cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kultivasi
ISSN : 14124718     EISSN : 2581138X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Kultivasi diterbitkan oleh Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Agustus, dan Desember. Kultivasi mempublikasikan hasil penelitian dan pemaparan ilmiah dari para dosen dan peneliti di bidang budidaya tanaman. Bidang kajian yang dipublikasikan jurnal ini diantaranya adalah agronomi, pemuliaan tanaman, ilmu gulma, teknologi benih, teknologi pasca panen, ilmu tanah, dan proteksi tanaman.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2018)" : 24 Documents clear
Pengaruh jenis media tanam dan aplikasi pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan, pembungaan dan infeksi mikoriza pada tanaman anggrek Dendrobium sp. Herliana, Okti; Rokhminarsi, E; Mardini, S; Jannah, M
Kultivasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.607 KB)

Abstract

The research aimed to find out 1) the best growing media for growth and flowering of Dendrobium orchid, 2) the best dosage of mycorrhizal biofertilizer for growth and flowering of Dendrobium orchid, 3) the best combination type of growing media and mycorrhizal biofertilizer for growth and flowering of Dendrobium orchid. The research was conducted at Screen house of Datar Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency from May 2017 to November 2017. The research design was using Randomized Block Design (RBD) method with 2 factors and 3 replicates:(1) Growing media with 3 treatment types; wood charcoal, fern (Cyathea contaminans), root of the bird’s net fern (Asplenium nidus), and (2) dosage of mycorrhizal biofertilizer with 3 levels; without mycorrhizal, 10g /plant (20 spores), 20g /plant (40 spores). Data were analyzed by analysis of variance followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The observed variables were the increase of plant height, number of leaves, the increase of leaf area, number of buds, number of roots, number of root length, the appearing of first primordia flower, the first flower blossom, number of flower per stalk, number of flower stalk per plant, length of flower stalk, and percent of mycorrhizal infections. The result of the research showed that root of the bird’s net fern is the best of growing media for variables of the number of leaves and the number of buds for each 5,63 leaves and 1,37buds, as well as the percentage of mycorrhizal infections by 54,44%. Result also showed that the best dosage of mycorrhizal biofertilizer is 10 g/plant for variables of the number of root and the percentage of mycorrhizal infections for each 20,78 roots and 64,44%. The highest number of flowers per stalk was obtained on the combination of growing media using fern (Cyathea contaminans) without mycorrhizal biofertilizer by 8 flowers.Anggrek merupakan tanaman hias yang potensial untuk dibudidayakan, karena mem-punyai nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media tanam dan dosis mikoria terbaik pada pertumbuhan dan pembungaan anggrek dendrobium serta mem-pelajari interaksi antara pemberian jenis media tanam dan dosis pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan, pembungaan anggrek Dendrobium sp. dan infeksi mikoriza. Penelitian dilaksanakan di Screen house Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas mulai Mei hingga November 2017. Rancangan penelitian meng-gunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan, yaitu (1) media tanam dengan 3 jenis media; arang kayu, pakis (Cyathea contaminans), akar kadaka (Asplenium nidus), dan (2) dosis pupuk hayati mikoriza dengan 3 taraf; tanpa mikoriza, 10 g tanaman-1 (20 spora), 20 g tanaman-1 (40 spora) Hasil penelitian menunjukkan media akar kadaka merupakan media terbaik untuk variabel pertambahan jumlah daun dan jumlah tunas anggrek Dendrobium masing-masing yaitu sebanyak 5,63 helai dan 1,37 tunas, serta persen infeksi mikoriza sebesar 54,44%. Pupuk hayati mikoriza 10 g/tanaman merupakan dosis terbaik untuk variabel pertambahan jumlah akar dan persen infeksi mikoriza anggrek Dendrobium masing-masing sebanyak 20,78 akar dan 64,44%. Jumlah bunga per tangkai tertinggi diperoleh pada kombinasi jenis media tanam pakis dengan tanpa pupuk hayati mikoriza sebanyak 8 kuntum. Kata Kunci : Dendrobium sp., media tanam, pupuk hayati mikoriza, pertumbuhan dan pembungaa
Pengaruh posisi bukaan plastik baglog dan konsentrasi pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) Amalia, Lia; Budiasih, R; Samsul, Asep
Kultivasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.133 KB)

Abstract

Abstract. The decrease in mushroom produc-tivity due to openings at the top of the baglog needs to be balanced with phosphor to increase the mushroom harvest. The research study the interaction effect of opening position plastic baglogs and concentration of phosphor fertilizers to growth and yield of oyster mushroom. The experiment has been done in Mushrooms House, Faculty of Agriculture, Winaya Mukti University, Sumedang with altitude of 850 m above sea level. It was carried out  from  September until December 2015. The experimental design used in this experiment was completely randomized design and treatment design was factorial. The treatment consisted of two factors: the opening position of plastic baglogs and fertilizer concentrations of phosphor fertilizer. Opening position of plastic baglogs consists of a 6 levels that b1 = vertically baglog, the top of baglog opened entirely, b2 = vertically baglog, left side baglog opened at areas 3cm x 1cm, b3 = vertically baglog, left and right side baglog opened at areas 3cm x 1cm, b4 = horizontally baglog, left and right side baglog opened entirely, b5 =  the left side baglog  opened at areas 3cm x 1cm, and b6 = left and right side baglog opened at areas 3cm x 1cm. The concentration of phosphor fertilizer consisted of 3 levels that p0 = 0 g L-1 solution, p1 = 0.25 g L-1 solution, and p2 = 0.50 g L-1 solution. All treatment was replicated 2 times. The results showed that there was interaction between  opening position of plastic baglog and a concentration of phosphor fertilizer to height of mushroom fruiting bodies.Keywords: Baglog, Oyster Mushrooms, Phosphor Sari. Penurunan produktivitas jamur akibat bukaan plastik pada bagian atas baglog perlu diimbangi dengan pemberian fosfor untuk meningkatkan hasil panen jamur tiram. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi  posisi bukaan plastik baglog dan konsentrasi pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Percobaan telah dilakukan di Kumbung Jamur Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti (UNWIM), Kabupaten Sumedang dengan ketinggian tempat 850 m di atas permukaan laut dan dilaksanakan mulai dari bulan  September  sampai bulan Desember 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan rancangan perlakuan adalah faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu posisi bukaan plastik  baglog dan konsentrasi pupuk fosfor.  Posisi bukaan plastik baglog  terdiri dari 6 taraf faktor yaitu b1 = baglog diberdirikan, bagian atas baglog dibuka  seluruhnya, b2  = baglog diberdirikan, samping kiri baglog bagian tengahnya dibuka seluas 3cm x 1cm, b3  = baglog diberdirikan, samping kiri dan kanan baglog bagian tengahnya dibuka seluas 3cm x 1cm,  b4  = baglog ditidurkan, samping kiri dan kanan baglog dibuka seluruhnya, b5 = baglog ditidurkan, samping kiri baglog bagian tengahnya dibuka seluas 3cm x 1 cm, dan b6 = baglog ditidurkan, samping kiri dan kanan baglog bagian tengahnya dibuka seluas 3cm x 1 cm  . Konsentrasi pupuk fosfor terdiri dari 3 taraf faktor yaitu p0 = 0 g L-1 Larutan, p1  = 0,25 g L-1 Larutan , dan p2 = 0,50 g L-1 Larutan, sehingga terdiri dari 18 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 2 kali. Hasil percobaan menunjukkan terjadi interaksi antara posisi bukaan plastik baglog dengan konsentrasi pupuk fosfor terhadap tinggi tubuh buah jamur.Kata kunci : Baglog, Fosfor, Jamur Tiram
Pemanfatan andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) sebagai tanaman penghasil minyak atsiri Yenni Asbur; Khairunnisyah Khairunnisyah
Kultivasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.624 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i1.15668

Abstract

Abstract. Andaliman (Zanthoxylum acantho-podium DC) is one of the most widely used herbs in Toba Samosir and North Tapanuli, North Sumatera, at an altitude of 1,500 m asl, found growing wild in the Tapanuli area and used as spices in traditional Batak Angkola and Batak Mandailing. Beside North Sumatra, andaliman belonging to the family Rutaceae (family of oranges) is also found in India, China, and Tibet. This study was aimed to study the role of andaliman plants as a source of essential oils. Research method used was literature review from various resources, then understand, analyze, and discussed the results. The results of literature studies shown that andaliman are widely used as cooking spices for various cuisines because the content of citrus-colored citrus oil and has a spicy flavor like pepper. In addition, the essential oil from andaliman can also be used as an antimicrobial that can be utilized as a food preservative. Keywords : Andaliman, essential oil, food preservativeTanaman andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) merupakan salah satu tumbuhan rempah yang banyak terdapat di daerah Kabupaten Toba Samosir dan Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada daerah berketinggian 1,500 m dpl, ditemukan tumbuh liar di daerah Tapanuli dan digunakan sebagai rempah pada masakan adat Batak Angkola dan Batak Mandailing. Selain di Sumatera Utara, andaliman yang masuk dalam famili Rutaceae (keluarga jeruk-jerukan) juga terdapat di India, China, dan Tibet. Bentuknya mirip lada (merica), bulat kecil, berwarna hijau, tetapi jika sudah kering agak kehitaman. Bila buah andaliman digigit akan tercium aroma minyak atsiri yang wangi jeruk dengan rasa yang khas (getir) sehingga merangsang produksi air liur. Secara umum spesies Zanthoxylum termasuk andaliman menghasilkan alkamides menyengat yang berasal dari asam karboksilat tak jenuh ganda yang disimpan dalam pericarp (dinding buah, cangkang), tetapi tidak di dalam biji. Hasil penelitian menunjukkan kandungan minyak atsiri buah andaliman cukup tinggi, yaitu 8.01% w/w. Hal ini menunjukkan bahwa buah andaliman memiliki potensi dalam pemanfaatannya sebagai pengawet pangan alami. Kata kunci : Andaliman, minyak atsiri, pengawet pangan
Pengaruh jenis media tanam dan aplikasi pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan, pembungaan dan infeksi mikoriza pada tanaman anggrek Dendrobium sp. Okti Herliana; E Rokhminarsi; S Mardini; M Jannah
Kultivasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.607 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i1.15774

Abstract

The research aimed to find out 1) the best growing media for growth and flowering of Dendrobium orchid, 2) the best dosage of mycorrhizal biofertilizer for growth and flowering of Dendrobium orchid, 3) the best combination type of growing media and mycorrhizal biofertilizer for growth and flowering of Dendrobium orchid. The research was conducted at Screen house of Datar Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency from May 2017 to November 2017. The research design was using Randomized Block Design (RBD) method with 2 factors and 3 replicates:(1) Growing media with 3 treatment types; wood charcoal, fern (Cyathea contaminans), root of the bird’s net fern (Asplenium nidus), and (2) dosage of mycorrhizal biofertilizer with 3 levels; without mycorrhizal, 10g /plant (20 spores), 20g /plant (40 spores). Data were analyzed by analysis of variance followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The observed variables were the increase of plant height, number of leaves, the increase of leaf area, number of buds, number of roots, number of root length, the appearing of first primordia flower, the first flower blossom, number of flower per stalk, number of flower stalk per plant, length of flower stalk, and percent of mycorrhizal infections. The result of the research showed that root of the bird’s net fern is the best of growing media for variables of the number of leaves and the number of buds for each 5,63 leaves and 1,37buds, as well as the percentage of mycorrhizal infections by 54,44%. Result also showed that the best dosage of mycorrhizal biofertilizer is 10 g/plant for variables of the number of root and the percentage of mycorrhizal infections for each 20,78 roots and 64,44%. The highest number of flowers per stalk was obtained on the combination of growing media using fern (Cyathea contaminans) without mycorrhizal biofertilizer by 8 flowers.Anggrek merupakan tanaman hias yang potensial untuk dibudidayakan, karena mem-punyai nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media tanam dan dosis mikoria terbaik pada pertumbuhan dan pembungaan anggrek dendrobium serta mem-pelajari interaksi antara pemberian jenis media tanam dan dosis pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan, pembungaan anggrek Dendrobium sp. dan infeksi mikoriza. Penelitian dilaksanakan di Screen house Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas mulai Mei hingga November 2017. Rancangan penelitian meng-gunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan, yaitu (1) media tanam dengan 3 jenis media; arang kayu, pakis (Cyathea contaminans), akar kadaka (Asplenium nidus), dan (2) dosis pupuk hayati mikoriza dengan 3 taraf; tanpa mikoriza, 10 g tanaman-1 (20 spora), 20 g tanaman-1 (40 spora) Hasil penelitian menunjukkan media akar kadaka merupakan media terbaik untuk variabel pertambahan jumlah daun dan jumlah tunas anggrek Dendrobium masing-masing yaitu sebanyak 5,63 helai dan 1,37 tunas, serta persen infeksi mikoriza sebesar 54,44%. Pupuk hayati mikoriza 10 g/tanaman merupakan dosis terbaik untuk variabel pertambahan jumlah akar dan persen infeksi mikoriza anggrek Dendrobium masing-masing sebanyak 20,78 akar dan 64,44%. Jumlah bunga per tangkai tertinggi diperoleh pada kombinasi jenis media tanam pakis dengan tanpa pupuk hayati mikoriza sebanyak 8 kuntum. Kata Kunci : Dendrobium sp., media tanam, pupuk hayati mikoriza, pertumbuhan dan pembungaa
Pengaruh posisi bukaan plastik baglog dan konsentrasi pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) Lia Amalia; R Budiasih; Asep Samsul
Kultivasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.133 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i1.16075

Abstract

Abstract. The decrease in mushroom produc-tivity due to openings at the top of the baglog needs to be balanced with phosphor to increase the mushroom harvest. The research study the interaction effect of opening position plastic baglogs and concentration of phosphor fertilizers to growth and yield of oyster mushroom. The experiment has been done in Mushrooms House, Faculty of Agriculture, Winaya Mukti University, Sumedang with altitude of 850 m above sea level. It was carried out  from  September until December 2015. The experimental design used in this experiment was completely randomized design and treatment design was factorial. The treatment consisted of two factors: the opening position of plastic baglogs and fertilizer concentrations of phosphor fertilizer. Opening position of plastic baglogs consists of a 6 levels that b1 = vertically baglog, the top of baglog opened entirely, b2 = vertically baglog, left side baglog opened at areas 3cm x 1cm, b3 = vertically baglog, left and right side baglog opened at areas 3cm x 1cm, b4 = horizontally baglog, left and right side baglog opened entirely, b5 =  the left side baglog  opened at areas 3cm x 1cm, and b6 = left and right side baglog opened at areas 3cm x 1cm. The concentration of phosphor fertilizer consisted of 3 levels that p0 = 0 g L-1 solution, p1 = 0.25 g L-1 solution, and p2 = 0.50 g L-1 solution. All treatment was replicated 2 times. The results showed that there was interaction between  opening position of plastic baglog and a concentration of phosphor fertilizer to height of mushroom fruiting bodies.Keywords: Baglog, Oyster Mushrooms, Phosphor Sari. Penurunan produktivitas jamur akibat bukaan plastik pada bagian atas baglog perlu diimbangi dengan pemberian fosfor untuk meningkatkan hasil panen jamur tiram. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi  posisi bukaan plastik baglog dan konsentrasi pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Percobaan telah dilakukan di Kumbung Jamur Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti (UNWIM), Kabupaten Sumedang dengan ketinggian tempat 850 m di atas permukaan laut dan dilaksanakan mulai dari bulan  September  sampai bulan Desember 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan rancangan perlakuan adalah faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu posisi bukaan plastik  baglog dan konsentrasi pupuk fosfor.  Posisi bukaan plastik baglog  terdiri dari 6 taraf faktor yaitu b1 = baglog diberdirikan, bagian atas baglog dibuka  seluruhnya, b2  = baglog diberdirikan, samping kiri baglog bagian tengahnya dibuka seluas 3cm x 1cm, b3  = baglog diberdirikan, samping kiri dan kanan baglog bagian tengahnya dibuka seluas 3cm x 1cm,  b4  = baglog ditidurkan, samping kiri dan kanan baglog dibuka seluruhnya, b5 = baglog ditidurkan, samping kiri baglog bagian tengahnya dibuka seluas 3cm x 1 cm, dan b6 = baglog ditidurkan, samping kiri dan kanan baglog bagian tengahnya dibuka seluas 3cm x 1 cm  . Konsentrasi pupuk fosfor terdiri dari 3 taraf faktor yaitu p0 = 0 g L-1 Larutan, p1  = 0,25 g L-1 Larutan , dan p2 = 0,50 g L-1 Larutan, sehingga terdiri dari 18 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 2 kali. Hasil percobaan menunjukkan terjadi interaksi antara posisi bukaan plastik baglog dengan konsentrasi pupuk fosfor terhadap tinggi tubuh buah jamur.Kata kunci : Baglog, Fosfor, Jamur Tiram
Perbedaan kualitas dan vase life bunga krisan akibat aplikasi macam pupuk organik dengan variasi jarak tanam Dali Setiadi; Noertjahyani Noertjahyani; Suparman Suparman
Kultivasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.875 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i1.16076

Abstract

Abstract. Chrysantemum much appreciated by the public for its beautiful colors and shapes, and has a longer vase life.  Quality and vase life of chrysanthemum flowers not only was influenced by post harvest conditions but also the management during plant growth. Light, temperature, relative humidity, fertilization and spacing arrangement on cultivated plant are factors that can affect the quality and vase life of flowers.  An experiment was conducted to study the variation of organic fertilizer application effect on quality and vase life of Chrysan-themum flowers with different row spacing, and to find out of organic fertilizer and row spacing which gave the best quality and vase life of Chrysanthemum flowers. Experimental design was used Split Plot Design with two factors: kinds of organic fertilizer as main plot and su plot was row spacing. Kinds of organic fertilizers consisted four levels: chicken, sheep, rabbit and cow dung, and three levels of row spacing : 10 cm x 10 cm, 15 cm x 10 cm and 20 cm x 10 cm. Those treatment combinations were repeated three times.  Result of this experiment showed that application of organic fertilizer affected for the quality of chrysanthemum flowers in row spacing variation.  Rabbit or sheep dung of organic fertilizer application  gave the best of flower stalk and diameter of flowers, flowers of grade I > 60%, and vase life more than 13 days, if  was planted with 20 cm x 10 cm row spacing.Keywords: Chrysanthemum, Kinds of organic fertilizer, Row spacing, Quality and vase lifeSari.  Krisan banyak disukai masyarakat karena keindahan bentuk dan warna serta memiliki vase life yang lebih lama.  Kualitas dan vase life bunga krisan tdak hanya dipengaruhi oleh kondisi pascapanen, tetapi juga dipengaruhi oleh management selama pertumbuhan tana-man.  Cahaya, temperatur, kelembaban, pemu-pukan dan pengaturan jarak tanam dalam teknik budidaya merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas dan vase life bunga krisan. Suatu percobaan bertujuan untuk mempelajari efek aplikasi macam pupuk organik terhadap kualitas dan vase life bunga krisan pada variasi jarak tanam dan mendapat-kan macam pupuk organik dan jarak tanam yang memberikan kualitas dan vase life bunga krisan yang terbaik. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan dua faktor perlakuan, yaitu macam pupuk organik sebagai petak utama dan jarak tanam sebagai anak petak.  Macam pupuk organik terdiri atas empat taraf : pupuk kandang ayam, sapi, domba dan kelinci yang diberikan dengan dosis 30 t ha-1 dan diaplikasikan pada saat tanam. Jarak tanam terdiri atas tiga taraf: 10 cm x 10 cm, 15 cm x 10 cm, dan 20 cm x 10 cm. Kombinasi kedua taraf factor perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi macam pupuk organik berpengaruh terhadap kualitas bunga dan vase life pada variasi jarak tanam. Aplikasi pupuk organik kelinci atau domba dengan penanaman berjarak 20 cm x 10 cm memberikan panjang tangkai bunga dan diameter bunga terbaik, persentase bunga kelas I  di atas  60% serta vase life lebih dari 13 hari.Kata kunci: Jarak tanam, Macam pupuk organik, Kualitas dan Vase life, Krisan
Respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas jagung manis (Zea mays Saccharata sturt. L) akibat takaran bokashi pada sistem Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di kabupaten Karawang Rommy Andhika Laksono; Nurcahyo Widyodaru Saputro; Muhammad Syafi’i
Kultivasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.577 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i1.16079

Abstract

Abstract. Sweet corn production in Indonesia can be increased by intensification program, such as the use of superior cultivars, the use of balanced fertilizer, and the use of organic fertilizer. Objective of the research was to study Integrated Crop Management System, that related to use of fermented organic fertilizer (bokashi) which suitable to sweet corn crop, especially in lowland area of Karawang district. The method of research was experiment. The experimental design was Randomized Block Design, that consisted of 16 treatments and 3 replications. The treatments were 4 bokashi dosage (0, 5, 10 and 15 ton ha-1) combined with 4 varieties of F1 sweet corn (Bonanza, Talenta , Secada and Sweet Boy). The data were analyzed using analysis of variance and Duncan multiple-range test at 5%. The results show that bokashi dosage had given difference on plant height, number of leaves per plant, diameter of the stem, weight of ears, number of grain rows, and yield. Dosages of 10 tons ha-1 bokashi gave the best growth and sweet corn yield of Sweet Boy F1 varieties on Integrated Crop Management System. Keywords: Sweet Corn, Bokashi, CMS. Sari. Produksi jagung manis di Indonesia dapat ditingkatkan dengan program intensifikasi, diantaranya dengan penggunaan kultivar unggul, pupuk berimbang, dan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sistem pengelolaan tanaman terpadu, yang berhubungan dengan penggunaan pupuk orga-nik bokashi yang cocok pada tanaman jagung manis, khususnya di dataran rendah Karawang. Metode penelitian ini menggunakan percobaan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari 16 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 4 dosis bokashi (0, 5, 10 dan 15 ton ha-1)  yang dikombinasikan dengan 4 varietas jagung manis F1(Bonanza, Talenta , Secada dan Sweet Boy). Data dianalisis menggunakan analisis varians dan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil menunjukkan perlakuan dosis bokashi memberikan perbedaan pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat tongkol, jumlah baris biji, dan hasil. Dosis bokashi 10 ton ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik jagung manis varietas Sweet Boy pada sistem Pengelolaan Tanaman Terpadu. Kata kunci: Jagung Manis, Bokashi, Pengelolaan Tanaman Terpadu
Preferensi petani terhadap keragaan padi (Oryza sativa) unggul untuk lahan sawah di wilayah Pangandaran dan Cilacap Muhamad Khais Prayoga; Neni Rostini; Mieke Rochimi Setiawati; Tualar Simarmata; Silke Stoeber; Kustiwa Adinata
Kultivasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.772 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i1.15164

Abstract

Abstract The object that conducted in this study is farmer's preferences of rice plant charac-teristics. This study was taken in 3 villages which are village Ciganjeng, village Pamotan, and village Rawaapu. The method used in this study was quantitative design with descriptive analysis. The respondents were 64 rice plant farmers. Measuring instrument used was questionnaire and interview. The result of this study showed that farmers has its own preference for the character of rice plants. Conclution of this study is farmers preferred rice plants which has an average height of plants, wide leaves, leave's surface, leave's angle, and rice straw's type; rice straw that has many branches; strong braches; has a lot rice grains; maturity of rice plants; lenght and wide grains size; non-aromatic; and tender texture. The farmers thought that leave's surface isn't an important character of a rice plants;  high of plants, leave's lenght and wide, leave's angle, rice straw's type, grain's lenght and wide, and rice's scent are quite important characteristics; branch's strenght, grain's quantity, and plant's maturity are an important characteristics; resistance to pests, disease resistance, drought resistance, resistance to inundation, salinity resistance, productivity, and rice texture are the most important characteristics. Keywords : preferences, farmer, superior varietiesObjek yang dikaji dalam penilitian ini adalah preferensi petani terhadap karakter tanaman padi. Tempat penelitian dilaksanakan di 3 desa (Desa Ciganjeng, Desa Pamotan dan Desa Rawaapu). Desain penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analisis data secara deskriptif. Metode yang diperunakan adalah survey untuk mengumpulkan data dengan mengedarkan kuisioner dan melakukan wawancara. Jumlah petani yang diwawancarai yaitu 64 orang. Hasil dari penelitian ini adalah petani lebih menyukai tanaman padi yang memiliki tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, permukaan daun, sudut daun dan tioe malai yang sedang, cabang malai sekunder yang banyak, ketegaran batang yang kuat, jumlah anakan yang banyak, umur yang genjah, ukuran gabah yang panjang dan lebar, aroma yang tidak wangi, serta tekstur nasi yang pulen. Petani beranggapan bahwa karakter permukaan daun merupakan karakter yang tidak penting; karakter tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, sudut daun, tipe malai, panjnag gabah, lebar gabah, dan aroma tergolong karakter cukup penting; karakter ketegaran batang, jumlah anakan, dan umur tanaman merupakan karekter yang penting; karakter ketahanan terhadap hama, ketahanan terhadap penyakit, ketahanan terhadap kekeringan, ketahanan terhadap genangan, ketahanan terhadap salinitas, produktivitas, dan karakter tekstur nasi merupakan karakter yang sangat penting.Kata kunci : preferensi, petani, varietas unggul
Pemanfaatan kandungan metabolit sekunder pada tanaman kunyit dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat Dedi Kusbiantoro; yayuk purwaningrum
Kultivasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.248 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i1.15669

Abstract

Abstract. Curcumin is an active component that is widely contained in turmeric. In addition to protecting the liver from damage, it  also works as a powerful antioxidant (capturing free radicals harmful to body cells), able toprevent the doubling of cancer cells, can reduce cholesterol and works as anti-inflammation. Recent research proves that Curcumin can also prevent colon cancer. This curcumin has been widely studied by experts both domestic and foreign as a hepatoprotector (protector of the liver from damage) and accelerate the regeneration of liver cells. The modern medic still entrusted liver therapy using Curcumin, as it is safer than using other unnatural substances. It needs a comprehensive agribusiness, steady and continuous effort to supply raw materials and sources of raw materials to be planted and developed it so its increase the value of exports and foreign exchange of Indonesia. Keywords: Turmeric, curcumin, incomeCurcumin merupakan komponen aktif yang banyak terkandung di dalam kunyit. Selain dapat melindungi hati dari kerusakan juga dapat berfungsi sebagai antioksidan yang kuat (menangkap radikal-radikal bebas yang berbahaya bagi sel tubuh), mampu menahan pelipat gandaan sel kanker, dapat menurunkan kolesterol dan anti radang. Penelitian terakhir membuktikan bahwa Curcumin juga dapat untuk mencegah kanker usus besar. Curcumin ini sudah banyak diteliti oleh para ahli baik dari luar negeri maupun dalam negeri sebagai hepatoprotektor (pelindung hati dari kerusakan) dan mempercepat regenerasi sel hati. Dunia medis modern hingga saat ini masih mempercayakan terapi hati dengan menggunakan Curcumin, karena lebih aman dibanding menggunakan zat lain yang tidak alami. Diperlukan usaha (agribisnis) yang besar, mantap dan terus menerus serta intensif penyediaan bahan baku dan sumber asal bahan bakunya untuk ditanam dan dikembangkan dengan harapan agar didapatkan produksi tanaman obat yang tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai perdagangannya (ekspor) dan devisa Negara Indonesia.Kata kunci : Kunyit, curcumin, pendapatan
Pengaruh minyak cengkeh dan jenis kemasan terhadap mutu benih dua kultivar kacang hijau (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) setelah periode simpan Sumadi Sumadi; Anne Nuraini; Erni Suminar; Siti Sarah Rubaekah; Muhamad Alvianto
Kultivasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.781 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i1.16074

Abstract

Abstract. Seed storage is one of the efforts to maintain seed quality until the seed is ready to be planted. Some factors that influence seed quality after the storage period are seed storage pest attack, packaging type and seed charac-teristics of each cultivar. The objectives of the experiment was to determine the combination of dosage of clove oil, packaging type and mung bean cultivar. This research consisted of two series of experiments: to study the effectiveness of a combination of clove oil dosage with cultivars and tested combinations of packaging types with two mung bean cultivars. The first experiment was conducted in January - April and the second in April - June 2017 respectively. The first experiment was to obtain the effect of a combination of clove oil dosages (0,0 ml kg-1, 0,5 ml kg-1, 1,0 ml kg-1, 1,5 ml kg-1 and 2,0 ml kg-1) with two mungbean cultivars (Vima-1 and Vima-2). Furthermore, the second experiment was to examine the types of packaging (jute bag, aluminum foil, paper bag, plastic bag and glass bottle) with cultivar type (Vima-1 and Vima-2) .The quality of the seeds was tested three and six months storage respectively. The first experi-mental results showed that clove oil treatment had no significant effect on the population of Callosobrochus sp after three months storage, percentage of broken seeds, weight of 100 grains and germination capacity. In general, Vima-3 cultivars that combined with dosages of clove oil  gave better quality than  of Vima-1 cultivars. The second experimental results showed that the paper bag packaging type and the jute bag are not able to maintain the seed viability and vigor more than  ≥ 80% of the standard quality. Aluminum foil, plastic seals, and glass bottles are able to maintained the seed quality of both cultivars after a six-month storage period.Keywords: clove oil, types of packaging, Mung bean cultivars, storage Sari. Penyimpanan benih merupakan salah satu upaya menjaga mutu benih sampai benih siap ditanam. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu benih setelah periode simpan, antara lain serangan hama gudang, jenis kemasan dan karakteristik benih tiap kultivar. Tujuan penelitian adalah menentukan kombinasi dosis minyak cengkeh, jenis kemasan yang  paling baik  mempertahankan kualitas benih  kacang hijau.Penelitian  terdiri dari dua seri percobaan, yaitu mengkaji keefektifan kombinasi dosis minyak cengkeh dengan dua kultivar kacang hijau serta mengkaji kombinasi jenis kemasan dengan kultivar kacang hijau. Masing-masing dilaksanakan pada bulan Januari – April serta April – Juni 2017. Percobaan pertama mengkaji pengaruh kombinasi antara dosis minyak cengkeh ( 0,0 ml kg-1, 0,5 ml kg-1, 1,0 ml k-1, 1,5 ml kg-1 dan 2,0 ml kg-1) dengan kultivar ( Vima-1 dan Vima-2). Selanjutnya percobaan ke dua adalah untuk mengkaji  jenis kemasan (kantong terigu, aluminium foil, kantong kertas, kantong plastik dan botol kaca) dengan jenis kultivar (Vima-1 dan Vima-2). Mutu benih  diuji setelah periode simpan masing-masing tiga bulan dan enam bulan. Hasil percobaan pertama menun-jukkan bahwa pemberian minyak cengkeh tidak berpengaruh nyata terhadap populasi Calloso-brochus sp pada penyimpanan benih tiga bulan berkisar antara 10,00 – 25,67 ekor, persentase benih rusak, bobot 100 butir dan daya berkecambah. Secara umum kultivar Vima-2 yang dikombinasikan dengan dosis minyak cengkeh mutunya lebih baik diban-dingkan benih kultivar Vima-1.Hasil percobaan kedua menununjukkan bahwa jenis kemasan amplop kertas dan karung terigu tidak mampu mempertahankan daya berkecambah dan vigor  kedua kultivar ≥ 80 % dari standar. Kemasan aluminum foil, kantong plastik dan botol kaca mampu mempertahankan mutu benih kedua kultivar setelah periode simpan enam bulan.Kata kunci : Minyak cengkeh, jenis kemasan, kultivar kacang hijau, penyimpanan

Page 2 of 3 | Total Record : 24