Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Pelatihan bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) di fakultas Liberal Arts, Universitas Maejo, Thailand Endang Wiyanti; Heppy Atmapratiwi; Ira Mayasari
Presisi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2023): Reguler Issue
Publisher : Lancar Media Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Indonesian Language Training for Basic Level Foreign Speakers was attended by Thai residents, which was coordinated by the Faculty of Liberal Arts, Maejo University, Thailand. The purpose of this activity is for BIPA participants from Thailand to know and understand Indonesian. This activity teaches Indonesian from the basics to the participants. BIPA teaching cannot be separated from four aspects of language skills, namely listening, speaking, reading, and writing skills. This activity is intended for participants from Thailand who have different backgrounds. Most of the participants have never received BIPA training. The positive effect of this activity is that BIPA participants can understand and master Indonesian from a basic level which can be applied when visiting Indonesia. In addition, the BIPA participants were also taught the culture in Indonesia so that they would be more familiar with the culture and traditions that exist in Indonesia. Keywords: BIPA, Thailand.
Implementasi Pendekatan Berbasis Genre pada Pembelajaran BIPA Daring Fauzi, Fakhri; Kartika-Ningsih, Harni
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v10i1.31449

Abstract

Genre-based Approach (GBA) is a teaching method that has long been implemented in the English learning context as well as other foreign language learning contexts. In this study, we examined the application of GBA in an online BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing or Indonesian for Foreign Language Speakers) class by observing the classroom interaction patterns. The objective of this research is twofold. It is to investigate the extent to which the genre-based approach is applied and to discover the application of genre-based stages Building Knowledge of Field and Modelling in one online BIPA class. This study employed a qualitative discourse analytic method, specifically classroom discourse analysis following pedagogic register framework from systemic functional linguistics. The data were collected from the recordings of online BIPA class in two sessions, focusing on the stage of Building Knowledge of the Field and Modelling. The results indicate a variety of learning activities and a tendency of classifying a language skill to a specific stage from the GBA. These variations of activities and the classification of language skills suggest that there is a modification of the stage of genre-based approach in online BIPA class which is distinctive to that of other offline implementations.
REPRESENTASI BUDAYA BATIK DALAM FILM SEKAR KARYA KAMILA ANDINI SERTA IMPLIKASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA Retnoningtyas, Kenroro Arditie Dyah; Aulia, Hanindya Restu; Assomah, Daniel B.
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i3.8005

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan identifikasi representasi budaya batik dalam film “Sekar”. Budaya yang ada pada film akan dianalisis alat dan bahan, proses pembuatan, dan motif batiknya. Hasil dari analisis tersebut akan diimplikasikan sebagai alternatif bahan ajar BIPA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya adalah film “Sekar” karya Kamila Andini berdurasi 7 menit 51 detik. Sumber data penelitian ini berupa scene dan dialog pada film. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik content analysis. Berdasarkan hasil dan pembahasan, ditemukan bahwa representasi budaya batik dalam film “Sekar” yakni, a) alat dan bahan membatik meliputi canting, kain mori, gawangan, dan lilin/malam, b) Pembuatan batik dalam film tersebut meliputi: nyanting, mopok, nyolet, nyelup, nglorod, dan njemur, dan c) motif-motif batik, seperti motif parang, sekar jagad, dan kawung. Materi ajar ini dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar BIPA atau sebagai pengayaan.
Representation of Traditional Culinary of Central Java in The Explainer Video of The Youtube Account of The Central Java Language Centre As An Alternative Teaching Material For BIPA Firdia Rias Tiyaningsih, Fatma; Restu Aulia, Hanindya
International Proceedings of Nusantara Raya Vol. 2 (2023): Nowadays: Indonesia and South Korea in Literarture and Culture
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the representation of traditional Central Java culinary in the explainer video of the Central Java Language Center youtube account and describe the utilisation of the analysis results as an alternative BIPA teaching material. The research method used is descriptive qualitative. This research uses data collection techniques, namely listening and recording techniques. The data were analysed using Miles and Huberman's interactive analysis technique. The results of the study are the benefits of traditional Central Java culinary in the explainer video of the Central Java Language Centre youtube account as a result of analysis as an alternative BIPA teaching material. Culinary includes an identity symbol of one of Indonesia's cultural heritages that needs to be preserved.
INTERACTIVE METADISCOURSE FEATURES USED BY TEACHERS IN BIPA ONLINE CLASSES Shanty Duwila; Ari Astutik; Iska Agnesya Fereralda; Artika Wulandari
Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ljbs.v8i1.5819

Abstract

Language features used by BIPA teachers become one of essential parts during online teaching process. This study incorporated interactive metadiscourse (IMD) proposed by Hyland (2005). It was aimed at describing the functions of the categories and understanding the ways teachers employing IMD markers in BIPA digital classes. The data sources were 4 online BIPA learning videos. Aside from employing a qualitative-descriptive method, this study also used documentation technique and content analysis for collecting and analyzing the data through the process of transcribing the video, coding the data, inputting the data in AntCont 3.4.3, selecting the target words, calculating the occurrences and average, interpreting the data, and drawing conclusion. The results of this study revealed that BIPA teachers incorporated all five categories of IMD markers. The most common IMD markers used are: ok, nah, jadi, lihat, coba, dan karena, kalau,and misalnya. The discourse markers mostly assisted the BIPA teachers to direct students, to point on the slides, to shift from one topic to another, and to express agreements.  The findings of this research are expected to give benefits theoretically for scholars and practically for BIPA teachers in conducting online learning.
Budaya Jepang pada Tuturan Implikatur Percakapan Pembelajar BIPA Jepang Tingkat Dasar: Kajian Pragmatik Lintas Budaya Afina Naufalia; Nani Darmayanti; Nani Sunarni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2810

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Pragmatik yang fokus pada kajian Pragmatik Lintas Budaya, yakni mengkaji komunikasi yang dilakukan oleh budaya yang berbeda pada lingkungan yang berbeda. Adapun yang dikaji adalah implikatur percakapan yang dituturkan oleh pembelajar BIPA asal Jepang tingkat dasar ketika berbicara bahasa Indonesia saat proses pembelajaran berlangsung. Melalui implikatur percakapan yang dituturkan pembelajar Jepang, akan tampak ciri khas budaya Jepang ketika pembelajar menyampaikan maksud yang ingin mereka sampaikan secara tersirat, sehingga akan muncul keunikan budaya dalam peristiwa tutur. Itulah keunikan dan keterbaruan penelitian ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud implikatur percakapan yang dituturkan oleh pembelajar BIPA asal Jepang tingkat dasar di Universitas Padjadjaran. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah pembelajar BIPA asal Jepang berjumlah dua orang yang tergabung dalam program pembelajaran BIPA di Pusat Bahasa Unpad, Dipatiukur. Data dikumpulkan dengan teknik rekam, simak, catat, kemudian ditranskripsi. Selanjutnya, data dianalisis dengan menganalisis tuturan yang mengabaikan prinsip kerja sama pada dialog. Dari hasil analisis terhadap implikatur, kemudian dijelaskan budaya yang terkandung dalam implikatur tersebut. Secara singkat, hasil analisis mendeskripsikan bahwa pembelajar Jepang melakukan implikatur sebanyak lima kali, di antaranya implikatur memberikan informasi, menyindir, menolak, dan mengakui. Dari implikatur yang dituturkan oleh pembelajar Jepang, dapat disimpulkan bahwa budaya Jepang adalah memiliki budaya yang bebas, taat aturan, suka berbasa-basi, dan sangat sopan (menjaga privasi). Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembelajaran BIPA, khususnya bagi pengajar untuk menyiapkan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan latar belakang budaya pembelajar BIPA.
Menyibak Sistem Fonetik Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab serta Implikasinya dalam Pembelajaran BIPA Salis Hilda Yoviyani; Yeti Mulyati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2838

Abstract

Realizing Indonesian as an international language can be done by teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA), but in the BIPA learning process we often face problems, especially in terms of phonology. Arabic speakers often find it difficult to pronounce sounds in Indonesian. Therefore, this research was conducted to analyze the differences and similarities between the pronunciations of the two languages using a qualitative descriptive approach and a contrastive analysis. In the results of the study, several similarities and differences were found between the pronunciation of Indonesian and Arabic. With similarities, it will make it easier for Arabic learners to learn Indonesian sounds. However, the existence of differences will also cause learning difficulties and require more attention to some aspects. Therefore, the results of this study can assist BIPA teachers in determining teaching materials, learning models, teaching units, and syllabus that are right on target through consideration of contrastive analysis.
Cerita Rakyat Asia Tenggara:Kajian Komparatif Sebagai Alternatif Bahan Ajar BIPA Nanda Gultom; Yeti Mulyati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2937

Abstract

Bahan ajar dengan materi sastra merupakan hal krusial dalam pembelajaran BIPA. Salah satu materi sastra dalam BIPA adalah sastra lisan atau lebih khusus cerita rakyat. Cerita rakyat mengandung unsur budaya dari komunitas pemilik cerita tersebut. Cerita rakyat tidak menutup kemungkinan akan memiliki cerita yang sama dengan daerah lainnya, karena pada hakikatnya cerita rakyat disampaikan secara lisan. Berkaitan dengan itu dalam penelitian ini dianalisis beberapa cerita rakyat dari berbagai negara di Asia Tenggara dengan kajian komparatif atau sastra bandingan. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan yang menjadikan sastra sebagai salah satu topik pembelajaran bagi BIPA, maka hasil perbandingan unsur instrinsi dan budaya dalam cerita rakyat ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk pengembangan bahan ajar bagi pemelajar BIPA. Perbandingan cerita rakyat ini dapat menjadi salah satu kajian lintas budaya. Penelitian ini menganalisis cerita rakyat Malin Kundang dari Indonesia, Pulau Jelapi dari Thailand, Sitanggang dari Malaysia dan Nakhoda Manis dari Brunei Darussalam. Berdasarkan hasil analisis terdapat kemiripan diantara keempat cerita dari segi unsur intrinsik dan budaya.
Constraints of Cultural Transfer in Teaching Indonesian Language as a Foreign Language (BIPA) Lina Herlina
The Eastasouth Journal of Learning and Educations Vol. 1 No. 01 (2023): The Eastasouth Journal of Learning and Educations (ESLE)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe and explain what obstacles are encountered in cultural transfer in teaching Indonesian Language as a Foreign Language (BIPA). This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The results show that the barriers to cultural transfer in teaching BIPA include a) cross-culture, b) the use of bilingualism by Indonesians, c) the limited ability of foreign students to speak Indonesian at the elementary level, d) the tempo of Indonesian people's speech, e) limited knowledge of the teachers about culture, f) the limitations of cultural integration in learning, g) there is no demand for a special evaluation of cultural understanding, and h) the lack of foreign students’ motivation.
PEMAKAIAN KATA KERJA DALAM TULISAN DESKRIPTIF PEMELAJAR BIPA JEPANG : ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA Faridah Suciyatmi; Akhmad Tabrani; Ari Ambarwati
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pembelajaran bahasa mencakup empat aspek keterampilan yaitu (1) menyimak, (2) berbicara, (3) membaca, dan (4) menulis. Dalam penyusunan kata untuk membentuk kalimat, diperlukan kemampuan untuk menempatkan kata agar kalimat menjadi efektif. Kalimat yang efektif. Namun perbedaan bahasa pada bahasa Jepang dan bahasa Indonesia, membuat pemelajar BIPA dari Jepang tingkat madya sering melakukan kesalahan dalam penulisan, terutama dalam pemakaian kata kerja dalam teks deskriptif. Kesalahan yang sering terjadi yaitu berupa kesalahan bunyi, kesalahan bentuk dan kesalahan pilihan kata. Pada penelitian kali ini peneliti memakai pendekatan kualitatif serta memakai metode penelitian deskriptif. Data berupa kalimat-kalimat teks hasil tugas menulis deskriptif. Sumber data adalah pemelajar BIPA dari Jepang tingkat Madya. Dari penelitian yang telah dilakukan terdapat sebanyak 31 kesalahan yang diantaranya adalah kesalahaan bunyi penghilangan (omission), kesalahaan penambahan (addition), kesalahaan formasi (misformation) dan kesalahaan susun (misordering). Selain itu juga ditemukan kesalahan bentuk dan kesalahan pemakaian kata (Logical Fallacy). Kesalahan bunyi tersebut yaitu pada /mengcampur/, /mengcari/, /bawah/, /tumpa/, /melamar/ dan /menyikmati/. Selain itu terdapat 17 kesalahan bentuk yang pemakaian imbuhan pada kata kerja, yang mengakibatkan perubahan turunan verba. Diantaranya adalah perubahan dari verba bebas menjadi verba terikat, dan perubahan dari verba menjadi nomina. Kesalahan tersebut adalah /ketakutan/, /tertarik/, /tersebar/, /terkandung/, terasa/, bersihkanlah/, /terkena/, /termuncul/, /menular/, /perhatikan/, /dikenal/, /berkunjung/, /mengherankan/, /makan/, /bermain/. dan /dipakai/. Kesalahan pemakaian logika juga ditemukan sebanyak 7 kesalahan. Kesalahan tersebut termasuk dalam kesalahan logical fallacy. Antara lain adalah /antre/, /punya/, /kenalkan/, /mengalami/, /pengadaan/, /membagikan/ dan /memberati/.Kata kunci: kesalahan berbahasa, Kata Kerja, Teks Deskriptif, BIPA Jepang.

Page 59 of 118 | Total Record : 1176