Filter By Year

1945 2024


Found 1,304 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Usulan Keamanan Sistem Informasi pada Penyelenggara Financial Technology (Fintech) Menggunakan Cobit 5 (Studi Kasus: Gandengtangan.org) Oki Nurkholis; Fitroh Fitroh Fitroh; Eri Rustamaji
Applied Information System and Management (AISM) Vol 2, No 2 (2019): Applied Information System and Management (AISM)
Publisher : Depart. of Information Systems, FST, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aism.v2i2.20162

Abstract

Gandengtangan.org adalah salah satu perusahaan startup di bidang financial technology (fintech) yang ada di Indonesia. Gandengtangan.org menyediakan layanan pengumpulan pinjaman (crowdlending) untuk para pelaku usaha sosial atau UMKM yang ada di Indonesia. Beberapa masalah yang muncul pada penelitian ini di antaranya: (1) kerentanan penggunaan internet terutama sektor finansial yang menjadi target serangan nomor 2 terbanyak. (2) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mewajibkan untuk setiap penyelenggara fintech di Indonesia agar dapat memenuhi standardisasi mengenai keamanan informasi pada perusahaannya. (3) Belum pernah dilakukaannya evaluasi terhadap keamanan sistem informasi di Gandengtangan. (4) Terjadinya 4 kasus keamanan informasi: satu kasus terkait phising, dua kasus tentang integrasi data, dan satu kasus terkait ssl (secure socket layer). Hal ini menunjukan keamanan informasi menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian penting pada Gandengtangan.org. Metode penilaian yang digunakan adalah perpaduan antara Process Assessment Model (PAM) dengan COBIT 5 Life cycle. Dipilih 5 domain yang berhubungan dengan keamanan pada COBIT 5 yakni, EDM03 (Ensure Risk Optimisation), APO12 (Manage Risk), APO13 (Manage Security), BAI06 (Manage Changes), dan  DSS05 (Manage Security Services). Penelitian ini menghasilkan usulan keamanan informasi yang menjadi panduan Gandengtangan.org untuk mengantisipasi kerentanan keamanan pada bisnisnya dan untuk memenuhi persyaratan dari OJK.
Usulan Evaluasi Sistem Keamanan Informasi Berdasarkan Standar ISO/IEC 27002:2013 pada Pondok Pesantren Kafila International Islamic School Jakarta Aditya Teguh Septoaji; Fitroh Fitroh; Elsy Rahajeng
Applied Information System and Management (AISM) Vol 1, No 2 (2018): Applied Information System and Management (AISM)
Publisher : Depart. of Information Systems, FST, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aism.v1i2.20107

Abstract

Kafila International Islamic School (KIIS) adalah sebuah pesantren (boarding school) yang mempunyai banyak prestasi di beberapa perlombaan dan nilai Ujian Nasional. Sejak 2007, KIIS sudah menerapkan standar ISO 9001:2008 sebagai standar mutu pendidikan. Namun, dengan penerapan ISO 9001:2008 belum menutup semua celah baik kelemahan (vulnerable) atau ancaman (threat) yang timbul ketika proses pembelajaran sekolah berlangsung. Dalam wawancara penulis, KIIS memerlukan solusi untuk improvisasi keamanan dan dokumentasi yang lebih baik terutama dalam fasilitas informasi, yaiu dengan melakukan penelitian evaluasi menggunakan ISO 27002:2013, penelitian Keamanan Sistem Informasi ini dilakukan pada 8 klausul, pada kebijakan keamanan informasi, keamanan informasi organisasi, keamanan sumber daya (pekerjaan), manajemen aset, kontrol akses, keamanan fisik dan lingkungan, keamanan operasi, akusisi sistem informasi, pembangunan dan pemeliharaan). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pengukuran kapabilitas tingkat kedewasaan (CMM). Dapat dihasilkan nilai kedewasaan 4 (managed) pada klausul kebijakan keamanan informasi, keamanan informasi organisasi, keamanan sumber daya dan manajemen aset. Selanjutnya Nilai kedewasaan 3 (defined) pada klausul Kontrol Akses, Keamanan fisik dan lingkungan, Keamanan operasi, Akusisi sistem informasi dan pembangunan dan pemeliharaan.
Penerapan Hashing SHA1 dan Algoritma Asimetris RSA untuk Keamanan Data pada Sistem Informasi berbasis Web Ridho Pamungkas; Ferdinand Wahyu Zulaiman Zaney
RESEARCH : Journal of Computer, Information System & Technology Management Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/research.v4i1.9099

Abstract

Penggunaan teknologi informasi dalam memperoleh data di era society 5.0 merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Hampir semua data yang kita gunakan tersimpan dalam database pada sebuah sistem informasi yang dapat di akses secara online dan dapat dipergunakan oleh sembarang pengguna. Sistem Informasi menjadi sangat rentan apabila data yang kita miliki dipergunakan atau diakses oleh orang lain dan mempergunakan data tersebut untuk hal yang merugikan bagi pemilik data. Melihat hal tersebut, keamanan data dalam sebuah sistem informasi menjadi sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah keamanan data pada database sistem informasi dengan penerapan Hasing SHA1 dan Algoritma Asimetris RSA. Algoritma Asimetris RSA digunakan untuk mengacak suatu kata dari sebuah data yang digunakan oleh user dan fungsi Hashing SHA1 mengenskripsi data yang telah di acak sebelumnya. setelah melalui proses enskripsi data, barulah hasil enskripsi data tersebut selanjutnya disimpan dalam database. Data yang tersimpan dalam database tidak dapat terbaca secara langsung oleh pengguna lain karena data tersebut menjadi kode – kode yang acak. Dengan penerapan Hasing SHA1 dan Algoritma Asimetris RSA data yang tersimpan akan terlindungi dari pihak – pihak yang ingin menyalahgunakan data tersebut.
Audit Keamanan Sistem Informasi Pada Data Center Menggunakan Standar SNI-ISO 27001 Syafrinal, S; Agusrijar, A
J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Vol 4, No 2 (2020): EDISI SEPTEMBER
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/j-sakti.v4i2.250

Abstract

Information system security management is very important for Aceh Government institutions in managing information assets that refer to a standard. This will have a negative impact on the sustainability of information services, especially e-mail services managed by the Aceh Communication, Information, and Encryption Service. So the need for good management governance according to national and international standards to create good management of electronic mail information system services by conducting an internal audit process on its management in terms of physical and environmental security where the electronic mail service information system is managed. This study discusses the "Information System Security Audit on Data Centers Using SNI-ISO 27001 Standards (Case Study: Aceh Government)". The results showed the need for data and documentation of the final evaluation of the maturity level of the audit process to reduce the risk of threats to the information system generated so that problems can be overcome by making efforts to minimize the possible risks that have been caused. The auditing stages have been carried out on the information system in the data center using the SNI-ISO 27001 standard resulting in a level of maturity still at the "repeatable but intuitive" level that still requires further supervision in the management of the security side.
Kepedulian Keamanan Informasi di Pemerintahan: Praktik Manajemen dan Dampaknya Bemy Fachriandi; Teduh Dirgahayu
Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA) Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Publisher : Program Studi Manajemen Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jamika.v11i1.4584

Abstract

Currently the organization is facing challenges due to the Covid19 pandemic which has caused changes in work patterns for all members of the organization. The priority of management is to give more attention to information security, especially for members and government organizations in general. Various information security practices have been carried out, but there are obstacles that occur such as the lack of awareness of information security, work behavior, work culture, and the lack of human resources available and this can have a negative impact on the level of information security concern in the organization. Information security practices carried out by management do not always have an impact on changes in the behavior of organizational members. From the data obtained, there are many information security practices that may have been implemented by management. But do members of the organization care about the practice. Therefore, it is important to conduct research with the aim of knowing the practice of information security concern that has been carried out by management whether it has an impact on organizational members, especially the organization itself. This study used qualitative and quantitative interpretive approaches as a data collection process in three government organizations. Qualitative is used to obtain data from management and processed using the SAP-LAP model through interviews. Then an online survey was conducted with members of the organization to determine the impact of implementing information security care practices on the organization. The results show that organizational members have a high level of concern for the management's information security practices.
Analisis Sistem informasi Manajemen dalam Penanganan Gangguan Keamanan Bandara Maria Magdalena Bate'e
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 4 No 2 (2021): Article Research Juni 2021
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v4i2.480

Abstract

Poin terpenting dalam penelitian ini adalah menganalisis Sistem Informasi Manajemen dalam menangani setiap kasus pelanggaran yang terjadi di Bandara Binaka, apa yang dimaksud dengan pelangaran melawan hukum serta apa saja jenis pelanggaran tersebut, dan bagaimana Standar Operasional Prosedur petugas pengamanan Bandara Binaka dalam mengamankan Bandara dari tindakan melawan hukum. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota aviation security Bandar Udara Binaka Gunungsitoli berjumlah 24 orang, dan sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan pengambilan sampel secara insidental. Kemudian jenis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Kedua jenis data ini dapat diperoleh dengan cara observasi dan wawancara. Selanjutnya, data yang sudah diperoleh dari objek penelitian akan dianalisa dengan teknik analisa data deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yakni Bandara Binaka memiliki Sistem pengamanan yang disebut dengan Airport Safety yang digunakan oleh petugas AVSEC Bandara dalam menjalankan SOP penanganan gangguan keamanan Bandara, dengan menggunakan tegnologi-tegnologi yang canggih seperti x-ray, WTMD, HHMD, radar, CCTV dan peralatan canggih lainnya.
PENILAIAN DAN KONTROL RISIKO TERHADAP INFRASTRUKTUR DAN KEAMANAN INFORMASI BERDASARKAN STANDAR ISO/IEC 27001:2013 (STUDI KASUS: INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER) Anindya Dwi Lestari Sugianto; Febriliyan Samopa; Hanim Maria Astuti
Sebatik Vol 24 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merupakan direktorat yang memiliki fungsi menangani seluruh aktivitas yang berhubungan dengan sistem dan teknologi informasi di ruang lingkup ITS. Risiko yang muncul dalam organisasi di bidang sistem dan teknologi informasi terutama pada ruang lingkup infrastruktur dan keamanan informasi, seperti adanya kerusakan aset, pencurian data, layanan yang tidak bisa diakses. Tindakan penanganan risiko terkait ruang lingkup infrastruktur dan keamanan informasi di DPTSI ITS belum diterapkan dengan baik sehingga dapat mengakibatkan terganggunya proses bisnis. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan terkait ruang lingkup infrastruktur dan keamanan informasi diperlukan adanya standar agar dapat meminimalisir risiko yang ada. Standar yang digunakan dalam penelitian ini adalah standar ISO/IEC 27001:2013 sebagai kerangka kerja dalam proses identifikasi dan penilaian risiko terkait ruang lingkup infrastruktur dan keamanan informasi yang dibuat berdasarkan hasil wawancara dan justifikasi dari pihak DPTSI ITS. Adapun standar lain yang digunakan yaitu ISO/IEC 27002:2013 sebagai standar penyusunan kontrol dari hasil penilaian risiko terkait ruang lingkup infrastruktur dan keamanan informasi. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini berupa dokumen penilaian beserta penyusunan kontrol risiko yang sesuai dengan kebutuhan terkait ruang lingkup infrastruktur dan keamanan informasi di DPTSI ITS dengan menggunakan standar ISO/IEC 27001:2013 dan ISO/IEC 27002:2013.
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA SECARA ELEKTRONIK (LPSE) DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN CIANJUR DENGAN MENGGUNAKAN SNI ISO/IEC 27001:2013 Fuad Nasher
Media Jurnal Informatika Vol 10, No 1 (2018): Media Jurnal Informatika
Publisher : Teknik Informatika Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/mji.v10i1.465

Abstract

Unit LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Kabupaten Cianjur merupakan aplikasi  e-procurement dengan konsep Embedded IT system  yang menjalankan fungsinya sebagai pasar virtual yang mempertemukan penyedia barang/jasa dan pihak yang membutuhkan barang/jasa, dengan tujuan guna mewujudkan clean and good government dalam pengadaan barang/jasa Pemerintah. Infrastruktur TI Unit LPSE ini masih menjadi kendala besar dalam pelaksanaanya  yaitu sering terjadi insiden keamanan  informasi yang mengakibatkan terganggunya proses bisnis dikarenakan kurangnya kesadaran akan pentingnya Keamanan Informasi. Dengan dibangunya SMKI, agar informasi dapat dikelola dengan benar, menjamin kelangsungan bisnis, meminimalisir risiko, membatasi dampak dari pelanggaran keamanan dan menjaga aspek Kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (Integrity), dan ketersediaan (availability) dari informasi. Perancangan SMKI yang disusun pada penelitian ini mengacu pada standar SNI ISO/IEC 27001: 2013 dan SNI ISO/IEC 27005: 2013. Dalam perancangan SMKI terdapat beberapa tahap yaitu melakukan identifikasi aset informasi, ancaman, kerentanan, risiko, dampak, dan mengevaluasi (Kuesioner) tingkat ketersediaan  berdasarkan kalusul yang dipilh. Sehingga penelitian ini menghasilkan dokumen proses perancangan  SMKI yaitu perancangan Dokumen Manual Keamann Informasi, Prosedur Kerja dan Formulir Kerja.
PENILAIAN RESIKO KEAMANAN INFORMASI PADA INFRASTRUKTUR KRITIS SISTEM SCADA AREA PENGATUR BEBAN XXX BERDASARKAN PANDUAN NIST SP 800-82 Hadikaryana, Oscar; Sasongko, Aswin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.026 KB)

Abstract

Seperti diketahui, kebutuhan listrik Indonesia meningkat setiap tahun, PLN sebagaiperusahaan yang mendistribusikan listrik ke pelanggan. Untuk memenuhi hal ini,PLN mengelola distribusi daya dari pembangkit listrik ke pelanggan melalui garduinduk yang tersebar di Jawa-Bali dan pulau-pulau lain, kebutuhan sistem aplikasiSCADA sebagai regulator beban terintegrasi telah digunakan oleh PLN sejaklama. Tujuan peneltian ini adalah perusahaan mengetahui dan mendapatkan petaresiko (risk) serta dampak (impact) dalam potensi kerawanan (vulnerability) disistem SCADA khususnya XXX. Berikutnya PLN dapat menyususun rencanakeamanan berdasarkan identifikasi kelemahan dan kerawanan teknologi informasiSCADA dan dapat melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu mitigasi risiko teknologiinformasi SCADA. Sehingga PLN dapat menyusun strategi dalam mengantisipasiancaman gangguan dan serangan terhadap aset perusahaan terutama SCADA APBCigereleng. APB (Area Kontrol Beban) adalah operator pengatur beban yangmengoperasikan Sistem SCADA yang tersebar di beberapa area distribusi. Karenaini menyangkut kebutuhan energi banyak orang, sistem SCADA diklasifikasikansebagai infrastruktur kritis. Sehingga dalam operasi memerlukan penilaian risiko,terutama dalam hal keamanan informasi SCADA, sebagai bagian dari manajemenrisiko.Kata kunci : SCADA, Risk Assessment, NIST, Ancaman, Kerentanan
PENYUSUNAN KEBIJAKAN KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA TRANSAKSI ELECTRONIC BANKING PERBANKAN UMUM BERDASARKAN PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 9/15/PBI/2007 DENGAN MENGGUNAKAN MATRIKS COBIT 4.1 DAN ISO/IEC 27000 Hariman, R. Irman
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.792 KB)

Abstract

Layanan informasi dan transaksi elektronik merupakan aset yang paling bernilai bagi sebuah bank umum. Sumberdaya berupa teknologi keamanan transaksi elektronik harus mampu mendukung jalannya layanan prima tersebut. Namun teknologi keamanan informasi yang digunakan untuk menunjang layanan tersebut masih belum memadai jika kebijakan pimpinan yang berisikan kebijakan pengamanan transaksi elektronik dan mengatur pelaksanaannya bahkan menjadi panduan pelaksanaannya masih lemah bahkan belum tersusun. Kebijakan keamanan teknologi informasi terutama dalam pelayanan transaksi elektronik perbankan (e-banking), harus disusun berdasarkan standar keamanan yang sudah ada yaitu ISO/IEC seri 27000. Bahkan untuk melakukan audit keamanan teknologi informasi pun seharusnya sudah memiliki panduan yang sudah standar, sehingga perbankan umum memiliki standar penyusunan kebijakan dan memiliki panduan untuk melakukan audit internal keamanan teknologi informasi pada layanan transaksi elektronik (e-banking). Penyusunan kebijakan keamanan transaksi elektronik ini memiliki objektifitas berupa standar susunan kebijakan yang harus ada dalam penyelenggaraan teknologi keamanan sebagai dukungan terhadap layanan transaksi elektronik sebuah bank umum. Pendekatan yang digunakan untuk menghasilkan standar penyusunan kebijakan ini adalah dengan menggunakan matriks 2 dimensi yang berisikan domain kontrol atau klausul ISO/IEC 27000 yang memiliki 11 klausul dengan Cobit 4.1 pada domain kontrol atau klausul Delivery and Support, yaitu DS-5 (Ensure System Security) yang memiliki 11 klausul, sehingga menghasilkan 11 klausul baru yang akan dipetakan pada Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007, tentang Penerapan Manajemen Resiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Kata Kunci : ISO/IEC 27000, Cobit 4.1, Bank Umum, Transaksi Elektronik, eBanking, Kebijakan Keamanan

Page 37 of 131 | Total Record : 1304