Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Kesesuaian Isi Buku Ajar BIPA “Sahabatku Indonesia” untuk Penutur Bahasa Inggris Level 1 (Conformity of BIPA Textbook Contents “Sahabatku Indonesia” for Level 1 English Speakers) Kurniawan Kurniawan; Royan Nur Fahmi; Indrya Mulyaningsih
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.10052

Abstract

Through the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) program, various people in the world are interested in learning Indonesian. This study aims to describe the suitability of the BIPA textbook entitled "Friends of Indonesia" to the achievement of learning objectives according to the specified Graduate Competency Standards (SKL). The method used in this research is the qualitative method. This research was conducted in three research steps, namely (1) providing or collecting data, (2) classifying and analyzing data, and (3) presenting the results of data analysis. BIPA teaching materials are devoted to the beginner/basic level (beginner). The results of the study indicate that the book needs to be re-examined regarding the material of the form and meaning of affixes, cultural aspects, and grammatical explanations. Cultural aspects need to be highlighted because language learning is basically a means of diplomacy for the Indonesian people.Melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), berbagai masyarakat di dunia mulai berminat dan mempelajari bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian buku ajar BIPA berjudul “Sahabatku Indonesia” terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran sesuai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam tiga langkah penelitian, yaitu (1) penyediaan atau pengumpulan data, (2) pengklasifikasian dan penganalisisan data, dan (3) penyajian hasil analisis data. bahan ajar BIPA yang dikhususkan untuk tingkat pemula/dasar (beginner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku perlu dikaji ulang terkait: materi bentuk dan makna imbuhan, aspek kebudayaan, dan penjelasan tata bahasa. Aspek budaya perlu ditonjolkan karena pembelajaran BIPA pada dasarnya adalah sarana diplomasi bagi bangsa Indonesia.
Strategi Pengajaran Kedaring Bipa Bagi Calon Pengajar Bipa Tingkat Pemula Hertiki Hertiki
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajar BIPA tentunya jauh berbeda dengan mengajar Bahasa Indonesia. Calon pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat pemula harus dibekali pemahaman dasar tentang strategi pengajaran BIPA baik itu untuk kelas luring maupun kelas daring (kedaring). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana strategi pengajaran BIPA bagi calon pengajar BIPA yang memang belum memiliki pengalaman dalam hal ke-BIPA-an. Sebanyak 30 dosen yang mengikuti Bimtek dari 8 lembaga menjadi responden. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan google form dalam bentuk kuesioner. Dalam Bimtek yang diadakan oleh Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) yang bekerja sama dengan APPBIPA Cabang Jawa Timur, calon pengajar BIPA juga melakukan praktik baik dalam penggunaan moda aplikasi antara lain: whiteboard, wordwall, storyjumper, tik tok, padlet, canva, voice spice recorder, dan mentimeter. Dengan demikian, strategi pengajaran BIPA dengan metode moda aplikasi yang digunakan untuk kedaring akan lebih efektif.
INDONESIAN LANGUAGE LEARNING PLANNING FOR FOREIGNERS (BIPA) FOR BEGINNERS LEVEL (PERENCANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) UNTUK TINGKAT PEMULA)
Jurnal Gramatika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.451 KB) | DOI: 10.22202/jg.2018.v4i2.2732

Abstract

Kegiatan berbahasa mencakup kegiatan yang produktif dan reseptif di dalam Keterampilan berbahasa yang mencakup aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Empat keterampilan berbahasa ini merupakan keterampilan yang mutlak dikuasai oleh pembelajar ketika belajar bahasa. Karena empat keterampilan berbahasa ini sudah diajarkan berlahan pada saat mulai sekolah dasar sampai di perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran BIPA tingkat pemula. Melihat bahan ajar yang digunakan, stragi pembelajaran yang dipilih dan ragam media pembelajaran yang digunakan oleh mahasiswa dalam menerapkan perencanaan pembelajaran BIPA untuk tingkat pemula atau dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif,  dengan  menggunakan metode triangulasi, yaitu membandingkan dan atau mencocokkan data yang diperoleh dari dokumen bahan ajar, observasi, dan penerapan materi BIPA oleh mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di STKIP PGRI Sumatera Barat yang sedang mengambil mata kuliah pilihan BIPA. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi pengajar dan mahasiswa dalam pembelajaran mata kuliah pilihan praktik BIPA. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENYIMAK BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS5 UNTUK PEMELAJAR BIPA TINGKAT LANJUT DI BIPA UNIVERSITAS ISLAM MALANG Sherly Ayu Dwi Ratnasari
NOSI Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.459 KB)

Abstract

Abstrak: Pembelajaran BIPA dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh berbagai aspek pembelajaran yang berperan penting dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu aspek pembelajaran yang memiliki peran penting adalah aspek keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa yang dipelajari oleh pemelajar BIPA salah satunya  adalah  keterampilan menyimak. Menyimak mempunyai peranan penting dalam pembelajaran BIPA. Peneliti memilih menyimak sebagai salah satu keterampilan penting dalam penerimaan komunikasi yang dapat dilihat dengan nyata. Keterampilan menyimak ini memerlukan media pembelajaran.i Namun, ketersediaan bahan pembelajaran BIPA khususnya menyimak sangat terbatas. Terlebih lagi, beberapa media pembelajaran seperti menyimak untuk BIPA yang berbasis multimedia.iPerkembangan teknologi informasi dalam bentuk multimedia interaktif semakin pesat di dunia. Pemanfaatan media pembelajaran yang berbasis teknologi untuk pemelajar BIPA merupakan hal yang mutlak, sehingga mampu menghasilkan media pembelajaran yang inovatif.i Hal ini akan mempermudah proses pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan adanya media pembelajaran yang inovatif, pemelajar merasa mudah belajar bahasa Indonesia bila dibandingkan dengan media konvensional. Alasan mengapa peneliti memilih BIPA Universitas Islam Malang, karena belum banyak penelitian pengembangan khususnya media pembelajaran menyimak bahasa Indonesia menggunakan Software Adobe Flash CS5.Tujuan penelitian ini mengembangkan dan mengetahui kelayakan produk media pembelajaran menyimak bahasa Indonesia menggunakan Software Adobe Flash CS5 untuk pemelajar BIPA tingkat lanjut di BIPA Universitas Islam Malang. Jenis data dalam penelitian pengembangan ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif ini berupa informasi melalui kegiatan wawancara kepada dosen dan pengajar BIPA, kuesioner data pembelajaran serta komentar dan saran dari penilaian dosen dan pengajar BIPA. Data kuantitatif diperoleh dari hasil analisis kebutuhan pemelajar BIPA menggunakan kuesioner dan penilaian dosen, pengajar BIPA, dan pemelajar BIPA.iPengembangan media pembelajaran menyimak bahasa Indonesia ini diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan Research and Development/R &D yang merujuk pada teori Borg dan Gall.iLangkah-langkah tersebut yakni: (1) analisis kebutuhan, (2) pengumpulan data, (3) desain produk awal, (4) validasi ahli, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk, dan (8) produk akhir. Subjek penelitian adalah pemelajar BIPA tingkat lanjut yang sedang belajar di BIPA Universitas Islam Malang. Jenis data dalam penelitian pengembangan adalah data kualitatif dan kuantitatif.iUji coba produk dan validasi ahli dilakukan untuk mengetahui kualitas dan hasil dari produk pengembangan media ini. Hasil uji coba dan penilaian validasi tersebut menyatakan bahwa media pembelajaran menyimak bahasa Indonesia menggunakan Software Adobe Flash CS5 yang dikembangkan ini sangat layak dan baik digunakan dalam proses pembelajaran di BIPA Universitas Islam Malang untuk pemelajar BIPA tingkat lanjut dengan skor rata-rata sebesar 4,46.  Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Menyimak Bahasa Indonesia,   Adobe Flash CS5, Pemelajar BIPA Tingkat Lanjut
PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS MANAJEMEN KELAS BAGI PENUTUR ASING (BIPA) PROGRAM DARMASISWA (Penelitian Kualitatif Deskriptif Program BIPA Darmasiswa di UPT BALAI BAHASA UPI) Deti Rostini; Aam Aminah
Media Nusantara Vol 16, No 1 (2019): September 2019
Publisher : Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.113 KB) | DOI: 10.30999/medinus.v16i1.684

Abstract

The study concerns the investigation of class management in the process ofIndonesian as a Foreign Language (IAFL) learning in Darmasiswa program.It is conducted in order to explore class management of IAFL program, fromplanning, organizing, implementing, to evaluating process. It is also to describeobstacles and solutions taken in the process of class management. The studywas carried out in the Language Center of Indonesia University of Education,involving two IAFL teachers, two IAFL students, one IAFL coordinatorand one staff of university International Office. By employing three types ofinstruments, including observation, interview and document study, this studyfound that in general, Darmasiswa program in the Language Center of UPIis well managed. It can be seen from several aspects; (1) Well-organized planinvolving all management aspects, (2) A clear organization between the tasksdone by International Office, Coordinator (management and teaching program,and Teacher in the center (class management and class teaching learning); and(3) Teacher’s skills in managing class, viewed from the way opening the class,embracing the students coming from different culture and with different paces inone level, using varying methods and techniques, evaluating, making use of and optimizing the existing facilities, as well as overcoming obstacles using good efforts have been proven to result in a good class management.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENYIMAK BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS5 UNTUK PEMELAJAR BIPA TINGKAT LANJUT DI BIPA UNIVERSITAS ISLAM MALANG Sherly Ayu Dwi Ratnasari
NOSI Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran BIPA dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh berbagai aspek pembelajaran yang berperan penting dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu aspek pembelajaran yang memiliki peran penting adalah aspek keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa yang dipelajari oleh pemelajar BIPA salah satunya  adalah  keterampilan menyimak. Menyimak mempunyai peranan penting dalam pembelajaran BIPA. Peneliti memilih menyimak sebagai salah satu keterampilan penting dalam penerimaan komunikasi yang dapat dilihat dengan nyata. Keterampilan menyimak ini memerlukan media pembelajaran.i Namun, ketersediaan bahan pembelajaran BIPA khususnya menyimak sangat terbatas. Terlebih lagi, beberapa media pembelajaran seperti menyimak untuk BIPA yang berbasis multimedia.iPerkembangan teknologi informasi dalam bentuk multimedia interaktif semakin pesat di dunia. Pemanfaatan media pembelajaran yang berbasis teknologi untuk pemelajar BIPA merupakan hal yang mutlak, sehingga mampu menghasilkan media pembelajaran yang inovatif.i Hal ini akan mempermudah proses pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan adanya media pembelajaran yang inovatif, pemelajar merasa mudah belajar bahasa Indonesia bila dibandingkan dengan media konvensional. Alasan mengapa peneliti memilih BIPA Universitas Islam Malang, karena belum banyak penelitian pengembangan khususnya media pembelajaran menyimak bahasa Indonesia menggunakan Software Adobe Flash CS5.Tujuan penelitian ini mengembangkan dan mengetahui kelayakan produk media pembelajaran menyimak bahasa Indonesia menggunakan Software Adobe Flash CS5 untuk pemelajar BIPA tingkat lanjut di BIPA Universitas Islam Malang. Jenis data dalam penelitian pengembangan ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif ini berupa informasi melalui kegiatan wawancara kepada dosen dan pengajar BIPA, kuesioner data pembelajaran serta komentar dan saran dari penilaian dosen dan pengajar BIPA. Data kuantitatif diperoleh dari hasil analisis kebutuhan pemelajar BIPA menggunakan kuesioner dan penilaian dosen, pengajar BIPA, dan pemelajar BIPA.iPengembangan media pembelajaran menyimak bahasa Indonesia ini diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan Research and Development/R &D yang merujuk pada teori Borg dan Gall.iLangkah-langkah tersebut yakni: (1) analisis kebutuhan, (2) pengumpulan data, (3) desain produk awal, (4) validasi ahli, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk, dan (8) produk akhir. Subjek penelitian adalah pemelajar BIPA tingkat lanjut yang sedang belajar di BIPA Universitas Islam Malang. Jenis data dalam penelitian pengembangan adalah data kualitatif dan kuantitatif.iUji coba produk dan validasi ahli dilakukan untuk mengetahui kualitas dan hasil dari produk pengembangan media ini. Hasil uji coba dan penilaian validasi tersebut menyatakan bahwa media pembelajaran menyimak bahasa Indonesia menggunakan Software Adobe Flash CS5 yang dikembangkan ini sangat layak dan baik digunakan dalam proses pembelajaran di BIPA Universitas Islam Malang untuk pemelajar BIPA tingkat lanjut dengan skor rata-rata sebesar 4,46.  Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Menyimak Bahasa Indonesia,   Adobe Flash CS5, Pemelajar BIPA Tingkat Lanjut
TEACHING DESIGN AND INDONESIAN LANGUAGE MATERIALS AT UNIVERSITIES OF THAILAND AND MANILA, PHILIPPINES, BASED ON LOCAL WISDOM IN BIPA LEARNING (DESAIN PENGAJARAN DAN MATERI BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS THAILAND DAN MANILA FILIPINA, BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BIPA) Aninditya Sri Nugraheni; Shindy Lestari; Alma Pratiwi Husain; Eri Susanto
Jurnal Gramatika Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2022.v8i2.5937

Abstract

This research aims to present learning systems and teaching materials based on local wisdom teaching design Indonesian for foreign speakers at Thammasat University and Normal University Manila. This study uses qualitative methods and obtaining research data using participant observation (participant observation), in-depth interviews, and documentation. The results of this study show: 1)  The prospects of Indonesian in Thailand and the Philippines show that the establishment of diplomatic relations and education and become the official language of ASEAN countries, 2) BIPA learning in Indonesia  Based on the curriculum created by the Central Agency for Diplomacy, learners are targeted to master four skills: reading, writing, 3) BIPA materials in Thailand and the Philippines are tailored to the purposes of foreigners, this enabling BIPA  students to speak Indonesian in a formal and informal and familiar with Indonesian culture. 4)  Local wisdom in BIPA learning in Thailand and the Philippines introduced Indonesian culture. So, BIPA has become very important in Thailand and the Philippines because it is the language of choice of the ASEAN Economic Community.
TEACHING DESIGN AND INDONESIAN LANGUAGE MATERIALS AT UNIVERSITIES OF THAILAND AND MANILA, PHILIPPINES, BASED ON LOCAL WISDOM IN BIPA LEARNING (DESAIN PENGAJARAN DAN MATERI BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS THAILAND DAN MANILA FILIPINA, BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BIPA) Aninditya Sri Nugraheni; Shindy Lestari; Alma Pratiwi Husain; Eri Susanto
Jurnal Gramatika Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2022.v8i2.5937

Abstract

This research aims to present learning systems and teaching materials based on local wisdom teaching design Indonesian for foreign speakers at Thammasat University and Normal University Manila. This study uses qualitative methods and obtaining research data using participant observation (participant observation), in-depth interviews, and documentation. The results of this study show: 1)  The prospects of Indonesian in Thailand and the Philippines show that the establishment of diplomatic relations and education and become the official language of ASEAN countries, 2) BIPA learning in Indonesia  Based on the curriculum created by the Central Agency for Diplomacy, learners are targeted to master four skills: reading, writing, 3) BIPA materials in Thailand and the Philippines are tailored to the purposes of foreigners, this enabling BIPA  students to speak Indonesian in a formal and informal and familiar with Indonesian culture. 4)  Local wisdom in BIPA learning in Thailand and the Philippines introduced Indonesian culture. So, BIPA has become very important in Thailand and the Philippines because it is the language of choice of the ASEAN Economic Community.
Pemanfaatan laman BIPA daring sebagai media pembelajaran BIPA berkonteks kearifan lokal di ASEAN Syukron Ramadloni; Liliana Muliastuti; Miftahulkhairah Anwar
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v4i1.4723

Abstract

Associated with the context of local wisdom, BIPA Daring as a learning media and reference for network-based BIPA activities has not been discussed in scientific article. Local wisdom is used as anticipation of BIPA learners in terms of culture shock and as a lure to attract BIPA learners. Unfortunately, the most local wisdom displayed in BIPA teaching materials raises Javanese culture only. Meanwhile, Indonesia's local wisdom is very diverse. This study aims to describe how to utilize Indonesian local wisdom material in the BIPA Daring and how to utilize it in scope of the ASEAN region. This research method uses qualitative descriptive analysis conducted in February 2022 at Pustanda. Data sources obtain from the website administrator and three BIPA teachers. Data collection techniques by direct observation and obtained by purposive sampling. Data validation is done by triangulating data sources. The results showed that BIPA Daring provides materials related to Indonesian local wisdom in two channels. The conclusion is that BIPA Daring contained the local wisdom of the Indonesian people tucked into each teaching material and the high interest of service users in the ASEAN region regarding Indonesian local wisdom
INACCURACY OF BIPA LEARNER'S SPEECH BEGINNER LEVEL FROM KOREA: KETIDAKTEPATAN UJARAN PEMELAJAR BIPA TINGKAT PEMULA ASAL KOREA Yohanna Nirmalasari
Jurnal Kata Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.076 KB) | DOI: 10.22216/kata.v6i1.533

Abstract

BIPA learning includes learning reading, listening, writing, and speaking skills. All of these skills can represent the second language ability that has been acquired by a person. However, second language students often experience problems when learning a second language, for example when Korean students learn Indonesian as a second language. This can be observed from the inaccuracy of utterances found when speakers speak Indonesian. The inaccuracy of this utterance can be seen from two aspects, namely pronunciation and sentence structure. However, so far there has been no research on this even though research related to inaccuracies can be used as notes for BIPA teachers to classify words that must be exposed to students. Therefore, research related to speech imprecision needs to be done. The research method used is a case study qualitative research using oral speech data of Korean students during BIPA class and collected by tapping technique. The results of this study can be classified into two, namely the inaccuracy of speech in pronunciation and inaccuracy of speech in the structure of sentence functions. First, the inaccuracy of speech in pronunciation found is a change in consonant sounds, especially sound [k] and nasal sound [ŋ]. Second, the inaccuracy of speech in the sentence function structure category is (1) the inaccuracy of the structure of the function, namely the existence of a sentence structured S + O + P, (2) the inaccuracy of the arrangement of the types of words used to occupy the structure of the sentence function, namely the use of adverbs after the verb and the use of affixed verbs, and (3) the addition of personal and particle pronouns.

Page 3 of 118 | Total Record : 1176