cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi" : 20 Documents clear
Perbandingan efektivitas dental health education metode ceramah dan metode permainan simulasi terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak Puspitaningtiyas, Retno; Leman, Michael A.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15523

Abstract

Abstract: Indonesia has a prevalence of oral health problems which is continuously increasing, mostly among children. The two dominating diseases namely dental caries and periodontal disease. Factor that influences both diseases is behavior. Intervention through education with the use of appropriate methods and media can improve children’s knowledge. This study was aimed to compare the effectiveness of dental health education (DHE) using lecture method and simulation game in increasing the knowledge of oral health of children. This was a quasi experimental study with a non-equivalent control group design. Respondents were students of SDN Mantelagheng aged 10-12 years old as many as 56 students obtained by using total sampling method. Respondents were divided into two groups: lecture and simulation game, each of 27 students. The results showed that the DHE in lecture and simulation game groups could significantly increase the children’s knowledge about oral health (p=0.000). The Mann-Whitney test showed a significant difference in effectiveness between the two groups (p=0.000). The average value of the lecture group was 16.52 meanwhile of the simulation group 38.48. Conclusion: Simulation game method was more effective to improve the oral health knowledge of children than the lecture method.Keywords: dental health education, knowledgeAbstrak: Indonesia memiliki prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut yang terus meningkat, dan sebagian besar terjadi pada anak-anak. Dua penyakit yang mendominasi, yaitu karies gigi dan penyakit periodontal. Faktor yang berpengaruh pada kedua penyakit ini yaitu perilaku. Intervensi melalui pendidikan dengan penggunaan metode dan media yang tepat, dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas dental health education (DHE) metode ceramah dan permainan simulasi terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Jenis penelitian ialah quasi experimental dengan rancangan non equivalent control group. populasi penelitian yaitu siswa SDN Mantelagheng yang berusia 10-12 tahun. Terdapat 56 siswa sebagai responden, diperoleh dengan metode total sampling,dibagi dalam dua kelompok yakni ceramah dan permainan simulasi masing-masing 27 responden. Hasil penelitian menunjukkan DHE pada kelompok ceramah dan permainan simulasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut masing-masing mendapatkan p=0,000. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbandingan bermakna antara efektivitas kedua kelompok (p=0,000), dengan nilai rerata kelompok ceramah 16,52 dan kelompok permainan simulasi 38,48. Simpulan: Metode permainan simulasi lebih efektif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak dibandingkan dengan metode ceramah.Kata kunci: dental health education, pengetahuan
Uji air perasan jeruk kesturi (Citrus microcarpa Bunge.) terhadap perubahan warna resin komposit yang direndam dalam larutan kopi Sibilang, Annabelle A. G. C.; Wowor, Pemsi M.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.14737

Abstract

Abstract: Color change or discoloration of the tooth surface is an aesthetic problem that is often complained because it reduces one’s confidence in terms of appearance. This problem can also occur on the surface of restorative materials inter alia composite resin. Composite resin is a tooth-colored restorative material that most people favor due to its aesthetic value. This discoloration can occur due to excessive intake of colored beverages like coffee. The treatment used for discoloration is bleaching, but these treatments have side effects. Calamondin (Citrus microcarpa Bunge.) can be an alternative bleaching agent because it contatins citric acid. This study was aimed to determine whether calamondin juice could affect the color change of composite resin soaked in coffee solution. This was a pre-experimental study with a one shot case study design. Samples were 10 composite resins with a diameter of 5 mm and 2 mm thick soaked in coffee solution for 7 days to obtain discoloration and then samples were soaked in calamondin juice for 5 days to whiten the samples. The discoloration was measured by using the CIEL*a*b* method at 60 minutes and 5 days after soaking in calamondin juice. The Friedman test showed significant changes (p<0.05). Conclusion: Calamondin juice affected the color change of composite resin that had been soaked in coffee solution.Keywords: composite resin, calamondin juice, color change Abstrak: Perubahan warna atau diskolorisasi pada permukaan gigi merupakan salah satu masalah estetika yang sering dikeluhkan karena mengurangi kepercayaan diri seseorang. Masalah ini juga dapat terjadi pada permukaan bahan tumpatan gigi, salah satunya adalah resin komposit. Resin komposit merupakan bahan tumpatan yang sewarna dengan gigi yang banyak digemari orang karena nilai estetiknya. Salah satu penyebab perubahan warna yaitu mengonsumsi minuman berwarna secara berlebih seperti kopi. Perawatan yang digunakan untuk masalah diskolorisasi ialah bleaching, namun perawatan ini memiliki efek samping. Jeruk kesturi (Citrus microcarpa Bunge.) dapat menjadi bahan alternatif bleaching karena karena mengandung asam sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah air perasan jeruk kesturi berpengaruh terhadap perubahan warna resin komposit yang telah direndam dalam larutan kopi. Jenis penelitian ialah pre-eksperimental dengan one shot case study design. Penelitian ini menggunakan 10 sampel resin komposit dengan ukuran diameter 5 mm dan tebal 2 mm. Sampel direndam dalam larutan kopi selama 7 hari agar terjadi diskolorisasi kemudian direndam dalam air perasan jeruk kesturi selama 5 hari dengan tujuan untuk memutihkan kembali sampel. Pengukuran perubahan warna menggunakan metode CIEL*a*b dilakukan setelah perendaman 60 menit dan 5 hari. Uji Friedman menunjukkan terdapat perubahan bermakna (p<0,05). Simpulan: Air perasan jeruk kesturi berpengaruh terhadap perubahan warna resin komposit yang direndam dalam larutan kopi.Kata kunci: resin komposit, air perasan jeruk kesturi, perubahan warna
UJI DAYA HAMBAT MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ENTEROCOCCUS FAECALIS Tumbel, Lisa K.; Wowor, Pemsi M.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15535

Abstract

Abstract: Generally, failures in root canal treatment are caused by the bacterium Enterococcus faecalis. Several studies using different types of herbs showed their inhibition effect on the growth of bacteria in the oral cavity. Coconut oil can be processed into pure coconut oil (virgin coconut oil, VCO) that contains lauric acid with its antibacterial effect. This study was aimed to determine the inhibitory effect of coconut oil on the growth of the bacteria Enterococcus faecalis. This was an experimental laboratory study with the post-test only control group design. We used a modified method of the Kirby-Bauer disk paper. Sample of VCO was made by using heating process. Enterococcus faecalis bacteria obtained directly from the patients? necrotic pulps were identified at the Pharmaceutical Microbiology Laboratory, University of Sam Ratulangi Manado. The results showed that Enterococcus faecalis bacteria were identified in the samples. The inhibition zone of VCO to Enterococcus faecalis was 10 mm. Conclusion: Virgin coconut oil could inhibit the growth of Enterococcus faecalis.Keywords: virgin coconut oil (Virgin coconut oil), Enterococcus faecalis, inhibition zoneAbstrak: Pada perawatan saluran akar dapat ditemukan kegagalan perawatan yang disebabkan oleh bakteri Enterococcus faecalis. Terdapat beberapa penelitian mengenai berbagai jenis tumbuhan herbal yang telah dilakukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dalam rongga mulut, salah satunya yaitu tanaman kelapa yang dapat diolah menjadi minyak kelapa murni (virgin coconut oil, VCO) yang mengandung senyawa aktif asam laurat dengan efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat VCO terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium dengan post-test only control group design. Metode pengujian menggunakan metode modifikasi Kirby-Bauer dengan paper disk. Sampel minyak kelapa murni dibuat sendiri dengan proses pemanasan. Bakteri Enterococcus faecalis diambil langsung dari pasien nekrosis pulpa lalu diidentifikasi di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan adanya bakteri Enterococcus faecalis pada sampel hasil identifikasi. Dari hasil uji daya hambat didapatkan minyak kelapa murni (Virgin coconut oil) memiliki efek antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Enterococcus faecalis dengan zona hambat sebesar 10 mm. Simpulan: Virgin coconut oil dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.Kata kunci: VCO, Enterococcus faecalis, zona hambat
Hubungan pengetahan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada pemulung di tempat pembuangan akhir Sumompo Manado Anggow, Ollivia R.; Mintjelungan, Christy N.; Anindita, P. S.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.14783

Abstract

Abstract: The knowledge of dental and oral health is very essential to the formation of one's actions in the maintenance of his/her dental and oral health. One of the most common oral disease in Indonesian citizen is dental caries. This study was aimed to determine the relationship between the knowledge of oral health status and caries among scavengers in Sumompo Manado. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. There were 78 scavengers aged 18-45 years old as respondents obtained by using purposive sampling method. The results showed that the highest percentages of knowledge about oral health and caries status were in less knowledge with high caries status by an average of 32.1%. The chi-square test obtained a p value of 0.027. Conclusion: There was a significant relationship between oral health knowledge and caries status of scavengers in Sumompo Manado.Keywords: oral health knowledge, scavengers, caries Abstrak: Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia ialah karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Sumompo (TPA) Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Responden penelitian ialah pekerja pemulung yang umumnya pada kelompok usia 18-45 tahun sebanyak 78 orang. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden tentang kesehatan gigi dan mulut dan status karies paling banyak ditemukan pada pengetahuan kurang dengan status karies tinggi yaitu sebesar 32,1%. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan p value 0,027 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pekerja pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Sumompo Manado. Kata kunci: pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, pekerja pemulung, status karies
Pengaruh kopi arabika terhadap perubahan warna resin komposit hybrid Sirang, Style V.; Anindita, P. S.; Juliatri, .
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15294

Abstract

Abstract: Composite resin is one of the restorations used in the field of dentistry due to its good esthetic property. To date, the most commonly used composite resin is the hybrid type. Its weakness is the nature of fluid absorbance that can change its color. This discoloration can caused inter alia by food and beverage consumption. Arabica coffee is mostly consumed by our society, however, it has deposit of chlorogenic acid that might cause discoloration. This study was aimed to assess the influence of arabica coffee to the discoloration of hybrid composite resins. This was a true experimental study with a pre test and post test only control group design. Total samples were 24 composite resins of hybrid type (diameter 5 mm and height 2 mm). Each treatment group consisted of 6 samples. The samples were divided into 4 treatment groups, as follows: 0 day, 3 days, 5 days, and 7 days of immersion in arabica coffee solution. The one-way anova test showed that the influence of arabica coffee solution to discoloration of composite resins was significant (p=0.00). Conclusion: There was a significant influence of the duration of immersion in arabica coffee to discoloration of hybrid composite resinsKeywords: resin composite, discoloration, arabica coffee Abstrak: Resin komposit merupakan salah satu bahan restorasi yang sering digunakan di bidang kedokteran gigi karena memiliki nilai estetik yang baik. Saat ini jenis resin komposit yang sering digunakan yaitu resin komposit tipe hybrid. Resin komposit memiliki kekurangan yaitu sifat absorbansi cairan yang dapat menyebabkan perubahan warna. Salah satu penyebab perubahan warna yaitu makanan dan minuman. Kopi arabika merupakan minuman yang sering dikonsumsi oleh masyarakat dan memiliki kandungan asam klorogenik yang dapat memengaruhi perubahan warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kopi arabika terhadap perubahan warna resin komposit hybrid. Jenis penelitian ialaj eksperimental murni dengan pre test dan post test only control group design. Jumlah sampel penelitian yaitu 24 resin komposit tipe hybrid dengan ukuran diameter 5 mm dan tinggi 2 mm, dibagi dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok perlakuan terdiri dari 6 sampel. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok perlakuan 0 hari, 3 hari, 5 hari, dan 7 hari perendaman dalam larutan kopi arabika. Hasil analisis data dengan uji one way Anova menunjukkan adanya pengaruh kopi arabika terhadap perubahan warna resin komposit (p=0,00). Simpulan: Terdapat pengaruh bermakna dari lama perendaman dalam kopi arabika terhadap perubahan warna resin komposit hybrid. Kata kunci : resin komposit, perubahan warna, kopi arabika
Pengaruh perendaman plat resin akrilik dalam larutan kopi dengan berbagai kekentalan terhadap perubahan volume larutan kopi Togatorop, Rachel S.; Rumampuk, Jimmy F.; Wowor, Vonny N.S.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.14738

Abstract

Abstract: Acrylic resin is a denture base material that is still used in the field of dentistry. Porosity, one of the properties of a denture base material, can lead to absorption of fluid in the mouth, one of them is coffee. Porosity that occurs in a denture base material can cause discoloration. Coffee is favored by most people. Coffee contains tannins, a polyphenol compound, that can be absorbed through the porous of the denture base which can cause discoloration of the denture base. This study was aimed to determine the effect of acrylic resin plate immersed in coffee solution with various viscosity to the changes in volume of coffee solution. This was a pre laboratory experimental study with a pre and post test only control group design. Samples were 18 acrylic resin plates with a size of 65 x 10 x 2.5 mm. Each treatment group consisted of 6 samples. The samples were divided into 3 treatment groups that were soaked in coffee 2 g, 4 g, and 6 g for 7 days. The results showed that after 7 days of immersing resin acrylic plates in coffee solution with various viscosity, the changes of the volumes of coffee solution had a mean of 0.064 for 2 g; 0.147 for 4 g; and 0.244 for 6 g. The one-way ANOVA test resulted in a p value of 0.00. Conclusion: There was a significant effect of resin acrylic immersed in a coffee solution with various viscosity to the changes in the volume of coffee solution.Keywords: acrylic resin, changes in volume of the solution of coffee, coffee Abstrak: Resin akrilik merupakan bahan basis gigi tiruan yang sampai saat ini masih digunakan dalam bidang Kedokteran Gigi. Porositas merupakan salah satu sifat basis gigi tiruan. Adanya porositas pada basis gigi tiruan dapat mengakibatkan terserapnya cairan yang masuk dalam mulut salah satunya yaitu kopi. Porositas yang terjadi pada basis gigi tiruan dapat menyebabkan perubahan warna pada basis gigi tiruan. Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak digemari masyarakat. Kopi mengandung tanin suatu senyawa polifenol yang dapat terserap masuk melalui porus pada basis gigi tiruan dan menyebabkan perubahan warna pada basis gigi tiruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman plat resin akrilik dalam larutan kopi dengan berbagai kekentalan terhadap perubahan volume larutan kopi. Jenis penelitian ialah pra eksperimental laboratorium dengan pre and post test only control group design. Sampel terdiri dari 18 plat resin akrilik dengan ukuran 65 x 10 x 2,5 mm. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yang di rendam dalam kopi 2gr, 4gr, dan 6gr selama 7 hari. Masing-masing kelompok perlakuan terdiri dari 6 sampel. Hasil penelitian mendapatkan setelah 7 hari perendaman plat akrilik dalam larutan kopi dengan berbagai kekentalan terhadap perubahan volume larutan kopi memiliki rerata kopi 2 gr sebesar 0,064, kopi 4 gr sebesar 0,147. dan kopi 6 gr sebesar 0,244. Uji One-way Anova menunjukkan adanya pengaruh perendaman resin akrilik dalam larutan kopi dengan berbagai kekentalan terhadap perubahan volume larutan kopi dengan p=0,00. Simpulan: Terdapat pengaruh bermakna dari perendaman resin akrilik dalam larutan kopi dengan berbagai kekentalan terhadap perubahan volume larutan kopiKata kunci: resin akrilik, perubahan volume larutan kopi, kopi
Uji daya hambat rebusan daun pepaya (carica papaya) terhadap pertumbuhan Candida albicans pada plat resin akrilik polimerisasi panas Suni, Nurul A.; Wowor, Vonny N. S.; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15524

Abstract

Abstract: Unclean acrylic removable denture will be the gathering place of plaques that further become media for the growth of microorganisms, inter alia Candida albicans. Abnormal growth of fungi could result in denture stomatitis. Prevention can be done by using cleaning materials, however, these materials contain many chemical substances and are relatively expensive. Carica papaya is one of the herbs that contain active compounds which are antifungal. This study was aimed to determine the inhibition effect of papaya leaves on the growth of C. albicans isolated from the hot plate acrylic resin polymerization. This was a pure experimental study with a post test only control group design. Absorbance values were obtained by using a standard spectrophotometer with Mc Farland No. 1. The absorbance values were incorporated into Stainer formula to determine the total number of colonies of C. albicans. The results of the converted absorbance values were as follows: the papaya leaf 0.51 x 108 CFU; the positive control (polident) 2.5 x 108 CFU; and the negative control (sterile distilled water) 3.6 x 108 CFU. Conclusion: Papaya leaves (Carica papaya) had inhibitory effect on the growth of Candida albicans.Keywords: papaya leaf (Carica papaya), removable denture acrylic plate, Candida albicansAbstrak: Kebersihan gigi tiruan lepasan akrilik yang kurang diperhatikan akan menjadi tempat berkumpulnya plak yang dapat menjadi media untuk bertumbuhnya mikroorganisme, antara lain Candida albicans. Pertumbuhan jamur yang abnormal dapat mengakibatkan denture stomatitis. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan bahan pembersih, namun pembersih yang beredar saat ini banyak mengandung bahan kimia dan harga yang relatif mahal. Daun pepaya (Carica papaya) merupakan salah satu tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif yang bersifat antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat rebusan daun pepaya terhadap pertumbuhan C. albicans yang diisolasi dari plat resin akrilik polimerisasi panas. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan post test only control group design. Nilai absorbansi diperoleh dengan menggunakan spektrofotometer standar Mc Farland no 1, kemudian nilai absorbansi dimasukan ke dalam rumus Stainer untuk mengetahui jumlah total koloni C. albicans. Hasil penelitian menunjukkan nilai absorbansi setelah dikonversikan ke dalam rumus ialah pada rebusan daun pepaya 0,51 x 108 CFU; kontrol positif (polident) 2,5 x 108 CFU; dn kontrol negatif (akuades steril) 3,6 x 108 CFU. Simpulan: Air rebusan daun pepaya (Carica papaya) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans.Kata kunci: daun pepaya (carica papaya), plat gigi tiruan
Uji daya hambat ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus L) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans Kawengian, Susanna A. F.; Wuisan, Jane; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.14736

Abstract

Abstract: One of the plants that can be used in medical field is the lemongrass plant (Cymboogon citratus) that has lush and dense leaves. Lemongrass leaves contain alkaloids, saponins, tannins, polyphenols, and flavonoids. Streptococcus mutans is known as one of the bacteria that can cause dental caries. An alternative way to eliminate Streptococcus mutans is by using lemongrass leaves. This study was aimed to determine the antibacterial effect of lemon grass leaves extract in inhibition of the growth of Streptococcus mutans and its degree of effectivenss referred to the inhibition zone. This was an experimental study using modified Kirby-bauer method with wells. The leaves of lemon grass were taken from Kalawat, North Minahasa then they were extracted with maceration method using 96% ethanol. Streptococcus mutans were obtained from the pure stock of Pharmacy Laboratory MIPA Sam Ratulangi University. The results showed that the total diameter of inhibition zone of lemon grass leaves extract against Streptococcus mutans was 19.8 mm with an average of 3.96 mm. Conclusion: Lemon grass extract was effective in inhibition of Streptococcus mutans with an average diameter of inhobotion zone of 3.96 mm.Keywords: lemon grass leaves, Streptococcus mutans, inhibition zone Abstrak: Salah satu tanaman yang dipercaya dapat dijadikan obat yaitu tanaman serai (Cymbopogon citratus) yang memiliki daun yang rimbun dan lebat. Daun serai mengandung alkaloid, saponin, tanin, polifenol dan flavonoid. Streptococcus mutans merupakan salah satu penyebab karies gigi. Cara alternatif untuk menanggulangi Streptococcus mutans yaitu dengan menggunakan daun serai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun serai memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans serta menilai besar daya hambat ekstrak daun serai terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dilihat dari diameter zona hambat. Jenis penelitian ialah eksperimental dengan metode modifikasi Kirby-bauer menggunakan sumuran. Sampel daun serai diambil dari daerah Kalawat Kabupaten Minahasa Utara kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diambil dari stok bakteri murni Laboratorium Farmakologi MIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian mendapatkan total diameter zona hambat ekstrak daun serai terhadap Streptococcus mutans sebesar 19,8 mm dengan nilai rerata sebesar 3,96 mm. Simpulan: Ekstrak daun serai memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan rerata zona hambat sebesar 3,96 mm.Kata kunci: daun serai (cymbopogon citratus L), streptococcus mutans, zona hambat
Gambaran pemeriksaan gigi untuk identifikasi korban meninggal di Bagian Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2010 – 2015 Tandaju, Cornelius F.; Siwu, James; Hutagalung, Bernart S. P.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15534

Abstract

Abstract: Recently, there were many disasters that led to large numbers of human victims. Identification is important not only to analyze the cause of death, but also to provide psychological tranquility for the families with certainty of the victim identity. Tooth is resistant to high temperature due to its less organic tissue, therefore, it is very helpful in the identification of the victim on fire. Dental examination is an accurate and easily done method for the identification of a dead victim. This study was aimed to obtain the profile of dental examination in the identification of the dead victims at the Forensic and Medicolegal Department, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado, from 2010 through 2015. This was a retrospective study. The result showed that there were 378 deaths in that period. There were 8 dead victims with dental examination; one of them had no identity. Conclusion: Most dead victims with dental examination at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado had their identities.Keywords: identification of dead bodies, tooth examinationAbstrak: Beberapa tahun terakhir ini banyak kejadian bencana yang menyebabkan jumlah korban manusia yang besar. Proses identifikasi menjadi penting bukan hanya untuk menganalisis penyebab suatu kematian, namun juga upaya untuk memberikan ketenangan psikologis pada keluarga dengan adanya kepastian identitas korban. Gigi memiliki ketahanan terhadap temperatur yang tinggi sehingga sangat bermanfaat dalam identifikasi pada korban terbakar. Hal ini disebabkan sedikitnya jaringan organik yang dikandungnya. Pemeriksaan gigi dalam pengenalan jenazah merupakan metode yang akurat dan mudah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemeriksaan gigi untuk identifikasi korban meninggal di Bagian Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode tahun 2010-2015. Jenis penelitian ini ialah retrospektif. Hasil penelitian mendapatkan data 378 korban meninggal yang masuk di Bagian Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2010-2015. Terdapat 8 korban meninggal dengan pemeriksaan gigi; 1 korban tidak memiliki identitas. Simpulan: Sebagian besar korban meninggal dengan pemeriksaan gigi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado memiliki identitas.Kata kunci: identifikasi jenazah, pemeriksaan gigi
Pengaruh air kelapa terhadap peningkatan pH saliva Kusumawardani, Chendrakasih; Leman, Michael A.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.14781

Abstract

Abstract: Dental caries is a disease that attacks the hard tooth tissue. One of the causes of dental caries is the acidogenic bacteria. The bacterial growth is influenced by the condition of oral cavity such as the pH of saliva. The acidity of salivary pH causes increased growth of bacteria resulted in higher risk of caries. Various methods are used to reduce the risk of dental caries. One of them is the usage of natural materials that contain calcium such as coconut water (Cocos nucifera L.) that can help the remineralization process, therefore, can pH of saliva will increase. This study was aimed to determine whether the coconut water and improve the pH of saliva. This was a quasi experimental study with a pretest and posttest group design. There were 30 people as samples. Salivary pH measurements were done three times in each sample as follows: normal saliva, saliva after consumption of bread, and saliva after drinking coconut water. Salivary pH was measured with a pH meter. The results showed that coconut water did not increase the pH of saliva because its pH was acid and its sugar content lowered the pH of saliva.Keywords: salivary pH, coconut water, dental caries, coconut water to pH of saliva Abstrak: Penyakit karies gigi merupakan penyakit yang menyerang jaringan keras gigi. Penyebab terjadinya karies gigi di antaranya ialah bakteri asidogenik. Pertumbuhan bakteri ini dipengaruhi keadaan rongga mulut seperti pH saliva. pH saliva yang asam menyebabkan pertumbuhan bakteri semakin meningkat dengan risiko karies semakin tinggi. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya karies gigi di antaranya dengan memanfaatkan bahan dari alam yang memiliki kandungan kalsium seperti air kelapa (Cocos nucifera L.) yang dapat membantu proses remineralisasi sehingga diduga dapat meningkatkan pH saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah air kelapa dapat meningkatkan pH saliva. Jenis penelitian ialah kuasi eksperimental dengan pretest and post test group design. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengukuran pH saliva dilakukan sebanyak tiga kali pada tiap sampel, yaitu saliva normal, saliva setelah mengonsumsi roti, dan saliva setelah meminum air kelapa. Pengukuran pH saliva menggunakan pH meter. Hasil penelitian mendapatkan air kelapa tidak dapat meningkatkan pH saliva karena pH kelapa yang asam serta kandungan gula di dalamnya yang menyebabkan pH saliva menjadi turun. Kata kunci: pH saliva, air kelapa, karies gigi, air kelapa terhadap pH saliva

Page 2 of 2 | Total Record : 20