cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
GAMBARAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUP PROF DR. R. D. KANDOU MANADO Lowing, Joshua G. A.; Lengkong, Rudy; Mewengkang, Maya
e-CliniC Vol 3, No 3 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i3.9418

Abstract

Abstract: Premature rupture of membrane (PROM) is the rupture of fetal membrane before labor. It is assumed that the membrane rupture is related to biochemical changes of the extracellular collagen matrix of amnion and chorion as well as apoptosis of the fetal membrane. This was a descriptive retrospective study. Data were obtained from the medical record of the Department of Obstetrics and Gynecology Department, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. The results showed that during the period of 1 January - 31 December 2013 there were 3,810 labors; 59 cases (1.54%) of PROM. Viewed from the position of fetus in utero and the duration of pregnancy, most of the fetus had cephalic presentation and most of the pregnancies were aterm. There was no mortality during the period.Keywords: PROMAbstrak: Ketuban pecah dini (KPD) merupakan keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Pecahnya selaput ketuban diduga berkaitan dengan perubahan proses biokimiawi yang terjadi dalam matriks kolagen ekstrasel amnion dan korion serta apoptosis membran janin. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif deskriptif. Data diambil dari rekam medik Bagian Obstetri Ginekologi RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Selama periode 1 Januari 2013 - 31 Desember 2013 tercatat 3.810 persalinan dengan 59 kasus KPD (1,54%). Dilihat dari segi letak janin dan usia kehamilan, sebagian besar janin dengan letak kepala dan usia kehamilan rata-rata aterm. Mortalitas tidak ditemukan.Kata kunci: ketuban pecah dini
Gambaran jumlah leukosit pada pasien infark miokard akut di RSUP Prof. Dr. R. D.Kandou Manado periode Januari-Desember 2015 Sitepu, Ade M.; Djafar, Dewi U.; Panda, Agnes L.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14467

Abstract

Abstract: Coronary heart disease (CHD) is the leading cause of death in the world and marked by the existence of atherosclerotic plaque at the coronary artery that progressively blocks the blood stream to myocardium resulting in myocardial infarction. Elevated of leukocyte count typically indicates an infection or inflammation, and has a role in vascular injury and atherogenesis that is a development of an atherosclerotic ruptured plaque and trombosis. This study was aimed to obtain the profile of leukocyte count in patient with acute myocardial infarction (AMI) at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from January to December 2015. This was an observational descriptive study with a retrospective approach using data of medical records of AMI patients who came to Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from January to Desember 2015. The results showed that of totally 63 medical records of patients with AMI, there were 45 samples that fulfilled the inclusion criteria. The majority patients were in the age group 46-60 years, males, the risk factor was a combination of several major risks, and NSTEMI as the type of type of infarction. There were 57,77% of leukocyte count results ranged 10,000-14,900/mm3 and 8,88% were ≥15,000/mm3. Conclusion: There was an increase in the leukocytes count in more than half of the samples. Keywords: acute myocardial infarction, leukocyte, inflammation Abstrak: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian tersering di dunia dan ditandai adanya plak aterosklerosis pada arteri koroner yang secara progresif menghalangi aliran darah ke miokardium yang berakibat terjadinya infark miokard. Peningkatan jumlah leukosit secara tipikal mengindikasikan adanya suatu infeksi dan peradangan, serta juga berperan pada cedera vaskular dan aterogenesis yang merupakan perkembangan dari suatu ruptur plak aterosklerosis dan trombosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah leukosit pada pasien IMA di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode Januari sampai Desember 2015. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medik pasien IMA yang berobat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari-Desember 2015 dengan eksklusi riwayat infeksi minimal 2 minggu sebelum masuk rumah sakit. Hasil penelitian mendapatlan 45 sampel dengan mayoritas kelompok usia 46-60 tahun, jenis kelamin laki-laki, faktor risiko kombinasi beberapa faktor risiko mayor, dan jenis infark NSTEMI. Sebanyak 57,77% hasil pemeriksaan leukosit berkisar 10.000-14.900/mm3 dan 8,88% pada ≥15.000/mm3. Simpulan: Lebih dari setengah jumlah sampel mengalami peningkatan jumlah leukosit.Kata kunci: infark miokard akut, leukosit, peradangan
KESEHATAN TELINGA SISWA SD KRISTEN EBEN HAEZAR 1 MANADO DAN SD GMIM BITUNG AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Pardede, Amelia M.
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.3718

Abstract

Abstract: The hearing problem of infants and children can be hard to be detected and can caused the children to have difficulties in learning process. In Indonesia, the increasing of problem needs to have promotive, preventive, curative, and rehabilitative attempts for the people. This research uses descriptive observational method with cross-sectional design to get ear health status from students. In class V-C Eben Haezar 1 Christian Elementary School there are 31 students (17 males, 14 females). Results for students’ right ear examination, there are 8 (25,8%) with cerumen and 23 (74,2%) normal, meanwhile for the left ear, there are 8 (25,8%) with cerumen, 1 (3,2%) with outer ear wall hyperemic, 1 (3,2%) with tympanic membrane retraction and 21 (67,7%) normal. In class V GMIM Bitung Amurang Elementary School there are 18 students (11 males, 7 females). Results for students’ right ear examination, there are 8 (44,4%) with cerumen and 10 (55,6%) normal, meanwhile for the left ear, there are 11 (61,1%) with cerumen and 7 (38,9%) normal. The hearing screening from all students in both schools is normal (100%). There’s a quite big status differentiation of ear health between the two schools. Cerumen cases can be found quite a lot in both schools. Key Words: ear health, hearing screening.    Abstrak: Gangguan pendengaran pada bayi dan anak dapat sulit dideteksi dan mengakibatkan anak sulit menerima pelajaran. Meningkatnya permasalahan ini di Indonesia menyebabkan diperlukan adanya upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif terhadap masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional secara cross-sectional untuk memperoleh status kesehatan telinga dari siswa. Di kelas V-C SD Kristen Eben Haezar 1 Manado terdapat total 31 siswa (17 laki-laki, 14 perempuan). Hasil untuk telinga kanan, ditemukan 8 siswa (25,8%) dengan serumen dan 23 (74,2%) normal, sedangkan untuk telinga kiri ditemukan 8 siswa (25,8%) dengan serumen, 1 siswa (3,2%) hiperemis dinding liang telinga luar, 1 siswa (3,2%) retraksi membran timpani, dan 21 (67,7%) normal. Di kelas V SD GMIM Bitung Amurang terdapat total 18 siswa (11 laki-laki, 7 perempuan). Hasil untuk telinga kanan, ditemukan 8 siswa (44,4%) dengan serumen dan 10 (55,6%) normal, sedangkan untuk telinga kiri ditemukan 11 siswa (61,1%) dengan serumen dan 7 (38,9%) normal. Hasil skrining pendengaran dari seluruh siswa di kedua sekolah normal (100%). Terdapat perbedaan status kesehatan telinga yang cukup besar diantara kedua sekolah. Kejadian serumen cukup banyak ditemukan di kedua sekolah. Kata kunci: kesehatan telinga, skrining pendengaran.
Hubungan enuresis dengan kejadian leukosituria pada siswa sekolah dasar Roring, Angie G.; Umboh, Adrian .; Wilar, Rocky .
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11687

Abstract

Abstract: Enuresis refers to the involuntary excretion of urine that occurs during urination which is expected to have already been attained. Enuresis is divided into nocturnal enuresis and diurnal enuresis. Nocturnal enuresis (sleep wetting) is enuresis which occurs at night while enuresis diurnal (awake wetting) is enuresis which occurs during the day. The presence of leukocytes in urine that exceeds the normal value is called leukocyturia which is a sign of inflammation of the urinary tract (kidneys, ureter, bladder, and urethra). This study aimed to obtain the relationship between leukocyturia and enuresis among primary school students aged 5-10 years in SDN 4 and SDN 8 Wawalintouan Tondano. This was an observational analytical study with a cross sectional approach. Samples were obtained by using purposive sampling method. There were 60 urine samples of children of SDN 4 and SDN 8 Wawalintouan, Tondano. The results showed that of the 60 students, there were 34 males (56.7%) and 26 females (43.3%). Based on gender, there were 29 males (61.7%) with negative leukocyturia and 5 males (38.5%) with positive leukocyturia; among females there were 18 females (38.3%) with negative leukocyturia and 8 females (61,5%) with positive leukocyturia Based on enuresis, the distribution of leukocyturia showed 7 students (53,8%) with enuresis and positive leukocyturia, meanwhile of those without enuresis there were 6 students (46,2%) with positive leukocyturia. Conclusion: There was no relationship between the incidence of enuresis and leukocyturia among primary school students aged 5-10 years in SDN 4 and SDN 8 Wawalintouan Tondano.Keywords: enuresis,leukosituria,urinalysis. Abstrak: Enuresis merupakan pengeluaran air kemih yang tidak disadari yang terjadi pada saat proses berkemih diharapkan sudah tercapai. Enuresis di bagi atas enuresis nokturnal dan enuresis diurnal. Enuresis nokturnal (sleep wetting) merupakan enuresis yang terjadi pada malam hari sedangkan enuresis diurnal (awake wetting) adalah enuresis yang terjadi pada siang hari. Terdapatnya leukosit dalam urin melebihi nilai normal disebut leukosituri yang merupakan salah satu tanda adanya peradangan pada saluran kemih (mencakup ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara enuresis dengan kejadian leukosituria pada siswa sekolah dasar usia 5-10 tahun di SDN 4 dan SDN 8 Wawalintouan Tondano. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling yang dilaksanakan dengan mengambil sampel urin anak-anak sekolah dasar di SDN 4 dan SDN 8 Wawalintouan Tondano. Hasil penelitian memperlihatkan dari 60 sampel terdapat 34 anak laki-laki (56,7%) dan 26 anak perempuan (43,3%). Dari distribusi leukosituria berdasarkan jenis kelamin didapatkan anak laki-laki dengan leukosituria negatif berjumlah 29 anak (61,7%) dan dengan leukosituria positif 5 anak (38,5%), sedangkan anak perempuan dengan leukosituria negatif berjumlah 18 anak (38,3%) dan yang leukosituria positif 8 anak (61,5%). Distribusi leukosituria berdasarkan enuresis didapatkan 7 anak (53,8%) yang enuresis dengan leukosituria positif, sedangkan yang tidak enuresis didapatkan 6 anak (46,2%) dengan leukosituria positif. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara enuresis dengan kejadian leukosituria pada siswa sekolah sekolah dasar usia 5-10 tahun di SDN 4 dan SDN 8 Wawalintouan Tondano. Kata kunci: enuresis, leukosituria, urinalisis
Profil Adenokarsinoma Kolon di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou dan Siloam Hospitals Periode Januari 2016 – Juni 2017 Pantow, Rivia P.; Waleleng, Bradley J.; Sedli, Bisuk P.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i2.18766

Abstract

Abstract: Adenocarcinoma colon is a malignant cancer that occurs in the digestive mucosa of colon to rectum. According to Globocan in 2012, the incidence of colorectal cancer in Indonesia was 12.8 per 100,000 adults with a mortality of 9.5% of all cancer cases. This study was aimed to determine the profile of colon adenocarcinoma at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital and Siloam Hospital. This was a retrospective descriptive study using medical record data at Endoscopy Center of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital and Siloam Hospital Manado from January 2016 to June 2017. Samples were patients who had colonoscopy and pathological examination performed on them and were diagnosed as colon adenocarcinoma. In this study there were 85 samples: 44 patients of nonadenocarcinoma and 41 patients of adenocarcinoma as the subjects of the study. Most patients were males (26 patients; 63.4%), aged 46-60 years old (16 patients), and Minahasan ethnic group (40 patients). Most cancers were adenocarcinoma type (13 patients), located in the rectum (11 patients). The most common complaint was hematochezia ( 20 patients). Conclusion: Colon adenocarcinoma was most common among males, age group 46-60 years, Minahasan ethnic group, with moderate differentiation type of adenocarcinoma and located in the rectum. The most common complaints was hematochezia.Keywords: adenocarcinoma colon, colonoscopy, pathology anatomical Abstrak: Adenokarsinoma kolon merupakan salah satu jenis kanker ganas yang terjadi pada epitel mukosa usus besar dari kolon sampai dengan rektum. Berdasarkan data dari Globocan tahun 2012 insiden kanker kolorektal di Indonesia ialah 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa dengan mortalitas 9,5% dari seluruh kasus kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil adeno-karsinoma kolon di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dan Siloam Hospitals. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medik di Pusat Endoskopi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dan Siloam Hospital Manado periode Januari 2016-Juni 2017 pada pasien yang telah dilakukan kolonoskopi dan pemeriksaan patologi anatomi yang didiagnosis dengan adenokarsinoma kolon. Pada penelitian ini didapatkan 85 pasien; 44 pasien dengan non-adenokarsinoma dan 41 pasien dengan adenokarsinoma yang menjadi subjek penelitian. Mayoritas kasus ialah laki-laki 26 (63,4%), kelompok usia 46-60 tahun (16 pasien), ras Minahasa (40 pasien) dengan jenis histopatologi tipe adenokarsinoma diferensiasi sedang (13 pasien) dan lokasi tumor di rektum (11 pasien). Hematokezia merupakan keluhan utama yang paling sering ditemukan (20 pasien). Simpulan: Adenokarsinoma kolon lebih sering didapatkan pada jenis kelamin laki-laki, kelompok usia 46-60 tahun, ras Minahasa dengan jenis histopatologi adenokarsinoma diferensiasi sedang dan keluhan utama hematokezia.Keywords: adenokarsinoma kolon, kolonoskopi, patologi anatomi
Perbedaan Pola Konsumsi Ikan Laut dan Daging terhadap Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Rokot, Risha P.; Rotty, Linda W. A.; Moeis, Emma S.
e-CliniC Vol 7, No 1 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.7.1.2019.23539

Abstract

Abstract: Hypertension is one of the most influential risk factors for the incidence of heart and blood vessel disease. Poly-unsaturated fatty acid (PUFA) ω-3 and ω-6 fatty acids proven to be cardioprotective, which is contained in marine fish, namely EPA and DHA. Fish oil is useful to change ω-3 to ω-6 to help lower blood pressure and various risks of myocardial infarction. The very high content of purines and bad fats in meat can cause increased cholesterol levels in the blood. This study was aimed to determine the differences between marine fish and meat consumption to the incidence of hypertension in people of rural area (Manembo-nembo) and of urban area (Manado city). Samples were people in Manembo-nembo Bitung and employees of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado aged 30-50 years old. The criteria of blood pressure were based on the US Join National Committee (JNC) 7. Consumption of marine fish and meat was categorized as high, moderate, and poor. Questionnaires were filled by all subjects. Blood pressure was measured by using aneroid sphygmomanometer. Data were analyzed by using Man-Whitney test. The rate of hypertension in rural area for the blood pressure value was -2.121 (P=0.034) <0.05 while in urban area, the blood pressure value was 2.859 (P=0.004) <0.05. Conclusion: There were significant differences in systolic and diastolic blood pressure between people in marine fish consumption area (rural area) and in meat consumption area (urban area).Keywords: hypertension, consumption of sea fish and meat Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Asam lemak poly-unsaturated fatty acid (PUFA) ω-3 dan ω-6 yang terbukti kardioprotektif, terkandung dalam ikan laut yaitu EPA dan DHA. Minyak ikan berguna untuk mengubah secara cepat ω-3 menjadi ω-6 untuk membantu menurunkan tekanan darah dan berbagai risiko infark miokard. Kandungan lemak yang tinggi dalam daging dapat menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi ikan laut dan daging terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat di daerah rural/pedesaan (Manembo-nembo), dan di daerah urban/perkotaan (kota Manado). Sampel penelitian ialah masyarakat di Kelurahan Manembo-nembo Bawah Kota Bitung dan Pegawai di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Kota Manado yang berusia 30-50 tahun. Kriteria tekanan darah pada penelitian ini berdasarkan US Join National Committee (JNC) 7. Konsumsi ikan laut dan daging dibagi atas kurang, sedang, dan banyak. Pengisian kuesioner oleh subyek penelitian, dan pengukuran tekanan darah menggunakan sfigmomanometer aneroid. Analisis data untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi ikan laut dan daging terhadap tekanan darah, menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian mendapatkan angka hipertensi di daerah rural untuk nilai tekanan darah ialah -2,121 (P=0,034) <0,05 sedangkan di daerah urban nilai tekanan darah 2,859 (P=0,004) <0,05. Simpulan: Terdapat perbedaan bermakna dalam tekanan darah sistol dan diastol pada masyarakat pengonsumsi ikan laut (daerah rural) dan yang pengonsumsi daging (daerah urban).Kata kunci: hipertensi, konsumsi ikan laut dan daging
Gambaran kasus asfiksia mekanik di Bagian Forensik RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou periode tahun 2010 -2015 Robi, Marisna; Siwu, James F.; Kristanto, Erwin G.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14348

Abstract

Abstract: Asphyxia is a condition characterized by the disturbance of gas exchange in the respiratory tract resulted in reduced oxygen accompanied by increased carbon dioxide in the blood. Mechanical asphyxia is suffocation that occurs when the airway was obstructed by various circumstances (which are mechanical), as follows: choking, smothering, strangulation by ligature, manual strangulation, and hanging. This study was aimed to obtain the profile of mechanical asphyxia cases at Forensic Department of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital period 2010-2015. This was a descriptive retrospective study. The results of the external examination and autopsy showed that there were 22 cases of death due to mechanical asphyxia. The highest percentage of asphyxia cases was in 2011 as many as 8 cases (36.5%). Most cases were in the age group of 17-25 years old (7 cases; 31.8%). Males (12 cases; 54.5%) were slightly more frequent than females (10 cases; 45.5%). The most cases of mechanical asphyxia were hanging (15 cases; 68.2%). The most common sign of asphyxia was congestion of the organs (19 cases; 86.4%).Keywords: asphyxia, mechanical asphyxia, forensic Abstrak: Asfiksia adalah suatu keadaan yang ditandai dengan terjadinya gangguan pertukaran udara dalam saluran pernapasan yang berakibat menurunnya oksigen dalam darah berkurang disertai dengan meningkatnya karbon dioksida. Asfiksia mekanik adalah mati lemas yang terjadi bila udara pernapasan terhalang memasuki saluran pernapasan oleh berbagai kekerasan (bersifat mekanik), yaitu pembekapan, penyumpalan, jeratan, cekikan dan gantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus asfiksia mekanik di Bagian Forensik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode tahun 2010-2015. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data hasil pemeriksaan luar dan autopsi. Hasil penelitian mendapatkan 22 kasus kematian akibat asfiksia mekanik. Kasus terbanyak pada tahun 2011 yaitu 8 kasus (36,5%). Kelompok usia terbanyak ialah 17-25 tahun dengan 7 kasus (31,8%). Jenis kelamin laki-laki sedikit lebih banyak yaitu 12 kasus (54,5%) dibandingkan perempuan yaitu 10 kasus (45,5%). Kasus asfiksia mekanik tersering ialah gantung dengan jumlah 15 kasus (68,2%). Tanda asfiksia yang sering ditemukan ialah pembendungan organ dalam yaitu 19 kasus (86,4%). Kata kunci: asfiksia, asfiksia mekanik, forensik
HUBUNGAN KELAINAN REFRAKSI DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK DI SMP KRISTEN EBEN HAEZAR 2 MANADO Rumondor, Nandy E.; Rares, Laya M.
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.1.2014.3609

Abstract

Abstract: Eye health in school students is one of the important factors that determining the learning achievement. Refractive disorders can disturb the information process while studying. This study aimed to determine the relation between refractive disorders with students learning achievement. This was an observational research with cross sectional design and the studied problems occur by itself without intervention from the researcher. There were 50 respondents from VIII grade students of SMP Kr. Eben Haezar 2 Manado, taken from simple random sampling. The result of this study showed that students with refractive disorders  (p = 0,01, p < 0,05) were significantly related with students learning achievements. Conclusion refractive disorders were significantly related with students learning achievement. Keywords: refractive disorders, learning achievement     Abstrak: Kesehatan mata pada anak di usia sekolah menjadi salah satu faktor yang penting dalam menentukan prestasi belajar. Dengan adanya kelainan refraksi dapat mengganggu proses penerimaan informasi anak saat belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelainan refraksi dengan prestasi belajar anak. Metode penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan sifat observational dan masalah yang diteliti terjadi dengan sendirinya tanpa intervensi dari peneliti. Sampel penelitian adalah anak SMP Kr. Eben Haezar 2 Manado kelas VIII berjumlah 50 orang yang diambil secara acak. Hasil penelitian ini menunjukkan penderita kelainan refraksi (p = 0,01, p < 0,05) berhubungan secara signifikan dengan prestasi belajar. Simpulan kelainan rerfraksi berhubungan secara signifikan dengan prestasi belajar. Kata kunci: kelainan refraksi, prestasi belajar
PROFIL LIPID WANITA MENOPAUSE DI PANTI WERDHA DAMAI MANADO Sumoked, Prisilia D. D.; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11003

Abstract

Abstract: In Indonesia, women over the age of 50 years that will become menopause in 2020 are estimated as many as 30.3 million people. A decline in estrogen level at menopause will affect the functions of the female reproductive system as well as of the other body systems, including lipid metabolism. This study was aimed to determine the lipid profile of menopausal women at Panti Werdha Damai (senior housing) Manado. This was a descriptive, prospective, and observational study with a cross sectional design. There were 30 menopausal women obtained by using purposive sampling method. Lipid profile was examined at Prodia Laboratorium Manado. Data were analyzed by using SPSS 20. The results showed that most respondents (86.7%) were ?65 years old. There were 21 women (70%) with total cholesterol level >200 mg/dl (mean value of 211.2 mg/dl); 27 women (90%) with LDL-cholesterol level >100 mg/dl (mean value of 137.8 mg/dl); 25 women (83.3%) with HDL cholesterol >40 mg/dl (mean value of 50.9 mg/dl); and 26 women (87.7%) with triglyceride level <150 mg/dl (mean value of 111.4 mg/dl). Conclusion: Most of the menopausal women at Panti Werdha Damai Manado were at the age of ?65 years. The average values of total and LDL cholesterol were above the reference value, meanwhile the average values of HDL cholesterol and triglycerides were within normal limit. Keywords: menopausal women, lipid profile. Abstrak: Di Indonesia perempuan yang berusia lebih dari 50 tahun telah memasuki menopause pada tahun 2020 diperkirakan sebanyak 30,3 juta orang. Saat menopause terjadi penurunan estrogen yang tidak hanya memengaruhi fungsi sistem reproduksi wanita, tetapi juga terhadap sistem tubuh lainnya antara lain metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil lipid wanita menopause di Panti Werdha Damai Manado. Jenis penelitian ialah observasional serta deskriptif prospektif dengan desain potong lintang. Didapatkan 30 wanita menopause dengan menggunakan metode purposive sampling dan dilakukan pemeriksaan profil lipid di Laboratorium Prodia Manado. Data dianalisis menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden (86,7%) berusia ?65 tahun. Kadar kolesterol total terbanyak ialah >200 mg/dl berjumlah 21 orang (70%) dengan nilai rerata 211,2 mg/dl. Kadar kolesterol LDL terbanyak ialah >100 mg/dl pada 27 orang (90%), nilai rerata 137,8 mg/dl. Kadar kolesterol HDL terbanyak ialah >40 mg/dl pada 25 orang (83,3%), nilai rerata 50,9 mg/dl. Kadar trigliserida terbanyak ialah <150 mg/dl pada 26 orang (86,7%), nilai rerata 111,4 mg/dl. Simpulan: Sebagian besar wanita menopause di Panti Werdha Damai Manado berusia ?65 tahun dengan nilai rerata kolesterol total dan kolesterol LDL berada di atas nilai rujukan sedangkan nilai rerata kolesterol HDL dan trigliserida sesuai nilai rujukan.Kata kunci: wanita menopause, profil lipid
Gambaran Pengetahuan dan Sikap terhadap Infeksi Menular Seksual pada Remaja di SMA Frater Don Bosco Manado Pandjaitan, Marini C.; Niode, Nurdjannah J.; Suling, Pieter L.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.5.2.2017.18281

Abstract

Abstract: Sexually transmitted infections are diseases that are commonly transmitted through sexual contact. Sexually transmitted infections are a major problem in communities that represent a huge economic burden for health care systems. The incidence of sexually transmitted infections in adolescents is still relatively high. This is due to the knowledge and attitude towards sexually transmitted infections of adolescents which are still not good. This study was aimed to determine the level of knowledge and attitude towards sexually transmitted infections among adolescents at SMA Frater Don Bosco (senior high school) Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design study conducted on 100 adolescents. The results showed that 50% of respondents had good knowledge and 71% of respondents had good attitude towards sexually transmitted infections. Conclusion: The majority of respondents had good category of knowledge and attitude towards sexually transmitted infections.Keywords: sexually transmitted infection, adolescent, attitude, knowledge Abstrak: Infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit yang umumnya ditularkan melalui kontak seksual. Infeksi menular seksual merupakan masalah besar dalam masyarakat yang menimbulkan beban ekonomi besar terhadap sistem pelayanan kesehatan. Angka kejadian IMS pada remaja masih tergolong tinggi. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan dan sikap remaja yang masih belum baik terhadap IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap terhadap IMS pada remaja di SMA Frater Don Bosco Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang yang dilakukan pada 100 remaja SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu sebesar 50% memiliki pengetahuan dengan kategori baik dan sebesar 71% memiliki sikap dengan kategori baik terhadap IMS. Simpulan: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan maupun sikap tergolong baik terhadap infeksi menular seksual.Kata kunci: infeksi menular seksual, remaja, sikap, pengetahuan

Page 49 of 108 | Total Record : 1074