Filter By Year

1945 2024


Found 1,305 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

KEAMANAN SIBER DALAM PICTURE ARCHIVING COMMUNICATION SYSTEM (PACS) PADA SISTEM INFORMASI RADIOLOGI Kus Endah Aryati; Sri Sugiarti
Health Care Media Vol 8 No 2 (2024): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.254

Abstract

Picture Archiving Communication System (PACS) merupakan sistem penting dalam sistem informasi radiologi yang menyimpan dan mengelola gambar medis digital. Keamanan siber PACS menjadi krusial karena menyimpan data sensitif pasien dan rentan terhadap serangan siber. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang cybersecurity dalam PACS pada sistem informasi radiologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, artikel, dan situs web terpercaya. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa terdapat berbagai ancaman siber yang dapat menyerang PACS, seperti malware, ransomware, dan serangan phishing. Dampak dari serangan siber pada PACS dapat mengakibatkan kebocoran data pasien, gangguan layanan, dan kerusakan data. Pembahasan dalam karya tulis ini meliputi: Definisi dan arsitektur PACS Ancaman siber yang dihadapi PACS, dampak serangan siber pada PACS, upaya pencegahan dan penanggulangan serangan siber pada PACS. Cybersecurity dalam PACS merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan untuk melindungi data pasien dan menjaga kelancaran layanan radiologi. Penerapan kontrol keamanan yang memadai dan edukasi pengguna yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan PACS.
Perancangan dan Pengembangan Aplikasi Deteksi Anomali pada Jaringan Internet Gedung Disaster Recovery Center Badan Diklat Kejaksaan RI dengan Implementasi Sistem Manajemen Informasi dan Keamanan (SIEM) Berbasis Web Issenoro; Trisnawati, Herlina; Tarigan, Sakius Octavianus; Faizah, Novianti Madhona; Veranita
Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jikti.v2i1.1341

Abstract

This research develops an anomaly detection application for the internet network of the Disaster Recovery Center (DRC) building at the Training Agency of the Indonesian Prosecutor's Office (Badan Diklat Kejaksaan RI), implemented with Security Information and Event Management (SIEM) using the Python programming language. The resulting application aims to assist network administrators at the DRC in monitoring network communication flows and detecting potential threats to the system. The approach involves developing an application that enhances network security through anomaly detection and monitoring devices to protect the network. SIEM technology is used to collect and analyze log data from the network, applications, and hardware. This technology allows for the large-scale collection of log data and the analysis of events from multiple sources. With the implementation of this system, the DRC Kejaksaan RI is expected to gain the ability to monitor internet network traffic and the security devices applied, as well as evaluate the effectiveness of SIEM in protecting information assets. The focus of this research is on improving network security, collecting logs and events related to network traffic, and developing a dashboard application to display monitoring results. The system aims to detect harmful anomalies and provide up-to-date information regarding network conditions, thus facilitating network administrators in performing monitoring tasks and reporting findings to leadership.
Analisis Keamanan Sistem Informasi Menggunakan Metode Vulnerability Assesment pada Aplikasi Web Karangasem.go.id I Made Adi Surya Permana; I Gede Putu Krisna Juliharta; I Gede Juliana Eka Putra
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 April 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i2.14561

Abstract

Keamanan sistem informasi menjadi aspek krusial dalam era digital saat ini, terutama untuk aplikasi web yang sering menjadi target serangan siber.  Pemerintahan Kabupaten Karangasem sebagai studi kasus memiliki kebutuhan mendesak untuk memastikan keamanan aplikasi webnya, terutama melalui evaluasi sistematis menggunakan metode Vulnerability Assessment. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamanan sistem informasi pada Website Pemerintahan Kabupaten Karangasem dengan menggunakan metode Vulnerability Assessment.  Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam mengidentifikasi potensi celah keamanan secara proaktif. Dari implementasi metode Vulnerability Assessment, ditemukan berbagai potensi celah keamanan pada Website Pemerintahan Kabupaten Karangasem. Temuan ini memberikan wawasan mendalam terkait kelemahan sistem yang memungkinkan peningkatan tindakan pencegahan dan perlindungan keamanan informasi.  Celah-celah tersebut bervariasi, mulai dari kerentanan teknis pada perangkat lunak hingga potensi masalah konfigurasi server.  Beberapa contohnya meliputi cross-site scripting (XSS), SQL injection, dan path traversal.  Selain itu,  kelemahan pada mekanisme otentikasi dan otorisasi juga teridentifikasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi Pemerintahan Kabupaten Karangasem untuk meningkatkan keamanan sistem informasi pada aplikasi web mereka. Langkah-langkah perbaikan dan peningkatan keamanan dapat diimplementasikan untuk melindungi data dan informasi yang sangat bernilai.  Rekomendasi perbaikan difokuskan pada penambalan kerentanan yang ditemukan,  penguatan mekanisme autentikasi dan otorisasi,  serta implementasi firewall dan sistem deteksi intrusi.  Pelatihan keamanan siber bagi staf pengelola website juga menjadi bagian penting dari rekomendasi. Melalui metode Vulnerability Assessment, penelitian ini menyajikan pemahaman yang mendalam tentang keamanan sistem informasi pada Website Pemerintahan Kabupaten Karangasem. Dengan memahami celah keamanan yang ada, diharapkan dapat diterapkan tindakan preventif yang efektif untuk menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan informasi.  Penelitian ini juga menyoroti pentingnya melakukan Vulnerability Assessment secara berkala sebagai bagian dari strategi keamanan informasi yang komprehensif.  Dengan demikian,  Pemerintahan Kabupaten Karangasem dapat meningkatkan ketahanan sistem informasinya terhadap serangan siber yang semakin canggih.  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah lain dalam upaya meningkatkan keamanan sistem informasi mereka.
Evaluasi Kapabilitas Layanan Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 5 Process Assessment Model (DSS05) Muhammad Fariz Arizali Effendi; Andi Reza Perdanakusuma; Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/gzxt9588

Abstract

DISKOMINFO Kota Malang merupakan instansi penyelenggara keperluan berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi. Aktivitas pengelolaan keamanan TI di DISKOMINFO Kota Malang dilakukan oleh Bidang APTIKA. Pemanfaatan fungsi TI didasari dengan prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan. Seiring kemajuan teknologi, dibutuhkan kewaspadaan dalam pengelolaan keamanan TI agar kegiatan operasional berjalan dengan baik, mencegah ancaman potensial keamanan, dan meningkatkan efisiensi kinerja. Karena alasan tersebut, perlu dilakukan pengukuran kualitas pengelolaan keamanan TI untuk memastikan teknologi informasi yang diterapkan aman dan sesuai strategi instansi. Pengukuran kapabilitas keamanan TI di DISKOMINFO Kota Malang dilakukan dengan membandingkan kondisi pengelolaan keamanan TI yang telah dicapai dengan kondisi yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan panduan COBIT 5 berfokus pada proses DSS05 (Manage Security Services). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, penggunaan instrumen lembar penilaian COBIT 5, lembar checklist, dan wawancara langsung. Berdasarkan hasil penelitian, hasil proses DSS05 (Manage Security Services) mencapai level 0 (Incomplete Process). DISKOMINFO Kota Malang mengharapkan proses DSS05 (Manage Security Services) dapat mencapai level 2 (Managed Process). Sehingga didapatkan kesenjangan sebesar dua level. Kemudian, didapati sebanyak 15 rekomendasi dan roadmap perbaikan kepada DISKOMINFO Kota Malang untuk mencapai target level yang diinginkan. Kata Kunci: evaluasi, keamanan, COBIT 5, kapabilitas, DSS05
Analisis Risiko Keamanan Sistem Informasi DP3AK Provinsi Jawa Timur menggunakan Metode Octave dan FMEA Dianita Puspitasari; Eristya Maya Safitri; Aidah Maryam Barmin; Imamah Nur Fadlilah
JOINS (Journal of Information System) Vol 9 No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/joins.v9i2.8455

Abstract

Teknologi yang semakin cepat berkembang banyak dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan untuk mempermudah dalam menjalankan aktivitas dalam perusahaannya. Salah satunya yaitu perusahaan pemerintah, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menjalankan berbagai aktivitas penting. Namun dibalik kemudahan dalam pemanfaatan teknologi, terdapat risiko yang harus dihadapi oleh DP3AK dalam menerapkan teknologi. Salah satunya yaitu berupa ancaman terhadap keamanan sistem informasi, dimana keamanan SI DP3AK ini mempunyai peranan yang sangat krusial dalam melindungi informasi yang sensitif dan penting. Maka dari itu penting bagi DP3AK untuk memahami risiko yang dihadapinya serta bagaimana cara menangani risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan metode OCTAVE dan FMEA. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 13 aset yang diteliti terdapat 3 aset yang mempunyai nilai risiko yang tinggi, 5 aset dengan nilai risiko medium, 4 aset dengan nilai risiko rendah, dan 1 aset yang memiliki nilai risiko sangat rendah. Adapun aset dan risikonya yang memiliki nilai risiko tinggi yaitu aset aplikasi e-KembangPernik yang memiliki risiko berupa hardware failure, aset aplikasi Super Sinden yang memiliki risiko berupa software failure, dan aset data administrasi kependudukan provinsi jawa timur yang memiliki risiko berupa backup data failure.
Analisis Risiko Keamanan Sistem Informasi Website Recruitment Fast Print Indonesia Menggunakan Metode OCTAVE dan FMEA Fadiyah Dhara Al Arsya; Eristya Maya Safitri; Dinda Adisty Yudianto Putri; Efriza Cahya Narendra
JOINS (Journal of Information System) Vol 9 No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/joins.v9i2.8456

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi, banyak instansi yang memanfaatkannya untuk mendukung operasional bisnis, termasuk CV Fast Print Indonesia. Instansi ini mengembangkan website recruitment untuk mengelola data dan informasi. Namun terdapat permasalahan pada keamanan data yang dapat menyebabkan kerugian, sehingga penelitian ini diharapkan dapat melakukan identifikasi ancaman, menganalisis resiko dan penanganan risiko terhadap aset yang dimiliki. Metode penelitian yang digunakan adalah metode OCTAVE dan FMEA.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 aset penting pada CV Fast Print Indonesia yang terbagi menjadi 5 golongan yakni, hardware, software, network, people, dan data. Dari aset tersebut terdapat 3 aset yang memiliki risiko very high, 1 aset yang memiliki risiko high, 2 aset yang memiliki risiko medium, 3 aset yang memiliki risiko low dan 2 aset yang memiliki risiko very low. Sehingga CV Fast Print perlu mengelola keamanan informasi dengan baik untuk melindungi aset yang dimiliki. Penelitian ini juga membuktikan bahwa penggunaan metode OCTAVE dan FMEA sangat efektif untuk menentukan keamanan sistem informasi pada CV Fast Print Indonesia. Oleh karena itu, kedua metode ini dapat dijadikan solusi untuk melakukan analisis keamanan sistem informasi agar dapat membantu instansi dalam melakukan manajemen keamanan sistem informasi.
Evaluasi Sistem Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan Indeks Kami dan Cobit 5 Di Pondok Pesantren Bahri, Saiful; Wijayanti, Yuli; Dewantara, Rizki; Hidayat, Ahmad Tri
Jurnal Janitra Informatika dan Sistem Informasi Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober - Jurnal Janitra Informatika dan Sistem Informasi
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/pxzwyd38

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era Industri 4.0, yang begitu pesat, risiko keamanan informasi semakin meningkat. Banyak pesantren yang telah memanfaatkan teknologi informasi dalam mendukung kegiatan operasionalnya seperti: menggunakan komputer, mengakses internet, memiliki website, dan mengelola sistem teknologi informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan kerangka kerja Indeks Kami Dan COBIT 5 pada Tol Indeks Kami dan domain DSS dalam mengevaluasi tata kelola teknologi informasi dan menghitung nilai sekor dan nilai capability level pada kesenjangan Pondok Pesantren Sunni Darussalam. Hasil evaluasi akhir ini dari Indek kami dan Cobit 5 menunjukan bahwa sistem keamanan teknologi informasi yang ada di Pondok Pesantren Sunni Darussalam membutuhkan perbaikan karena mendapatkan skor hasil evaluasi 170 dan 284 yang bisa disimpulkan belum optimal atau masih rendah. Sedangkan untuk hasil evaluasi Cobit 5 hasil Analisis Tingkat Kapabilitas pada Domain DSS COBIT 5 yang diperoleh dari Pondok Pesantren Sunni Darussalam menunjukkan bahwa Tata Kelola Teknologi Informasi di Pondok Pesantren tersebut berdasarkan penilaian dengan Kerangka Kerja COBIT 5 masih berstatus rendah dan perlu ditingkatkan, terbukti dengan rendahnya Nilai Capability Level.
Keamanan Siber Dalam Sistem Informasi Berbasis Cloud: Tantangan dan Solusi Tanjung, Abdul Majid; Lase, Wisdom Anugerah; Zega, Osadikman; Lafau, Resti Oktaviani
Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik Vol. 2 No. 1 (2025): IDENTIK - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/identik.v2i1.254

Abstract

With the rapid development of cloud computing technology, cybersecurity has become one of the main challenges in the implementation of cloud-based information systems. This article aims to analyze the threats commonly encountered in cloud systems and provide recommendations to improve security levels on these platforms. The research method used in this study is literature review and case analysis. The findings show that cybersecurity threats, such as data breaches and information leakage, are the main issues that need to be addressed through the use of better encryption technologies, strict identity management, and real-time system monitoring. The study also suggests the implementation of comprehensive security policies as an effective mitigation step.
Sosialisasi Kesadaran Masyarakat Tentang Keamanan Digital Di Era Teknologi Informasi Siti Setiawati; Irfan Fadhilah; Jasson Arfian; Anggoro Laksono; Pandu Eka Wardhana; Rizky Apriyanto; Rizki Nurdiansyah; Naufal Akmaludin Setyawan
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 8 (2025): NJMS - Maret 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan sehari-hari telah dipengaruhi oleh kemajuan pesat dalam teknologi informasi, yang telah mengubah cara orang berinteraksi, bekerja, dan berkomunikasi. Keuntungan yang didapat dari kemajuan teknologi ini juga mempunyai resiko terhadap keamanan dan privasi data.Kelurahan Marga Mulya RW 08 merupakan lokasi pelaksanaan kegiatan sosialisasi kesadaran masyarakat tentang keamanan digital di era teknologi informasi. Kami menggunakan pendekatan seminar dan pelatihan tentang keamanan digital di era teknologi informasi. Sosialisasi melalui pelatihan dan seminar tatap muka telah terbukti membantu masyarakat memahami pentingnya perlindungan digital. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap ancaman seperti phishing, malware, dan pencurian data masih rendah. Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya perangkat elektronik bagi anak-anak dan mengajarkan mereka pentingnya penggunaan teknologi yang sehat dan lingkungan yang sehat. Program ini dapat menjadi model bagi upaya serupa di daerah lain dengan situasi serupa. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat luas mampu mengenali potensi ancaman di dunia maya, memahami langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencegahnya, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi berbagai data di era teknologi informasi
Evaluasi Tata Kelola Keamanan Informasi Menggunakan Framework COBIT 5 Domain APO13 dan DSS05 (Studi Kasus: Klinik Pratama Rawat Jalan Watumas) Tarwoto; Oktafia Heng Huice; Sri Wahyuningsih
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 9 No 3 (2025): JULI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v9i3.3528

Abstract

The Watumas Outpatient Pratama Clinic is an institution that utilizes Information Technology (IT) to assist its operations and health services. IT empowerment in this clinic is carried out by the department responsible for the technology applied, including the management and storage of highly sensitive patient data. Considering the importance of protecting the data and information collected, a good security system is needed to protect the clinic from potential threats that could be detrimental. Evaluation of the quality of information security management is necessary to ensure that the information technology used is safe and trustworthy. This research adopts a qualitative approach through the use of the COBIT 5 framework, especially in the APO13 (Managing Security) and DSS05 (Managing Security Services) stages, to assess the level of information security implemented. Data was collected through observation, interviews, and the use of assessment sheet instruments. The research results show that both stages are at level 2 (Managed Process), while the level expected by the clinic is level 3 (Established Process). This indicates that there is a gap of one level in each process. This research also provides several recommendations for improving information security management by considering the gaps that arise.

Page 93 of 131 | Total Record : 1305