Filter By Year

1945 2024


Found 4 documents
Search Pendidikan dalam Keluarga pada Anak Remaja

PELAKSANAAN PENDIDIKAN KELUARGA TENTANG SIKAP SANTUN PADA ANAK REMAJA DALAM PENDIDIKAN KELUARGA DI JORONG AMPALU KACIAK KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR Mutya Amillda Chair
SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Vol 1, No 1 (2013): SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS): Publishing April 2013
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.306 KB) | DOI: 10.24036/spektrumpls.v1i1.1453

Abstract

Abstrak Artikel ini ditulis untuk menemukan tentang bagaimana sikap santun anak remaja dalam berbicara di dalam keluarga dan sikap santun remaja dalam bertingkah laku . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaif dengan populasi 81 anak remaja dengan sample 45 anak remaja, alat pengumpul datanya berupa  questioner, pengelolaan data memakai persentase. Hasil penelitian bahwa Pelaksanaan pendidikan keluarga tentang Sikap  santun anak remaja dalam berbicara dalam pendidikan keluarga masih rendah, ini terlihat dari sebagian besar  anak remaja menyatakan kurang dalam  Menghargai, Memberikan Perhatian dan empati, dan tidak merespon pembicaraan di dalam pendidikan keluarga, Pelaksanaan pendidikan keluarga tentang Sikap  Santun anak remaja dalam bertingkah laku dalam pendidikan keluarga masih rendah, ini terlihat dari sebagian besar anak remaja menyatakan  kurang  dalam tolong- menolong dan berbuat baik.
Studi komparatif pendidikan karakter anak remaja usia 12-15 tahun pada keluarga di suku Boti dalam dan keluarga Kristen di suku Boti luar Saingo, Yakobus Adi; Natonis, Sandro G.; Afi, Kristian E. Y. M.
Jurnal Pendidikan Karakter VOL 14, NO 1 (2023)
Publisher : Directorate of Research and Community Service, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpka.v14i1.57045

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan pelaksanaan pendidikan karakter orang tua bagi anak remaja usia 12-15 tahun di Suku Boti Dalam dan suku Boti Luar. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan mewawancarai 5 orang sumber primer terdiri atas 1 orang Raja Boti (Usif), 2 orang tua dari suku Boti Dalam dan 2 orang tua dari suku Boti Luar yang memiliki anak remaja usia 12-15 tahun sehingga diperoleh data yang otentik. Analisis data dilakukan secara komparatif yaitu membandingkan pendidikan karakter yang dilakukan orang tua pada anak remaja usia 12-15 tahun di suku Boti Dalam dengan di Suku Boti Luar. Hasil penelitian menemukan bahwa pendidikan karakter oleh orang tua bagi anak remaja usia 12-15 tahun di suku Boti Dalam sangatlah kental dengan adat-istiadat. Sebagai contoh raja Boti (Usif) melaksanakan pendidikan karakter dengan mengumpulkan masyarakat suku Boti Dalam pada hari ke-9 untuk menasihati, membentuk kelompok kerja, memberikan keteladanan, bercerita, melakukan pembiasan-pembiasaan positif yang dapat mendidik anak remaja. Sedangkah suku Boti Luar dalam melaksanakan pendidikan karakter tidak menghubungkannya dengan adat istiadat, tetapi dengan mendidik anak remajanya sesuai ajaran Alkitab yang menjadi dasar nilai-nilai kekristenan.This study aims to analyze the comparison of the implementation of parental character education for adolescents aged 12-15 years in the Inner Boti Tribe and the Outer Boti Tribe. The method used is qualitative descriptive by interviewing 5 primary sources consisting of 1 Raja Boti (Usif), 2 parents from the Inner Boti tribe and 2 parents from the Outer Boti tribe who have teenagers aged 12-15 years to obtain authentic data. Data analysis was carried out comparatively, namely comparing the character education carried out by parents on adolescents aged 12-15 years in the Inner Boti tribe is very thick with customs. For example, Raja Boti (Usif) carries out character education by gathering the people of the Inner Boti tribe on the 9th day to give advice, form working groups, provide examples, tell stories, make positive habits that can educate teenagers. Whereas the Outer Boti tribe in carrying out character education doesn't not relate it to customs, but by educating their teenagers according to teachings of the Bible which are the basis of Christian values.
Pendidikan dalam Keluarga pada Anak Remaja Yulianti, Yulianti; Syahputra, Wim Febrian; Gulo, Wina Gusey Nova; Gultom, Tielsa
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.210

Abstract

Anak adalah titipan dari Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan kepada orang tua. Keluarga adalah lingkungan pertama yang dimasuki remaja manusia ketika ia lahir ke dunia. Yang kemudian, keluarga juga menjadi lingkungan terpenting dalam pembentukan sifat dan karakter. Demikian pula dalam keluargalah anak sejak usia dini melewati proses pendidikan yang pertama dan terpenting. Penelitian ini bertujuan untuk dapat melihat peranan pendidikan di dalam keluarga pada anak dan remaja. Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode literatur review dengan mengumpulkan beberapa hasil temuan dari penelitian yang kemudian akan direview. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya yang sebenarnya dikatakan sebagai institusi pendidikan dan sangat utama memiiki peran dominan, dan memiliki dampak  yang relavan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak ialah  keluarga. Karena anak banyak menghabiskan waktu hidupnya dari sejak dini hingga dewasa bersama keluarga. Hal ini menunjukkan fungsi maupun peran keluarga dalam pendidikan keluarga sangatlah penting dan urgen dibutuhkan bagi tumbuh kembang seorang anak.
Dampak Pernikahan Dini pada Remaja Bagi Pendidikan Karakter Anak Dalam Keluarga di Muaro Paiti Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota Sonia Afrilia Sari; Muhiddinur Kamal; Linda Yarni; Alfi Rahmi
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 2 No. 4 (2024): November : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v2i4.731

Abstract

In the background of early marriage is an underage marriage, in this case the preparation of a child or teenager is not fully maximised, both in mental, psychological, and even material preparation. When marrying at an early age, teenagers do not have enough knowledge about marriage, family and do not know how to manage conflict well, so that it will cause quarrels in the family and make the marriage less harmonious. Character education is the process of instilling character as well as providing seeds so that children are able to grow character, especially when running life, in other words, students not only understand education as a form of knowledge, but also make it a part of life and consciously live based on that value. This research is a descriptive qualitative field research. The key informants of this research are young women who married at an early age. The method of collecting data is through observation and interviews. Based on the results of the study, it shows that early marriage has an impact on adolescents such as economy, health, education, besides that early marriage also has an impact on children's character education such as a sense of responsibility, mutual respect, socialisation.

Page 1 of 1 | Total Record : 4