cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 356 Documents
COPING STRES KARYAWAN DALAM MENGHADAPI STRES KERJA Utaminingtias, Wiari; Ishartono, Ishartono; Hidayat, Eva Nuriyah
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.345 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13123

Abstract

Potret kehidupan anak jalanan yang terjadi saat ini merupakan fenomena yang sering dijumpai di tengah-tengah kehidupan masyarakat, maka perlunya dilakukan pembinaan anak jalanan untuk mengurangi persebaran anak jalanan. Sehingga, rumah singgah menjadi salah satu alternatif kebutuhan terhadap pembinaan anak jalanan. Sebagai organisasi pelayanan sosial, rumah singgah juga memerlukan dana untuk dapat menjalankan setiap program-program pembinaan anak jalanan yang selama ini telah dikelola. Fundraising diperlukan dalam kegiatan pencarian sumber-sumber dana baik melalui donatur maupun dari sumber-sumber lain yang memiliki potensi dalam mengembangkan sebuah organisasi pelayanan sosial, dalam hal ini rumah singgah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena dalam penelitian ini ingin mengetahui bagaimana penerapan strategi fundraising yang dilakukan oeh rumah singgah Bina Anak Pertiwi. Studi ini menunjukkan bahwa rumah singgah ini menggunakan strategi fundraising dalam melakukan pembinaan terhadap anak jalanan serta menjalankan setiap programnya. Tiga strategi fundraising yang digunakan yaitu; Acquisition Strategies, Retension Strategies, dan Upgrading strategies.
PEKERJAAN SOSIAL DALAM SETTING KEBENCANAAN Tukino, Dr. Drs. Tukino, M.Psi
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.945 KB) | DOI: 10.24198/share.v3i2.11736

Abstract

Indonesia telah dinyatakan sebagai salahsatu negara paling rawan bencana.Menurut International Strategy for DisasterReduction (ISDR), Indonesia mendudukiurutan ke-7 di antara negara-negara yangrawan bencana. Kenyataan terusmenunjukkan bagaimana Indonesia tetaprentan terhadap bencana baik yangdisebabkan oleh alam seperti gempa bumi,tsunami, gunung meletus dan lainnyamaupun non alam seperti banjir, penyakitmenular, kebakaran hutan dan lainnya,serta bencana sosial berupa konflik sosialdi berbagai daerah.
GANGGUAN KEPRIBADIAN ANTISOSIAL PADA NARAPIDANA Santoso, Meilanny Budiarti; Krisnani, Hetty; Isna Deraputri, Gevia Nur
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.472 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15681

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas mengenai gangguan psikopat atau antisosial yang terjadi pada narapidana. Psikopat merupakan perilaku psikologis yang terjadi pada manusia. Psikopat ini merupakan keadaan seseorang dimana seseorang tersebut tidak dapat merasakan empati dan cenderung untuk dapat melakukan kekerasan pada manusia lain tanpa diikuti dengan perasaan bersalah dan melakukan perilaku tersebut untuk kepuasan dirinya sendiri dan mereka cenderung untuk membenarkan dirinya sendiri atas perbuatan yang dilakukannya. Narapidana adalah seseorang yang hidup dalam tahanan atau sel penjara karena mereka telah melakukan tindakan-tindakan menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang ada pada masyarakat.Tidak sedikit dari narapidana yang ada didalam sel tahanan yang teridentifikasi mempunyai prilaku psikologis yang menyimpang yaitu psikopat. Mereka, narapidana penyandang psikopat, cenderung tidak memiliki kemampuan untuk mengenali dan belajar dari kesalahan yang mereka lakukan sebelumnya. Beberapa mendefinisikan penyebab dari psikopat ini adalah karena gangguan pada sel otak dan juga pengaruh lingkungan dari orang tersebut yang terbentuk sejak mereka kecil.Pada artikel ini akan menjelaskan mengenai apa itu psikopat, bagaimana narapidana yang mempunyai gangguan psikopat, dan bagaimana seharusnya penanganan untuk narapidana yang tinggal dan menetap di sel penjara yang mengidap penyakit mental. Serta, bagaimana pekerja sosial dalam kasus ini berperan untuk dapat memanusiakan manusia. ABSTRACTThis article discusses the psychopathic or antisocial disorders that occur on inmates. Psychopaths is a psychological behavior that occurs in humans. Psychopaths disorder is a situation where one person is unable to feel empathy and tends to be violent to other humans without feeling guilty and perform these behaviors for themselves and their satisfaction justifies itself on the act of doing. Inmates are someone living in detention or prison cells because they have committed acts which do not deviate in accordance with the norms and values that exist in society.Some of the inmates that there were unidentified having antisocial personality disorder. inmates with psychopathic does not have the ability to recognize and learn from the mistakes they did before. but they also can behave either like a normal person and do not show that they have a personality disorder. Some define the cause of the psychopath is due to disturbances in brain cells and also environmental influence of the person who formed since they are small.This article will explain about what is a psychopath, how prisoners who have psychopathic disorders, and how should the handling of prisoners who live and stay in a prison cell with mental illness. As well, how social workers in this case contribute to humanize humans.
PROFIL PENDUDUK KABUPATEN CIANJUR Nurwati, Nunung; Mulyana, Nandang
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.328 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15721

Abstract

Informasi tentang kependudukan memiliki peran yang penting dalam penyusunan program pembangunan, oleh karena itu penduduk tidak saja sebagai objek pembangunan tetapi sebagai subjek, artinya penduduk tidak hanya menikmati pembangunan tetapi juga yang menggerakkannya.Sehingga penyusunan program pembangunan harus didasarkan pada data atau informasi tentang karakteristik penduduk di suatu walayah dalam waktu tertentu. Untuk itu, kajian ini tujuan menyusun profil kependudukan.Metode yang digunakan dalam kajian ini dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari data hasil publikasi yakni Data Sensus Penduduk tahun 2010, Sensus Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survey Sosial Ekonomi Daerah (Suseda).Kajian ini dilakukan di Kabupaten Cianjur Jawa Barat.Hasil kajian ini menemukan bahwa tingkat kepadatan penduduk di daerah penelitian tidak merata. Tertinggi ada di Kecamatan Cianjur, Pacet, Cegenang, dan Cipanas. Wilayah ini merupakan kecamatan yang menjadi tujuan wisata, sehingga banyak menarik penduduk dari luar daerah untuk mendatanginya.Gambaran ini akan menjadi informasi awal tentang kependudukan bagi pembuat kebijakan. Information on population has an important role in the development programming, therefore the population is not only the object of development but as the subject, meaning that the people not only enjoy the development but also who mobilize it. So the development program should be based on data or information about the characteristics of the population in a walayah within a certain time. For this purpose, this study aims to develop a population profile.The method used in this study with a qualitative approach. The data used are from data of publication result that is 2010 Population Census Data, Indonesian Demographic and Health Census (SDKI) 2012, National Socioeconomic Survey (Susenas), Survey of Socio-Economic Area (Suseda). This study was conducted in Cianjur Regency, West Java .The results of this study found that the population density in the study area was uneven. The highest is in District Cianjur, Pacet, Cegenang, and Cipanas. This region is a sub-district that became a tourist destination, so much to attract residents from outside the region to visit him. This picture will be the initial information about the population for policy makers.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PENANGANAN ANAK AUTIS S, Dessy Hasanah; Santoso, Meilanny Budiarti; Rachmasari, Yessi
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.952 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15683

Abstract

ABSTRAKAutisme adalah salah satu kelainan psikologis dan perkembangan yang dialami oleh anak. Perkembangan yang dimaksud bukan secara fisik namun lebih kepada kemampuan untuk berkomunikasi, bersosialisasi sekaligus perilaku. Gejala autis yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Penanganan yang intensif dan terpadu untuk anak autis disesuaikan dengan kebutuhan anak agar pelaksanaanya dapat memberikan hasil yang maksimal. Suatu layanan yang diberikan bagi anak autis harus disesuaikan dengan metode yang tepat sehingga dapat di terapkan secara langsung. Upaya untuk menyikapi permasalahan tersebut. Sehingga, dibutuhkan penanganan untuk anak autis yaitu peran dari professional yang terlibat. Dalam penanganan anak autis dibutuhkan profesi yang memiliki keterampilan dan pengetahuan di bidangnya. Salah satunya yaitu peran dari pekerja sosial dan profesi lainnya yang berkolaborasi dengan pekerja sosial, Pekerja sosial dalam upaya penanganan anak autis dapat melakukan assessment dan intervensi terhadap permasalahan anak autis tersebut dengan menggunakan pendekatan secara holistic dengan lingkungan sosialnya dan dengan pendekatan biopsikosial. Peran pekerja sosial juga bersama-sama dengan keluarga anak autis tersebut dapat memberikan dukungan sosial dan memotivasi anak dengan gangguan autis tersebut.ABSTRACTAutism is one of the psychological and developmental disorders experienced by children. The development is not physical, but rather the ability to communicate, socialize well as behavior. Symptoms of autism that really stood out was the attitude of children who tend not to care about the environment and the people around him, as if refusing to communicate and interact, as well as living in his own world. Handling intensive and integrated for children with autism tailored to the needs of children so that implementation can provide maximum results. A service provided for children with autism should be tailored to the exact method that can be applied directly. Efforts to address these problems. Thus, needed treatment for children with autism is the role of the professionals involved. In the treatment of autistic children who have the necessary professional skills and knowledge in the field. One of them is the role of social workers and other professionals who collaborate with social workers, social workers in handling children with autism can do an assessment and intervention for children with autism are problems with using a holistic approach with the social environment and the biopsikosial approach. The role of social workers also together with families of children with autism can provide social support and motivate the children with autistic disorder.
PENTINGNYA BUKU PANDUAN BAGI VOLUNTEER PADA ORGANISASI SOSIAL (STUDI KASUS PADA LEMBAGA REHABILITASI ODHA DAN KONSUMEN NAPZA RUMAH CEMARA KOTA BANDUNG) Rizkiawati, Rini; Wibhawa, Budhi; Santoso, Meilanny Budiarti; Raharjo, Santoso Tri
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.646 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15723

Abstract

Rumah Cemara merupakan organisasi sosial yang memiliki keterbatasan Sumber Daya Manusia yaitu 32 Orang. Pada dasarnya Human Resource Development (HRD) yang bertanggung jawab menangani pengelolaan Sumber Daya Manusia ataupun staff. Dalam suatu organisasi sosial ketika memiliki Sumber Daya Manusia yang terbatas, maka dibutuhkanlah volunteer untuk membantu dalam menjalankan suatu program atau kegiatan. Banyak sekali masyarakat yang ingin menjadi volunteer di Rumah Cemara. Namun, mengenai mekanisme perekrutan volunteer saat ini belum memiliki kualifikasi syarat secara khusus sesuai dengan kebutuhan dari Rumah Cemara. Hal tersebut membuat beberapa calon volunteer tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. Melalui penulisan artikel ini, diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pentingnya panduan untuk volunteer dalam suatu organisasi sosial Rumah Cemara is a social organization with limited human resources of 32 people. Basically, Human Resource Development (HRD) is responsible for managing Human Resources or staff. In a social organization when it has limited Human Resources, it is necessary volunteers to assist in running a program or activity. Lots of people who want to volunteer at Rumah Cemara. However, the current volunteer recruitment mechanism does not yet have qualification requirements specifically in accordance with the needs of Rumah Cemara. It makes some volunteer candidates not knowing what to do. Through the writing of this article, it is expected to provide an overview of the importance of guidance for volunteers in a social organization.
PERANAN PERPUSTAKAAN KOMUNITAS DALAM MINAT BACA ANAK (STUDI KASUS DI RUMAH BACA ZHAFFA MANGGARAI) Indra, Hafizal; Nurwati, Nunung
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.115 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15686

Abstract

ABSTRAKPeranan yang dilaksanakan Rumah Baca Zhaffa diadaptasi dari peranan perpustakaan komunitas yang tidak lain juga sebagai peran dari perpustakaan. Sebagai tempat penyedia fasilitas pendidikan, menjadikan rumah baca juga dapat menjadi peralihan masyarakat dalam mengakses sumber bahan bacaan dan segala informasi. Adanya rumah baca disekitar masyarakat dapat diharapkan ada pemberian minat kepada masyarakat dan khususnya anak-anak dalam membaca. Peranan perpustakaan dalam rumah baca seperti sebagai tempat pendidikan, penyedia informasi, pengembangan kegiatan positif, dan agen kbudayaan menjadi aspek yang diteliti dalam penelitian ini.Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus, untuk mendapatkan data/Informasi digunakan dengan wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi kepustakaan. Informan yaitu pemilik rumah baca, tokoh masyarakat, dan pengguna rumah baca.Hasil penelitian ini menunjukkan, perlu dilakukannya upaya untuk meningkatkan publikasi dan kerja sama. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan peningkatan pada rumah baca dalam melaksanakan peranannya. Melihat kurangnya sumber daya dalam hal materil dan manusia, maka rumah baca perlu mendatangkan relawan secara berkala dan mencari donatur atau sponsor tetap dalam hal pendanaan untuk kepentingan peningkatan fasilitas rumah baca. ABSTRACTThis thesis is a research on the role of a library called Rumah Baca Zhaffa, Manggarai, South Jakarta.The role that Rumah Baca Zhaffa takes part is adapted from the role of community library serves as well as a functioning as a facilitator in education, such literacy shelter functions as well as an alternative in accessing literary and information in general.With the existence of this literacy shelter among the people hopefully it gains interest to read especially for children.The traits of library in literacy shelters that serve the kind of education source, information provider, development of positive acts and cultural agent are the main objectives of this reaearch.Researcher works with the method of qualitative in combination with case studies. Whereas the instrument used in collecting data is interview as guidance. The technique used is in-depth interview, non-participative observation, and literary study. Informant selected for this research are namely, the owner of literacy shelter, public figure, and two of their returning visitors.This research shows that it is essential to increase publication and partnership.This is necessary for the reading shelter to continue to serve its roles.Owing to the lack of resources both material and human, therefore this literacy shelter needs regular volunteers and seek for patrons to fund its facilitation upgrade.
INTERVENSI PEKERJA SOSIAL TERHADAP ORANG DENGAN SKIZOFRENIA Santoso, Meilanny Budiarti; Krisnani, Hetty; Hadrasari, Ifani
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.604 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15679

Abstract

Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa paling berat. Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran, emosi, dan perilaku-pikiran yang terganggu, dimana berbagai pemikiran tidak biasa dan tidak sesuai; dan berbagai gangguan aktivitas motorik yang bizarre. Skizofrenia membutuhkan intervensi dari berbagai multidisipliner, salah satunya adalah Pekerja Sosial.Pekerja Sosial bekerja dalam seting generalis, dan bisa memasuki bidang kesehatan jiwa. Intervensi yang dilakukan oleh pekerja sosial akan berbeda dengan profesi lain, meski melalui cara yang sama namun bisa berbeda dalam proses penanganannya. Oleh karena itu, terdapat keterkaitan dengan orang dengan Skizofrenia dengan profesi pekerjaan sosial.
KEADAAN PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN ANAK REMAJA PASCA REUNIFIKASI Apsari, Nurliana Cipta; Nurwati, R. Nunung
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.8 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15687

Abstract

ABSTRACTFamily is the first and utmost place for child rights fulfilment. Commonly, family is the place to guarantee the development and child rights fulfilment, however, many children are being placed in orphanages in order for the children to acquire their rights of education. Children reside in orphanages are vulnerable of discrimination. In order to protect the vulnerable children, Save the Children with its program of Child and Family Support Center (PDAK) returning children residing in orphanages into their families, known as reunification, to receive family based care and still acquiring their rights including rights of education. Sequential mixed of quantitative and qualitative approach is used in this research. Data is collected from children and parents involved with reunification process and child care. The focus of this research is the fulfillment of child rights to develop and survival, mainly rights of education.The result shows that after reunification, one youth is not pursuing his study and decided to work because his father could not afford the educational expenses. The result also found that although the parents are economically deprived, but no youth have return to orphanages to receive institution based care. The research found strength of parent and resiliency of children thus keeping the children reside in their family and receive family based care. The strength of parent and child resilience exists because of social work support through case management model of PDAK Save the Children. The social workers have assisted the parents to gain access needed in order for them to fulfill the child rights. The social workers also assist and provide understanding to the children about their parents’ condition which then resulting in child resilience. Case management model serves as model for direct services for children and their families in keeping the continuity of family based care received by children after reunification. With this model, service providers will be able to synergized the policies and programs of social insurance planned and implemented by the government thus overcoming the limited access of parents to fulfill their children’s rights.
BURUH VS PERUSAHAAN (Studi Kasus Konflik Buruh/Pekerja Driver Go-Jek dengan PT Go-Jek Indonesia) Randi, Randi
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.047 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15680

Abstract

Perkembangan serikat buruh di Indonesia sangat pesat. Tentunya perkembangan tersebut tidak terlepas dari tumbuhnya perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Dengan perkembangan tersebut jumlah buruh semakin meningkat dan hak-hak buruh semakin perlu diperhatikan baik oleh pemerintah, perusahaan maupun oleh organisasi buruh itu sendiri. Adapun fokus dalam tulisan ini, akan membahas bagaimana konflik buruh driver gojek dengan PT Go-Jek yang berbasis teknologi terjadi, dan katup pengaman dalam konflik tersebut. Sebab untuk mempertahankan struktur sosial dalam perusahaan dibutuhkan “win win solution”. Sebagaimana Coser menjelaskan bahwa konflik dapat mempertahankan atau membentuk strutur sosial baru, dan katup pengaman berperan sebagai peredam konflik diantara dua pihak, konflik yang terjadi antara buruh/pekerja dengan perusahaan pada masa industrial. Analisis konflik yang terjadi antara buruh driver gojek dengan PT Go-Jek, ada tiga tuntutan buruh/pekerja terhadap PT Go-Jek, yaitu pengembalian tarif ke harga semula, diangkat menjadi karyawan, dan transparansi dana.

Page 9 of 36 | Total Record : 356


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue