cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK) merupakan jurnal ilmiah nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan, yang terkait aspek gizi klinis, gizi masyarakat, gizi olahraga, gizi molekular, biokimia gizi, pangan fungsional, serta pelayanan dan manajemen gizi. Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK) diterbitkan enam bulan sekali sejak terbit Januari 2014 hingga Agustus 2016 (Volume 1-3). Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK) diterbitkan oleh Prodi S2 Ilmu Gizi, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Oleh karena itu, JGK juga terus mengundang para penulis untuk menyumbangkan artikel, terutama yang merupakan hasil-hasil penelitian kontemporer di bidang gizi dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016)" : 3 Documents clear
HUBUNGAN STATUS GIZI, ZAT GOITROGENIK, ASUPAN DAN GARAM BERIODIUM DENGAN KADAR EKSKRESI IODIUM URIN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BLORA Kunarti, Eny; Sugiarto, Sugiarto; Hanim, Diffah
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. GAKI merupakan masalah kesehatan yang serius mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. Kadar iodium dalam urin dianggap sebagai penanda biokimia yang dapat digunakan untuk mengetahui asupan iodium dan status iodium populasi serta adanya defisiensi iodium dalam suatu wilayah atau populasi. Besarnya masalah GAKI di masyarakat salah satunya dapat diketahui dengan melakukan survei pada anak sekolah usia 6-12 tahun yaitu dengan pemeriksaan EIU. Tujuan. Menganalisis hubungan status gizi, zat goitrogenik, asupan dan garam beriodium dengan kadar EIU pada anak SD di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Metode. Desain penelitian analitik observasional dengan rancangan potong lintang. Subjek dalam penelitian ini adalah anak SD usia 9-12 tahun yang duduk di kelas 4, 5 dan 6 dengan sampel sebanyak 97 anak SD yang diambil secara acak dengan metode simple random sampling. Lokasi penelitian di Kecamatan Randublatung, pada bulan Februari - Mei 2016. Status gizi menggunakan indikator IMT/U, asupan iodium menggunakan food recall 3x24 jam, Kadar iodium dalam garam dengan metode titrasi, zat goitogenik dan EIU diambil dari urin sewaktu diukur dengan metode spektrofotometer. Analisis data bivariat menggunakan uji Pearson Correlation dengan p < 0,050. Hasil: Rerata status gizi 0,14 ± 1,25 kg/m2, rerata zat goitrogenik 1,58 ± 1,22 ppm, rerata asupan iodium 0,09±0,16 µg/hr, rerata garam beriodium 78,43 ± 36,65 ppm dan rerata kadar EIU 1065,75 ± 732,95 µ/L. Hubungan status gizi dengan kadar EIU (r= 0,076, p= 0,460). Hubungan zat goitrogenik dengan kadar EIU (r= 0,217, p= 0,032). Hubungan asupan iodium dengan kadar EIU (r= -0,095, p= 0,355). Hubungan garam beriodium dengan kadar EIU (r= 0,50, p= 0,627). Kesimpulan. Ada hubungan yang bermakna antara zat goitrogenik dengan kadar EIU sedangkan status gizi, asupan dan garam beriodium tidak berhubungan secara bermakna dengan kadar EIU pada anak SD. Kata kunci: status gizi, zat goitrogenik, asupan iodium, garam beriodium, kadar EIU
Pengaruh Dosis Dan Waktu Pemberian Suplementasi Jus Tomat (Solanum Lycopersicum) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Post Stroke Akut Sariwulan, Dewi Retno; Suroto, Suroto; Probandari, Ari Natalia; Suminah, Suminah
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Penyakit stroke telah menjadi masalah kesehatan di dunia. Hipertensi salah satu  penyebab penyakit  stroke melalui disfungsi endotel. Tomat (Solanum Lycopersicon) mengandung antioksidan, diantaranya adalah likopen, vitamin A, vitamin C. Likopen pada tomat dikenal sebagai antioksidan yang dapat menurunkan Reactive Oxygen Species (ROS) pada berbagai organ penting, diantaranya otak dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan meneliti perbedaan pengaruh dosis dan waktu pemberian suplementasi jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien post stroke akut.Metode : Desain penelitian Randomized Control Trial (RCT). Sebanyak 55 pasien dengan post stroke akut di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, dipilih secara random sebagai sampel. Sampel tersebut kemudian dibagi menjadi 5 kelompok : kontrol, jus tomat 100 cc sore, jus tomat 100 cc pagi, jus tomat 200 cc sore, dan jus tomat 200 cc pagi. Intervensi diberikan selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik diuji dengan Uji Friedman. Hasil : Hasil analisis Friedman menunjukkan tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah sistolik (p> 0,05), tetapi terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik (p<0,05) dan secara klinis terdapat penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik antar kelompok. Boxplot menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah intervensi paling banyak terjadi pada kelompok jus tomat 200 cc pada sore hari.Kesimpulan : Secara klinis pemberian suplementasi jus tomat dapat membantu penurunan tekanan darah, tetapi bukan merupakan terapi tunggal, dapat dijadikan sebagai pencegahan dan pendukung terapi obat pada pasien post stroke akut. 
PENGARUH SUPLEMENTASI BESI DAN KOMBINASI BESI DAN VITAMIN B6 TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN TENAGA KERJA WANITA ANEMIA Mahyaningtyas, Fransisca Pradnya; Santoso, Santoso; Wiboworini, Budiyanti
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tenaga kerja wanita usia subur merupakan kelompok yang rentan terhadap anemia. Menurut data WHO, prevalensi anemia pada wanita usia subur adalah 30,2% atau sekitar 468,4 juta. Anemia yang sebagian besar diderita oleh wanita usia subur adalah anemia gizi besi. Beberapa penelitian suplementasi besi telah dilakukan dan hasilnya menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan. Banyak zat gizi mikro yang digunakan meningkatkan penyerapan zat besi, misalnya vitamin B6. Vitamin B6 adalah salah satu jenis vitamin B yang berperan dalam pembentukan asam alfa-aminolevulinat, yaitu perkursor hem dalam hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efek suplementasi besi dengan kombinasi besi dan vitamin B6 terhadap kadar hemoglobin pada tenaga kerja wanita usia subur yang menderita anemia.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental, desain Randomized Controlled Trial pre-test post-test dengan double blind. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yang kemudian didapatkan 49 subjek penelitian. Pengambilan data menggunakan kuesioner data karakteristik, formulir food recall 24 jam, dan sampel darah vena. Data kadar hemoglobin diuji menggunakan independent t-test serta paired t-test .Hasil : Tidak ada perbedaan perubahan kadar hemoglobin yang bermakna baik pada kelompok yang diberi suplemen besi dan vitamin B6 maupun kelompok yang diberi suplemen besi saja yang ditunjukkan dengan nilai p yang tidak signifikan(p > 0,05).Kesimpulan : Suplementasi besi dan kombinasi besi dan vitamin B6 dapat meningkatkan kadar hemoglobin namun rata-rata kenaikannya tidak signifikan. Kata Kunci : suplementasi, hemoglobin, tenaga kerja wanita, anemia

Page 1 of 1 | Total Record : 3