditemukan bahwa hampir pada setiap tuturan yang diucapkan oleh mahasiswa peserta seminar terdapat minimal satu jenis kesalahan. Tuturan yang di dalamnya terdapat keempat jenis kesalahan berjumlah 10 kalimat. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa yang diuji pada seminar proposal penelitian masih belum mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Mahasiswa masih sering menambahkan kata/frase/klausa yang seyogianya tidak perlu ditambahkan sehingga makna kalimat bagi penutur dan atau pendengar tidak jelas (samar). Hal ini berdampak pada makna wacana secara keseluruhan. Peneliti menyarankan: (1) tenaga pendidik secara khusus pada program studi Bahasa dan Sastra Indonesia harus memberikan perhatian khusus pada penanaman cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar pada setiap proses pembelajaran; (2) mahasiswa khususnya pada program studi Bahasa dan Sastra Indonesia harus selalu belajar dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama pada situasi formal.
MYOPIA, KOMODIFIKASI DAN MEMBANGUN PARADIGMA PENELITIAN KONSTRUKSIONIS DI INDONESIA Nurmoko, Aditya Hera
PRIMA EKONOMIKA Vol. 11 No. 1 (2020): prima ekonomika
Publisher : STIE "YKP" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article will discuss research myopia in Indonesia as a problem that can beovercome by the commodification of research that supports each other betweenquantitative and qualitative research, balanced so that not only the theory test exists, buttheories born of Indonesian academics are available to be tested by Indonesians andoutside in an effort to build a constructionist research that is building own theories thatare not independent of the west and are able to fill continuity, critical and advanced forthe future.Keywords: Myopia, Commidification, Paradigm
Pasokan dan Permintaan Tanaman Obat Indonesia Serta Arah Penelitian dan Pengembangannya PRIBADI, EKWASITA RINI
Perspektif Vol 8, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Puslitbang Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.42 KB) | DOI: 10.21082/p.v8n1.2009.%p

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia, terdapat sekitar 31 jenis tanaman obat digunakan sebagai    bahan baku industri obat tradisional (jamu), industri non jamu, dan bumbu, serta untuk kebutuhan ekspor, dengan volume permintaan lebih dari 1.000 ton/tahun.  Pasokan bahan baku   tanaman   obat   tersebut   berasal   dari   hasil budidaya (18 jenis) dan penambangan (13 jenis).  Oleh karena itu, perlu usaha yang lebih intensif supaya pasokan bahan baku tanaman obat dapat terpenuhi, terutama tanaman obat yang masih ditambang dari habitat alaminya.  Berdasarkan data neraca pasokan dan permintaan, serta teknologi yang tersedia, arah kebijakan pengembangan dan penelitian tanaman obat  bagi menjadi 4 kelompok.  Pertama, untuk kelompok tanaman obat yang telah dibudidayakan dalam skala luas, seperti jahe, maka prioritasnya adalah penelitian untuk   pengendalian   penyakit layu  bakteri yang disebabkan oleh Raltsonia solanacearum.Untuk tanaman obat yang masih memungkinkan dikembangkan areal budidayanya, seperti temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan lempuyang wangi (Zingiiber aromaticum),   prioritasnya   adalah   penelitian   untuk menghasilkan varietas unggul dan teknologi budidaya untuk   meningkatkan   produksi   dan   bahan   aktif. Sedangkan  untuk  tanaman  obat  lainnya,  prioritas penelitian  ditujukan  pada  diversifikasi  vertikal  dan horizontal.    Kedua,  untuk  menunjang  kemandirian pasokan  tanaman  obat  budidaya  yang  diusahakan dalam skala sempit, seperti ketumbar, adas, dan cabe jawa,    prioritas  penelitian  adalah  penelitian  untuk mendapatkan  varietas  unggul  dan  teknik  budidaya Ketiga, untuk tanaman obat yang masih ditambang dari habitat alami dan permintaannya cukup besar, seperti beluntas, majakan, kunci pepet, seprantu, dan brotowali, maka prioritas penelitian diarahkan pada domestikasi,   benih   unggul,   cara   bercocok   tanam, pemupukan  dan  pengendalian hama  dan  penyakit. Keempat,  untuk  tanaman  obat  yang  sudah langka, seperti kedawung, pulasari, pulai, bidara putih, bidara laut, bangle, temu giring, dan joho keling, prioritas penelitiannya adalah penangkaran, penentuan kesesuaian lingkungan tumbuh dan teknologi budidaya.Kata kunci : Tanaman obat, pasokan, permintaan, pengembangan, penelitian ABSTRACTStatus of Supply and Demand of Indonesian Medicinal Crops and Their Research and Development PrioritiesThere are 31 medicinal crops of Indonesia that are demanded more than 1.000 tones/year for traditional medicine (jamu)  industry, spices and export.  Some of these crops (18 species) are cultivated  and the others (13 species) are harvested directly from their natural habitat, such as forest.  Therefore, the intensive effort to supply the demand of the raw material of medicinal plants is needed, especially the medicinal plants which were still harvested from their natural habitat. Based on the supply and demand data, as well as current available   cultivation   technologies,   research   and development strategy of medicinal crops in Indonesia can be grouped in 4 classifications.  First, for those medicinal crops which are used in large scale, such as ginger, the research priority is to find effective contro measure   of   bacterial   wilt   caused   by   Raltsonia solanacearum.    However,  for  those  which  can  be expanded, such as Curcuma xanthorrhiza (temulawak) and  Zingiiber  aromaticum (lempunyang  wangi),  the research  priority  should  be  focused  on  developing high-yielding varieties and cultivation technology for improving yield and lead compounds of the plants. For other crops within this group, diversification of secondary products need to be intensified.  Second, to sustain the supply of medicinal crops that grow in small-scale areas, such as coriander, fennel, and long pepper, research on crop improvement and cultivation technologies  must  be  intensified.  Third,  medicinal plants which are harvested directly from their natural habitat in large scale, such as Pluchea indica (beluntas), Querqus   lusitania (majakan),   Kaempferia   angustifolia (kunci   pepet),   Sindora   sumatrana (seprant)u,   and Tinospora tuberculata (brotowali), domestication of these crops should be carried out to fulfill the demand of raw materials, supported by studies on improving plant breeding and their cultivation technologies.  Finally, the endanger medicinal plants  such as Parkia roxburghii (kedawung,  Alyxia  reinwardti  (pulasari), Alstonia scholaris (pulai),  Merremia  mammosa (bidara  putih), Strychnos  lucida  (bidara  laut), Zingiber cassumunar (bangle), Curcuma heyneana (temu giring), and Terminalia arbereae (joho keling), the research priority is conservation,  finding  site-specific  location  for  their growth, and cultivation technology.Key words: Medicinal crops, supply, demand, research, development

Page 28 of 121 | Total Record : 1210