Filter By Year

1945 2024


Found 1,301 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN MENGGUNAKAN SNI ISO/IEC 27001:2013 (Studi Kasus STMIK Mardira Indonesia) Heri Wahyudi; Arief Zulianto; Asep Maulana
Jurnal Computech & Bisnis (e-Journal) Vol 14, No 1 (2020): Jurnal Computech & Bisnis
Publisher : STMIK Mardira Indonesia, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.633 KB) | DOI: 10.55281/jcb.v14i1.219

Abstract

Observation of SIMAK that in the process of operating the system is still experiencing obstacles such as data leakage which results in impaired agency performance, insufficient security and control to anticipate forms of fraud and illegal actions that result in large losses for information owners and uncontrolled access rights, so that a system the information used must have a guaranteed level of information security, including database security, hardware, software and human resources.Based on observations in SIMAK, the authors conclude to audit SIMAK so that they are documented and obtain audit evidence and evaluate it objectively. From the results of comparisons with other methods, the authors chose the ISO 27001: 2013 SNI standard as a standard for auditing the security of an information system and used as a reference to produce documents (findings and recommendations) which are the results of the SIMAK information system security audit at STMIK Mardira Indonesia.From the results of the study it was identified that the clause used was, Clause 5: Security Policy, the current SIMAK security policy is still not appropriate, Clause 7: Asset Management is still not appropriate to achieve and maintain appropriate protection of organizational assets due to the absence of a policy letter regarding asset management, Clause 9: Access Control so that there is no misuse of access rights and there are procedures for controlling access rights, Clause 15: Compliance has not been adjusted to the applicable academic regulations, and the time has been scheduled on the educational calendar is also the legal aspect of the software used. Keyword : IT services, SNI ISO/IEC 27001: 2013, SIMAK, Audit, Information securityDOI : http://doi.org/10.5281/zenodo.3929072
Perancangan Perangkat Audit Internal untuk Sistem Keamanan Informasi pada Organisasi XYZ Hakim, Arif Rahman; Wijaya, Rizky Aditya Pratama
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 3: Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020701940

Abstract

Organisasi xyz sebagai penyelenggara sistem elektronik strategis harus mempunyai mekanisme audit internal terhadap keamanan sistem elektronik yang dimilikinya. Namun, organisasi xyz belum memiliki perangkat audit (audit tool) untuk melakukan audit internal tersebut secara berkala. Di sisi lain, perangkat audit tersebut berperan penting dalam menganalisis kerawanan yang terdapat dalam sistem. Untuk itu, organisasi xyz perlu merancang perangkat audit internal tersebut agar mekanisme audit berkala yang disyaratkan dapat dipenuhi dan risiko kegagalan akibat kerawanan sistem informasi yang dimiliki dapat dimitigasi dengan baik. Pada makalah ini dilakukan penelitian kualitatif berupa perancangan perangkat audit didasarkan pada penggunaan tiga metode dalam penentuan kriteria audit, yaitu analisis risiko menggunakan FMEA, kemudian penentuan kriteria audit berdasarkan pemetaan kontrol menggunakan Statement of Applicability (SoA) ISO/IEC 27002:2013 dan analisis proses bisnis menggunakan COBIT 5. Kriteria audit yang telah ditentukan dengan tiga metode tersebut kemudian dilakukan pembentukan perangkat audit, ujicoba impementasi, penilaian dan diakhiri dengan finalisasi perangkat audit. Berdasarkan analisis risiko dengan FMEA didapatkan 22 aset bernilai risiko tinggi, 10 aset bernilai sedang, 18 risiko bernilai rendah, dan 1 risiko bernilai sangat rendah. Selanjutnya pada proses pemetaan kontrol SoA ISO/IEC 27002:2013 dihasilkan 29 kontrol dan pada analisis proses bisnis berdasarkan COBIT 5 didapatkan 9 proses enabler yang kemudian digunakan sebagai kriteria audit. Selanjutnya hasil 29 kontrol tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi enam kategori audit tingkat kepatuhan dan sembilan proses enabler tersebut diklasifikasikan menjadi sembilan kategori audit level pencapaian, sehingga perangkat audit yang dibentuk mengandung kategori tersebut. Hasil uji coba implementasi, penilaian dan finalisasi perangkat audit menunjukkan bahwa perangkat audit yang dihasilkan sudah sesuai dengan kebutuhan organisasi xyz. AbstractThe XYZ organization as the operator of electronic systems with strategic characteristic shall have internal audit mechanisms for its electronic systems security. Unfortunately, XYZ organization does not have an internal audit tool to conduct the audit periodically. In other hand, this audit tool plays an important role in determining vulnerability of the systems. For this reason, XYZ organization needs to design the internal audit tool so that periodic audit mechanism required can be conducted and the risk of system failure due to the vulnerability of the system can be properly mitigated. In this paper, we conduct qualitative research to design audit tool using three methods in determining the audit criteria, the first is FMEA in risk analysis process, the second is ISO / IEC 27002: 2013 in control analysis process and the third is COBIT 5 in business process analysis. Our audit tool is design based on the audit criteria that obtained from those three methods. Based on risk analysis using FMEA we obtained 22 assets with high risk, 10 assets with medium risk, 18 assets with low risk, and one asset with very low risk. From control analysis based on SoA ISO/IEC 27002:2013, we obtained 29 risk-based controls and from business process analysis using COBIT 5 we obtained nine enabler processes. Then those 29 controls and nine processes are used as audit criteria. In the next step, we classify these 29 controls into six categories in compliance level and those nine processes into nine categories in achievement level in our audit tool. The results of implementation trials, assessment, and finalization of our audit tool shows that our audit tool has been consistent with the needs of XYZ organization.
PENGAWASAN BANK INDONESIA ATAS KERAHASIAAN DAN KEAMANAN DATA/INFORMASI KONSUMEN FINANCIAL TECHNOLOGY PADA SEKTOR MOBILE PAYMENT Fidhayanti, Dwi
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Vol 11, No 1 (2020): Jurisdictie
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j.v11i1.5829

Abstract

Widespread use of Internet and smartphones in Indonesia triggers fintech transactions. Law Number 11 Year 2008 concearning Information and Electronic Transactions Article 26 Paragraph (1) explains that unless otherwise stipulated by statutory regulations, the use of any information through electronic media concerning a personal’s data must be carried out with the concent of the person concerned. However, it is prone to crime by breaking into the security systems of fintech. This study aims to determine the regulation of consumer data confidentiality and security of financial technology in the mobile payment sector and Bank Indonesia’s supervision on that matter. This is a normative study with legislative and conceptual approaches. Regulation on the Consumer Data/Information Confidentiality and Security of Financial Technology in Mobile Payment Sector is made by authorized institutions i.e. Bank Indonesia as regulators and supervisors in payment system and OJK (Financial Services Authority) in managing fintech categorized as non-bank institutions. Bank Indonesia has issued Regulation Number 7/6/PBI/2005 concerning provisions on Information Transparency of Bank Product and the Use of Customer’s Personal Data. Meanwhile, OJK manages data security based on Article 2 Letter d of the OJK Regulation Number 1/POJK.07/2013 concerning Consumer Protection of Financial Services Sector. Bank Indonesia supervises directly through Bank Indonesia Fintech office by holding “meet the start up” to consult and share about fintech. Policy wise, Bank Indonesia issued regulation concerning payment transaction processing, APU/PPT for non-banks, Bank Indonesia Regulations on Fintech and Regulatory Sandboxes and regulations on National Payment Gateway (NPG).Meluasnya penggunaan Internet dan smartphone di Indonesia membuat tingginya transaksi fintech. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 26 ayat (1) menjelaskan bahwa kecuali ditentukan lain oleh Peraturan perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan. Namun, penggunaan teknologi rentan terhadap kejahatan dengan membobol sistem keamanan fintech. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan atas kerahasiaan dan keamanan data konsumen pada sektor mobile payment dan pengawasan Bank Indonesia atas hal tersebut. Penelitian ini normatif dengan pendekatan perUndang-Undangan dan konseptual. Pengaturan atas Kerahasiaan dan Keamanan Data/Informasi Konsumen Financial Technology pada Sektor Mobile Payment dilakukan oleh lembaga berwenang; Bank Indonesia sebagai pengatur dan pengawas sistem pembayaran dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pengaturan fintech yang dikategorikan sebagai lembaga non bank. Bank Indonesia mengeluarkan aturan Nomor 7/6/PBI/2005 Tentang Ketentuan Transparasi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah. Sedangkan, OJK mengatur keamanan data konsumen pada pasal 2 Huruf d Peraturan OJK Nomor 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Bank Indonesia mengawas secara langsung melalui Bank Indonesia Fintech office dengan kegiatan meet the start up untuk melakukan konsultasi dan berbagi tentang fintech. Dalam hal kebijakan, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia tentang pemrosesan transaksi pembayaran, Regulasi APU/PPT untuk non Bank, Peraturan Bank Indonesia tentang Teknologi Finansial dan Regulatory Sandbox dan peraturan tentang National Payment Gateway (NPG).
Evaluasi Proses Tata kelola Keamanan Informasi Menggunakan COBIT 5 Dengan Proses APO13, DSS04 dan DSS05 (Studi Pada DISKOMINFO Kabupaten Sidoarjo) Ridho Hardiansyah; Yusi Tyroni Mursityo; Suprapto Suprapto
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.234 KB)

Abstract

The Department of Communication and Information (DISKOMINFO) of Sidoarjo Regency is a government agency that has the task of helping the regent doing the government affairs in the fields of communication, informatics, statistics and coding. In carrying out their duties, DISKOMINFO provides a data center (DC) that will be used to collect application data from each Regional Apparatus Organization (OPD) in Sidoarjo Regency to become a centralized storage area. The data center management process is carried out in the Information and Communication Technology Sector. Lots of data to be processed and possible threats to cyber attacks and data theft, so the need for good information security governance in order to improve data security and business continuity. To determine the ability of information security management it is necessary to evaluate the current condition data center of DISKOMINFO. This research uses the framework of Control Objective for Information and Related Technology (COBIT 5) using the APO13 (Manage Security), DSS04 (Manage Continuity) and DSS05 (Manage Security Services). From the results of the research, the level of maturity of the process managing information security at the data center for each process reaches level 1, with the value of the process of APO13 (64.29%), DSS04 (63.33%) and DSS05 (82.14%), the target level of expectations to be achieved are level 3, so there is a gap of 2 levels of all the processes. The recommendations from the results of the research that can be applied to improve the process of information security management in the data center at DISKOMINFO Sidoarjo Regency are four recommendations for the process of APO13, three recommendations for the process of DSS04 and seven recommendations for the process of DSS05.
Evaluasi Kapabilitas Keamanan Teknologi Informasi pada Proses APO13 dan DSS05 berdasarkan Framework Cobit 5 (Studi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang) Muhammad Fariz Arizali Effendi; Andi Reza Perdanakusuma; Buce Trias Hanggara
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 2 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.037 KB)

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) is a government agency which provide IT services to local government (in this case Malang City Government). Utilization of IT functions is based on the principles of confidentiality, integrity and availability. The existence of the Industrial Revolution 4.0 era requires government authorities to increase the vigilance of managing IT security so that security potential is handled and to improve performance efficiency. Thereby measuring the quality of IT security management to ensure information technology is applied in accordance with organizational strategies. Measurement of IT security capabilities at DISKOMINFO Malang City is done by comparing the conditions of IT security management that have been achieved with the conditions desired by the agency. This study uses a qualitative method based on COBIT 5 guidelines focusing on the APO13 (Manage Security) and DSS05 (Manage Security Services) processes. Data collection is done by observation, use of COBIT 5 assessment sheet instruments, checklist sheets, and direct interviews. Based on the research results, the results obtained in the APO13 (Manage Security) process reached level 1 (Established Process), while the DSS05 (Manage Security Services) process reached level 0 (Incomplete Process). DISKOMINFO Malang City hopes that both processes can reach level 2 (Managed Process). So that there is a gap of one level in the APO13 process and two levels in the DSS05 process. There are 13 recommendations in the APO13 process and 15 recommendations in the DSS05 process. Then the improvement roadmaps are presented to DISKOMINFO Malang City to achieve the target level.
Evaluasi Tingkat Keamanan Informasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto dengan Menggunakan Indeks KAMI Yusriyah Rahmah; Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra; Admaja Dwi Herlambang
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 3 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.166 KB)

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto is a government agency that implements the development of information technology, but in the case of monitoring illegal access rights no record or documentation has been made. It is only handled when there has been a breakdown in the system, they have to pay concern about the safety of government information. In this research we try to measure information security management at Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto using KAMI Index version 3.1 according to the standard of ISO / IEC 27001:2013. The evaluation result of information security completeness level is 109 and maturity level of each area of information security at the level I to level I +. It shows that information security at Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto need to be improved. There are thirteen recommendations in the areas of information security governance, eight recommendations on the area of information security risk management, fifteen recommendations on areas of information security management framework, twenty four recommendations on the asset management area information, and the fourteen recommendations in the area of technology and information security. One of the recommendations for improvements by create organizational policies and procedures regarding information security using ITIL framework version 4 IT asset management practices.
SISTEM INFORMASI KESELAMATAN DAN KEAMANAN DI KAWASAN BANDARA PADA DINAS SAFETY & RISK PT. ANGKASA PURA II BANDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU Nelfia Nelfira; Arief Rahmadian Aswin; Elizamiharti Elizamiharti; Afif Gaziafi
ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Vol. 2 No. 1 (2020): Publikasi Artikel Jurnal ZONAsi untuk periode ke - 3, Maret 2020
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/zn.v2i1.3740

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada kantor Dinas Safety & Risk PT. Angkasa Pura II cabang Bandara Internasional Minangkabau. PT. Angkasa Pura II mendukung terciptanya aspek keselamatan dan keamanan selama di kawasan Bandara. Permasalahan yang ditemukan pada saat penelitian yaitu pemeriksaan keselamatan dan keamanan masih menggunakan formulir ceklist, sehingga pemeriksaan keselamatan dan keamanan menjadi tidak efisien dan efektif. Petugas Safety & Risk mengalami kesulitan dalam pengecekan masa berlaku PAS Bandara dan petugas mengalami kesulitan dalam melakukan perbaikan data, serta belum adanya grafik. Untuk itu dirancang sebuah sistem yang dapat mempermudah petugas dalam melakukan pemeriksaan. Metode penelitian ini menerapkan metode berorientasi objek, bahasa pemrograman yaitu PHP dan MySQL sebagai database. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa sistem informasi keselamatan dan keamanan di kawasan bandara yang dirancang memudahkan petugas dalam melakukan pemeriksaan.
SISTEM INFORMASI KESELAMATAN DAN KEAMANAN DI KAWASAN BANDARA PADA DINAS SAFETY & RISK PT. ANGKASA PURA II BANDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU Aswin, Arief Rahmadian; Elizamiharti, Elizamiharti; Gaziafi, Afif; Nelfira, Nelfia
ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Vol. 2 No. 1 (2020): Publikasi Artikel Jurnal ZONAsi untuk periode ke - 3, Maret 2020
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/zn.v2i1.3740

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada kantor Dinas Safety & Risk PT. Angkasa Pura II cabang Bandara Internasional Minangkabau. PT. Angkasa Pura II mendukung terciptanya aspek keselamatan dan keamanan selama di kawasan Bandara. Permasalahan yang ditemukan pada saat penelitian yaitu pemeriksaan keselamatan dan keamanan masih menggunakan formulir ceklist, sehingga pemeriksaan keselamatan dan keamanan menjadi tidak efisien dan efektif. Petugas Safety & Risk mengalami kesulitan dalam pengecekan masa berlaku PAS Bandara dan petugas mengalami kesulitan dalam melakukan perbaikan data, serta belum adanya grafik. Untuk itu dirancang sebuah sistem yang dapat mempermudah petugas dalam melakukan pemeriksaan. Metode penelitian ini menerapkan metode berorientasi objek, bahasa pemrograman yaitu PHP dan MySQL sebagai database. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa sistem informasi keselamatan dan keamanan di kawasan bandara yang dirancang memudahkan petugas dalam melakukan pemeriksaan.
Analisis Karakteristik Gelombang Laut Guna Mendukung Data Informasi Operasi Keamanan Laut di Wilayah Laut Natuna dan Laut Natuna Utara Djati Anggara, Purry; Adrianto, Dian; S. Pranowo, Widodo; Mustika Alam, Tasdik
Jurnal Chart Datum Vol. 3 No. 2 (2017): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v3i2.123

Abstract

Perilaku permukaan laut dan konsekuensi angkatan laut yang representatif merupakan bagian dari parameter yang mempengaruhi operasi militer di laut.Laut Natuna dan Laut Natuna Utara memiliki letak geografis dan geopolitik yang sangat strategis, diharapkan keselamatan pelayaran dan keamanan maritim dapat dijamin dengan adanya data informasi prakiraan tinggi gelombang dan dengan menghadirkankapal keamanan laut (kamla) sepanjang tahun. Lokasi penelitian terletak di kawasan tersebut, termasuk 4 stasiun pengamatan yang diturunkan berdasarkan area pengawasan di dekat pangkalan TNI AL. Analisis statistik gelombang menggunakan dataset ECMWF per 6 jam selama 10 tahun dengan resolusi spasial 14 km2.Karakteristik variabel gelombang yaitu tinggi gelombang signifikan, periode dan arah gelombang telah dianalisis dalam rata-rata bulanan dan musiman. Selanjutnya, karakteristik panjang dan cepat rambat gelombang dihitung berdasarkan variabel periode gelombang. Rata-rata tinggi gelombang signifikan maksimum terjadi di musim utara, ketika propagasi gelombang datang dari arah timur laut. Prakiraan tingkat keamanan area diperoleh dengan menganalisis dimensi kapal terhadap karakteristik tinggi dan panjang gelombang. Simulasi operasi KRI mempertimbangkan data prakiraan tingkat keamanan area dan data prakiraan tinggi gelombang berdasarkan estimasi waktu tiba. KapalB1 memiliki tinggi lambung 5,3 m dan panjang garis air 69 m, akan berlayar pada tanggal 23 November 2017 pukul 00.00 UTC di sekitar stasiun 4. Pada Bulan November, karakteristik panjang gelombang di stasiun 4 berkisar antara 29,9-193,4 m, prakiraan tinggi gelombang signifikan mencapai 1,652 m dengan batas interval 0,486 m (interval kepercayaan 80%). Jadi kapalB1 aman terhadap prakiraan tinggi gelombang signifikan dengan mewaspadai gerak pitch kapal karena panjang garis air kapal berada dalam kisaran panjang gelombang.
Optimasi Keamanan Informasi Pendaftaran Event Menggunakan Teknologi Blockchain Iqbal Busthomi; Imam Riadi; Rusydi Umar
Jurnal Ilmiah FIFO Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/fifo.2020.v12i1.007

Abstract

Abstract CV. Nyebar is an IT-based start-up that deals with event data management using a web-based application. The Event system provides account registration services as a Member and Organizer. Members of the Event System must first have an account and log-in to be able to register for the event. The process of registering events so far has not been properly secured. The event registration process will send registrant information, but the information sent has not been secured and validated first, so the Event System is still vulnerable to cyber-attacks including the registration data sniffing attack and Distributed Denial of Service (DDoS) attacks. DDoS attacks are carried out by sending messages and packet requests continuously to the business sector, hosting, social sites originating from bot at one time, resulting in overloaded network servers because of the resources (bandwidth, memory, and CPU usage) they have. the network server is used up. Blockchain which has three techniques/mechanisms including the use of hashes and proof-of-work mechanisms which can be an alternative security for event registration information because it can maintain information security, data consistency, and DDoS attacks.Keyword: Web Application, Distributed Denial of Service (DDoS), BlockchainAbstrak CV. Nyebar merupakan start-up berbasis IT yang bergelut dibidang pengelolaan data event menggunakan sebuah aplikasi berbasis web. Sistem Event menyediakan layanan pendaftaran akun sebagai Member dan Organizer. Member dari Sistem Event harus memiliki akun dan log-in terlebih dahulu untuk mendaftar sebuah event. Proses pendaftaran event sejauh ini belum diamankan dengan baik. Proses pendaftaran event akan mengirimkan informasi pendaftar, namun informasi yang dikirimkan belum diamanakan dan divalidasi terlebih dahulu, sehingga Sistem Event masih rentan akan serangan siber diantaranya adalah serangan sniffing data pendaftaran dan serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Serangan DDoS dilakukan dengan mengirimkan pesan dan permintaan paket secara terus menerus kepada sektor bisnis, hosting, situs sosial yang berasal dari bot dalam satu waktu, sehingga mengakibatkan server jaringan menjadi overload karena sumber daya (bandwith, memory, dan CPU usage) yang dimiliki server jaringan habis terpakai. Blockchain yang memiliki dua teknik/mekanisme antara lain adalah penggunaan hash dan mekanisme proof-of-work, yang dapat menjadi alternatif pengamanan informasi pemdaftaran event karena dapat menjaga keamanan informasi, kekonsistenan data, dan serangan dari DDoS.Keyword: Aplikasi Web, Distributed Denial of Service (DDoS), Teknologi Blockchain

Page 33 of 131 | Total Record : 1301