cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
HUBUNGAN LINGKAR PINGGANG DENGAN PROFIL LIPID PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Simbar, Mentari; Pandelaki, Karel; Wongkar, M. C.P
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.6428

Abstract

Abstract: Waist circumference is often used to evaluate abdominal fat mass. Waist circumference is correlated with abdominal mass and is a predictor of type 2 diabetes mellitus compared to BMI. Diabetes Mellitus Type 2 (T2DM) is more common in individuals with overweight and obesity. T2DM is not only occured due to carbohydrate metabolism disorder of lipid metabolism but also due to dyslipidemia. Dyslipidemia caused by substances called lipoprotein VLDL (Very Low Density Lipoprotein) or triglycerides, decreased HDL cholesterol (High Density Lipoprotein) and the formation of small dense LDL (Low Density Lipoprotein) which are atherogenic. This study aimed to determine the relationship of waist circumference with the lipid profile in T2DM patients Prof. R.D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive cross sectional analytic study. There were 53 respondents that met the inclusion criteria. This study was conducted for three months starting from September ? November 2013 in the Endocrine Clinic. Conclusions: There was no significant correlation between waist circumference and total cholesterol, LDL, and triglycerides levels. However, there is a significant correlation between waist circumference and HDL levels.Keywords: Waist circumference, total cholesterol, HDL, LDL, Triglycerides, T2DMAbstrak: Lingkar pinggang sering digunakan sebagai penilai massa lemak abdominal, karena lingkar pinggang berkorelasi dengan massa lemak abdominal dan merupakan prediktor Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) yang paling kuat dibandingkan dengan IMT. DMT2 lebih sering terjadi pada individu dengan berat badan lebih dan obesitas. Pada DMT2 bukan saja terjadi gangguan metabolisme karbohidrat melainkan juga terdapat metabolisme lipid, keadaan ini disebut dislipidemia. Dislipidemia terjadi akibat gangguan metabolisme lipoprotein yaitu Very Low Density Lipoprotein (VLDL), trigliserida, penurunan kolesterol High Density Lipoprotein (HDL), dan terbentuknya small dense Low Density Lipoprotein (LDL) yang bersifat aterogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar pinggang dengan profil lipid pada pasien DMT2 di RSUP Prof. R.D. Kandou Manado. Jenis penelitian ini ialah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian sebanyak 53 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu dari bulan September ? November 2013 di Poliklinik Endokrin Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUP. Prof. R.D. Kandou Manado. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lingkar pinggang dengan kadar kolesterol total, kadar LDL, dan trigliserida. Terdapat hubungan bermakna antara lingkar pinggang dan kadar HDL.Kata kunci: Lingkar Pinggang, Kolesterol Total, HDL, LDL, Trigliserida, DMT2
PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN MENGENAI PENGGUNAAN PARTOGRAF DALAM PERSALINAN DI PUSKESMAS PONED KOTA MANADO Toemandoek, Jacqueline P.; Wagey, Freddy; Loho, Maria
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.2.2015.9344

Abstract

Abstract: The high maternal mortality rate is mostly due to pregnancies and labours. Health workers who can help labour are inter alia midwives. A health center that has the facilities and the ability to provide 24-hours services to cope emergency cases of obstetric and neonatal care is called PONED Public Health Center (PHC). This study aimed to obtain the knowledge and attitude of midwives about partograph in PONED PHCs in Manado. There were 33 respondents of 6 PONED PHCs in Manado. The results showed that most of the midmives (90.9%) in PONED PHCs had good knowledge about the usage of pantograph in labour; 2 respondents (6.1%) had fair knowledge, and 1 respondent (3.0%) had poor knowledge. All midwives (100%) had positive attitude about the usage of partograph. Conclusion: Most midwives in PONED PHC in Manado had good knowledge and positive attitude about the usage of partograph in labour.Keywords: midwives, PONED Public Health Center, partographAbstrak: Tingginya angka kematian ibu terutama pada saat kehamilan dan persalinan. Tenaga kesehatan yang dapat menolong persalinan yaitu salah satunya bidan. Puskesmas yang memiliki fasilitas dan kemampuan memberikan pelayanan untuk menanggulangi kasus kegawatdaruratan obstetrik dan neonatal selama 24 jam yaitu puskesmas PONED. Pada penelitian ini terdapat 33 responden dari 6 puskesmas PONED di Kota Manado. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat pengetahuan bidan tentang penggunaan partograf dalam persalinan di Puskesmas PONED Kota Manado umumnya (90,9%) baik, 2 responden (6,1%) cukup, dan 1 responden (3,0%) kurang. Mengenai distribusi sikap, semua bidan (100%) mempunyai sikap positif. Simpulan: Umumnya bidan di puskesmas PONED Kota Manado mempunyai pengetahuan yang baik dan sikap yang positif mengenai penggunaan partograf dalam persalinan.Kata kunci: bidan, puskesmas PONED, partograf
Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelainan bawaan pada neonatus di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado Polii, Evan G.; Wilar, Rocky; Umboh, Adrian
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14466

Abstract

Abstract: Nowadays, problems of the quality of the child life is the main priority in national health program, inter alia congenital anomaly which is defined as structural or functional anomaly (example metabolic disorders) that occurs during intrauterine life and can be identified before birth, at birth, or after birth. This study was aimed to find out the risk factors that related to the occurrence of congenital anomalies in the neonati at Prof . Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive retrospective study. Total samples were 66 neonates that fulfilled the inclusion criteria as follows: neonates who were born and taken cared at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. The results showed that maternal risk factors had a major role to the occurrence of congenital anomalies. Conclusion: Maternal infection during pregnancy was the most common risk factor, however, several congenital anomalies had unknown risk factor.Keywords: neonates, congenital anomalies, maternal risk factor Abstrak: Pada zaman sekarang ini masalah kualitas hidup anak merupakan prioritas utama bagi program kesehatan nasional. Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas hidup anak ialah adanya kelainan bawaan yaitu anomali struktural atau fungsional (misalnya gangguan metabolisme) yang terjadi selama hidup intrauterin dan dapat diidentifikasi sebelum lahir, saat lahir, atau di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelainan bawaan pada neonatus di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Sampel sebanyak 66 neonati dengan kriteria inklusi neonatus yang lahir dan dirawat di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa faktor risiko ibu berperan penting terhadap kejadian kelainan bawaan. Simpulan: Infeksi ibu selama kehamilan merupakan faktor risiko ibu yang paling sering ditemukan pada kelainan bawaan. Walalupun demikian, terdapat juga faktor-faktor yang tidak diketahui yang memengaruhi kejadian kelainan bawaan. Kata kunci: neonatus, kelainan bawaan, faktor risiko ibu
GAMBARAN HISTOPATOLOGI TUMOR KELENJAR LIUR DI MANADO PERIODE JULI 2010 – JULI 2013 Merung, Marcella P. J.
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.1.2014.3717

Abstract

Abstract: Salivary glands tumor is relatively rare. In Indonesia, there?s still no complete data about the estimated incidence of salivary glands tumor. Objective:To determine the histopathology of the salivary gland tumor in Manado from July 2010 to July 2013. Methode: This was a descriptive retrospective study. Result: There were 70 patients had salivary gland tumorswith52.9% femaleand47.1% male). By age groups found that ?16 age group for 1,4%, 17 - 30 for 28.6%, 31 ? 40 for18.%), 41 ? 50 for21.4%, 51 ? 60 for14.3%, 61 ? 70 for8.6%, ?71 for 7.1%. By classification histopathology, Pleiomorphic adenoma for 57.2%, Whartin?s tumor for 11.4%, Oncocytoma, Mucoepidermoid carcinoma, and Adenocarcinoma each for 5.7%, Adenoid cystic carcinoma for4.3%,Cystadenoma for 3.0%, Myoepithelioma, Basal cell adenoma, Canalicular adenoma, Cystadenocarcinoma,and Large cell lymphoma malignant each for 1.4%. By the location, parotis gland for 47.1%, submandibula gland for 27.1%, minor salivary gland for 12.9% and the other location for 12.9%. Conclusion: Female is more than male, the highest incidence is in the group 17-30 years old, the most common benign tumors is pleomorphic adenoma while the most common type of malignant tumors is mucoepidermoid carcinoma and adenocarcinoma. The most frequent tumor?s location is parotid gland. Keywords: Salivary glands tumor, histopathology.   Abstrak: Tumor kelenjar liur merupakan tumor yang jarang ditemukan. Indonesia masih belum ada data lengkap mengenai insiden tumor kelenjar liur.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran histopatologi tumor kelenjar liur di Manado periode Juli 2010 ? Juli 2013. Metode:Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif. Hasil: Dari 70 penderita tumor kelenjar liurditemukan perempuan 52,9% dan laki-laki 47,1%. Kelompok usia ?16 tahun sebanyak 1,4%, 17 - 30 tahun sebanyak 28,6%,31 ? 40 tahun sebanyak 18,6%, 41 ? 50 tahun sebanyak 21,4%, 51 ? 60 tahun sebanyak 14,3%, 61 ? 70 tahun sebanyak 8,6%, ?71 tahun sebanyak 7,1%. Berdasarkan klasifikasi histopatologi jenis Pleimorphic adenoma sebanyak 57,2%, Whartin?s tumor sebanyak 11,4%, Oncocytoma,Mucoepidermoid carcinoma, dan Adenocarcinoma masing-masing sebanyak 5,7%,Adenoid cystic carcinoma sebanyak 4,3%, Cystadenoma sebanyak 3,0%, Myoepithelioma,Basal cell adenoma,Canalicular adenoma, Cystadenocarcinoma,dan Large cell lymphoma malignant masing-masing sebanyak 1,4%. Berdasarkan lokasi tumor, kelenjar parotis sebanyak 47,1%, kelenjar submandibula sebanyak 27,1%, kelenjar liur minor sebanyak 12,9% dan lokasi yang tidak jelas sebanyak 12,9%. Kesimpulan:Penderita perempuan lebih banyak dari laki-laki, insiden tertinggi pada kelompok usia17 ? 30 tahun, tumor jinak paling banyak ditemukan adalah pleomorphic adenoma sedangkan tipe ganas adalah mucoepidermoid carcinoma dan adenocarcinoma. Lokasi tumor tersering adalah kelenjar parotis. Kata Kunci: Tumor kelenjar liur, histopatologi.
HUBUNGAN OBESITAS PADA KEHAMILAN DENGAN PREEKLAMPSIA Dumais, Caroline .; Lengkong, Rudy A; Mewengkang, Maya E
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11686

Abstract

Abstract: This study aimed to obtain the relationship between obesity in pregnancy and preeclampsia. This was a retrospective analytical study with a case-control design by using data of patients? medical records. Samples were pregnant women with obesity (IMT ?30 kg/m2) at the last pregnancy that suffered from preeclampsia and obese pregnant women without preeclampsia at RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado from January, 2013 until December 2014. Data were processed by using SPSS 2.0. The results showed that the number of obese pregnant women that suffered from preeclampsia and obese pregnant women without preeclampsia was 60 people. Most of them suffered from preeclampsia were categorized as obesity I. The chi-square test showed a p value = 0.013 (<? = 0.05). Conclusion: There was a relationship between obesity at pregnancy with preeclampsia at pregnant women at RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Keywords: BMI, obesity, preeclampsia Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas pada kehamilan dengan pre-eklampsia. Jenis pnelitian ini analitik retrospektif dengan desain case-control. Data penelitian diperoleh dari catatan rekam medis pasien. Sampel penelitian ini ialah wanita hamil dengan obesitas (IMT ? 30 kg/m2) pada akhir kehamilan yang menderita pre-eklampsia dan wanita hamil obes tanpa pre-eklampsia di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dari bulan Januari 2013 sampai Desember 2014. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan SPSS 2.0. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa jumlah wanita hamil dengan obesitas yang menderita pre-eklampsia dan wanita obes tanpa pre-eklampsia sebanyak 60 orang. Sebagian besar responden dengan pre-eklampsia termasuk obesitas I. Hasil uji chi square dengan tingkat signifikan ? = 0,05 mendapatkan nilai p = 0,013 (<? = 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara obesitas pada kehamilan dengan pre-eklampsi pada wanita hamil di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou ManadoKata kunci: IMT, obesitas, pre-eklampsia
Gambaran CT-Scan Tanpa Kontras pada Pasien dengan Batu Saluran Kemih di Bagian Radiologi FK Unsrat/SMF Radiologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Juli 2016 - Juni 2017 Tubagus, Yanuar E.; Ali, Ramli Haji; Rondo, Alfa G.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.5.2.2017.18765

Abstract

Abstract: Urinary tract stone is the third most common disease after urinary tract infection and prostate cancer. Symptoms of urinary tract stones such as pain, hematuria, infection, fever, nausea, and vomiting appear when an obstruction occurs. To confirm the diagnosis of urinary tract stone, further examination can be performed such as radiology examination using CT-Scan which can provide a much better imaging compared to plain photo and ultrasonography. CT-scan is usually performed without contrast because the imaging of stone is clearly visible. This study was aimed to obtain the CT-scan imaging without contrast of patients with urinary tract stones in the Radiology Department of Faculty of Medicine Sam Ratulangi University/ SMF Radiology Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in the period of July 2016 - June 2017. This was a descriptive retrospective study using patients’ medical records at the Radiology Department. The results showed that there were 190 patients suffering from urinary tract stones. The majority of cases were males (66.32%), age group of 48-57 years (30%), and had stones located in the renal region (67.38%). Conclusion: Based on the CT-Scan examination without contrast performed on patients with urinary tract stones, the prevalence of urinary tract stone was higher in males and the age group of 48-57 years with the most common location of the stones in the renal region.Keywords: urinary tract stones, CT-Scan without contrast Abstrak: Batu saluran kemih merupakan penyakit tersering ketiga setelah infeksi saluran kemih dan kanker prostat. Gejala batu saluran kemih muncul ketika terjadi obstruksi berupa rasa nyeri, hematuria, infeksi, demam, mual dan muntah. Untuk menegakkan diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan radiologi dengan menggunakan CT-Scan yang dapat memberikan hasil pencitraan yang lebih baik dibandingkan foto konvensional dan ultrasonografi. Pemeriksaan CT-Scan biasanya tanpa menggunakan kontras karena gambaran batu sudah tampak dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran CT-Scan tanpa kontras pada pasien dengan batu saluran kemih di Bagian Radiologi FK Unsrat/SMF Radiologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada periode Juli 2016 - Juni 2017. Jenis penelitan ialah deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien di Bagian Radiologi. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 190 pasien yang menderita batu saluran kemih dengan proporsi paling banyak pada laki-laki (66,32%), kelompok usia 48-57 tahun (30%), dan lokasi tersering pada daerah ginjal (67,38%). Simpulan: Berdasarkan hasil pemeriksaan CT-Scan tanpa kontras pada pasien batu saluran kemih didapatkan angka kejadian batu saluran kemih paling banyak pada laki-laki dan kelompok usia 48-57 tahun dengan lokasi tersering di daerah ginjal.Kata kunci: Batu saluran kemih, CT-Scan tanpa kontras.
Profil kasus batu empedu di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Oktober 2015-Oktober 2016 Tuuk, Andreyne L.Z.; Panelewen, Jimmy; Noersasongko, A. Djarot
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14454

Abstract

Abstract: Gallstones are solid materials or crystals formed in gallbladder, common bile duct, or in both. Gallstones constitute a significant health problem in developed countries. Epidemiologic studies showed that increasing age was associated with increasing prevalence of gallstones. This study was aimed to obtain the profile of gallstone cases at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital from October 2015 to October 2016. This was a retrospective descriptive study. The results showed that there were 113 cases of gallstones. The majority of cases were females, age group 60 years, serum bilirubin ≥3 mg/dl associated with apparent jaundice, and treated with surgery using cholecystectomy laparotomy and cholecystectomy laparoscopy techniques.Keywords: gallstone, profile Abstrak: Batu empedu adalah material atau kristal yang terbentuk dalam di dalam kandung empedu, saluran empedu, atau keduanya. Batu empedu merupakan masalah kesehatan yang signifikan dalam masyarakat berkembang. Studi epidemiologi menunjukkan bahwa prevalensi batu empedu berkaitan dengan meningkatnya usia dan lebih sering ditemukan pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien batu empedu di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dalam periode Oktober 2015 - October 2016. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Hasil penelitian mendapatkan 113 kasus penyakit batu empedu, Majoritas kasus ialah perempuoan, kelompok usia 60 tahun, kadar bilirubin ≥3 mg/dl disertai ikterik yang jelas, dengan penanganan operatif kolesistektomi laparatomi dan kolesistektomi laparoskopik. Kata kunci: batu empedu, profil
KESEHATAN TENGGOROK PADA SISWA SEKOLAH DASAR EBEN HAEZAR 1 MANADO DAN SEKOLAH DASAR GMIM BITUNG AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Kojongian, Steve
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.3669

Abstract

Abstract: Background: Upper respiratory tract infections include pharyngitis and tonsillitis. The highest prevalence of chronic tonsillitis after acute nasopharyngitis is equal to 3.8 %. In Indonesia, incidence of acute pharyngitis  is approximately 1.5 %  that include in the top 10 of outpatient cases. Aim: To obtain data of  throat health in Eben Haezar 1 Elementary Student Manado and GMIM Bitung Amurang Elementary Student of South Minahasa Regency. Methods: This is a descriptive observational study  to obtain data of  throat health in 5th C grade student in Eben Haezar 1 Elementary School Manado and entire of 5th grade student in GMIM Bitung Amurang Elementary School of South Minahasa Regency. Results: Total of 5th grade student in Eben Haezar 1 Elementary School Manado were  31 students. There was not found student with grade 4 of tonsil enlargement. The result showed that 29 students (93.5%) with smooth surface of the tonsil  and 2 students (6.6%) with rough surface of the tonsil. No abnormality found in pharynx surface. Total of 5th grade student in GMIM Bitung Amurang Elementary School were 18 students. There was found one student with grade 4 of the tonsil enlargement. The result showed that 14 students (77.8%) with smooth surface of the tonsil and 4 students (22.2%) with rough surface of the tonsil. Pharyngeal examination showed that 5 students (27.8%) with granules and 13 students (72,2%) with normal appearance. Conclusion: Disorders of throat are higher in GMIM Bitung Amurang Elementary School than Eben Haezar 1 Manado Elementary School. Key words: Throat, Elementary School Students, Pharynx Examination, Tonsil Examination.   Abstrak: Latar Belakang: Infeksi saluran nafas atas termasuk faringitis dan tonsillitis. Prevalensi tertinggi tonsillitis kronik setelah nasofaringitis akut yaitu sebesar 3,8 %. Di Indonesia dilaporkan bahwa kasus faringitis akut masuk dalam 10 besar kasus penyakit yang dirawat jalan dengan presentase jumlah penderita 1,5 %. Tujuan: Memperoleh status kesehatan tenggorok pada siswa SD Eben Haezar 1 Manado dan siswa SD GMIM Bitung Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional secara cross sectional untuk mendapatkan status kesehatan tenggorok pada seluruh siswa kelas 5c SD Eben Haezar 1 Manado dan seluruh siswa kelas 5 SD GMIM Bitung Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Hasil: Jumlah siswa kelas 5c di SD Eben Haezar 1 Manado berjumlah 31 orang. Pada pemeriksaan ukuran tonsil tidak didapatkan ada anak yang memiliki ukuran tonsil T4. Pemeriksaan berdasarkan permukaan tonsil, 29 siswa (93,5%) memiliki tonsil licin dan 2 orang (6,6%) memiliki tonsil kasar. hasil pemeriksaan berdasarkan gambaran faring, didapatkan semuanya normal. jumlah siswa kelas 5 di SD GMIM Bitung Amurang berjumlah 18 orang. hasil pemeriksaan ukuran tonsil didapatkan ada 1 orang siswa yang memiliki ukuran tonsil T4. Pemeriksaan berdasarkan permukaan tonsil, 14 siswa (77,8%) memiliki tonsil licin dan 4 orang (22,2%) memiliki tonsil kasar. hasil pemeriksaan berdasarkan gambaran faring, didapatkan 5 orang iswa (27,8%) yang faringnya terdapat granula dan 13 siswa lain gambaran faringnya, normal (72,2%). Kesimpulan: Temuan kelainan terkait kesehatan tenggorok lebih banyak terdapat di SD GMIM Bitung Amurang. Kata Kunci: Tenggorok, Siswa Sekolah Dasar, Pemeriksaan Faring, Pemeriksaan Tonsil
GAMBARAN FOTO TORAKS PNEUMONIA DI BAGIAN/SMF RADIOLOGI FK UNSRAT / RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO PERIODE 1 APRIL – 30 SEPTEMBER 2015 Langke, Nurpratiwi; Ali, Ramli H.; Simanjuntak, Martin L.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11030

Abstract

Background: acute lower respiratory tract Infections called (ISNBA) raises the number of pain and a high mortality and loss of productivity of work. ISNBA can be found in various forms, common is pneumonia. Pneumonia is a disease which many occurred that infects roughly 450 million people annually and occur throughout the world. This disease is a major cause of death in all groups that cause millions of deaths (7% of world total deaths) each year. This figure is most occurred in children aged less than 5 years old, and adults who are over 75 years old. Chest X-ray is the modality used to diagnose many conditions involving the thoracic wall and thoracic bone structure, located in the thoracic kavitas including the lungs, heart and great channels.Objective: to know the description of chest X-ray in people with pneumonia.Methods: This research is descriptive research study was conducted on November 2015 in Radiology Devision Faculty of medical Sam Ratulangy University/ General Hospital Center Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.Results: there were 44 cases of pneumonia based on radiologic diagnosis. Most sufferers are male 24 people (55%), the largest age group is as many as 60 years > 12 people (27%), and the location of most pneumonia in pulmo dextra 24 cases (54%).Conclusion: Chest X-Ray images of pneumonia is more common in males withThe most dominant age is >60 years.Key Words: Pneumonia, chest X-rayLatar Belakang : Infeksi saluran napas bawah akut (ISNBA) menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi serta kerugian produktivitas kerja. ISNBA dapat dijumpai dalam berbagai bentuk, tersering adalah pneumonia. Pneumonia adalah penyakit yang banyak terjadi yang menginfeksi kira-kira 450 juta orang per tahun dan terjadi di seluruh penjuru dunia. Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian pada semua kelompok yang menyebabkan jutaan kematian (7% dari kematian total dunia) setiap tahun. Angka ini paling besar terjadi pada anak-anak yang berusia kurang dari 5 tahun, dan dewasa yang berusia lebih dari 75 tahun. Foto toraks merupakan modalitas yang digunakan untuk mendiagnosis banyak kondisi yang melibatkan dinding toraks, tulang toraks dan struktur yang berada di dalam kavitas toraks termasuk paru-paru, jantung dan saluran-saluran yang besar.Tujuan : Untuk mengetahui gambaran foto toraks pada penderita pneumonia.
Hubungan Kadar Hematokrit dan Tekanan Darah pada Subjek Laki-laki Perokok Usia Dewasa Muda Isa, Roi O.; Rotty, Linda W.A.; Polii, Efata B.I.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i2.18571

Abstract

Abstract: Smoking is a major health problem in Indonesia especially in adult males. The age of a person to initially start smoking becomes younger, therefore, the prevalence of smoking in Indonesia has increased in 2013 (36.3%) compared to that in 2007 (34.2%). Smoking is a risk factor for a number of chronic diseases such as cancer, lung diseases, and cardiovascular diseases. Several previous studies had suggested a relationship between hematocrit levels, blood viscosity and blood pressure. This study was aimed to determine the correlation between hematocrit level and blood pressure in young adult male smokers as subjects. This was an analytical study with a cross-sectional design. Blood pressure and hematocrit level were performed on a total of 40 male students of the Faculty of Engineering Sam Ratulangi University Manado. Data were analyzed statistically by using the Spearman correlation test. The correlation test on the relationship between blood hematocrit level and systolic blood pressure showed an r value of 0.236 and a P value of 0.143 while the correlation test on the relationship between blood hematocrit level and diastolic blood pressure resulted in an r value of 0.352 and a P value of 0.026. Conclusion: There was a positive correlation between hematocrit level and diastolic blood pressure in young adult smokers but not for systolic blood pressure.Keywords: smokers, hematocrit, blood pressure Abstrak: Merokok menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia khususnya pada kaum lelaki dewasa. Usia seseorang mulai merokok semakin muda dan prevalensi merokok di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2013 (36,3%) dibandingkan tahun 2007 (34,2%). Merokok sebagai faktor risiko sejumlah penyakit kronis seperti kanker, penyakit paru-paru, dan penyakit kardiovaskuler. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan adanya hubungan antara kadar hematokrit, viskositas darah, dan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hematokrit dan tekanan darah pada subjek laki-laki perokok usia dewasa muda. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Subyek penelitian ialah 40 orang mahasiswa laki-laki Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado. Pemeriksaan tekanan darah dan hematokrit darah dilakukan terhadap seluruh subyek. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji korelasi pada hubungan kadar hematokrit dengan tekanan darah sistolik (TDS) mendapatkan nilai r=0,236 dan nilai P =0,143 sedangkan pada hubungan kadar hematokrit dengan tekanan darah diastolik (TDD) didapatkan nilai r=0,352 dan nilai P=0,026. Simpulan: Terdapat hubungan positif antara kadar hematokrit dan tekanan darah diastolik pada perokok laki-laki usia dewasa muda tetapi tidak berlaku untuk tekanan darah sistolik.Kata kunci: perokok, hematokrit, tekanan darah

Page 50 of 108 | Total Record : 1074