cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23018119     EISSN : 24431354     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Terhitung sejak tahun 2014, Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknolgi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram telah menerbitkan secara online Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem (JRPB) sehingga dapat diakses secara luas. Jurnal ini pada umumnya memuat hasil-hasil penelitian dari mahasiswa, peneliti, akademisi, praktisi, dan pemerhati di bidang teknik pertanian dan biosistem. JRPB berupaya menjaga eksistensi penerbitannya dan berharap jurnal ini dapat menjadi salah satu media publikasi bagi semua pihak yang meminati kajian-kajian ilmiah dalam bidang ilmu Teknologi Pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
REDESAIN ALAT ANGKUT (MATERIAL HANDLING) THIN BROWN CREPE (TBC) UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA (Studi Kasus pada Pengolahan Karet di PTPN XII Sumber Tengah, Jember) Ida Bagus Suryaningrat; Rifdah Atikah; Nita Kuswardhani
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.007 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.189

Abstract

Karet adalah komoditas ekspor yang memberikan kontribusi bagi negara dalam meningkatkan mata uang asing di Indonesia. PTPN XII Sumber Tengah merupakan salah satu industri yang bergerak dalam pengolahan lateks. Pada PTPN XII Sumber Tengah masih ada pekerjaan yang dilakukan secara manual, salah satunya pada bagian pengangkutan Thin Brown Crepe (TBC). Pemindahan TBC ke alat angkut beroda dua dilakukan dengan cara meletakkan TBC di atas kepala dengan jarak pengangkutan 70 m. Aktivitas ini menyebabkan pekerja mengalami kelelahan dan sering mengeluhkan rasa sakit pada bagian bahu, punggung, pinggang dan bagian tubuh lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang desain alat angkut berdasarkan prinsip antropometri. Perancangan ulang ditujukan agar pekerja dapat bekerja dengan nyaman, sehingga keluhan berkurang, produktivitas meningkat, tingkat kesalahan yang terjadi berkurang, dan meminimalisir ongkos material handling. Pengambilan data dilakukan dengan 3 cara, yaitu metode wawancara, kuesioner, dan pengukuran langsung. Data antropometri yang diperoleh kemudian menjadi dasar desain alat angkut TBC yang paling sesuai terhadap postur tubuh pekerja. Kemudian dilakukan pengujian terhadap keluhan pekerja, produktivitas, tingkat kesalahan, dan lama waktu pengangkutan. Hasil penelitian menunjukkan, keluhan pada pekerja yang menggunakan alat angkut TBC di PTPN XII Sumber Tengah menurun, produktivitas meningkat menjadi 116%, dan tingkat kesalahan menurun. Kapasitas pengangkutan menjadi lebih banyak, sebelum dilakukan perancangan kapasitas sebesar 150 kg dan sesudah dilakukan perancangan sebesar 300 kg. Setelah dilakukan perancangan, efisiensi ongkos perpindahan menjadi sebesar 3,2%, sehingga perusahaan dapat menghemat biaya ongkos perpindahan TBC sebesar Rp 8,62 per menit.
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK AGROINDUSTRI TEMPE DI KECAMATAN SUKAMULIA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Agriananta Fahmi Hidayat; Surya Abdul Muttalib
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.051 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.190

Abstract

Pengolahan tempe adalah salah satu produk agroindustri yang potensial untuk dikembangkan karena sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dijadikan untuk memproduksi tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain. Agroindustri tempe di Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat memberikan dampak ekonomi terhadap pelaku usaha dikarenakan pasar yang ada masih terbuka lebar. Kegiatan agroindustri dipengaruhi oleh biaya produksi. Penggunaan biaya produksi bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada kedelai menjadi tempe dan meningkatkan pendapatan dan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai tambah produk agroindustri tempe dengan metode Hayami. Perhitungan analisis nilai tambah dengan model Hayami menggunakan tiga variable yaitu 1) output input dan harga; 2) penerimaan dan keuntungan dan 3) margin. Dari hasil analisis diperoleh biaya yang dikeluarkan untuk satu kali siklus produksi tempe adalah Rp. 146.000 dan pendapatan yang diperoleh dalam satu kali siklus produksi Rp. 160.000. Nilai tambah yang diperoleh pengusaha agroindustri tempe yaitu Rp.6.160 per kilogram dengan total produksi tempe 16 kilogram dalam satu kali proses produksi.
PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI LAJU PENGERINGAN PADA IRISAN WORTEL (Daucus carota) BERBASIS REGRESI LINIER BERGANDA (RLB) DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST) Tri Wahyu Saputra; Sri Waluyo; Andrie Septiawan; Suci Ristiyana
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.866 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.191

Abstract

Pengeringan merupakan proses pengurangan kadar air akibat dari perpindahan panas dan massa air. Wortel (Daucus carota) merupakan salah satu bahan yang sering dikeringkan untuk tambahan sajian makanan instan dan laju pengeringan nya menjadi bagian penting untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi ketebalan irisan wortel dan mengembangkan model prediksi terhadap laju pengeringan. Sampel penelitian berupa irisan wortel segar pada ketebalan 2 mm, 4 mm, dan 6 mm dengan kadar air sebesar 90,72%. Waktu pengukuran setiap 0,5 jam selama 5,5 jam pengeringan dengan tiga kali ulangan. Hasil uji sidik ragam satu arah dan DMRT menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tiap ketebalan irisan wortel terhadap laju pengeringan dengan tingkat signifikansi 99%. Terdapat dua model prediksi yang dikembangkan, yaitu model regresi linier berganda (RLB) dan model jaringan syaraf tiruan (JST). Pelatihan dan validasi model RLB menghasilkan nilai RMSE sebesar 10,622 dan 10,409 kemudian nilai R2 sebesar 0,660 dan 0,640. Sedangkan pelatihan dan validasi model JST menghasilkan nilai RMSE sebesar 1,237 dan 2,099 kemudian nilai R2 sebesar 0,996 dan 0,992.
ASSESSMENT OF WORK POSTURES ON NON-MECHANICAL RICE HARVESTING (CASE STUDIES IN BANTUL AND SLEMAN DISTRICTS, DIY PROVINCE) Guntarti Tatik Mulyati; Muhammad Maksum; Bambang Purwantana; Makhmudun Ainuri
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.092 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.194

Abstract

Rice harvesting is a high ergonomic risk due to the working position, an awkward posture, and the repetition activity. Rice harvesting causes body pain in the part of low back, hand, and wrist. This study aims to (1) identify the characteristics of non-mechanical rice harvesting; (2) determine the working posture of rice harvesters using the Ovako Working Assessment System (OWAS) method, Quick Exposure Checklist (QEC), Rapid Entire Body Assessment (REBA), Postural Ergonomics Risk Assessment (PERA); and (3) determine the best method to assess harvesters work posture. An observation was conducted to nine of healthy workers in Bantul and Sleman districts, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) province. The questionnaire was set to collect respondent demographics data. Data for harvester body posture (neck, trunk, leg, wrist, lifting load, shoulder) repetition, duration and force were collected by observation in the field. A sickle was used to cut rice straw, while a manual gepyok and mobile hand thresher was used to threshing rice panicles. Four methods were applied to assess the work posture, i.e., OWAS, QEC, REBA, PERA methods. Based on observation, five workstations were identified: (1) cutting rice straw, (2) transporting rice straw, (3) threshing of panicles, (4) sorting, and (5) packaging and transporting. REBA and PERA showed a similar trend of the ergonomic risk, high to low risk took place in workstation transporting rice straw, packaging and transporting, cutting, and threshing. The assessment of work posture that is most suitable for non-mechanical harvesting methods was the REBA method with an accuracy of 92.9%.
APLIKASI METODE ANALISIS SWOT UNTUK MERUMUSKAN STRATEGI PEMANFAATAN MEKANISASI PERTANIAN DI KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Erniati Erniati; Mohammad Solahudin; Panus Lulung; Intan Kusuma Wardani
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.231 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.195

Abstract

Kabupaten Kapuas Hulu berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Lokasi tersebut memiliki potensi pengembangan pertanian yang besar, tetapi belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian berupaya untuk mengembangkan pertanian di Kabupaten Kapuas Hulu dengan meningkatkan jumlah bantuan alat dan mesin pertanian yang mencapai 293% sampai dengan 2018. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi implementasi mekanisasi pertanian berdasarkan aspek resources, government policy, social, technology, economy, dan natural resources untuk melengkapi gap penelitian sebelumnya. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan optimasi kerjasama dengan bidang akademik, seperti melibatkan mahasiswa PKL (Praktek Kerja Lapangan) dalam kegiatan penyuluhan. Hal ini bertujuan untuk mencukupi kekurangan penyuluh di Kabupaten Kapuas Hulu.
PENGUKURAN EROSI PADA LAHAN RUMPUT KOLONJONO (Brachiaria mutica) DENGAN METODE PLOT KECIL DI HUTAN WANAGAMA I Irfansyah Diangga Yusuf Nugraha; Ambar Kusumandari
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.516 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.205

Abstract

Hutan Wanagama I Gunungkidul memiliki topografi yang berbukit-bukit dan berlereng sehingga berpotensi tinggi menimbulkan erosi. Kombinasi tebal hujan yang relatif tinggi dan keadaan topografi dengan kemiringan curam berperan penting untuk menghasilkan aliran permukaan yang dapat menimbulkan erosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tebal hujan terhadap aliran permukaan, aliran permukaan terhadap erosi, dan tebal hujan terhadap erosi dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Di Hutan Wanagama I banyak terdapat lahan rumput Kolonjono (Brachiaria mutica) yang ditanam oleh masyarakat sekitar. Oleh karena itu, sangat mendesak untuk dilakukan penelitian erosi pada lahan rumput Kolonjono tersebut untuk menghindari terjadinya degradasi lahan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode plot kecil untuk menganalisis tingkat erosi dan aliran permukaan. Pada penggunaan lahan rumput dibuat 3 plot kecil berukuran 22 m x 4 m, yang dipasang terpisah searah lereng, masing-masing mewakili bagian atas, tengah, dan bawah lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi selama penelitian tergolong sangat rendah, pada plot atas sebesar 52,52 kg/ha, pada plot tengah sebesar 48,44 kg/ha, dan pada plot bawah sebesar 57,90 kg/ha. Tebal hujan sangat memengaruhi aliran permukaan dan aliran permukaan sangat memengaruhi erosi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa aliran permukaan selama penelitian pada plot atas sebesar 18,26 mm dengan koefisien aliran permukaan sebesar 0,0482, pada plot tengah sebesar 16,92 mm dengan koefisien aliran permukaan sebesar 0,0447, dan pada plot bawah sebesar 20,03 mm dengan koefisien aliran permukaan sebesar 0,0529 yang kesemuanya tergolong baik.
PERFORMANCE OF DRY HYDROPONIC SYSTEM ON CULTIVATION OF GREEN LETTUCE (Lactuca sativa L.) Sugeng Triyono; Roni Agung Laksono; Ahmad Tusi
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.963 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.208

Abstract

Dry hydroponic is an emerging system and gaining popularity among some hydroponic businesses, yet investigation on its performance has not been reported. Purpose of this research is to evaluate and compare performance of dry hydroponic system to floating and wick systems on green leafy lettuce cultivation. The experiment used Completely Randomized Design (CRD) with factorial arrangement. Two factors, hydroponic systems and aerator usages, were implemented. The hydroponic systems included Dry, Wick and Floating systems, while the use of aerator were with and without aerators. All treatment combinations consisted of 3 replicates. Parameters to be observed were nutrient solution parameters (pH, temperature, dissolved oxygen, water consumption), plant parameters (height, stem diameter, leaf width, number of leaves, leaf thickness, and canopy area, shoot fresh weight, water content, some chemical contents). Data sets were analyzed using analysis of variance followed by a least significant Difference (LSD) test at level of 5%. Results showed that the interaction between the hydroponic system and the use of aerators were not significantly different for all parameters observed. The hydroponic systems were not significantly different too. The use of aerator was significant for the nutrient solution parameters (pH and Dissolved Oxygen), water content, and phosphorus contents of leaves. In conclusion, Dry Hydroponic System has the same performances as compared to floating and wick systems.
DESAIN DAN UJI KINERJA ALAT TANAM BIJI JAGUNG SISTEM DORONG BARIS GANDA DI LAHAN TANPA OLAH TANAH Ansar Ansar; Murad Murad; Sukmawaty Sukmawaty; Fakhrul Irfan Khalil; Ahyar Ulumuddin
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.022 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.214

Abstract

Penanaman biji jagung masih dilakukan dengan menggunakan alat tugal. Penggunaan alat tanam seperti ini kurang optimal karena membutuhkan waktu lama dan jarak tanam tidak beraturan. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah mendesain dan menguji alat tanam biji jagung sistem dorong baris ganda untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan tanpa olah tanah. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi kondisi lahan, kemudian menetapkan parameter desain, membuat gambar desain alat, melakukan perakitan, dan uji kinerja alat tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas lapangan aktual (KLA) adalah 0,27 ha/jam, kapasitas lapangan teoritis (KLT) adalah 0,31 ha/jam, dan efisiensi alat (EA) adalah 85,11%. Jarak antar baris tanaman adalah 20,87 cm dan lebar baris tanaman adalah 35,06 cm. Berdasarkan uji lapangan diketahui bahwa alat ini dapat digunakan dengan baik dan bisa mempercepat proses penanaman biji jagung di lahan tanpa olah tanah.
ANALISIS ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DAN KETERKAITANYA DENGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI KABUPATEN BANTUL Ayub Ayub; Bambang Pramudya Noorachmat; Muhammad Yanuar Jarwadi Purwanto
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.958 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.215

Abstract

Alih fungsi lahan sawah terus terjadi, padahal beras adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Oleh karena itu pengawasan lahan sawah sangat penting untuk melihat kondisi terkini. Pemanfaatan citra satelit resolusi tinggi untuk memonitor alih fungsi lahan sawah masih perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alih fungsi sawah dan melihat hubungan antara nilai tukar petani (NTP) khususnya nilai tukar petani sektor pangan (NTPP) dengan alih fungsi lahan sawah. Metode statistik korelasi bivariate pearson digunakan untuk melihat hubungan NTP dengan alih fungsi lahan sawah. Sedangkan untuk melihat luas alih fungsi lahan sawah digunakan metode analisis digitasi. Sejak tahun 2010–2019 terjadi alih fungsi lahan sawah secara signifikan di Kabupaten Bantul seluas 639 ha. NTP dan NTPP berpengaruh signifikan terhadap alih fungsi lahan sawah. Penyebab rendahnya NTPP adalah harga produksi kian mahal dan harga jual beras/gabah yang murah.
PENDUGAAN REDUKSI UKURAN BERBASIS MODEL ALGORITMA PERHITUNGAN BALIK PADA PENEPUNGAN CANGKANG RAJUNGAN MENGGUNAKAN BALL-MILL Vibi Rafianto; Gunomo Djoyowasito; Mochammad Bagus Hermanto; Yusuf Wibisono
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.516 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.217

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu hewan laut yang banyak terdapat di perairan Indonesia. Limbah cangkang rajungan memiliki kadar protein (32,95%), serat kasar (10,89%), kalsium (22,93%), dan fosfor (0,78%). Kandungan kalsium yang tinggi membuat cangkang rajungan dapat diolah untuk mendapatkan senyawa hidroksiapatit, yang bisa dipergunakan untuk pupuk lepas lambat. Sebelum dikonversi menjadi senyawa hidroksiapatit, diperlukan proses pengecilan ukuran atau penepungan dari cangkang rajungan. Proses penepungan dapat dilakukan menggunakan Ball-Mill, tetapi belum ada penelitian secara khusus yang membahas tentang mekanisme penepungan cangkang rajungan menggunakan Ball-Mill. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan parameter penggilingan dari model kinetik pada penggilingan cangkang rajungan sehingga didapatkan prediksi pengecilan ukuran partikel tepung cangkang rajungan. Dalam penelitian ini, Ball-Mill tipe batch digunakan untuk menggiling 1,5 kg cangkang rajungan kering dengan rasio diameter bola yang berbeda. Estimasi parameter pemecahan dilakukan menggunakan model algoritma penghitungan balik, dengan estimasi parameter pemecahan secara berurutan ɑ; α; δ; γ; 𝜙 = 1,1 ; 1,9 ; 1000 ; 0,5 ; 0,6 pada perlakuan A, dan α; δ; γ; 𝜙 adalah 8,8 ; 6,4 ; 1000 ; 0,6 ; 8,8 pada perlakuan B. Dengan menggunakan parameter tersebut dapat disimulasikan antara lama waktu penggilingan dengan ukuran partikel yang dihasilkan.

Filter by Year

2015 2025