cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23018119     EISSN : 24431354     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Terhitung sejak tahun 2014, Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknolgi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram telah menerbitkan secara online Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem (JRPB) sehingga dapat diakses secara luas. Jurnal ini pada umumnya memuat hasil-hasil penelitian dari mahasiswa, peneliti, akademisi, praktisi, dan pemerhati di bidang teknik pertanian dan biosistem. JRPB berupaya menjaga eksistensi penerbitannya dan berharap jurnal ini dapat menjadi salah satu media publikasi bagi semua pihak yang meminati kajian-kajian ilmiah dalam bidang ilmu Teknologi Pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
SIFAT MEKANIK BIOPLASTIK BERBASIS KOMBINASI PATI BIJI NANGKA DAN TONGKOL JAGUNG Ida Ayu Widhiantari; Agriananta Fahmi Hidayat; Surya Abdul Muttalib; Fakhrul Irfan Khalil; Isnaini Puspitasari
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.676 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.220

Abstract

Bioplastik merupakan jenis kemasan plastik yang ramah lingkungan karena berasal dari bahan organik sehingga mudah terurai di dalam tanah oleh bantuan mikroorganisme tanah. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan bioplastik dari kombinasi bahan sumber pati yaitu dari pati biji nangka ditambah dengan pati tongkol jagung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi ZnO 3%, 6%, dan 9% dan gliserol 2 ml, 5 ml, dan 8 ml terhadap sifat mekanik bioplastik. Dari hasil penelitian didapatkan nilai tensile strength bioplastik terbesar diperoleh pada perlakuan konsentrasi ZnO sebesar 9% yaitu sebesar 2,5788 MPa. Konsentrasi gliserol berbanding terbalik dengan nilai tensile strength bioplastik, dimana nilai tensile strength tertinggi diperoleh pada konsentrasi gliserol 2 ml, yaitu sebesar 2,2775 MPa. Nilai % elongasi tertinggi diperoleh pada konsentrasi ZnO 3%, yaitu sebesar 13,237%, sedangkan dari pengaruh konsentrasi gliserol, nilai % elongasi tertinggi diperoleh pada konsentrasi gliserol 8 ml yaitu sebesar 13,8643%.
PENENTUAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS NERACA LAHAN DI KECAMATAN PRAYA BARAT Lalu Heri Rizaldi; Bambang Rahadi; Evi Kurniati
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.38 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.236

Abstract

Populasi manusia yang semakin meningkat menyebabkan bertambahnya kebutuhan pangan dan tempat tinggal, karena itu dibutuhkan keseimbangan antara daya dukung lingkungan dengan pemanfaatan lahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status daya dukung lingkungan berbasis neraca lahan eksisting serta untuk mengetahui status neraca lahan pada tahun 2031, yaitu menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara mendiskripsikan hasil perhitungan untuk mendapatkan status neraca lahan. Perhitungan ketersediaan dan kebutuhan lahan diproyeksikan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah ketersediaan dan kebutuhan lahan pada tahun 2031. Proses simulasi dibuat dengan cara memproyeksikan jumlah penduduk sampai tahun 2031 dengan menggunakan metode aritmatik. Hasil ketersediaan lahan dan kebutuhan lahan kemudian dibandingkan untuk mendapatkan status neraca lahan. Kecamatan Praya Barat memiliki total nilai produksi sebesar Rp 3.965.659.613.333,34, produktivitas beras sebesar 3251 Kg/Ha; dengan harga beras Rp 8000,00 Kg, didapatkan hasil ketersediaan lahan eksisting sebesar 152.478,03 Ha. Analisis kebutuhan lahan menunjukkan bawa total nilai kebutuhan lahan eksisting sebesar 23.120,82 Ha dengan rincian jumlah penduduk tahun 2018 sebanyak 75.166 jiwa, dan kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar 0,31 Ha/kapita. Status neraca lahan eksisting Kecamatan Praya Barat adalah surplus dengan selisih 129.357,21 Ha. Perhitungan daya dukung lingkungan basis neraca lahan pada tahun 2031 menggunakan ketersediaan lahan eksisting, yaitu sebesar 152.478,03 Ha, sedangkan perhitungan kebutuhan lahan menggunkan jumlah penduduk (N) tahun 2031 sebanyak 88.285 jiwa. Didapatkan Kebutuhan lahan tahun 2031 sebesar 27.156,04 Ha. Status daya dukung neraca lahan Kecamatan Praya Barat pada tahun 2031 masih surplus dengan selisih 125.321,99 Ha. Status surplus menunjukkan bahwa ketersediaan lahan masih dapat mencukupi kebutuhan produk hayati masyarakat setempat.
TIPE CHAMBER DAN POSISI SENSOR E-NOSE UNTUK MENDETEKSI AROMA BIJI KOPI ROBUSTA MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Mareli Telaumbanua; Dwi Dian Novita; Sugeng Triyono; Christanty Saragih
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.01 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.237

Abstract

Rasa kopi dan aroma yang khas dipengaruhi oleh pengolahan kopi. Rasa dan aroma yang khas dari kopi merupakan parameter penting yang digunakan untuk mengklasifikasi dan membedakan jenis serta kualitas beragam kopi. Perkembangan teknologi yang semakin canggih ditandai dengan adanya teknologi yang menyerupai kerja hidung manusia yaitu Electronic nose (E-nose). E-nose terintegrasi dengan mikrokontroler untuk mempermudah akuisisi data tegangan setiap sensor. Jenis ruang dan penempatan sensor E-nose menentukan tingkat kestabilan pengukuran aroma kopi. Untuk mendapatkan pola respon tegangan sensor yang stabil perlu dilakukan modifikasi Chamber. Modifikasi yang dilakukan juga pada posisi peletakan sensor sehingga keluaran tegangan menjadi lebih stabil. Chamber Dalam (Chamber A) dengan letak ruang sensor dan ruang sampel yang menjadi satu. Chamber Luar (Chamber B) dengan letak ruang sensor dan ruang sampel yang terpisah. Posisi peletakan sensor pada bagian atas, samping, bawah akan menentukan posisi stabil. Penambahan pompa mini diafragma dapat menghasilkan keluaran pola tegangan yang stabil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada penggunaan E-nose pada sampel Biji kopi Natural Robusta lebih stabil menggunakan Chamber A. Posisi peletakan sensor yang terbaik pada sampel ini adalah peletakan samping. Keadaan stabil Chamber A yang ditandai dengan pola grafik yang dihasilkan mendatar yang akan stabil pada menit ke 5. Keadaan stabil pada peletakan sisi samping ditunjukkan melalui nilai koefisien x pada persamaan model matematika yang paling mendekati angka 0.
PRA-PERLAKUAN BLANSING PADA PENGERINGAN TIPE BEKU (FREEZE DRYING) UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS PETAI (Parkia speciosa) Joko Nugroho Wahyu Karyadi; Muhammad Adani Akbar; Dwi Ayuni; Nursigit Bintoro
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.054 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.245

Abstract

Petai (Parkia speciosa) merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki ciri khas rasa yang unik serta nutrisi yang melimpah. Karakteristik tersebut membuat petai berpotensi untuk diolah menjadi sayuran eksotis dengan sasaran pasar nasional maupun internasional. Meskipun begitu, seperti halnya sayuran lain, kualitas petai sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Salah satu solusi untuk penyimpanan petai adalah dengan proses pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pra-perlakuan blansing terhadap kualitas fisik petai hasil pengeringan tipe beku (freeze-drying). Dua variasi jenis blansing, yaitu blansing dengan air panas (HWB) dan blansing dengan uap panas (SB) dilakukan sebelum proses pengeringan. Selain itu, pengeringan tipe cabinet juga dilakukan sebagai pembandingan. Kualitas yang diukur pada penelitian ini meliputi karakteristik pengeringan, kadar air, susut bobot, shrinkage ratio, kekerasan bahan, warna, dan kandungan klorofil. Pengering beku yang digunakan pada penelitian ini ialah pengering hasil rancangan sendiri yang berdimensi total 0,5 x 0,7 x 1,0 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penurunan kadar air pada proses pengeringan beku untuk petai secara baik dideskripsikan dengan model kinetika orde satu (R2 > 0,95; RMSE < 0,1). Kadar air akhir terendah didapatkan dari pengeringan beku, dengan rentang kadar air 2 – 3 % w.b. Pengeringan beku dapat mengurangi resiko discoloration pada petai, dibandingkan dengan pengering tipe cabinet. Pra-perlakuan blansing terbukti dapat membantu meningkatkan laju pengeringan sehingga pengeringan berlangsung lebih cepat, dan kandungan klorofil didalam petai dapat terjaga lebih baik.
OPTIMALISASI BEBAN KERJA PADA INDUSTRI MAKANAN MENGGUNAKAN METODE WORKLOAD ANALYSIS (Studi Kasus pada UD. MR-Jember) Ida Bagus Suryaningrat; Nita Kuswardhani; Ninik Rizky Hastuti
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.53 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i2.219

Abstract

UD. MR adalah salah satu industri di Kabupaten Jember yang memproduksi makanan tradusional suwar-suwir. Saat ini, UD. MR sedang mengalami kekurangan pekerja akibat beberapa pekerja yang mengundurkan diri dari pekerjaan. Para pekerja tampak kelelahan dalam menyelesaikan pekerjaannya dikarenakan beban kerjanya yang semakin bertambah. Hal ini merupakan indikasi dari tingginya beban kerja yang diterima para pekerja. Proses produksi di UD. MR juga masih menggunakan alat-alat manual sehingga sangat membutuhkan tenaga manusia. Akibatnya, cukup banyak terdapat kesalahan yang dilakukan oleh para pekerja, seperti pencampuran rasa yang ditambahkan kurang merata, bentuk suwar-suwir yang tidak seragam dan kemasan yang kurang rapi. Tujuan penelitian yaitu mengukur beban kerja dari pekerja dan menentukan jumlah tenaga kerja optimal di UD. MR. Metode penelitian yaitu WLA (Workload Analysis). WLA adalah suatu metode untuk mengukur beban kerja yang diterima pekerja selama melakukan pekerjaannya. Metode WLA membutuhkan data hasil perhitungan persentase produktif, Performance Rating dan Allowance. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan Workload Analysis, beban kerja dari pekerja di bagian pemasakan, pencetakan, pemotongan, dan pengemasan 2 termasuk dalam beban kerja tinggi. Sedangkan pekerja di bagian pengemasan 1 termasuk dalam beban kerja normal. Jumlah pekerja yang optimal pada bagian pengemasan 1 sebanyak 10 orang, pengemasan 2 sebanyak 6 orang dengan tambahan insentif sebesar Rp 20.200 per orang per bulan, pemasakan sebanyak 2 dengan tambahan insentif sebesar Rp 477.490 per orang per bulan, pencetakan sebanyak 1 orang dengan tambahan insentif sebesar Rp 202.150 per orang per bulan dan pemotongan sebanyak 2 orang dengan tambahan insentif sebesar Rp 85.150 per orang per bulan.
ANALISIS ERGONOMI DAN ANALISIS EKONOMI TEKNIK MESIN PENCUCI UBI Wahyu Kristian Sugandi; Asep Yusuf; Surya P Sukoco
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.637 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i2.240

Abstract

Penanganan pascapanen ubi jalar dilakukan untuk mempertahankan kualitas Ubi Jalar tersebut. Penanganannya meliputi: pencucian, sortasi, penyimpanan, pengemasan dan pengangkutan, serta pemasaran hasil. Penelitian ini bertujuan menganalisis ergonomi dan kelayakan ekonomi dari mesin pencuci ubi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan melakukan pengukuran dan perhitungan terhadap mesin pencuci ubi, sehingga memberikan informasi mengenai penilaian ergonomi dan kelayakan ekonomi. Hasil analisis ergonomi untuk penyesuaian data antropometri menunjukkan adanya selisih antara tinggi bahu dengan tinggi mesin dan lebar bahu dengan lebar mesin masing-masing sebesar 35,24 cm dan 3,86 cm. Kemudian dari hasil evaluasi postur kerja menggunakan OWAS terdapat 2 postur kerja yang termasuk ke dalam kategori 3, sehingga perlu ada perbaikan; analisis biomekanika NIOSH menghasilkan nilai LI < 1 untuk semua berat beban yang diangkat operator kecuali saat operator mengangkat air. Tingkat kebisingan dan getaran dari mesin pencuci ubi pada kondisi tanpa beban masing-masing sebesar 88,92 dB dan 11,056 m/s2, sedangkan pada kondisi dengan beban masing-masing 77dB dan 21,87 m/s2. Hasil analisis ekonomi menunjukkan mesin pencuci ubi dengan menghasilkan nilai NPV Rp 39.842.284,52, BC Ratio sebesar 1,466, IRR sebesar 8,5%, dan PBP investasi akan mendapatkan keuntungan pada tahun pertama. Kemudian BEP akan tercapai setelah memproduksi 14.956 kg.
IDENTIFIKASI JENIS KOPI MENGGUNAKAN SENSOR E-NOSE DENGAN METODE PEMBELAJARAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Dwi Dian Novita; Akhmad Bangsawan Sesunan; Mareli Telaumbanua; Sugeng Triyono; Tri Wahyu Saputra
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.713 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i2.241

Abstract

Electronic Nose merupakan sebuah alat yang dapat menirukan cara kerja hidung manusia. Kopi memiliki beberapa jenis antara lain kopi robusta, kopi arabika dan kopi luwak. Setiap jenis kopi memiliki aroma khas tersendiri sehingga dibutuhkan suatu alat untuk dapat membedakannya secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis – jenis kopi berdasarkan perbedaan aroma yang terdapat didalamnya. Penelitian ini menggunakan biji kopi natural robusta Lampung (kopi 1), robusta natural (kopi 2), robusta semiwash (kopi 3), natural arabika (kopi 4), arabika fullwash (kopi 5). Penelitian menggunakan metode JST backpropagation dengan arsitektur jaringan 1 input, 2 hidden layer, dan 1 Output. Fungsi aktivasi terbaik pada pelatihan model JST adalah logsig-logsig-tansig dengan nilai RMSE sebesar 0,003602368 dan R2 sebesar 0,991. Hasil klasifikasi jenis kopi menggunakan sensor E-Nose dengan metode JST Backpropagation menunjukkan persentase keberhasilan identifikasi 5 jenis kopi, yaitu: kopi natural robusta lampung yaitu 100%, kopi natural robusta 100%, kopi robusta semiwash 72%, kopi arabika natural 100%, dan kopi arabika fullwash 100%.
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA DIGESTER BIOGAS RUMAH TANGGA TIPE FLOATING TANK DENGAN SUBSTRAT KOTORAN SAPI Agus Haryanto; Denny Sanjaya Irawan; Siti Suharyatun; Winda Rahmawati; Mareli Telaumbanua; Febryan K. Wisnu; Tamrin Tamrin; Pelita Ningrum
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.439 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i2.255

Abstract

Digester biogas rumah tangga berpotensi menyediakan bahan bakar terbarukan pengganti LPG (liquefied petroleum gas). Penelitian ini bertujuan untuk merancang-bangun dan menguji kinerja digester biogas rumah tangga tipe tangki mengapung (floating tank) dengan substrat kotoran sapi. Penelitian dilakukan dengan membuat digester biogas tipe floating tank menggunakan sumur dangkal dari pasangan bata semen yang diplester (diameter-dalam 139 cm, kedalaman efektif 140 cm) sebagai digester dan tangki air kapasitas 2000 l sebagai penampung biogas. Ukuran digester didasarkan pada kebutuhan biogas untuk keperluan memasak rumah tangga dan potensi kotoran empat ekor sapi. Kinerja digester dievaluasi dari produksi biogas, komposisi biogas, dan kemampuan digester dalam mendekomposisi substrat yang dinilai dari penurunan kandungan padatan tak stabil (volatile solid, VS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu lingkungan rata-rata antara 26,97 ℃ (pagi) dan 31,97 ℃ (sore) digester bekerja pada pH rata-rata 7,7 dengan dekomposisi VS mencapai 56,3%. Dengan laju pengumpanan kotoran sapi cair 60 l/hari, produksi biogas dapat mencapai 1.300 l/hari dan produktivitas biogas mencapai 634,6 l/m3 volume aktif digester. Biogas yang dihasilkan memiliki kualitas medium dengan kandungan metana (CH4) mencapai 50,28% dan nilai kalori 18,01 MJ/Nm3. Lumpur digestat berpotensi sebagai pupuk organik dengan kandungan hara N 4,55%; P 2,16%; dan K 3,89%. Salah satu keunggulan yang sangat menonjol dari digester floating tank adalah desain yang sederhana, biaya terjangkau, dan diperkirakan akan awet, sehingga dapat dijadikan sebagai model untuk dikembangkan dan diadopsi.
OPTIMASI KONDISI EKSTRAKSI ULTRASONIKASI PADA VITAMIN C BUAH DELIMA (Punica granatum L.) MENGGUNAKAN RESPON PERMUKAAN S. Rosalinda; Hilda Ayu Aulia; Asri Widyasanti; Efri Mardawati
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.113 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i2.266

Abstract

Buah Delima (Punica granatum L.) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, diantaranya memiliki kandungan antioksidan. Kandungan antioksidan dalam buah delima yang utama adalah vitamin C. Vitamin C sebagai antioksidan dibutuhkan dalam sistem imun untuk menjaga kekebalan tubuh dan juga dapat menjaga elastisitas kulit. Kandungan vitamin C dari buah delima dapat diperoleh dengan cara ekstraksi. Vitamin C tidak tahan pada suhu yang tinggi, sehingga dibutuhkan teknologi ekstraksi yang tepat. Ultrasound Assisted Extraction (UAE) merupakan ekstraksi ultrasonikasi yang dipilih karena tidak menggunakan suhu yang tinggi dan waktu ekstraksi lebih singkat. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi UAE optimum yang meliputi kombinasi 3 variabel, yaitu amplitudo, waktu, dan jumlah pelarut yang menghasilkan vitamin C optimum dari ekstrak daging buah delima. Tipe alat UAE yang digunakan pada penelitian ini adalah tipe Qsonica – Q500 (500 W, 20 kHz). Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium menggunakan RSM (Response Surface Methodology) tipe CCD (Central Composite Design) dengan amplitudo minimum 40% dan maksimum 50%; waktu minimum 20 menit dan maksimum 25 menit; dan jumlah pelarut minimum 150 ml dan maksimum 225 ml. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa banyaknya jumlah pelarut memberikan pengaruh yang nyata, sedangkan amplitudo dan lama waktu ekstraksi tidak berpengaruh nyata. Model signifikan pada nilai P < 0,05 dengan kondisi UAE optimum pada kombinasi perlakuan amplitudo 50%, waktu 25 menit, dan jumlah pelarut 150 ml yang menghasilkan nilai kadar vitamin C optimum sebesar 47,79 mg/100 gram.
PENGUJIAN KAPASITAS KERJA APLIKATOR PUPUK ORGANIK TIPE SABUK BERJALAN PADA SAWAH TADAH HUJAN Iqbal Iqbal; Muhammad Reza Fikri Azhar; Muhammad Tahir Sapsal
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.094 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i2.272

Abstract

Unsur hara tanah memiliki peran penting dalam peningkatan produktivitas tanaman. Hal ini yang kemudian membuat petani harus menggunakan berbagai jenis pupuk dengan fungsi memberikan kecukupan nutrisi serta unsur hara yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman. Pengaplikasian pupuk organik pada lahan pertanian membutuhkan tenaga dan biaya yang besar, apalagi kalau lahan tersebut luas. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan aplikator pupuk organik. Aplikator pupuk organik ini kemudian digandeng dengan menggunakan traktor roda dua sebagai penariknya. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menentukan kapasitas kerja dan efisiensi penggunaan aplikator pada sawah tadah hujan. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan di lapangan dan dianalisis deskriptif. Pengujian aplikator ini menggunakan tiga perlakuan kecepatan, yaitu pada 2,71 km/jam, 3,38 km/jam dan 4,62 km/jam. Ukuran petakan yang digunakan untuk masing-masing kecepatan adalah 45 m x 27 m. Hasil pengukuran dan perhitungan diperoleh bahwa kecepatan aplikator yang baik pada lahan sawah tadah hujan adalah 2,71 km/jam. Kapasitas kerja yang diperoleh adalah 0,35 ha/jam untuk kapasitas lapang teoritis. Sedangkan untuk kapasitas lapang efektif adalah 0,26 ha/jam. Dari kedua kapasitas kerja tersebut diperoleh efisiensi lapang 74,74%.

Filter by Year

2015 2025