Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

PROBLEMATIK PEMBELAJARAN BIPA JARAK JAUH (DARING) BERDASARKAN SUDUT PANDANG PENGAJAR BIPA Nirmalasari, Yohanna
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 7 No 1 (2023): Vol 7 No 1, 2023
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v7i1.712

Abstract

Pembelajaran BIPA saat ini semakin meluas. Hal ini tampak dari semakin banyaknya pegiat-pegiat BIPA baik yang bergerak di dalam institusi atau pun mandiri menyelenggarakan program BIPA. Program BIPA ini dapat dilaksanakan secara daring atau pun luring. Walaupun moda pelaksanaan daring dan luring, tetapi pembelajaran BIPA tetap harus pada esensinya, yakni mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia. Dalam mengajarkan dua hal tersebut, tentu pengajar memiliki kendala-kendala tertentu, khususnya dalam pembelajaran BIPA daring. Masalah umum yang sering terjadi adalah terkait dengan jaringan atau media yang digunakan. Namun, apakah hanya perihal hal tersebut. Untuk mengetahui hal tersebut sehingga diperlukan sebuah penelitian terkait problematik pembelajaran BIPA daring berdasarkan sudut pandang pengajar BIPA yang dianalisis dengan metode survei. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Pertama, terkait keterampilan berbahasa. Pada problematik pertama ini dapat terlihat bahwa permasalahan yang paling banyak muncul adalah tentang keterampilan menyimak. Kedua, terkait dengan materi ajar yang paling sering dialami pengajar adalah materi ajar tentang budaya. Ketiga, terkait dengan media ajar yang paling sering menjadi kendala adalah platform daring yang digunakan. Keempat, terkait evaluasi pembelajaran yang paling sering dialami oleh pengajar adalah tentang penentuan jenis evaluasi yang tepat untuk keterampilan berbahasa, khususnya keterampilan menulis. Kelima, terkait pemelajar yang sering menjadi problem adalah tentang semangat pemelajar yang membuat pemelajar tidak aktif saat pembelajaran berlangsung. Berdarkan lima hasil tersebut dapat dinyatakan dua saran, yakni (1) bagi pengajar BIPA yang harus memiliki kematangan persiapan pembelajaran dan (2) bagi para pegiat BIPA agar meningkatkan intensitas pertemuan untuk sekadar berbagi pengalaman atau berbagi ilmu terkait pembelajaran daring.
MOTIVASI PEMELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) MAHASISWA PEMINATAN BIPA PRODI PBSI FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG Agus Sulaeman
Prosiding Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu) Vol 1 (2019): Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.123 KB) | DOI: 10.31000/sinamu.v1i0.2102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa hubungan motivasi belajar terhadap hasil pembelajaran dengan menggunakan uji korelasi, determinasi dan uji signifikansi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar mempunyai hubungan yang signifikan terhadap hasil pemelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing pada mahasiswa semester 7 PBSI FKIP UMT. Berdasarkan hasil perhitungan ada hubungan yang kuat dan positif antara motivasi belajar terhadap hasil pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing mahasiswa semester 7 yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,50 (dengan koefisien determinasi sebesar 25% dan sisanya 75% dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya.) kemudian dari uji signifikasi t hitung didapatkan hasil sebesar 0,62, dimana hasil ini masih lebih besar dari ttabel sebesar 0,31 yang artinya terdapat pengaruh korelasi yang signifikan antara motivasi belajar (variabel X) dengan hasil pembelajaran (variabel Y).Kata Kunci : Pemelajaran  Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing.
Evaluasi Pembelajaran BIPA di Kelas BIPA 3 KBRI Moscow Raden Yusuf Sidiq Budiawan
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i2.16144

Abstract

The purpose of this research is to study how the Indonesian Language for Speakers of Other Languages (BIPA) learning program in BIPA 3 class at the Indonesian Embassy in Moscow works, how learners respond to the lessons, and how the evaluation impacts improving the understanding and language skills of non-native learners. Involving seven BIPA learners in the BIPA 3 class at the Indonesian Embassy in Moscow, a descriptive-qualitative method was used. Data were collected through documentation, interviews, and observation. The triangulation method was used to gain a complete understanding of learning evaluation. The results show that BIPA 3 learners at the Indonesian Embassy in Moscow are very interested in learning Indonesian. They show progress in reading, writing, listening, and speaking. However, learners develop differently, and some need to improve their skills in some areas. Overall, the learning evaluation of BIPA in the BIPA 3 class at the Indonesian Embassy in Moscow has an important role in improving learners' language understanding and skills and helping to develop more effective learning programs.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di kelas BIPA 3 KBRI Moscow, bagaimana pemelajar menanggapi pelajaran, dan bagaimana evaluasi berdampak pada peningkatan pemahaman dan keterampilan berbahasa bagi pemelajar non-natif. Melibatkan tujuh pemelajar BIPA yang berada di kelas BIPA 3 di KBRI Moscow, metode deskriptif kualitatif digunakan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Metode triangulasi digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap tentang evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemelajar BIPA 3 di KBRI Moscow sangat tertarik untuk belajar bahasa Indonesia. Mereka menunjukkan kemajuan dalam membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Namun, pemelajar berkembang secara berbeda, dan beberapa perlu meningkatkan keterampilan mereka dalam beberapa area. Secara keseluruhan, evaluasi pembelajaran BIPA di kelas BIPA 3 KBRI Moscow memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan berbahasa pembelajar dan membantu mengembangkan program pembelajaran yang lebih efektif.
'TIP OF THE TONGUE' IN THE UTTERANCES OF INDONESIAN FOREIGN SPEAKERS: CASE STUDY OF BIPA STUDENTS ('TIP OF THE TONGUE' DALAM UJARAN PENUTUR ASING BAHASA INDONESIA: STUDI KASUS MAHASISWA BIPA) Fida Pangesti; Arti Prihatini
Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ljbs.v5i2.2200

Abstract

Tip of the tongue (ToT) is experienced by BIPA students when speaking Indonesian due to delayed lexical access. This study aims to describe two focuses, namely: (1) the characteristics of the target vocabulary and the ToT vocabulary and (2) the mental processes when the ToT occurs. The theory used in this research is lexical retrieval in morphosemantics. This research method is descriptive qualitative. Data collection was carried out by observation and interview techniques during the learning process of BIPA Muhammadiyah Malang University. The results showed that ToT occurred in nouns (42%), verbs (24%), adjectives (21%), conjunctions (8%), and numeralia (5%). Tip of the tongue is accompanied by a lot of silence as a fallacy effect that appears in the speech. Gestur becomes a description of the meaning features of the target vocabulary. The mental process of ToT occurs in several events, namely (1) the speaker has a picture of the object in his mind, (2) the activation of the semantic set when the active vocabulary has a relation with the meaning of the target vocabulary, (3) activation of the meaning field when the speaker describes it, (4) activation of the phonological set when the similar sound vocabulary appears in the mind, and (5) the appearance of the first language and / or intermediate language.
Evaluasi Pembelajaran BIPA di Kelas BIPA 3 KBRI Moscow Raden Yusuf Sidiq Budiawan
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i2.16144

Abstract

The purpose of this research is to study how the Indonesian Language for Speakers of Other Languages (BIPA) learning program in BIPA 3 class at the Indonesian Embassy in Moscow works, how learners respond to the lessons, and how the evaluation impacts improving the understanding and language skills of non-native learners. Involving seven BIPA learners in the BIPA 3 class at the Indonesian Embassy in Moscow, a descriptive-qualitative method was used. Data were collected through documentation, interviews, and observation. The triangulation method was used to gain a complete understanding of learning evaluation. The results show that BIPA 3 learners at the Indonesian Embassy in Moscow are very interested in learning Indonesian. They show progress in reading, writing, listening, and speaking. However, learners develop differently, and some need to improve their skills in some areas. Overall, the learning evaluation of BIPA in the BIPA 3 class at the Indonesian Embassy in Moscow has an important role in improving learners' language understanding and skills and helping to develop more effective learning programs.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di kelas BIPA 3 KBRI Moscow, bagaimana pemelajar menanggapi pelajaran, dan bagaimana evaluasi berdampak pada peningkatan pemahaman dan keterampilan berbahasa bagi pemelajar non-natif. Melibatkan tujuh pemelajar BIPA yang berada di kelas BIPA 3 di KBRI Moscow, metode deskriptif kualitatif digunakan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Metode triangulasi digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap tentang evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemelajar BIPA 3 di KBRI Moscow sangat tertarik untuk belajar bahasa Indonesia. Mereka menunjukkan kemajuan dalam membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Namun, pemelajar berkembang secara berbeda, dan beberapa perlu meningkatkan keterampilan mereka dalam beberapa area. Secara keseluruhan, evaluasi pembelajaran BIPA di kelas BIPA 3 KBRI Moscow memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan berbahasa pembelajar dan membantu mengembangkan program pembelajaran yang lebih efektif.
Bentuk Afiksasi pada Teks Narasi Mahasiswa BIPA: Kajian terhadap Hasil Tulis Mahasiswa BIPA Asal Afghanistan Angkatan Tahun 2021 di Universitas Muhammadiyah Malang Nazihatun Najiba; Wurianto, Arif Budi; Isnaini, M.
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i1.7065

Abstract

The aim of these research is to explain or describe the form and meaning of the affixation used in the narrative text of BIPA students from Afghanistan class of 2021 at University of Muhammadiyah Malang. The method used is qualitative descriptive approach. The data were collected through primary and secondary. The primary data were collected from the result of an essay written by two BIPA Afghanistan college students who are currently studying masters at University of Muhammadiyah Malang through the KNB Scholarship (Kemitraan Negara Berkembang) as evidenced by secondary data in the form of direct observation, which were carried out for 6 months starting 6 September 2021 until 8 march 2022. The result of this study found errors in use of affixation caused by errors in morphonemic process, error in the use of affix, error in the use of basic words, and errors caused by interlingual interference namely errors are due to the influence of B1 (the mother tongue) on B2 (the target language). The invention in this research can be used as evaluation in the BIPA learning process, especially in affixation learning.
KEEFEKTIFAN METODE PRAKTIK LANGSUNG DAN METODE AUDIOLINGUAL DALAM PEMBELAJARAN BIPA ASPEK BERBICARA BAGI PEMELAJAR BIPA 4 UNNES Suin Suin; Wati Istanti
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.33637

Abstract

Abstrak-BIPA merupakan suatu program yang membelajarkan bahasa Indonesia kepada orang asing sebagai bahasa asing. Pembelajaran BIPA memerlukan metode khusus yang sesuai dengan aspek berbahasa dan tingkatan levelnya. Terkait dengan hal tersebut, perlu adanya metode yang sesuai dalam pembelajaran BIPA 4 tema hari besar nasional aspek berbicara. Hal tersebut dikarenakan metode berpengaruh terhadap pencapaian atau hasil akhir pembelajaran, sehingga perlu adanya metode yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan metode praktik langsung, mendeskripsikan keefektifan metode audiolingual, dan mendeskripsikan metode yang lebih efektif terhadap pembelajaran menceritakan kembali tentang hari besar nasional secara lisan pada pembelajar BIPA 4 UNNES. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan rancangan nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua kelas eksperimen dan masing-masing kelas diberikan pretest dan posttest. Instrumen dalam penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah instrumen berbentuk tes yaitu tes lisan dan nontes yaitu observasi tidak terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa penggunaan metode praktik langsung lebih efektif dibandingkan dengan metode audiolingual dalam pembelajaran menceritakan kembali secara lisan tentang hari besar nasional Indonesia pada Pemelajar BIPA 4 UNNES. Kata kunci : keterampilan berbicara; metode praktik langsung; metode audiolingual; pembelajaran BIPA. ABSTRACT- BIPA is a program that teaches Indonesian to foreigners as a foreign language. BIPA learning requires special methods that are appropriate to the language aspects and levels. Related to this, the need for an appropriate method in learning BIPA 4 theme of the national aspect of speaking public holidays. That is because the method influences the achievement or the end result of learning, so it needs the right method. The purpose of this study is to describe the effectiveness of the direct practice method, the effectiveness of the audiolingual method, and a more effective method of learning to retell about the national holiday verbally on students of BIPA 4 UNNES. The research design used was quasi experimental with nonequivalent control group design . The study was conducted using two experimental classes and each class was given a pre test and post test. The instrument in the research to be carried out by the researcher is an instrument in the form of a test that is an oral test and a non-test that is unstructured observation and documentation. The result of this study explain that the use of the direct practice method is more effective than the audiolingual method in learning to retell verbally about the Indonesian national holiday to BIPA 4 Learners UNNES. Keywords : speaking skills; direct practice methods; audiolingual method; BIPA learning.
Strategi Komunikasi Pembelajar BIPA Dalam Pengenalan Budaya Bugis Makassar Pada Pembelajaran BIPA Tingkat Dasar F, Fajriani
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 1, No 6 (2024): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10615645

Abstract

Indonesian for foreign speakers (BIPA) is Indonesian language instruction given to foreigners who want to learn Indonesian as a foreign language. The objectives of this research are, (1) Describe the nature of culture, (2) Describe the communication strategies of BIPA learners, and (3) Describe the results of communication strategies in teaching Bugis-Makassar culture in BIPA learning. The method used in this paper is descriptive qualitative. The results of the research show that the communication strategy in teaching Bugis-Makassar Culture in BIPA Learning is related to the human way of life. Therefore, this culture includes three forms which relate to what humans do, what they know or think, and what they make or use to fulfill their life needs.
ANALISIS KESALAHAN FONETIK ARTIKULATORIS PADA PELAFALAN PEMELAJAR BIPA KOREA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA DASAR Afina Naufalia; Nunung Sitaresmi; Rosita Rahma
Artikulasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran pelafalan adalah salah satu komponen penting yang harus dipelajari dalam pengembangan kemampuan berbahasa kedua. Jika diksi dan struktur kalimat sudah benar, tetapi dilafalkan dengan salah, maka maksud yang hendak diutarakan pada masyarakat awam tidak tersampaikan dengan baik. Apabila kesalahan tersebut tidak dibenarkan, maka pemelajar akan terbiasa dengan pelafalan yang salah. Berdasarkan hal tersebut, mesti ada sebuah perangkat pembelajaran yang membantu pemelajar untuk melatih kemampuan pelafalannya. Modul digital menjadi pilihan peneliti sebagai bahan ajar pelafalan BIPA. Untuk menyusun bahan ajar tersebut, ujaran pemelajar harus dianalisis terlebih dahulu untuk mengetahui jenis kesalahan apa yang sering dilakukan. Dengan pisau analisis fonetik artikulatorislah bunyi bahasa Indonesia yang dilafalkan pemelajar dapat diketahui letak kesalahannya dengan tepat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pelafalan pemelajar BIPA Korea dan hasil analisis kesalahan fonetik artikulatoris terhadap pelafalan tersebut, serta pemanfaatannya sebagai bahan ajar BIPA tingkat dasar. Penelitian ini dilakukan dalam bingkai metode kualitatif deskriptif dengan langkah analisis kesalahan dan fonetik artikulatoris sebagai pisau analisisnya. Sebagai temuan penelitian, peneliti berhasil menemukan kata-kata, khususnya fonem-fonem yang salah dilafalkan. Kesalahan tersebut dilihat dari jenis-jenis kesalahan yang ditemukan, yaitu perubahan bunyi sebanyak 245 kesalahan, yang terdiri atas fonem [s], [ə], [r], [f], dan [z], dan lainnya. Pertukaran bunyi sejumlah 5 kesalahan yakni fonem [r] dengan [l], dan lainnya. Penambahan bunyi sejumlah 73 kesalahan, yang terdiri atas fonem [ə] dan lainnya. Penghilangan bunyi sebanyak 76 kesalahan yang terdiri atas fonem [ĥ], [h], [r], dan lainnya. Hasil temuan tersebut kemudian disusun untuk pembuatan bahan ajar berbentuk modul digital. Modul digital yang diberi judul “Modul Pelafalan Bunyi Bahasa Indonesia untuk BIPA” ini memuat video-video yang mencontohkan kepada pemelajar cara mengartikulasikan bunyi bahasa yang benar seperti penutur asli bahasa Indonesia. Video tersebut beserta fasilitas lainnya dihubungkan dengan teknologi media QR Code, sehingga bisa diaplikasikan di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, modul digital ini sesuai digunakan pada masa modern dan suasana pandemi saat ini. Kata kunci: analisis kesalahan fonetik artikulatoris, modul digital, pelafalan, BIPA dasar. AbstractPronunciation learning is one of the important components in developing second language skills. If the diction and structure of sentences are correct, but they are pronounced incorrectly, the intention to be conveyed to the public in general may not be delivered properly. If such error is not justified, students may get accustomed to incorrect pronunciation. Hence, a learning tool that helps students to practice their pronunciation skills becomes necessary. The researcher was interested in developing a digital module as a pronunciation teaching material for BIPA lesson. To compile the materials, BIPA students' utterances were first analyzed to find out common types of pronunciation mistakes made. The purpose of this research is to describe the pronunciation skill of Korean students of BIPA, the results of the articulatory phonetic error analysis over the pronunciation, and its use as teaching materials for the basic level of BIPA. The research framework was descriptive qualitative with error analysis steps and articulatory phonetics as the analytical tool. Researchers managed to find words, especially phonemes, with mispronunciation. The errors were identified by the types of errors found, namely sound changes with as many as 245 errors, consisting of phonemes [s], [ə], [r], [f], and [z], and others; sound exchange with 5 errors, including phonemes [r] with [l], and others; addition of the sound with 73 errors, consisting of phonemes [ə] and others; and 76 sound omissions, consisting of phonemes [ĥ], [h], [r], and others. The findings were then compiled for to develop teaching materials in a digital module. The module, entitled " Modul Pelafalan Bunyi Bahasa Indonesia untuk BIPA (Indonesian Sound Pronunciation Module for BIPA lessons)", provides example videos for students about how to articulate the correct sounds of the language like native speakers of Indonesian language. Videos and other features in the module have QR Codes to provide easy access anywhere and anytime. Therefore, this digital module is suitable for use in modern times and this current pandemic atmosphere. Keywords: An analysis of articulatory phonetic errors, digital module, pronunciation, basic level of BIPA.
BIPA Learning Based on Ecolinguistics on the Listening and Speaking Skills of BIPA Students in Vietnam Aninditya Sri Nugraheni; Aninda Aji Siwi; Anjar Sulistiawati
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v5i2.1259

Abstract

Current environmental problems need to be a significant concern, but there has not been much research that integrates ecolinguistics in BIPA learning. This research aims to describe the implementation of ecolinguistic-based BIPA learning on listening and speaking skills for Vietnamese BIPA students. This research used a mixed-method research approach with a sequential exploratory strategy. The research was conducted in Vietnam with subjects of 26 BIPA students and BIPA program teachers. The research instruments used were observation sheets, interview guides, questionnaires, and documentation. Qualitative data is analyzed descriptively through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The validity of qualitative data is carried out using technical triangulation. Quantitative data was analyzed descriptively using the JASP 0.17.1.0 application. The research results show that ecolinguistic-based BIPA learning in Vietnam uses scientific strategies through traditional Indonesian food. The media used is flash cards. There is a positive correlation between the listening and speaking skills of BIPA students in Vietnam. Apart from the learning innovations that have been carried out, there is also a need for innovation in BIPA teaching materials based on pluricultural competencies so that BIPA students learn not only Indonesian but also Indonesian culture.

Page 4 of 118 | Total Record : 1176