cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23018119     EISSN : 24431354     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Terhitung sejak tahun 2014, Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknolgi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram telah menerbitkan secara online Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem (JRPB) sehingga dapat diakses secara luas. Jurnal ini pada umumnya memuat hasil-hasil penelitian dari mahasiswa, peneliti, akademisi, praktisi, dan pemerhati di bidang teknik pertanian dan biosistem. JRPB berupaya menjaga eksistensi penerbitannya dan berharap jurnal ini dapat menjadi salah satu media publikasi bagi semua pihak yang meminati kajian-kajian ilmiah dalam bidang ilmu Teknologi Pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
RANCANG BANGUN PROTOTIPE SALURAN IRIGASI SKALA LABORATORIUM Suhardi Suhardi
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.169 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i1.169

Abstract

Pengukuran debit di saluran irigasi dapat dilakukan dengan alat ukur debit berupa bangunan ukur, current meter dan pelampung. Pengukuran debit mengunakan bangunan ukur ini bertujuan untuk efisiensi pengelolaan air irigasi di tingkat petani. Jenis bangunan ukur yang sering digunakan adalah bangunan ukur ambang lebar dan ambang tajam. Betuk bangunan ukur ambang tajam terdiri dari segitiga, trapesium dan segi empat. Berdasarkan uraian tersebut, prototipe saluran irigasi skala laboratorium dilengkapi dengan bangunan ukur ambang tajam segi empat di bagian ujung saluran untuk simulasi dan percobaan pengukuran debit. Tujuan dari penelitian ini adalah rancang bangun prototipe saluran irigasi, uji fungsional dan uji kinerja protipe saluran irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe saluran irigasi berfungsi dengan baik dan dapat digunakan untuk percobaan pengukuran debit. Uji kinerja prototipe saluran irigasi menunjukkan bahwa bak volumetrik sangat akurat untuk pengukuran debit aktual dengan R2 = 0,999. Sementara itu rata-rata koefisien kalibrasi pengukuran debit menggunakan persamaan Kinsvater-carter adalah 0,868 dan persamaan umum adalah 0,983.
SIFAT FISIK DAN MEKANIS LEMBARAN KERING SELULOSA BAKTERI BERBAHAN DASAR LIMBAH HASIL PERTANIAN I Wayan Sweca Yasa; Eko Basuki; Satrijo Saloko; Dody Handito
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.045 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i1.170

Abstract

Bioselulosa (BS) terutama selulosa bakteri, tingkat kemurniannya tergantung dari bahan baku pembuatan BS, metode pemurnian dan proses asetilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bahan limbah pertanian dan metode pemurnian yang tepat untuk mendapatkan karakteristik BS kering dengan sifat fisik dan mekanis sesuai dengan standar bahan plastik mudah terurai (biodegradable). Penelitian dilaksanakan melalui percobaan di laboratorium. Percobaan ditata menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah bahan baku selulosa bakteri, yang terdiri atas 3 aras, yaitu 1). Sumber C dari air kelapa, 2). Whey tahu dan 3). Kulit dan bongkol nenas. Faktor kedua adalah metode pemurnian BS dengan 2 aras perlakuan, yaitu 1). Hidrolisis BS dengan NaOH 0,1% bertemperatur 100°C selama 30 menit dan 2). Hidrolisis BS dengan NaOH 0,1% bertemperatur 30°C selama 24 jam. Data dianalisis menggunakan analisis keragaman pada taraf nyata 5 persen dan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata yang sama. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sifat fisik dan mekanis BS kering tidak dipengaruhi oleh interaksi antara jenis bahan baku BS dan metode pemurnian. Bahan baku BS kering yang dibuat dari air kelapa limbah pembuatan kopra memiliki sifat fisik dan mekanis yang terbaik dengan warna coklat krem, permukaan halus, sedikit kerutan, ketebalan dan rendemen berturut turut sebesar 0,11 cm dan 5,35%, serta kuat tarik 74,40 MPa, elongasi 7,36% dan modulus Young 2664,16. Pemurnian BS denganNaOH 0,1% bertemperatur 100°C selama 30 menit menghasilkan BS kering dengan sifat fisik dan mekanis yang lebih baik dibandingkan dengan NaOH 0,1% bertemperatur 30°C 24 jam.
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN IRIGASI BERBASIS LIMA PILAR MODERNISASI IRIGASI DI BATANG ANAI SUMATRA BARAT Suci Ristiyana; Tri Wahyu Saputra; Ika Purnamasari; Sigit Supadmo Arif
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.047 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.175

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan letak strategi kebijakan modernisasi irigasi, kebijakan yang diambil berada di Daerah Irigasi Batang Anai. Penyusunan kebijakan modernisasi irigasi ditentukan dengan tempo waktu jangka pendek dan jangka panjang. Data yang ada diolah dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan kebijakan yang diambil menggunakan metode SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities Threats). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Daerah Irigasi Batang Anai masuk dalam strategi turn around kuadran III (Opportunities – Weaknesses) untuk sistem pengelolaan irigasi. Sedangkan untuk pilar institusi pemerintah dan sumber daya manusia masuk dalam Strategi defensif kuadran IV (Weaknesses – Threats) SWOT. Kebijakan modernisasi irigasi Daerah Irigasi Batang Anai dimulai dengan ketepatan dan kecepatan respon terhadap kerusakan saluran sesuai dengan operasi dan pemeliharaan yang berlaku. Selain itu, dana operasi dan pemeliharaan yang ada juga harus disesuaikan dengan angka kebutuhan nyata operasi dan pemeliharaan.
SINTESIS MINYAK KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis) MENJADI BIODIESEL MENGGUNAKAN METIL ASETAT DENGAN METODE INTERESTERIFIKASI Sandra Sandra; Bambang Susilo; Nadia Ijkri Aulia
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.848 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.176

Abstract

Pembuatan biodiesel dari minyak kelapa sawit dilakukan melalui metode transesterifikasi menggunakan metanol dan menghasilkan hasil samping berupa gliserol yang dapat mengurangi nilai ekonominya. Oleh karena itu, metode transesterifikasi digantikan menjadi metode interesterifikasi dengan mengubah metanol menjadi metil asetat yang menghasilkan hasil samping berupa triasetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimal dari variasi konsentrasi katalis NaOH 1,0%, 1,5%, dan 2,0% dan lama waktu sintesis selama 3 jam dan 6 jam terhadap karakteristik biodiesel dengan metode interesterifikasi. Rendemen biodiesel yang dihasilkan berkisar antara 40,87% - 59,50% dengan karakteristik viskositas 4,807 - 4,848 mm2/s, nilai densitas 0,869 - 0,870 g/ml, dan kandungan FAME 81,79% - 84,84%. Hasil penelitian telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) Biodiesel, kecuali FAME. Namun, kandungan FAME pada penelitian ini masih mendekati standar. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan adanya perlakuan variasi konsentrasi katalis NaOH dan waktu sintesis yang tidak memiliki pengaruh terhadap rendemen, viskositas, densitas, dan kandungan FAME. Dengan demikian dalam menentukan perlakuan yang lebih baik dapat dikaitkan dengan keekonomisan (seperti waktu proses dan biaya). Perlakuan yang lebih baik adalah pada katalis NaOH 1% dan waktu sintesis selama 3 jam, dimana memiliki rendemen 49,16% dengan karakteristik yang memiliki nilai viskositas 4,813 mm2/s, densitas 0,869 g/ml, dan kandungan FAME 83,40%.
ANALISIS TEKNIK DAN UJI KINERJA REAKTOR KOMPOS PORTABLE (RK TEP-1401) Wahyu Kristian Sugandi; Zaida Zaida; Niar Suwiarti
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.293 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.179

Abstract

Salah satu alat pengolah sampah organik menjadi kompos adalah tangki pengurai atau reaktor sampah. Saat ini Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Progam Studi Teknik Pertanian dan Biosistem telah mengembangkan alat reaktor kompos portable (RK TEP-1401) yang dapat mengolah sampah organik menjadi kompos. Namun, alat tersebut belum diketahui spesifikasinya. Tujuan penelitian ini adalah menghitung kelayakan teknik yang meliputi analisis poros, analisis rangka, analisis bantalan, analisis las, analisis bantalan, dan uji kinerja alat reaktor kompos portable agar diketahui spesifikasi teknisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, yaitu melakukan pengamatan, pengukuran dan perhitungan analisis teknik. Analisis data dilakukan untuk memperoleh data kelayakan mesin dengan membandingkan data hasil perhitungan dan pengukuran aktual. Selain itu, analisis kinerja mesin (meliputi kerapatan kamba, kapasitas teoritis, kapasitas aktual, efisiensi mesin, tingkat getaran dan tingkat kebisingan) juga dilakukan pada penelitian ini. Bahan yang digunakan adalah bahan organik berupa sisa - sisa daun, ranting yang sudah mengering. Hasil perhitungan analisis teknis terhadap alat reaktor kompos portable adalah kapasitas teoritis 1.439,20 kg/jam, diameter poros 22 mm, umur nominal bantalan 2139 jam, panjang rantai yang dibutuhkan 0,703 m, lendutan pada rangka 4,03 x 10-8 mm, dan kekuatan las untuk menopang beban 198,88 N. Sedangkan hasil kinerja alat menunjukkan bahwa kerapatan kamba sampah organik 247,20 kg/m3, kapasitas aktual alat 921,6 kg/jam, efisiensi alat 64%, kebutuhan daya aktual 215,94 watt, tingkat kebisingan alat sebesar 62,63 dB, dan tingkat getaran reaktor 4,4 mm/s.
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK JAGUNG MANIS SEGAR (Zea mays L.) Ansar Ansar; Murad Murad; Sukmawaty Sukmawaty; Sarmini Wati
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.153 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.180

Abstract

Jagung manis segar memiliki umur simpan yang pendek, yaitu hanya 2-3 hari jika disimpan pada suhu kamar. Umur simpan yang pendek ini dapat menurunkan kualitas dan nilai ekonomis jagung, sehingga perlu ada upaya untuk mengatasinya. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh jenis kemasan dan suhu penyimpanan terhadap karakteristik fisik jagung manis segar (Zea mays L.) selama penyimpanan. Metode penelitian dilakukan dengan cara menyimpan jagung manis segar di dalam kemasan PP dan PE pada suhu 10 dan 29°C selama 10 hari, kemudian mengukur kadar air, susut bobot, dan kromasitas warna jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air jagung manis segar selama penyimpanan mengalami penurunan. Penggunaan kemasan PP pada suhu 10°C dapat menghambat penguapan kadar air jagung manis, sehingga kehilangan kadar air lebih kecil sebesar 24,75% jika dibandingkan dengan kemasan PE sebesar 25,81%. Susut bobot tertinggi terjadi pada suhu penyimpanan 29°C tanpa kemasan sebesar 44,71% dan susut bobot terendah sebesar 26,77% terjadi pada suhu penyimpanan 10°C menggunakan kemasan PP. Warna jagung manis semakin pudar seiring dengan lamanya penyimpanan. Jenis kemasan PP pada suhu penyimpanan 10°C dapat mempertahankan kesegaran jagung manis segar selama penyimpanan.
UNJUK KINERJA ALAT PASTEURISASI PADA PROSES PASTEURISASI MADU : STUDI KASUS PT KEMBANG JOYO SRIWIJAYA Sasongko Aji Wibowo; Anang Lastriyanto; La Choviya Hawa; Erwan Erwan; Mochamad Junus; Firman Jaya; Dewi Masyithoh; Jati Batoro; J.S.A Lamerkabel
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.459 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.181

Abstract

Salah satu proses pengolahan pascapanen madu adalah proses pasteurisasi. Pasteurisasi merupakan tahap awal pengolahan madu sebelum dilakukan evaporasi. Tingginya konsumen madu yang berkualitas di Indonesia mengharuskan perusahaan produsen madu menggunakan alat pasteurisasi dengan kapasitas yang besar. Madu akan mengalami kerusakan apabila suhu pasteurisasi lebih dari 70ºC. Selain itu lama proses pasteurisasi juga masih menjadi masalah dalam industri madu. Oleh sebab itu, perlu dibuat alat pasteurisasi dengan pengontrol suhu otomatis dan cepat dalam proses pasteurisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah yang pertama untuk mengamati laju penetrasi panas kedalam bahan madu yang dipasteurisasi, kedua kapasitas alat untuk madu yang dipasteurisasi, ketiga mengetahui perubahan kadar air, viskositas, derajat brix, dan kerapatan masa jenis. Hasil penelitian menunjukan laju penetrasi panas dari suhu 35ºC hingga 65ºC pada alat pasteurisasi koloni madu pada kompor 1, 2, dan 3 berturut turut adalah 45, 45, dan 42 menit dengan total madu sebanyak 101,22 kg. Kemudian pada alat konvensional membutuhkan waktu selama 50 menit untuk memanaskan madu sebanyak 46.780 kg. Konsumsi gas pada kompor 1 adalah 0,291 g/(kgºC), kompor 2 adalah 0,281 g/(kgoC), kompor 3 adalah 0,285 g/(kgºC), sedangkan konsumsi gas pada kompor konvensional yaitu 0,272 g/(kgºC). Hasil pengukuran nilai kadar air, viskositas, brix, dan kerapatan massa jenis sebelum dan sesudah dipasteurisasi berturut-turut adalah sebagai berikut 21,99%, 4.835 poise, 63obrix, 1,356 kg/m3 dan 19,82%, 5,453 poise, 64obrix, 1,358 kg/m3.
ANALISIS VARIABILITAS SPASIAL HUJAN BULANAN DAN TAHUNAN MENGGUNAKAN HISTOGRAM, VORONOI, DAN METODE INTERPOLASI Rufiani Nadzirah; Rafika Yulfia PIR; Indarto Indarto
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1605.6 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.182

Abstract

Analisa variabilitas spasial digunakan untuk mempelajari variablitas hujan yang diterima pada luasan tertentu. Analisis tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan kalender tanam, mitigasi banjir, kekeringan, dan potensi bencana hidro-meteorologi terkait. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabilitas spasial hujan bulanan dan tahunan di wilayah Kabupaten Jombang, Kediri, dan Nganjuk. Data diperoleh dari 137 stasiun hujan dengan panjang rekaman data dari tahun 1990 sampai dengan 2016. Tahap penelitian mencakup: (1) pengolahan data, (2) Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA) menggunakan tool histogram, Voronoi-map dan Normal QQ-plot, (3) interpolasi, dan 4) analisis regresi-korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa data hujan yang digunakan tidak terdistribusi normal. Nilai standar deviasi 126,9 mm untuk hujan bulanan dan 629,1 mm untuk hujan tahunan. Peta tematik menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah penelitian menerima hujan bulanan maksimum 621 – 760 mm/bulan, dan mengalami hujan tahunan maksimum 2.178 – 3.202 mm/tahun. Analisis korelasi regresi menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara ketinggian tempat dengan besarnya hujan yang diterima.
PENGEMBANGAN ALAT PENCETAK PIRING PELEPAH PINANG (Areca catechu L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Sahrial Hafids; Yernisa Yernisa
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.855 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.185

Abstract

Peningkatan kesadaran akan dampak lingkungan yang terkait dengan produksi dan penggunaan piring plastik memunculkan gagasan untuk memproduksi piring ramah lingkungan dari bahan alami, seperti pelepah pinang (Areca catechu L.). Untuk membuat piring dari pelepah pinang dibutuhkan alat pencetak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas alat pencetak dengan menggunakan Metode QFD. Metode ini terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) Perencanaan Produk, (2) Perencanaan Teknik, (3) Perencanaan Proses, dan (4) Perencanaan Produksi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan pelanggan dihasilkan daftar lima prioritas kebutuhan pelanggan, yaitu: (1) tidak melelahkan, (2) tidak berkarat, (3) rangka kompak, kokoh dan stabil, (4) ergonomis, dan (5) cetakan yang dapat diganti. Terdapat lima karakteristik kualitas untuk memenuhi lima kebutuhan pelanggan, yaitu: (1) pengepres otomatis, (2) sasis ergonomis, (3) bahan cetakan tidak berkarat, (4) sasis kaku dan kuat, dan (5) desain minimalis. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan keempat fase Metode QFD alat pencetak piring dari pelepah pinang yang memenuhi kebutuhan pelanggan telah berhasil dikembangkan.
PENGEMBANGAN LISTRIK TENAGA BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA UNTUK DAERAH TERPENCIL DI INDONESIA Agus Haryanto; Sugeng Triyono; Mareli Telaumbanua; Dwi Cahyani
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.031 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.187

Abstract

Kesenjangan ketersediaan listrik antara daerah perkotaan dan terpencil merupakan salah satu masalah yang harus diselesaikan. Sebagian daerah terpencil menyediakan listrik swadaya menggunakan generator diesel. Salah satu potensi energi terbarukan yang dapat dieksploitasi adalah pemanfaatan biogas dari limbah peternakan sebagai bahan bakar genset. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan potensi genset tenaga biogas skala rumah tangga sebagai salah satu solusi yang menjanjikan untuk melistriki daerah atau pulau terpencil di Indonesia. Sebagai teknologi yang sudah mapan, teknologi biogas menawarkan berbagai keuntungan sebagai sumber energi terbarukan. Teknologi biogas juga menawarkan produk samping berupa pupuk organik yang berkualitas tinggi. Genset berbahan bakar biogas skala rumah tangga dapat dimodifikasi dari genset berbahan bakar bensin berukuran kecil yaitu dengan menambahkan jalur biogas pada karburator mesin. Hasil kajian menunjukkan bahwa genset skala rumah tangga berbahan bakar biogas merupakan salah satu alternatif pilihan yang baik untuk pengembangan listrik di wilayah terpencil. Manfaat maksimal diperoleh melalui sistem terintegrasi yang memadukan kegiatan kebun/pertanian, peternakan, dan penyediaan listrik biogas. Tingginya investasi pembuatan digester dan harga genset biogas serta tidak adanya insentif bagi listrik biogas merupakan kendala yang perlu diatasi dengan melibatkan para pemangku kepentingan.

Page 11 of 22 | Total Record : 218


Filter by Year

2015 2025