cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi" : 38 Documents clear
Penatalaksanaan Hipersensitivitas Dentin Rasni, Novia D. P.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.33885

Abstract

Abstract: Dentin hypersensitivity is one of the most common dental problems. It can be found in both sexes, especially in the elderly. The discomfort or pain experienced in cases of dentin hypersensitivity occurs due to the unprotected surface by enamel in the crown or by cementum in the tooth root area. The characteristic of dentin hypersensitivity is that the pain suffered is acute, sharp but short in the unprotected dentin. This review was aimed to discuss about the etiology, stimulatory transmission mechanisms, and management of dentine hypersensitivity.Keywords: dentin hypersensitivity; pain  Abstrak: Hipersensitivitas dentin merupakan salah satu masalah gigi yang paling sering dijumpai, dapat ditemui pada laki-laki maupun perempuan utamanya pada orang yang sudah lanjut usia. Ketidaknyamanan atau rasa ngilu yang dialami pada kasus hipersensitivitas dentin terjadi karena adanya permukaan yang tidak terlindungi oleh email di mahkota atau sementum di daerah akar gigi. Ciri khas hipersensitif dentin yaitu rasa sakit yang diderita bersifat akut, tajam tapi singkat pada dentin yang tidak terlindungi. Penulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai etiologi, mekanisme penjalaran rangsang dan tata kelola kasus hipersensitivitas dentin.Kata kunci: hipersensitivitas dentin; rasa ngilu
Hubungan antara Status Gizi dengan Gigi Berjejal pada Anak Usia 11 sampai 12 Tahun di SD Negeri 45 Manado Richter, Ciwinan H.; Anindita, Pritartha S.; Kawengian, Shirley E. S.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.33705

Abstract

Abstract: Nutrition has a very important role during growth and development. It is a collection of biochemical substances that generally come from food used for the process of producing energy, growth, development, and maintenance of the body function. Poor nutrition will have an impact on the growth and development of teeth and mouth such as the occurrence of dental malformations, easily injury of soft tissues, and obstructed development of facial bones and jaws. This study was aimed to determine the relationship between nutritional status and crowded teeth in children aged 11 to 12 years. This was a descriptive and analytical study with a cross sectional design. This study was conducted at Elementary School 45 in Manado using a total sampling method. There were 39 subjects that were analyzed by using BMI/A anthropometry. The chi-square obtained a p-value of 0.376 for the relationship between nutritional status based on BMI/A and crowded teeth. In conclusion, there was no relationship between nutritional status based on BMI/A and crowded teeth in students of Elementary School 45 aged 11-12 years in Manado.Keywords: nutritional status; crowded teeth; children  Abstrak: Gizi memiliki peran yang sangat penting selama masa tumbuh kembang karena gizi merupakan kumpulan zat biokimia yang umumnya berasal dari makanan yang digunakan untuk proses menghasilkan energi, pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan tubuh. Gizi yang kurang baik akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan gigi dan mulut seperti terjadi malformasi gigi, mudah terjadi cedera pada jaringan lunak, serta terhambatnya perkembangan tulang wajah dan rahang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan gigi berjejal pada anak usia 11 sampai 12 tahun. Jenis penelitian ialah analitik deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 45 Manado menggunakan total sampling dengan subjek penelitian berjumlah 39 orang, dianalisis menggunakan antropometriIMT/U. Hasil uji chi-square mendapatkan nilai p=0,376 terhadap hubungan antara status gizi berdasarkan IMT/U dengan gigi berjejal. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi berdasarkan IMT/U dengan gigi berjejal pada anak usia 11 sampai 12 tahun di SD Negeri 45 Manado.Kata kunci: status gizi; gigi berjejal; anak
Efektivitas Permen Karet Xylitol dalam Menurunkan Plak Saputera, Baban; Wicaksono, Dinar A.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.33896

Abstract

Abstract: Oral and tooth problem that often occurs is caries worldwide. According to Riset Kesehatan Dasar (Baseline Health Research) in 2018, the largest proportion of oral and tooth problems in Indonesia is caries (45,3%). Caries could be caused inter alia by the presence of bacterial accumulation attached to plaque. One of the ways to control plaque is xylitol chewing gum which is proven to be quite effective in cleaning teeth from debris and plaque, preventing periodontal diseases, increasing salivary pH, and stimulating saliva excretion. This study was aimed to evaluate the effectiveness of xylitol chewing gum in reducing plaque. This was a literature review study using two databases, namely Google Scholar and Indonesia One Search. The results showed that samples used in the literatures were 10-24 years old. The xylitol doses used were 3.4 g/day, 4.05 g/day, 6 g/day, and 45 g/day. Xylitol dose below 3.4 g/day was not effective and dose above 10 g/day was less effective to reduce S. mutans. In conclusion, xylitol chewing gum at a dose of 3.4 g-10 g per day is quite effective in reducing plaque.Keywords: xylitol chewing gum; dental plaque Abstrak: Masalah kesehatan gigi dan mulut khususnya karies merupakan penyakit yang dialami oleh sebagian besar penduduk di dunia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi dan mulut di Indonesia ialah karies (45,3%). Penyebab terjadinya karies ialah antara lain adanya kumpulan bakteri yang terikat dalam plak. Salah satu pengendalian plak ialah dengan tindakan mengunyah permen karet xylitol yang terbukti cukup efektif membersihkan gigi dari debris dan plak, mencegah terjadinya penyakit periodontal, meningkatkan pH saliva, dan merangsang pengeluaran saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas efektivitas permen karet xylitol dalam menurunkan plak. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan dua database yaitu Google Scholar dan Indonesia One Search. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kelompok eksperimen penelitian yang dikaji berkisar 10-24 tahun. Dosis xylitol yang dipakai dalam penelitian berkisar 3,4 gr/hari, 4,05 gr, 6 gr/hari, dan 45 gr per hari. Dosis xylitol di bawah 3,4 gr/hari tidak efektif dan dosis yang melebihi 10 gr/hari juga kurang efektif terhadap reduksi S. mutans. Simpulan penelitian ini ialah mengunyah permen karet xylitol dengan dosis 3,4 gr-10 gr per hari cukup efektif dalam menurunkan plak.Kata kunci: permen karet xylitol; plak
Hubungan Motivasi Perawatan Gigi Terhadap Kualitas Hidup Terkait Kesehatan Gigi (Oral Health Related Quality of Life - OHRQol) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Zuhriza, Ramadhika A.; Wulandari, Diah R.; Skripsa, Tira H.; Prabowo, Yoghi B.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.33890

Abstract

Abstract: The high number of dental and oral health problems is caused by lack of individual motivation to perform routine dental care, as seen from the number of people who receive treatment from the dentist is only 8.7%. Serious oral health problems can lead to a decrease in the quality of life as well as work and study activities of an individual. This study was aimed to analyze the relationship between dental treatment motivation and Oral Health Related Quality of Life (OHRQoL) in students of the Faculty of Medicine, Diponegoro University. This was a descriptive and analytical study with a cross sectional design. Samples were choosen by using the cluster random sampling method. Data were analyzed by using the Spearman’s rank correlation test. The results showed that the students had high motivation for dental treatment. Moreover, the students had good OHRQoL conditions, with the worse score on the dimensions of psychological discomfort, physical disability, social disability, and physical pain. The Spearman’s rank correlation test obtained an r-value of 0.190 and a p-value of 0.020 for the relationship between dental treatment motivation and OHRQoL. In conclusion, there was a significant relationship between dental care motivation and OHRQoL in students of the Faculty of Medicine, Diponegoro University. The higher the dental treatment motivation, the better the quality of life is.Keywords: motivation; dental treatment; OHRQoL; quality of life; OHIP-14 Abstrak: Tingginya angka masalah kesehatan gigi dan mulut disebabkan oleh kurangnya motivasi individu untuk melakukan perawatan gigi secara rutin yang terlihat dari jumlah penduduk yang menerima perawatan dari tenaga medis gigi hanya 8,7%. Masalah kesehatan yang ditemukan pada rongga mulut dan bersifat serius dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas hidup individu serta aktivitas kerja dan belajar menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi perawatan gigi terhadap kualitas hidup terkait kesehatan gigi (Oral Health Related Quality of Life - OHRQoL) mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian dipilih dengan metode cluster random sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rank. Hasil penelitian menunjukkan para mahasiswa memiliki motivasi perawatan gigi yang tinggi. Mahasiswa memiliki kondisi OHRQoL baik, dengan skor buruk pada dimensi ketidaknyaman psikis, disabilitas fisik, disabilitas sosial, dan rasa sakit fisik. Hasil analisis uji korelasi Spearman’s rank memperoleh nilai r = 0,190 dan nilai p = 0,020 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara motivasi perawatan gigi dengan OHRQoL. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara motivasi perawatan gigi dengan OHRQoL pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semakin tinggi motivasi perawatan gigi maka semakin baik kualitas hidup.Kata kunci: motivasi; perawatan gigi; OHRQoL; kualitas hidup; OHIP-14
Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut Siswa SD Dengan dan Tanpa Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) Gerung, Ayumi Y.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.32958

Abstract

Abstract: Behavior is the second major factor that affects the health status of an individual or society. Good behavior in maintaining oral hygiene will have a positive impact on the status of children’s oral health. One of the efforts to reduce the number of caries is through the Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) program. This study was aimed to obtain the oral health care behavior of elementary school students with UKGS and without UKGS. This was a literature review study. There were four relevant literatures with related topics obtained from different databases, as follows: Google Scholar, PubMed, and Garba Rujukan Digital. The results showed that the UKGS program was effective in increasing the status of students’ oral health. Besides education about oral health at schools, parents and the media played some important roles in providing information of oral care. In conclusion, oral health care behavior of elementary school students with and without UKGS were in good category as long as teachers, parents, and internet media as well as print media were involved.Keywords: behavior; oral health; Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)  Abstrak: Perilaku merupakan faktor kedua terbesar yang berpengaruh terhadap status kese-hatan individu atau masyarakat. Perilaku yang baik dalam pemeliharaan kebersihan mulut akan berdampak positif pada derajat kesehatan gigi mulut anak. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka karies yaitu melalui program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemeliharaan kesehatan gigi mulut siswa SD dengan UKGS dan tanpa UKGS. Jenis penelitian ialah literature review. Terdapat empat pustaka yang relevan dengan topik terkait. Pustaka dalam penelitian didapat dari database Google Scholar, PubMed, dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian menunjukkan program UKGS efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi mulut siswa. Pendidikan tentang kesehatan gigi mulut tidak hanya berasal dari sekolah, tetapi orang tua dan media berperan penting dalam memberikan informasi tentang pemeliharaan gigi mulut. Simpulan penelitian ini ialah perilaku pemeliharaan kesehatan gigi mulut siswa SD dengan UKGS dan tanpa UKGS keduanya dalam kategori baik sepanjang adanya keterlibatan guru, orang tua, dan media internet maupun cetak.Kata kunci: perilaku; kesehatan gigi mulut; Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)
Motivasi Penderita yang Kehilangan Gigi terhadap Penggunaan Gigi Tiruan Rumambi, Brigita B.; Wowor, Vonny N. S.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.32959

Abstract

Abstract: Denture wearing in society is influenced by several factors, one of which is motivation that can influences the mindset of individuals in decision making. This study was aimed to obtain the description of motivation among denture wearers. This was a literature review study using content analysis. There were four literatures on related topics obtained from the Google Scholar database, PubMed, and Garba Rujukan Digital. The results showed that in general, the external motivation of denture wearers was categorized as moderate, consisted of family support, environment, media, and health facilities. Meanwhile, the internal motivation was categorized as high, consisted of self-perception, interest, need, and expectation. In conclusion, motivations of patients with tooth loss to wear dentures consisted of extrinsic motivation which included the environment, information media, and health facilities, and the intrinsic motivation which included knowledge, self-perception, needs, interests, and expectation.Keywords: motivation; denture wearers  Abstrak: Penggunaan gigi tiruan pada masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya ialah motivasi yang dapat memengaruhi pola pikir individu dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran motivasi penggunaan gigi tiruan. Jenis penelitian ialah studi pustaka dengan menggunakan content analysis. Terdapat empat pustaka mengenai topik terkait, diperoleh dari database Google scholar, PubMed, dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian mendapatkan motivasi ekstrinsik penderita yang kehilangan gigi dengan penggunaan gigi tiruan umumnya tergolong sedang meliputi dukungan keluarga, lingkungan, media, dan fasilitas kesehatan sedangkan motivasi internal tergolong tinggi meliputi persepsi diri, minat, kebutuhan, dan harapan. Simpulan penelitian ini ialah motivasi penderita yang kehilangan gigi terhadap penggunaan gigi tiruan terdiri dari motivasi motivasi ekstrinsik yang meliputi lingkungan, media informasi dan fasilitas kesehatan dan motivasi intrinsik yang meliputi pengetahuan, persepsi diri, kebutuhan, minat, dan harapan.Kata kunci: motivasi; pengguna gigi tiruan
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah terhadap Pertum-buhan Streptococcus mutans pada Sediaan Obat Kumur (Uji Invitro) Ariyani, Bitha; Armalina, Desy; Purbaningrum, Diah A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34572

Abstract

Abstract: Caries could be minimized by reducing plaque accumulation with an antiseptic mouthwash. However, chlorhexidine 0,2%, the gold standard mouthwash, is known to have side effects. This has led to the innovation of an alternative herbal-based mouthwash that has antibacterial properties; one of the possible natural material is red dragon fruit peels. This study was aimed to prove the effect of red dragon fruit peel extract as mouthwash prepared in several concentrations to inhibit the growth of Streptococcus mutans. This was a quasi-experimental study with the post test control group design. There were six sample groups, namely mouthwash with extract concentration of 6.25%, 12.5%, 25%, and 50%, negative control (aquadest), and positive control (chlorhexidine 0.2%). The antibacterial assessment was done by using the well diffusion method calculating the inhibition zone formed around the wellbore. Data were analyzed by using the Kruskal Wallis test and the Mann Whitney Post Hoc test. The results showed that the average inhibition zones formed by extract mouthwash of 6.25%, 12.5%, 25%, 50% were 3.18 mm, 5.13 mm, 7.30 mm, and 11.01 mm respectively, and by positive control was 14.65 mm. There were significant differences between each treatment group. All concentrations of red dragon fruit peel extract in mouthwash could inhibit effectively the growth of Streptococcus mutans although not as effective as the positive control. In conclusion, red dragon fruit peel extract mouthwash could inihibit the growth of Streptococcus mutans.Keywords: mouthwash; red dragon fruit peel; Streptococcus mutans; antibacterial effect  Abstrak: Karies dapat diminimalisasi dengan mengurangi akumulasi plak menggunakan obat kumur antiseptik. Obat kumur chlorhexidine 0,2% merupakan obat kumur baku emas namun memiliki efek samping. Hal tersebut memunculkan inovasi untuk mencari alternatif obat kumur berbahan dasar herbal yang memiliki sifat antibakteri; salah satunya ialah kulit buah naga merah. Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh ekstrak kulit buah naga merah dalam obat kumur dengan beberapa konsentrasi untuk menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans penyebab karies. Jenis penelitian ialah quasi experimental dengan desain post test only group control design. Terdapat enam kelompok sampel yaitu obat kumur konsentrasi ekstrak 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, kontrol (-) akuades, dan kontrol (+) chlorhexidine 0,2%. Uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan menghitung zona hambat yang terbentuk di sekitar lubang sumuran. Uji statistik menggunakan Kruskal Wallis  dan uji post hoc Mann Whitney. Hasil penelitian mendapatkan rerata zona hambat yang terbentuk dari obat kumur konsentrasi ekstrak 6,25%, 12,5%, 25%, 50% ialah 3,18 mm, 5,13 mm, 7,30 mm, 11,01mm, dan kelompok kontrol(+) ialah 14,56 mm. Perbedaan bermakna terdapat pada setiap kelompok perlakuan. Setiap konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah dalam obat kumur berpengaruh menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, namun belum sebaik kontrol (+). Simpulan penelitian ini ialah ekstrak kulit buah naga merah dalam obat kumur berpengaruh menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.Kata kunci: obat kumur; kulit buah naga merah; Streptococcus mutans; efek antibakteri
Pengaruh Kebiasaan Merokok terhadap Pembentukan Stain pada Gigi Dondokambey, Serena D. V.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34878

Abstract

Abstract: Smoking is a bad habit that has become a necessity of life for some people. Moreover, smoking is found almost everywhere regardless of age, gender, and occupation. One of the consequences of smoking is the formation of stain on the teeth. This study was aimed to obtain the effect of smoking on the formation of stain on teeth. This was a literature review using various databases, such as Google Scholar, PubMed, and Wiley. The most frequent smoking frequency found was light smokers with the number of cigarettes smoked 1-4 cigarettes per day. All literatures showed that more stain formation occurred than no stain formation. Based on the frequency of smoking, the formation of stain on the teeth was most common in smokers with light category. In conclusion, smoking habits can affect the formation of stain on teeth. Based on the frequency of smoking the formation of stain on teeth is most commonly found in light-category smokers.Keywords: smoke; stain; discoloration  Abstrak: Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sudah menjadi kebutuhan hidup oleh sebagian orang. Selain itu, merokok banyak ditemukan tanpa memandang usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Salah satu akibat dari kebiasaan merokok yaitu terjadinya pembentukan stain pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan merokok terhadap pembentukan stain pada gigi. Jenis penelitian ialah suatu literature review menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Wiley dengan topik terkait. Terdapat tujuh literatur yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta telah melewati tahap penilaian jurnal menggunakan instrumen critical appraisal. Hasil penelitian mendapatkan frekuensi merokok yang paling banyak ditemukan ialah perokok kategori ringan dengan jumlah rokok yang dihisap 1-4 batang per hari. Pembentukan stain gigi secara keseluruhan pada semua literatur menunjukkan bahwa lebih banyak terjadinya pembentukan stain dibandingkan dengan yang tidak terjadi pembentukan stain. Berdasarkan frekuensi merokok, pembentukan stain pada gigi paling banyak terjadi pada perokok dengan kategori ringan. Simpulan penelitian ini ialah kebiasaan merokok dapat berpengaruh terhadap pembentukan stain pada gigi. Berdasarkan frekuensi merokok pembentukan stain pada gigi paling banyak ditemukan pada perokok dengan kategori ringan.Kata kunci: merokok; stain; pewarnaan gigi
Pengaruh Perendaman Ekstrak Bunga Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) terhadap Pertumbuhan Candida albicans pada Plat Resin Akrilik Syaula, Yuhi; Antari, Arlita L.; Purbaningrum, Diah A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.34104

Abstract

Abstract: Denture plate materials such as acrylic resin can induce adhesion of Candida albicans. Therefore, acrylic resin needs to be immersed in disinfectant. However, disinfectant can change its physical and mechanical properties, hence an alternative material is needed, such as hibiscus flower (Hibiscus rosa sinensis L.) due to its antifungal activity. This study was aimed to identify the effects of hibiscus flower extract and its concentrations towards the growth of C. albicans on acrylic resin plates. This was an experimental and laboratory study using the post-test only with control group design.  Acrylic resins were immersed in suspension of C. albicans, then were divided into four groups, as follows: 62.5% and 75% hibiscus flower extract (group I and II), positive control (sodium hypochlorite), and negative control (sterile aquadest). Acrylic resins were cultured and incubated on SDA media for 24 hours then the number of colonies were calculated. The results showed that C. albicans colonies in the treatment groups I, II, negative control, and positive control were 495 CFU/ml, 571.25 CFU/mL, 1175 CFU/mL, 23.125 CFU/mL respective-ly. The Kruskal-Wallis test showed significant differences in number of colonies of C. albicans (p<0.05) among all groups The post hoc Mann-Whitney test showed that all groups were significantly different, except for treatment groups I towards II. In conclusion, extract of hibiscus flower (H. rosa sinensis L.) affected the growth of C. albicans on acrylic resin plates.Keywords: hibiscus flower; Hibiscus rosa sinensis L.; Candida albicans; acrylic resin  Abstrak: Adanya bahan plat basis gigi tiruan seperti resin akrilik dapat memicu perlekatan C. albicans; oleh karena itu, resin akrilik perlu direndam dalam larutan desinfektan. Namun, larutan desinfektan dapat mengubah sifat fisik dan mekanik dari akrilik sehingga diperlukan adanya bahan alternatif, antara lain bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) yang memiliki aktivitas antifungal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman ekstrak dan konsentrasi bunga sepatu terhadap pertumbuhan C. albicans pada plat resin akrilik. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik dengan post-test only with control group design. Resin akrilik direndam dalam suspensi C. albicans, Terdapat empat kelompok perlakuan yaitu ekstrak bunga sepatu 62,5% dan 75%, kontrol positif (sodium hipoklorit), dan kontrol negatif (akuades steril). Resin akrilik dikultur dan diinkubasi pada media SDA selama 24 jam, kemudian jumlah koloni C. albicans dihitung. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah koloni C. albicans kelompok perlakuan I, II, kontrol negatif, dan positif sebanyak 495 CFU/ml, 571.25 CFU/mL, 1175 CFU/mL, 23.125 CFU/mL secara berurut. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan jumlah koloni C. albicans yang bermakna (p<0.05) antar semua kelompok. Uji post hoc Mann-Whitney menunjukkan semua kelompok berbeda bermakna, kecuali kelompok perlakuan I dengan II. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak bunga sepatu (H. rosa sinensis L.) berpengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans pada plat resin akrilik.Kata kunci: bunga sepatu; Hibiscus rosa sinensis L.; Candida albicans; resin akrilik
Status Karies Gigi pada Pengidap HIV/AIDS Sundah, Michael J.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34985

Abstract

Abstract: Human immunodeficiency virus (HIV) is a virus that attacks the human immune system, especially white blood cells called CD4 cells. Meanwhile, acquired immune deficiency syndrome (AIDS) is a syndrome that arises due to the decline in the human immune system caused by HIV infection. Several studies showed that people living with HIV/AIDS had a higher risk of developing dental caries compared to those without HIV/AIDS. Maintenance of oral hygiene, consumption of antiretroviral (ARV) drugs, and low salivary flow play a role in increasing the risk of caries in people living with HIV/AIDS. This study was aimed to determine the status of dental caries in people living with HIV/AIDS. This was a literature review using the databases of Google Scholar, PubMed, and Clinical Key. The results obtained five journals that were relevant to the topic of discussion. There was a high prevalence of caries in people with HIV/AIDS (56.78%-78.7%) and a higher average caries status (12.83±9.6, 15.14±6.09, and 11.87±8.08) compared to those without HIV/AIDS. The high prevalence of caries in people with HIV/AIDS was influenced by decreased salivary flow, use of ARVs, consumption of sweet foods, and lack of oral hygiene. In conclusion, the prevalence of caries in people living with HIV/AIDS was high.Keywords: dental caries, HIV/AIDS  Abstrak: Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia kususnya sel darah putih yang disebut sel CD4 sedangkan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) merupakan sindrom yang muncul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia yang diakibatkan infeksi HIV. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengidap HIV/AIDS berisiko lebih tinggi mengalami karies gigi dibandingkan dengan orang tanpa HIV/AIDS. Pemeliharaan kebersihan gigi mulut, konsumsi obat antiretroviral (ARV), dan aliran saliva yang rendah berperan dalam peningkatan risiko karies gigi pada pengidap HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status karies gigi pada pengidap HIV/AIDS. Jenis penelitian ialah suatu literature review. Database yang digunakan untuk pencarian literatur ialah Google Scholar, PubMed, dan Clinical Key. Hasil penelitian mendapatkan prevalensi karies yang tinggi pada pengidap HIV/AIDS (56,78%-78,7%) dan rerata status karies lebih tinggi (12,83±9,6, 15,14±6,09, dan 11,87±8,08) dibandingkan dengan yang tanpa HIV/AIDS. Tingginya prevalensi karies pada pengidap HIV/AIDS dipengaruhi oleh penurunan laju aliran saliva, penggunaan ARV, konsumsi makanan manis, dan kurangnya menjaga kebersihan gigi mulut. Simpulan penelitian ini ialah prevalensi karies pada pengidap HIV/AIDS tergolong tinggi.Kata kunci: karies gigi, HIV/AIDS

Page 1 of 4 | Total Record : 38