cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal" : 12 Documents clear
IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) EL-CORPS Lin Aqiela; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.033 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.20082

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program CSR yang dilakukan oleh perusahaan El-Corps ditinjau dari motuf, bentuk atau model implementasi CSR yang dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif perusahaan El-Corps dalam melaksanakan program CSR adalah berdasarkan pada konsep political theories. Selain motif pelaksanaan CSR, terdapat berbagai bentuk, model dan sifat yang dapat menjelaskan bentuk implementasi suatu perusahaan dalam menjalankan program CSR nya. Berkaitn dengan hal tersebut, berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa bila program CSR ditinjau dari model penyalurannya, CSR perusahaan El-Corps memadukan berbagai model penyaluran CSR dala pelaksanaannya yaitu dengan cara terlibat langsung dalam kegiatan, menyalurkannya melalui lembaga sosial atau yayasan independent, bermitra dengan lembaga atau yayasan lain ataupun memberikan dukungan dan bergabung dalam sebuah kegiatan. Selanjutnya bila dianalisis dengan menggunakan tiga bentuk implementasi CSR menunjukkan bahwa program CSR El-Corps terimplementasikan dalam dua bentuk, yaitu Community relations yng dilakukan melalui program adik-kakak asuh, sponsorship, penggalangan dana yang bermitra dengan lembaga sosial ACT dan pelaksanaan seminar. Sedang implementasi dalam bentuk community assistance termasuk di dalamnya program Duta Dauky, dan bentuk kerja sama dengan maelis ta’lim Nurul Nisa. Kemudian bila dilihat dari sifatnya, terdapat dua bentuk CSR yang diberikan oleh perusahaan El-Corps, yaitu dalam bentuk charity dan filantropi namun belum sampai pada citizenship yang bentuk program CSR nya sampai pada pemberdayaan masyarakat. ABSTRACT This study aims to describe the implementation of CSR programs carried out by El-Corps companies in terms of motives, forms or models of CSR implementation carried out using qualitative research methods and data theft techniques in the form of interviews. The results showed that El-Corps's corporate motives in implementing CSr programs were based on political theory concepts. In addition to the motives for implementing CSR, there are various forms, models and characteristics that can explain the forms of programs in carrying out their CSR programs. In connection with this, based on the results of research found when CSR programs are viewed from the distribution model, El-Corps corporate CSR combines various CSR distribution models in their implementation, namely by directly engaging in activities, channeling them through social institutions or independent foundations, partnering with institutions or other foundations or provide various activities and join in an activity. Furthermore, when carried out by using three forms of CSR implementation that showed the El-Corps CSR program implemented in two forms, namely public relations carried out through foster care programs, sponsorship, fundraising that was partnered with ACT seminar social institutions and implementation. It is being carried out in the form of community assistance including the Dauky Ambassador program, and a form of cooperation with the ta'lim councilor Nurul Nisa. Then the souvenirs, there are two forms of CSR provided by El-Corps companies, namely in the form of charity and philanthropy but have not yet reached citizenship whose form of CSR program reaches community empowerment. 
MENGGAGAS SOCIAL ENTERPRISE MELALUI AKTIVITAS MESJID KAMPUS Hadiyanto Abdul Rachim; Dudi Dudi; Meilanny Budiarti Santoso
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.448 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.19036

Abstract

Penelitian ini mengambil isu tentang upaya menggagas social enterprise melalui aktivitas mesjid kampus. Masalah utama yang menjadi sorotan adalah bagaimana mengoptimalkan peran mesjid kampus sebagai pusat kegiatan ritual dan intelektual di kampus menjadi fungsi yang komprehensif dalam bingkai kegiatan social enterprise. Metode penelitian menggunakan Participation Action Research dengan mesjid kampus Universitas Padjadjaran sebagai obyek penelitian dan informan dalam penelitian ini adalah para pengurus harian mesjid kampus Unpad. Hasil penelitian menyatakan bahwa proses pemberdayaan mesjid kampus Unpad sebagai PTNBH melalui kegiatan social enterprise telah dirancang melalui pembuatan cetak biru pembinaan mesjid kampus Unpad yang berisi visi, misi, dan program dasar pembinaan mesjid kampus Unpad 2015-2020 dengan berorientasi kepada performance value organisasi mesjid Unpad yaitu Cerdas, Ukhuwah, dan Maslahat. Salah satu kegiatan social enterprise yang telah diinisiasi mesjid kampus Unpad adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Unpad dan kegiatan warung mesjid. Kedua kegiatan tersebut telah memberi dampak positif dalam menunjang berbagai kegiatan di mesjid Unpad. Masih diperlukan dukungan pimpinan universitas dalam penguatan kelembagaan, kesungguhan dan kreativitas pengelola mesjid kampus untuk pengembangan program dasar mesjid kampus Unpad.
MEKANISME MASYARAKAT LOKAL DALAM MENGENALI BENCANA DI KABUPATEN GARUT Meilanny Budiarti Santoso; Ahmad Buchari; Ivan Darmawan
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.128 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.18885

Abstract

Kabupaten Garut merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Barat, yang dikenal masyarakat sebagai kawasan “mini market” bencana di Indonesia, sehingga layaknya masyarakat berupaya untuk dapat hidup selaras dengan berbagai potensi bencana alam yang ada dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi bencana. Memahami mekanisme masyarakat lokal dalam mengenali bencana adalah langkah awal yang perlu dilakukan untuk dapat menciptakan sistem mitigasi bencana berbasis masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder melalui teknik wawancara mendalam dan validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Kabupaten Garut memiliki mekanisme dalam mengenali potensi terjadinya bencana, yaitu dengan menemukenali berbagai gejala yang terjadi sesuai dengan jenis bencana yang berpotensi terjadi. Kepercayaan, pengetahuan, kesadaran dan perilaku yang dimiliki oleh masyarakat lokal merupakan asset, terutama dalam upaya pencegahan terjadinya bencana (mitigasi bencana). Namun demikian, terkait kepercayaan dan ritual yang dulu dilakukan oleh masyarakat sebagai upaya pencegahan bencana, saat ini mulai luntur dan ditinggalkan karena dinilai bertentangan denagn keyakinan agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat setempat.
STRATEGI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR) PT PERTAMINA MELALUI PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN DALAM PERTAMINA SEHATI Yumna Nurtanty Tsamara; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.594 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.20083

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) memiliki tujuan utama untuk memastikan bahwa kepentingan sosial dari berbagai kelompok pemangku kepentingan dapat dipenuhi secara tepat dan proporsional, terutama masyarakat yang berada di sekitar lingkungan kerja perusahaan. Pertamina Sehat Anak Tercinta dan Ibu (Sehati) merupakan program ikonik Pertamina dalam upaya meningkatkan tingkat kesehatan ibu dan anak. Dalam konteks implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 2016, Pertamina Sehati berupaya untuk mencapai 2 tujuan, yaitu meningkatkan kesehatan ibu dan menurunkan angka kematian anak. Melalui program ini, Pertamina berkontribusi dalam upaya peningkatan gizi balita dan penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam pelaksanaannya, Pertamina bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Pertamina mengelola program ini melalui fungsi CSR yang berfungsi sebagai inisiator dan pengawas program serta penyedia dana dan anggaran dana. Sementara itu, PKBI sebagai mitra kerja berperan sebagai pendamping program dan fasilitator.  ABSTRACThe implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) has the main objective of ensuring that the social interests of various groups of stakeholders can be fulfilled appropriately and proportionally, especially the people who are around the company's work environment. Pertamina Healthy Beloved and Mother Children (Sehati) is Pertamina's iconic program in an effort to improve maternal and child health levels. In the context of the implementation of the 2016 Sustainable Development Goals (SDGs), Pertamina Sehati seeks to achieve two objectives, namely improving maternal health and reducing child mortality. Through this program, Pertamina contributes to efforts to improve toddler nutrition and reduce maternal, infant and under-five mortality to a better life. In its implementation, Pertamina cooperates with the Indonesian Family Planning Association (PKBI). Pertamina manages this program through the CSR function that functions as the program initiator and supervisor and provider of funds and budget funds. Meanwhile, PKBI as a working partner acts as a program facilitator and facilitator.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DAN KESEHATAN ANAK BALITA (KASUS PADA CSR PT. PERTAMINA TBBM BANDUNG GROUP) SANDI GUMILAR; NURLIANA CIPTA APSARI; SANTOSO TRI RAHARJO; BUDHI WIBHAWA
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.98 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.19416

Abstract

Gizi buruk anak balita di perkotaan disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor pelayanan kesehatan, dan faktor hereditas. Kesehatan anak yang berusia di bawah lima masih sangat bergantung pada ibu. Keterlibatan dan peran serta perusahaan melalui kegiatan-kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) dapat dilakukan melalui program-program yang mendukung kesehatan ibu dan anak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian adalah program manajer CSR, tokoh masyarakat serta masyarakat penerima manfaat. Data analisis dilakukan melalui proses reduksi data, presentasi data dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan program-program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat diselaraskan dengan program-program yang telah berjalan selama ini di masyarakat. PT.Pertamina TBBM Bandung Group merupakan salah satu BUMN yang peduli terhadap kesehatan ibu dan anak, melalui Program SEHATI (Sehat Ibu dan Anak Tercinta) dan OMABA (Ojek Makanan Balita), yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesehatan serta menurunkan Angka Anak Balita Gizi Buruk, sekaligus meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Kota Bandung. Keberhasilan program-program CSR dalam bidang kesehatan ibu dan anak tidak lepas dari kerjasama antara pihak perusahaan dengan komite kesehatan di masyarakat. Keterlibatan masyarakat penerima program CSR sangat esensial untuk menjaga kesinambungan program.
PENGASUHAN DENGAN METODE MENANGGAPI TINDAKAN ANAK Nandang Mulyana; Ishartono Ishartono; Meilanny Budiarti Santoso
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.547 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.19787

Abstract

 Abstrak Mengasuh anak merupakan kewajiban orang tua. Dalam pelaksanaanya tidak semua orang tua dapat menjalankan pola asuh sesuai dengan keutuhan dari anak. Orang tua seringkali tidak menyadari bahwa telah melakukan perlakuan yang salah dalam mengasuh anak. Hal ini berkaitan dengan budaya dalam mengasuh anak dalam masyarakat. Banyak kasus kekerasan yang secara tidak langsung dilakukan oleh orang tua. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan adanya teknik parenting ynag dimiliki oleh oramg tua. Teknik kajian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatfi dengan tujuan untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai teknik parenting yang dilakukan oleh orang tua. Informan merupakn orang tua yang memmpunyai anak dan melakukan pengasuhan. Orang tua yang menjadi informan terbagi atas orang tua yang salah satu bekerja dan keduanya bekerja. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa orang tua yang menjadi informan telah menjalankan teknik parenting seperting yang diemukakan oleh Grusec. Hal ini dapat dilihat dari jawaban yang bersifat positif dari setiap indikator kajian. Dengan demikian informan telah mengetahui dan memahami dan menjalankan teknik parenting. Abstract Parenting is an obligation of parents. In the implementation not all parents can carry out parenting according to the integrity of the child. Parents often do not realize that they have done wrong treatment in parenting. This is related to the culture of parenting in the community. Many cases of violence are indirectly carried out by parents. To overcome this problem, there is a need for parenting techniques that are owned by older people. The study technique used in this article is qualified in order to obtain an in-depth picture of parenting techniques carried out by parents. Informants are parents who have children and do care. Parents who become informants are divided into parents whose one works and both work. The results of this study indicate that parents who were informants had carried out parenting techniques as suggested by Grusec. This can be seen from the positive answers from each study indicator. Thus the informant has known and understood and carried out the parenting technique. 
Kewirausahaan yang Memberdayakan: Studi Kasus Kewirausahaan Ikan Olahan di Eretan Wetan Kabupaten Indramayu (Empowering Entrepreneurship: Entrepreneurship Case Study of Processed Fish in Eretan Wetan, Indramayu Regency) HERY WIBOWO; Soni Achmad Nulhaqim; Maulana Irfan; Wandi Adiansyah
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.409 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.18396

Abstract

Praktik kewirausahaan pada umumnya identik dengan kompetisi pemasaran yang saling menghancurkan, penghalalan segala cara untuk menghasilkan keuntungan, pembohongan publik terkait kaundungan dan manfaat produk dan lain-lain. Di lain pihak, isu kemiskinan dan keterbelakangan masyarakat masih menjadi isu yang mengemuka di Jawa Barat pada umumnya dan Kabupaten Indramayu pada khususnya.Maka, setiap kajian terkait potensi praktik yang dilakukan oleh masyarakat dan berpotensi mengandung maslahat bagi peningkatan kesejahteraa masyarakat tentu sangat penting untuk diprioritaskan. Sehingga kajian terhadap ragam model bisnis yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tentunya sangat penting untuk dilakukan.Model bisnis dalam hal ini adalah sebuah keunggulan kompetitif dari sebuah praktik kewirausahaan yang lebih menentukan daya tahan dan daya kembang sebuah praktik usaha. Model bisnis adalah jantung sekaligus penentu arah lajunya sebuah usaha. Oleh karena itu kajian terkait model bisnis adalah kajian yang berpotensi menghasilkan manfaat bukan hanya bagi pengembangan ilmu namun juga bagi para pelaku bisnis itu sendiriTulisan ini membedah model bisnis olahan ikan di Eretan Wetan Kabupaten dengan menggunakan kerangka teori navigasi model bisnis. Hasil akhir dari kajian ini adalah sebuah kerangka pengembangan model bisnis yang mampu memberdayakan masyarakat.Entrepreneurial practices are generally synonymous with marketing competitions that destroy each other, block all ways to generate profits, public deception related to products and benefits of products and others. On the other hand, the issue of poverty and community backwardness is still a prominent issue in West Java in general and Indramayu District in particular.Thus, any study related to the potential practices carried out by the community and potentially containing benefits for improving the welfare of the community is of course very important to be prioritized. So that a study of various business models that have the potential to improve the welfare of the community, of course, is very important to do.The business model in this case is a competitive advantage of an entrepreneurial practice that determines the resilience and developing power of a business practice. Business model is the heart as well as determining the direction of the pace of a business. Therefore studies related to business models are studies that have the potential to generate benefits not only for the development of knowledge but also for business people themselvesThis paper dissects the fish processing business model in the Wetan Regency Eretan using the business model navigation theory framework. The final result of this study is a business model development framework that is able to empower the community.
PROSES PELAKSANAAN REHABILITASI SOSIAL DISABILITAS NETRA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL DISABILITAS PENGANTHI TEMANGGUNG JAWA TENGAH lukman effendi; Nurliana Cipta Apsari; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.36 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.19606

Abstract

Penyandang disabilitas netra yang sejak awal sudah tidak memiliki penglihatan cenderung lebih dapat menyesuaikan diri daripada yang mengalami kedisabilitasan setelah usia dewasa (late blind). Pemerintah Republik Indonesia telah membentuk peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai perlindungan terhadap penyandang disabilitas, sebagai upaya melindungi, menghormati, memajukan, dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Salah satu upaya perlindungan yang diberikan adalah dengan menggunakan rehabilitasi berbasis kelembagaan atau organisasi. Panti memiliki tugas dan fungsi yang penting, dimana proses pelayanan dan rehabilitasi sosial dilaksanakan dan menjadi kepanjangantangan pemerintah dalam melindungi dan memenuhi hak orang dengan disabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian proses pelaksanaan pelayanan di panti pelayanan sosial Penganthi Temanggung Jawa Tengah ini adalah metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah pekerja sosial panti Penganthi Temanggung Jawa Tengah karena mereka yang langsung memberikan pelayanan kepada para penyandang disabilitas netra di panti tersebut. Hasil penelitian menemukan bahwa Program Rehabilitasi Sosial di Panti Penganthi Temanggung bertujuan untuk memperkuat dan mengembangkan kapasitas bio psiko sosial dan spiritual penerima manfaat yang mengalami disfungsi sosial. Program yang diselenggarakan meliputi beberapa tahapan program sebagai berikut, Pendekatan Awal, Penerimaan, Pelaksanaan Bimbingan dan Resosialisasi, Penyaluran, Pembinaan Lanjut dan Terminasi. 
PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT. INDONESIA POWER UPJP KAMOJANG Cita Insaniah Muhammad; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.681 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.20080

Abstract

ABSTRACT The concept of corporate social responsibility has been around for thousands of years. The concept of corporate social responsibility has increasingly developed at the beginning of the industrial revolution which began to focus on the problem of corporate responsibility. The implementation of CSR is considered as an effort to create good companies in the public eye. John Elkinkon through the concept of "3P" (profit, people and planet) as a way for companies to survive by making a positive contribution to society (people) and actively taking part in preserving the environment (planet). Budimantara also explained the type of CSR implementation, namely community relations, community services, and community empowering. This study uses the literature study method as an analytic tool. The data used are primary data from interviews and student data.  ABSTRAK Konsep corporate social responsibility sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Konsep corporate social responsibility  ini semakin berkembang pada awal masa revolusi industri yang mulai berfokus pada masalah tanggung jawab perusahaan. Pelaksanaan CSR dianggap sebagai upaya untuk menciptakan baik perusahaan dimata publik. John Elkinkon melalui konsep “3P” (profit, people, dan planet) sebagai cara bagi perusahaan ingin bertahan dengan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat (people) dan ikut aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet). Budimantara juga menjelaskan tipe pelaksanaan CSR yaitu community relations, community services, dan community empowering. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur sebagai tools analysist. Data yang digunakan data primer dari wawancara dan data sekuder.
EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT (EBM): MENGGAGAS DESA WISATA DI KAWASAN GEOPARK CILETUH-SUKABUMI Santoso Tri Raharjo; Nurliana Cipta Apsari; Meilanny Budiarti Santoso; Budhi Wibhawa; Sahadi Humaedi
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.943 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.19591

Abstract

Pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat (EBM) atau community-based tourism (CBT) dapat menjamin kesinambungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Kuncinya adalah kesadaran dan partisipasi masyarakat lokal terhadap pentingnya konservasi dan pemeliharan kawasan Geopark Ciletuh. Kesadaran masyarakat lokal merupakan ruh dari partisipasi, oleh karenanya perlu ditumbuhkan dan dikembangkan secara secara sistematis dan terencana. Kemauan, kesempatan dan kemampuan sebagai prasyarat untuk berpartisipasi harus tumbuh dan berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. Sebab, masyarakat lokal-lah yang seharusnya memperoleh manfaat pertama dan utama dari pengembangan Geopark Ciletuh untuk masuk dalam Global Geopark Network (GGN) UNESCO. Ironisnya, justru masyarakat luar yang seringkali mengetahui terlebih dahulu atas kekayaan dari keragaman bumi, keragaman biologi, dan keragaman budaya di kawasan Ciletuh Sukabumi Selatan. Upaya membangun dan mengembangkan kepariwisataan secara mandiri dan berkesinambungan, dengan tetap mengutamakan konservasi, maka partisipasi masyarakat lokal mutlak diperlukan. Partisipasi masyarakat secara ideal dapat dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Model EBM-CBT merupakan model pengembangan kepariwisataan yang berlandaskan pada partisipasi masyarakat yang kuat. Pengembangan dan pengelolaan desa-desa wisata di kawasan pengembangan Geopark Ciletuh, dapat merupakan ujud dari ekowisata berbasi masyatakat (EBM).

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue