Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL BAGI PEBELAJAR BIPA PEMULA DI UNDIKSHA Ni Made Candra Puspita Lestari .; Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd. .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjabarkan desain pengembangan media pembelajaran visual bagi pebelajar BIPA pemula, (2) menguji validitas hasil pengembangan media pembelajaran visual, dan (3) mengetahui respon pebelajar BIPA terhadap media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan (Research and Development), dan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa BIPA tingkat pemula di Undiksha. Objek penelitian adalah media pembelajaran flashcard. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode pencatatan dokumen, wawancara, dan angket. Untuk menganalisis data hasil penelitian, dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu, analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) desain pengembangan media pembelajaran flashcard sesuai dengan prosedur dan prinsip-prinsip media pembelajaran dan telah dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. (2) Hasil uji validitas ahli media pembelajaran menunjukkan bahwa media pembelajaran flashcard layak untuk dikembangkan dan digunakan dalam pembelajaran BIPA. (3) Respon peserta didik BIPA di Undiksha terhadap media pembelajaran flashcard mendapat kategori respon positif dengan rata-rata persentase 85,65%.Kata Kunci : BIPA, Media Pembelajaran Visual, Flashcard This research aims to (1) explain the design of visual learning media development for BIPA learners, (2) examine the validity of visual learning media development result, and (3) investigate the BIPA learners’ reponses toward the learning media. This research used Research and Development design, and ADDIE model. The subject of this research was BIPA learners in the beginner level of UNDIKSHA. The object was learning media in form of flashcard. The method used to collect data was documentation, interview, and questionnaire. In analyzing the data, the researcher used descriptive quantitative and descriptive qualitative method. The result of this research shows that (1) the design of flashcard learning media development is in line with the procedures and basic of learning media, and developed by following ADDIE model. (2) The result of expert judgments shows that the flashcard learning media is proper to be developed and used in BIPA learning. (3) The UNDIKSHA BIPA learners’ responses toward the learning media shows positive responses with average percentage 85.65%.keyword : BIPA, Visual Learning Media, Flashcard
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL BAGI PEBELAJAR BIPA PEMULA DI UNDIKSHA Ni Made Candra Puspita Lestari; I Made Sutama; I Dewa Gede Budi Utama
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjabarkan desain pengembangan media pembelajaran visual bagi pebelajar BIPA pemula, (2) menguji validitas hasil pengembangan media pembelajaran visual, dan (3) mengetahui respon pebelajar BIPA terhadap media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan  (Research and Development), dan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa BIPA tingkat pemula di Undiksha. Objek penelitian adalah media pembelajaran flashcard. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode pencatatan dokumen, wawancara, dan angket. Untuk menganalisis data hasil penelitian, dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu, analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) desain pengembangan media pembelajaran flashcard sesuai dengan prosedur dan prinsip-prinsip media pembelajaran dan telah dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. (2) Hasil uji validitas ahli media pembelajaran menunjukkan bahwa media pembelajaran flashcard layak untuk dikembangkan dan digunakan dalam pembelajaran BIPA. (3) Respon peserta didik BIPA di Undiksha terhadap media pembelajaran flashcard mendapat kategori respon positif dengan rata-rata persentase 85,65%.
PENGEMBANGAN SILABUS PENGAJARAN BIPA BERBASIS TEKS Elva Riezky Maharany
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i1.25987

Abstract

Pengajaran BIPA semakin berkembang, hal tersebut tampak salah satunya dari peningkatan jumlah peserta Darmasiswa RI yang mencapai 679 dari 94 negara. Salah satu negara yang memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap pengajaran BIPA adalah Thailand. Akan tetapi, berdasarkan analisis kebutuhan, pengajaran BIPA Thailand kurang ideal dikarenakan tidak adanya materi dan media yang cocok dengan kebutuhan pebelajar dan belum ada pendekatan khusus yang digunakan. Pengajaran BIPA hanya didasarkan pada kebutuhan pebelajar yang akan tinggal di Indonesia tanpa menggunakan pendekatan khusus. Hal tersebut menjadi dasar artikel ini untuk memilih pendekatan berbasis teks dalam pengajaran BIPA. Metode yang digunakan di sini adalah penelitian pengembangan dengan fokus pada dua hal yaitu (1) hal-hal yang harus diperhatikan pada persiapan awal pengajaran BIPA dan (2) gambaran umum tahapan kegiatan pengajaran BIPA yang tercermin pada pemanfaatan pendekatan berbasis teks dalam silabus. Saran juga diberikan pada artikel ini
PENGEMBANGAN FILM SERI ANIMASI 3D “CERITA MADE” SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIPA DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Made Widiatmika .; I Gede Mahendra Darmawiguna, S.Kom., M.S .; I Made Putrama, S.T., M.Tech .
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v8i1.16982

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk merancang dan mengimplementasikan Film Seri Animasi 3D “Cerita Made” sebagai Media Pembelajaran BIPA di Universitas Pendidikan Ganesha. (2) Untuk mengetahui respon guru dan peserta didik BIPA terhadap Film Seri Animasi 3D “Cerita Made” sebagai Media Pembelajaran BIPA di Universitas Pendidikan Ganesha. Pengembangan Film Seri Animasi 3D “Cerita Made” sebagai Media Pembelajaran BIPA di Universitas Pendidikan Ganesha ini menggunakan model ADDIE. Model ADDIE merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data yang dikumpulkan yaitu data respon peserta didik BIPA UNDIKSHA terhadap pengembangan Film Seri Animasi 3D “Cerita Made” sebagai Media Pembelajaran BIPA di Universitas Pendidikan Ganesha dengan menggunakan angket. Hasil penelitian ini adalah Film Animasi 3D berupa DVD yang menggunakan Bahasa Indonesia dengan subtitle dalam Bahasa Inggris. Film yang dihasilkan sudah sesuai dengan materi yang tertera pada modul pembelajaran BIPA Pemula serta silabus yang digunakan oleh BIPA UNDIKSHA. Respon peserta didik BIPA terhadap Film Seri Animasi 3D “Cerita Made” sebagai Media Pembelajaran BIPA di Universitas Pendidikan Ganesha masuk dalam rentangan sangat baik. Kata Kunci : Film Animasi, ADDIE, BIPA, Blender, Animasi 3D. The purpose of this study is: (1) to design and implement the 3D Animation Series "Cerita Made" Film as BIPA Learning Media at the Ganesha University of Education. (2) To find out the response of teachers and students of BIPA to the 3D Animation Series "Cerita Made" Film as BIPA Learning Media at the Ganesha University of Education. Development of the 3D Animation Series "Cerita Made" Film as a BIPA Learning Media at Ganesha University of Education using the ADDIE model. ADDIE model stands for Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The data collected is the response data of BIPA UNDIKSHA students to the development of the 3D Animation Series " Cerita Made " Film as BIPA Learning Media at the Education University of Ganesha using a questionnaire. The results of this study are 3D Animation Film in the form of DVDs that use Indonesian with subtitles in English. The film produced is in accordance with the material stated in the Beginner's BIPA learning module and the syllabus used by BIPA UNDIKSHA. The response of BIPA students to the 3D Animation Series "Cerita Made" Film as BIPA Learning Media at the University of Education Ganesha categorized a very good range. keyword : Film, ADDIE, Indonesian for Foreign, Blender, 3D Animation.
Bentuk-bentuk Kebahasaan Melayu Pattani dalam Praktik Pidato BIPA dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Rani Setiawaty
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2019): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.845 KB) | DOI: 10.22437/pena.v9i1.6865

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk (a) mendeskripsikan bentuk-bentuk kebahasaan Melayu Pattani dalam praktik pidato bahasa Indonesia bagi mahasiswa penutur asing; (b) mendeskripsikan pengaruh munculnya bentuk kebahasaan Melayu Pattani dalam praktik pidato bahasa Indonesia bagi mahasiswa penutur asing; (c) mendeskripsikan pemanfaatan temuan sebagai penambah bahan ajar. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana yang mengandung kebahasaan Melayu Pattani dalam pidato mahasiswa penutur bahasa asing. Sumber data penelitian ini ialah teks pidato mahasiswa yang berasal dari Thailand yang menuntut ilmu di program studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknik analisis data meggunakan metode padan dan agih. Metode padan yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik dasar yaitu teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Metode agih berupa berupa teknik perluasan dan baca markah. Hasil penelitian disimpulkan pertama, terdapat bentuk-bentuk kebahasaan Melayu Pattani dalam praktik pidato bahasa Indonesia mahasiswa penutur bahasa asing mencakup bidang fonologi, morfologi, sintaksis, dan sosiolinguistik. Kedua, pengaruh munculnya bentuk kebahasaan Melayu Pattani terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi bentuk kesalahan berbahasa itu sendiri, sedangkan faktor eksternal meliputi pengaruh latar belakang pendidikan bahasa. Bahasa Thai sebagai bahasa ibu, bahasa melayu sebagai bahasa kedua, dan bahasa Indonesia sebagai bahasa ketiga. Ketiga, hasil temuan dapat dimanfaatkan sebagai penambah bahan ajar bahasa Indonesia kelas XI kompetensi dasar 3.16 dan 4.16. Kata Kunci: bentuk kebahasaan, pidato, mahasiswa, penutur asing Abstract The purpose of this study is to (a) describe Pattani's Malay language forms in the practice of Indonesian speech for foreign speaking students; (b) describe the influence of the emergence of Pattani's Malay language form in the practice of Indonesian speech for foreign speaking students; (c) describe the use of findings as enhancers to teaching materials. The data in this study are words, phrases, clauses, sentences, and discourses that contain Pattani Malay language in the speech of foreign language speakers. The data source of this research is the speech of students from Thailand who are studying in the Indonesian Education Masters program, Muhammadiyah University Surakarta. The data collection technique uses the technique to see and note. The data analysis technique uses the equivalent and fixed method. The equivalent method used in this study is a basic technique, namely the Determination of Determination Element (PUP) technique. The method is in the form of extension techniques and reading markers. The results of the study concluded first, there are Pattani Malay language forms in the practice of Indonesian speech foreign language speakers students cover the fields of phonology, morphology, syntax, and sociolinguistics. Second, the influence of the emergence of Pattani's Malay language form consisted of internal and external factors. Internal factors include the form of language errors themselves, while external factors include the influence of language education background. Thai as a mother tongue, Malay as a second language, and Indonesian as a third language. Third, the findings can be used as enhancers to Indonesian language teaching materials for class XI basic competencies 3.16 and 4.16. Keywords: linguistic forms, speeches, students, foreign speakers
KESALAHAN LOGIKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PEMELAJAR JEPANG BIPA TINGKAT A1 Faridah Suciyatmi
BASA Journal of Language & Literature Vol 2, No 1 (2022): Bulan 04 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/basa.v2i1.15063

Abstract

 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan tataran sintaksis pada karangan siswa kelas VII SMP PGRI 1 Kediri dalam penggunaan kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengkajian pada penelitian ini dilakukan secara mendalam dan terperinci untuk memperoleh suatu deskripsi yang jelas terhadap kesalahan penggunaan kalimat dalam tataran sintaksis pada penulisan karangan siswa. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui teknik membaca, mencatat, dan mewawancarai guru serta siswa. Prosedur pengumpulan data terdiri dari tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Teknik analisis data meliputi identifikasi, kategorisasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan penulisan pada struktur kalimat yang meliputi empat aspek. Berdasarkan hasil temuan tersebut, membuktikan bahwa faktor penyebab kesalahan berbahasa pada karangan siswa karena kurang memerhatikan penggunaan tata bahasa dalam menulis, minimnya kosakata yang dimiliki siswa, dan guru kurang memerhatikan dan memberikan latihan menulis kalimat.Kata Kunci: kesalahan berbahasa, tataran sintaksis, penulisan karangan siswa
POLA PENGGUNAAN BAHASA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MAHASISWA ASING (BIPA) Eva Ardiana Indrariani
Jurnal Bahasa Lingua Scientia Vol 8 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ls.2016.8.2.161-178

Abstract

Indonesian studies for foreign speakers is still a new feld. Verbal behavior between lecturers and foreign students in this study approached with sosiopragmatik theory. The data collection is done by: participatory observation; structured interviews; and in-depth interviews. In the data collection tools used in audio recorder, a camera, and stationery. Analyzed using qualitative analysis with the methods of analysis: descriptive and categorical, then, theoretically interpret this categorization. In this study found six languages, beside Indonesian langiage used in learning interactions: English, French, Arabic, Chinese, Myanmar, and Java. English is used to help better understand Indonesian foreign students (disclosure purposes). French is used for setting the example. Arabic and Myanmar used to frequently asked questions concept. Chinese used to explain one of the vibrant Chinese culture in Indonesia. Java language is used to explain the meaning of the word / name from the Javanese and to express emotions. In quantitative terms, the use of the English language is more prominent than the use of another language. It is mainly found in the verbal behavior Lecturer and Lecturer Two Three.
Pemerolehan Bahasa Kedua dan Pengajaran Bahasa dalam Pembelajaran BIPA Tisa Maharani; Endang Setiyo Astuti
Jurnal Bahasa Lingua Scientia Vol 10 No 1 (2018)
Publisher : Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ls.2018.10.1.121-142

Abstract

This study attempts to expose the common structural errors of second language acquisition in bahasa Indonesia for foreign speakers (BIPA) learning at the beginner level and also to expose the implications of the errors for learning. This research utilizes descriptive qualitative method by describing in depth the findings in data analysis. This qualitative research focuses on the analysis of sentence structure, clauses, phrases, and also morphological structures. By doing so, it is expected that typical errors can be identified. Furthermore, this research is expected to help teachers to become more aware of these errors since by identifying the most problematic errors, teachers are able to relate fundamental concepts of sentences as well as those related to their own understanding of linguistics concepts, language and BIPA teaching, and also learners' understanding as the part of learning.
IMPLEMENTASI KURIKULUM BIPA (BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING) BERBASIS CULTURAL ISLAMIC STUDIES (INTERGRATED CURRICULUM) DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Elen Inderasari; Wahyu Oktavia
Jurnal Bahasa Lingua Scientia Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ls.2019.11.1.127-144

Abstract

Kurikulum merupakan susunan dan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan, dalam rangka upaya pencapaian tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) berbasis cultural islamic studies (intergrated curriculum) di perguruan tinggi islam. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi yang digunakan terkait secara langsung maupun tidak langsung terhadap pengembangan kurikulum di pembelajaran BIPA IAIN Surakarta dengan mengambil sampel penyusun kurikulum BIPA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi yang berupa triangulasi sumber, metode dan teknik. Pada tahap analisis data peneliti menggunakan model analisis reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verivikasi terhadap penelitian yang dilakukan. Hasil analisis dalam penelitian menunjukkan adanya (a) model dalam kurikulum berbasis cultural islamic studies (integrated curicculum) dalam pengajaran kurikulum BIPA di perguruan tinggi islam, (b) implementasi dalam kurikulum BIPA berbasis cultural islamic stuides (integrated curicculum) di perguruan tinggi Islam. (c) keunggulan dan kelemahan dalam kurikulum BIPA berbasis cultural islamic studies (integrated curicculum) di perguruan tinggi Islam.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TULIS PEBELAJAR BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING (BIPA) DI SANGGAR KAMPUNG INDONESIA TULUNGAGUNG Mohamad Jazeri
Jurnal Bahasa Lingua Scientia Vol 5 No 1 (2013)
Publisher : Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ls.2013.5.1.1-10

Abstract

This research is intended to describe the errors in writing text in Bahasa Indonesia made by BIPA (Bahasa Indonesia for Foreign Speakers) learners in Kampung Indonesia Tulungagung which encompass (1) phonological, morphological, syntactical, and semantical errors and (2) the factors causing those errors made by the learners of BIPA.. The data are the learners’ writing in their diary and the final task after the teaching process. Those writing is then analyzed based the linguistic taxonomy which includes the errors in phonology, morphology, syntax, and semantics. The data analysis technique used is flow analysis model. The steps of analysis are (1) collecting data, (3) identifying the errors, (4) grading the errors, (5) analyzing the errors, (6) correcting the errors, and (7) discussing the errors. The findings of this research shows that (a) the language errors in phonology is 43.2%, (b) the language errors in morphology is 25.4%, (c) the language errors in syntax is 24.1%, (d) the language errors in semantic is 7.3%.Those language errors are caused by two factors: the internal and external factors. The internal factors include (a) low motivation, (b) different potential, (c) interference, and (d) the closeness of language group or family. The external factors include (a) incomplete teaching and learning process, and (b) the short period of teaching process.

Page 42 of 118 | Total Record : 1176