cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
PROFIL LIPID PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU TAHUN 2012 Lee, Jian A.; Rotty, Linda; Wantania, Frans E.
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.7480

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a health problem that increases the number of events globally. Medical doctor as the first line in the treatment of diabetes are required to have good knowledge about its management. Students of the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi trained to become medical doctor were had good knowledge about management of diabetes melitus. The problem is what is the description of knowledge about DM management on undergraduate students and professional education programs of medical doctor (P3D) students. This study aimed to compare the level of knowledge about DM management among undergraduate students and P3D students of Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi. This was a descriptive analytical study with a quantitative approach involving 80 subjects were selected based consecutive sampling and was answered the questionnaire about knowledge of DM management. Results: The subjects knowledge about DM management in undergraduate students from 40 subject result 1 subject (2.5%) are included in the category of good knowledge, 7 subject (17.5%) had moderate knowledge and 32 subjects (80%) are included of low knowledge. From the P3D students, 3 subjects (7.5%) with good knowledge category, 25 subjects (62.5%) with moderate knowledge and 12 subjects (30%) with low knowledge category. Conclusion: Knowledge level about DM management among undergraduate students was still low. P3D student knowledge level about diabetes management was classified as moderate. Knowledge level about diabetes management among P3D students was better than undergraduate students.Keywords: Knowledge, medical students, management of diabetes mellitusAbstrak: Penyakit Jantung Koroner merupakan salah satu bentuk dari penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan pembuluh darah) yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyebab PJK secara pasti belum diketahui, meskipun demikian secara umum dikenal berbagai faktor yang berperan penting terhadap timbulnya PJK yang disebut sebagai faktor risiko PJK seperti Dislipidemia , Hipertensi , dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk Mencari tahu Peran penting Peningkatan profil Lipid pada pasien Penyakit Jantung Koroner di BLU RSUP Prof Kandou tahun 2012. Penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan dilaksanakan dengan cara mengambil / mengumpulkan data sekunder rekam medis sebanyak 32 sampel di Bagian Ilmu Penyakit Dalam sub.bagian kardiovaskuler RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Dari 32 sampel pasien Penyakit jantung koroner Manado81%(26 orang) dengan kolestrol total yang di inginkan , 91%(29 orang) dengan LDL rendah , 69%(22 orang) dengan trigliserida yang di inginkan , dan 47%(16 orang) dengan LDL batas normal tertinggi. Simpulan: Profil lipid sangat berperan penting dalam proses terjadinya penyakit jantung koroner terutama pada peningkatan LDL dan penurunan HDLKata kunci: pengetahuan, mahasiswa kedokteran, manajemen diabetes mellitus
Profil uretritis gonokokus dan uretritis non gonokokus di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari – Desember 2013 Palenewen, Jonna; Mawu, Ferra O.; Niode, Nurdjanah J.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.13648

Abstract

Abstract: Gonococcal urethritis (GU) is an inflammation of the urethra caused by Gram negative bacteria Neisseria gonorrhoeae associated with complaints of itching and burning sensation, pain during urination, mucopurulent urethral discharge from the tip of the urethra which sometimes bleeds, and pollakiuria. Non-gonococcal urethritis (NGU) is an inflammation of the urethra caused by Gram-negative bacterium Chlamydia trachomatis which is transmitted through sexual contact. Symptoms include mild dysuria, an uneasy feeling in the urethra, pollakiuria, and seropurulent urethral discharge. This study aimed to determine the profile of gonococcal urethritis and non-gonococcal urethritis in the Dermatovenereology Clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from January-December 2013. This was a retrospective descriptive study based on the type of disease (GU or NGU), age, occupation, and sexual orientation. The results showed 204 cases of sexual transmitted infections (STIs). There were 27 cases of GU (6 %) and 10 cases of NGU (2 %). Most of GU and NGU patients were 25-44 years (17,46%) with private employment (17,47 %), and sexual orientation to heterosexual (37,10 %). Keywords: gonococcal urethritis, non-gonococcal urethritisAbstrak: Uretritis gonokokus (UG) ialah peradangan uretra disebabkan oleh bakteri Gram negatif Neisseria gonorrhoeae dengan keluhan gatal, panas, nyeri saat berkemih, dapat disertai keluar duh tubuh mukopurulen dari ujung uretra yang kadang mengeluarkan darah, dan polakisuria. Uretritis non gonokokus (UNG) ialah peradangan uretra disebabkan oleh bakteri Gram negatif Chlamydia trachomatis yang ditularkan melalui kontak seksual. Gejala berupa disuria ringan, perasaan tidak enak di uretra, polakisuria, dan keluarnya duh tubuh seropurulen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil uretritis gonokokus dan non gonokokus di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari-Desember 2013. Jenis penelitian ini deskriptif retrospektif berdasarkan jenis penyakit (UG atau UNG), usia, pekerjaan, dan orientasi seksual. Hasil penelitian menunjukkan dari 204 kasus infeksi menular seksual (IMS) terdapat 27 kasus UG (6%) dan 10 kasus UNG (2%). Penderita terbanyak pada kelompok usia 25-44 tahun (17,46%), dengan pekerjaan swasta (17,47%), serta orientasi seksual dengan heteroseksual (37,100%).Kata kunci: uteritis gonokokus, uretritis non gonokokus
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN GAYA HIDUP PADA PASIEN RAWAT JALAN DI BLU RSU Prof. Dr. R.D. KANDOU MANADO Destyana, Tuegeh; Langi, Yuanita; Pandelaki, Karel
e-CliniC Vol 1, No 2 (2013): Jurnal e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i2.3307

Abstract

Abstract: 65% of the world’s population live in countries where overweight. At least 2.8 million adults die each year due to obesity. The prevalence of obesity is associated with urbanization and changes in economic status in developing countries, including in Indonesia. The purpose of this research to determine the relationship between obesity and lifestyle at the Polyclinic of Internal Medicine section/SMF FK-UNSRAT BLU RSU Prof. Dr. R.D Kandou Manado. This research used a cross-sectional study. All outpatients who came in period of November 2012 at the Polyclinic of Internal Medicine section/SMF FK-UNSRAT BLU RSU Prof. Dr. R.D Kandou Manado. There are 58 people who met the inclusion criteria.The result there was no relation of physical activity with obesity. There is a relation of severe meal frequency > 3 times daily with obesity at 87% with a p value of 0.004 (p <0.005). There is a relation with the frequency of eating snacks often with obesity at 70.2% with p value 0.002 (p <0.005) found a significant relationship with OR 10.607 times the risk of obesity. There is a relation of not exercising with obesity at 73.2% with p value 0.003 (p <0.005) found a significant relationship with OR 6.545 times the risk of obesity. There was no relation of smoking with obesity. As the conclusion the frequency of  severe meal  > 3 times a day, eating snacks often and not exercising can increase the risk of obesity. Keywords: obesity, lifestyle.   Abstrak: Populasi dunia sebesar 65% di negara dimana kelebihan berat badan. Setidaknya 2.8 juta orang dewasa meninggal setiap tahun akibat obesitas. Prevalensi obesitas ini berhubungan dengan urbanisasi dan perubahan status ekonomi di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan gaya hidup pada pasien rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam BLU RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Metode penelitian menggunakan rancangan potong lintang. Semua pasien rawat jalan yang datang di Poliklinik Penyakit Dalam BLU RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode bulan November 2012. Jumlah sampel 58 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasilnya tidak terdapat hubungan aktifitas fisik dengan obesitas. Terdapat hubungan frekuensi makan berat > 3 kali sehari dengan obesitas yakni 87% dengan nilai p 0.004 (p < 0.005). Terdapat hubungan hubungan frekuensi makan cemilan sering dengan obesitas yakni 70.2% dengan nilai p 0.002 (p < 0.005) didapatkan hubungan bermakna dengan OR 10,607 kali berisiko obesitas. Terdapat hubungan tidak berolahraga dengan obesitas yakni 73.2% dengan nilai p 0.003 (p < 0.005) didapatkan hubungan bermakna dengan OR 6,545 kali berisiko obesitas. Tidak ditemukan hubungan riwayat merokok dengan obesitas. Kesimpulan bahwa frekuensi makan berat > 3 kali sehari, frekuensi makan cemilan yang sering dan tidak berolahraga dapat meningkatkan resiko obesitas. Kata Kunci : obesitas, gaya hidup.
ANGKA KEJADIAN UNDESENSUS TESTIS DI RSUP PROF DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI 2013 – DESEMBER 2015 Burhan, Henry William; Aschorijanto, Ainun; Lahunduitan, Ishak
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.10975

Abstract

Abstract: Undecended testicle (UDT) is a failure of the testes to descend into the scrotum, and is the most common genital disorder on infants. The predispositions are prematurity, low birth weight and estrogen usage during the first trimester of pregnancy. UDT can be diagnosed through physical examination or laparascopy. The usage of hormonal therapy for UDT is still a controversial issue. Orchidopexy is the most common surgical intervention used for UDT. The objective of the study was to indentify the number of undescended testicle cases in Prof. Dr. R. D. Kandou Central General Hospital Manado in 2013 – 2015. This study was a retrospective descriptive design, the sample is obtained from all the medical records of patients with undescended testicle in medical record installation of Prof. Dr. R. D. Kandou Central General Hospital Manado. Study shows that there are 37 cases of undescended testicle on 2013 – 2015.Keywords: undescended testicle, orchidopexyAbstrak: Undesensus testis (UDT) adalah kelainan genitalia kongenital tersering yang ditemukan, ditandai dengan tidak turunnya testis ke dalam skrotum. Predisposisi terjadinya UDT yaitu prematuritas, berat badan lahir rendah, dan penggunaan estrogen pada trimester pertama kehamilan ibu. Diagnosis UDT dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik atau laparaskopi. Penatalaksanaan UDT menggunakan terapi hormonal masih dalam kontroversi. Tindakan yang paling sering dilakukan adalah orchidopeksi. Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk mengetahui angka kejadian undesensus testis di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 2013 – 2015. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif deskriptif dengan melihat data pasien di instalasi rekam medik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian undesensus testis di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 2013 – 2015 sebanyak 37 kasus.Kata kunci: undesensus testis, orchidopeksi
Gambaran hematologi rutin dan hubungannya dengan rerata gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Kekenusa, Gita C.; Pandelaki, Karel; Haroen, Harlinda
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14769

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia due to a defect in insulin action, insulin secretion by pancreatic beta cells or both. In patients with type 2 diabetes (T2DM), trombopoiesis acceleration and increased turnover and increased hematocrit occur resulting in impaired blood flow velocity. This increased blood viscosity causes vasoconstriction due to thickening of blood vessel walls.This study was aimed to obtain the profile of hematology and its correlation with average blood glucose in type 2 DM patients. This was a descriptive analytical study using patients’ medical record in the Endocrine Clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from August to October 2016. The results of Spearman’s correlation test were as follows: correlation between average blood glucose and hemoglobin concentration with r = 0.083 and p = 0.272; correlation between average blood glucose and levels of hematocrit with r = 0.123 and p = 0.184; correlation between the average glucose blood and levels of erythrocyte with r = 0.121 and p = 0.187; correlation between average blood glucose and platelet with r = 0.052 and p = 0.353; and correlation between average blood glucose and levels of leukocytes with r = 0.247 and p = 0.033. Conclusion: Among type 2 DM patients, there were no significant correlations between average blood glucose level and hemoglobin, hematocrit, and erythrocyte levels, as well as platelet levels. However, there was a significant correlation between average blood glucose and leukocyte level.Keywords: T2 DM, average blood glucose, hemoglobin, hematocrit, platelets Abstrak: Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat defek pada kerja insulin, sekresi insulin oleh sel beta pancreas, atau keduanya. Pada pasien DM tipe 2 (DMT2) terjadi percepatan trombopoiesis serta peningkatan pergantian trombosit dan hematokrit yang dapat berakibat terhadap kecepatan aliran darah. Viskositas darah yang meningkat dapat menyebabkan terjadinya vasokonstriksi akibat penebalan dinding pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hematologi dan hubungannya dengan rerata gula darah pada pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan menggunakan data rekam medik pasien di Poliklinik Endokrin Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Agustus-Oktober 2016. Hasil uji korelasi Spearman memperlihatkan nilai hubungan antara rerata gula darah dan kadar hemoglobin r = 0,083 dan p = 0,272; nilai hubungan antara rata-rata gula darah dan kadar hematocrit r = 0,123 dan p = 0,184; nilai hubungan antara rata-rata gula darah dan kadar eritrosit r = 0,121 dan p = 0,187; nilai hubungan antara rata-rata gula darah dan trombosit r = 0,052 dan p = 0,353, serta nilai hubungan antara rata-rata gula darah dan kadar leukosit r = 0,247 dan p = 0,033. Simpulan: Pada pasien DMT 2 tidak dijumpai hubungan bermakna antara rerata gula darah dengan kadar hemoglobin, kadar hematokrit, kadar eritrosit, dan kadar trombosit namun terdapat hubungan bermakna antara rerata gula darah dan leukosit.Kata kunci: DMT2, rerata gula darah, hemoglobin, hematokrit, trombosit
HUBUNGAN LAMANYA WAKTU PENGGUNAANTABLET COMPUTERDENGAN KELUHAN PENGLIHATANPADA ANAK SEKOLAH DI SMP Kr. EBEN HEAZER 2 MANADO Pangemanan, Jurisna Maria; Saerang, J. S. M.; Rares, Laya M.
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i2.5426

Abstract

Abstract: Growing technologicl advances to facilitate each person in their employment and work to resolve the majority of the work is done by eyes when using a tablet computer. So, often school students have complaint in the eyes for the result in too long concentration in tablet computer as a result of it’s electromagnetic waves radiation and can disturb the health of the eyes resulting in impaired vision. For it must be known that factors relating to the complaint vision such as gender, age, time of use in a day. This research is descriptive cross sectional analytic method. The population of school children in the study was all students grade 2 of the Eben Haezer Christian Junior High 2 Manado totaling in 136 people. The sample was 70 people. The research data is obtained by using a questionnaire that is filled by school children to determine the relationship of duration of use of a tablet computer with visual complaints using  chi-square statistical test. Results of chi-square statistical test showed no significant relationship between duration of use tablet computers with complaints of vision that is at the level (<n=0.005). in the complaint vision watery eyes feel the chi-square test results with significant level (n=0.005) < (n=0.003). this means that there is a significant relationship correlation with the duration of use tablet computers with vision complaints that the complaint was watery eyes. Bassed on this research it is advised at that tablet computer users to give time for the eye to rest, blink often and tend to check-up their eyes condition Keywords: computer usage time, impaired vison.     Abstrak: Kemajuan teknologi semakin berkembang sehingga mempermudah setiap oarng dalam bekerja menyelesaikan pekerjaannya dan sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh mata pada saat menggunakan tablet computer. Sehingga tak jarang anak sekolah mengalami keluhan pada mata akibat terlalu lama berkonsentrasi pada monitor tablet computer dan gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh monitor inimenghasilkan radiasi dan bisa menggangu kesehatan mata yang menyebabkan keluhan penglihatan. Untuk itu perlu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan penglihatan seperti jenis kelamin, faktor usia, lama penggunaan dalam sehari, waktu jeda, cara penggunan tablet computer, keseimbangan pencahaan ruangan dan monitor. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah anak sekolah seluruh siswa-siswi kelas 2 SMP Kr. Eben Haezer 2 Manado yang berjumlah 136 orang.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang. Data penelitian ini data penelitian ini didapat dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh anak sekolah untuk mengetahui hubungan lamanya penggunaan tablet computer dengan keluhan penglihatan dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji statistic chi-square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara lamanya penggunaan tablet computer dengan keluhan penglihatan yaitu pada taraf (< n=0,005). Pada keluhan penglihatan mata terasa berair hasil uji chi-squaredengan taraf signifikan (n=0.005) < (n=0.003). ini berarti ada hubungan yang signifikan dengan lamanya penggunaan tablet computerdengan keluhan penglihatan yaitu pada keluhan mata terasa berair. Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi para penguna tablet computeruntuk upayakan melakukan istirahat mata, mengediplah lebih sering dan melakuakn pemeriksaan mata. Kata kunci: waktu pengunaan laptop, keluhan penglihatan.
POLA LUKA PADA KEMATIAN AKIBAT KEKERASAN TAJAM DI BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 2013 Nerchan, Erlando; Mallo, Johannis F.; Mallo, Nola T. S.
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i2.8383

Abstract

Abstract: Wounds caused by a sharp trauma is an injury caused by sharp or pointed edged instruments. There are three types of wounds: stabbed, sliced, and chopped. This study aimed to determine the pattern of injuries in dead cases due to sharp trauma at the Department of Forensic Medicine and Medicolegal Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive retrospective study using the results of visum et repertum. The results showed that the percentages of wounds leading to the death were: 89% stabbed wounds, 5% sliced wounds, and 6% chopped wounds. Most victims were at the age group of 20-30 years, followed by the age group of 30-40 years, 40-50 years, and 50-60 years.Keywords: wound patterns, sharp violenceAbstrak: Luka akibat kekerasan tajam adalah kelainan pada tubuh yang disebabkan karena tertusuk atau tergores dengan benda atau alat yang bermata tajam atau berujung runcing. Luka akibat kekerasan tajam terbagi atas tiga, yakni luka tusuk, luka iris dan luka bacok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola luka pada kematian akibat kekerasan tajam di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan mengambil data sekunder dari hasil visum et repertum. Dari hasil penelitian dapat diperoleh persentase luka yang menyebabkan kematian yakni: luka tusuk 89%, luka iris 5%, dan luka bacok 6%. Distribusi umur korban kematian umumnya dari kalangan muda 20-30 tahun, diikuti oleh kelompok umur 30-40 tahun, umur 40-50 tahun, dan umur 50-60 tahun.Kata kunci: pola luka, kekerasan tajam
Profil kejang demam di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2014 – Juni 2016 Kakalang, Jenyfer P.; Masloman, Nurhayati; Manoppo, Jeanette I.Ch.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14396

Abstract

Abstract: Febrile seizure usually occurs during increased body temperature (rectal temperature >380 C) caused by an extracranial process. Although febrile seizure is not a neurological disorder, it occurs most common among children. This study was aimed to obtain the profile of febrile seizure in children. This was a descriptive retrospective study. This study was conducted at the Department of Pediatrics Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital from January 2014 to June 2016. The results showed that there were 150 children diagnosed as febrile seizure. The majority of them were as follows: age group of 1 - < 2 years old in 41 children (27.3%), males (50.7%), family history in 104 children (69.3%), respiratory tract infection as the cause of fever in 68 children (45.3%); complex febrile seizure in 91 children (60.7%); normal birth weight in 135 children (90%); normal nutritional status in 101 children (67.3%); and spontaneous delivery with head presentastion ins 127 children (84.7%). Conclusion: In this study, febrile seizure was most common among boys and diagnosed as complex febrile seizure.Keywords: febrile seizures, body temperature, extracranial, children Abstrak: Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal >380C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial. Walalupun kejang demam bukan merupakan suatu kelainan neurologis tetapi keadaan ini sering dijumpai pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kejang demam pada anak. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif untuk mengetahui profil kejang demam di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode Januari 2014 sampai Juni 2016. Hasil penelitian mendapatkan 150 anak yang didiagnosis kejang demam. Kejang demam paling sering ditemukan pada usia 1 - <2 tahun berjumlah 41 anak (27,3%); jenis kelamin laki-laki berjumlah 99 anak (66%); suhu badan >380C berjumlah 76 anak (50,7%); adanya riwayat keluarga 104 anak (69,3%); penyakit yang mendasari infeksi saluran pernafasan berjumlah 68 anak (45,3%); jenis kejang demam kompleks 91anak (60,7%); berat badan lahir normal 135 anak (90%); status gizi normal 101 anak (67,3%); riwayat jenis persalinan spontan LBK 127 anak (84,7%). Simpulan: Kejang demam paling sering terjadi pada anak laki-laki dan diagnosis jenis kejang demam kompleks. Kata kunci: kejang demam, suhu tubuh, ekstrakranial, anak
GAMBARAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA BURUH KAPAL Wulandari, Rahma Ayu
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.3660

Abstract

Abstract: Background: Low back pain (LBP) is a soreness on lower back area, can be donated to a local nor radicular pain or both. It can be experienced by anyone, at any age,and often causing disruption of daily activities, disability and productivity of sureffers. Objectives: Reveal the affecting factors of low back pain (LBP) on ship labour at the port of Bitung City in 2013. Methods: This is a desciptive study with cross-sectioanl and the total sample of 71 respondents. Result: The results showed that the most perceived intensity of painful are the pain feels very slight which 22 respondents (31,0%), the interpretation of modified oswetry scoring LBP showed the highest interpretation of respondents with minimal disability, that is 36 respondents (50,7%), most respondents who have been experienced were the respondents who worked 3 hours per day or per ship arrival that is 20 respondents (31,7%), LBP is the most numerous in the age beetwen 35-44 years is 25 respondents (39,0%), the higest number of respondents were classified as normal range of body mass index with 25 respondents (39,7%).Keywords: Low back pain, Ship Labour, Modified Oswetry Scoring.   Abstrak: Latar Belakang: Nyeri Punggung bawah (NPB) adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat merupakan nyeri lokal maupun nyeri radikular atau keduanya. NPB dapat dialami siapa saja, pada umur berapa saja, bahkan seringkali menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari, disabilitas dan produktifitas penderitanya. Tujuan: Mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi NPB pada buruh kapal di pelabuhan Samudera Kota Bitung tahun 2013. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif  dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 71 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Intensitas nyeri yang dirasakan  paling banyak yaitu nyeri terasa sangat ringan yaitu 22 responden (31,0%), Intepretasi Modified Oswetry Scoring NPB menunjukkan Intepretasi terbanyak pada responden dengan pembatasan aktivitas ringan yaitu 36 responden (50,7%), Responden terbanyak yang merasakan nyeri adalah responden yang bekerja 3 jam perhari atau setiap kedatangan kapal yaitu 20 responden (31,7%), NPB paling banyak terdapat pada usia  antara 35-44 tahun yaitu 25 responden (39,0%), Jumlah responden terbanyak adalah  yang tergolong indeks massa tubuh kisaran normal yaitu 25 responden (39,7%).Kata Kunci: Nyeri Punggung Bawah, Modified Oswetry Scoring.
KADAR HEMOGLOBIN (Hb) IBU HAMIL DI PUSKESMAS BAHU MANADO Lantu, Aprilia Fransiska; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11020

Abstract

Abstract: Hemoglobin is a parameter used broadly to stipulate the anemia prevalence. Anemia is a medical condition where the amount of hemoglobin is abnormal. In pregnancy, if the level of hemoglobin (Hb <11 g/dL, then it is categorized as anemia. World health organization predicts that 35-75% of pregnant women in developing countries and 18% in developed countries are in anemia condition. According to WHO, the anemia prevalence globally on pregnant women is about 41,8%. This research is intended to know the level of hemoglobin (Hb) on pregnant women in Puskesmas Bahu Manado. This type of research is descriptive and prospective, observational study with cross sectional study design. Forty subjects participated in this research. After hemoglobin level checking, 13 people (32,5%) with hemoglobin level (Hb) <11 g/dL, and 27 people (67,5%) with hemoglobin level (Hb) ≥11 g/dL. This study cocludes that: there are more pregnant women with normal level of Hb ( ≥11 g/dL) in Puskesmas Bahu than the ones with lower level of Hb ( <11 g/dL). The number of pregnant women in Puskesmas Bahu with normal Hb level is 27 people (67,5%) of the total sample while there are 13 people with lower level of Hb (32,5%) of total sample.Keywords: hemoglobin level, anemia, pregnant level Abstrak: Hemoglobin merupakan parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Anemia ialah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) kurang dari normal. Pada ibu hamil dikatakan anemia jika kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa 35-75 % ibu hamil di negara berkembang dan 18 % ibu hamil di negara maju mengalami anemia. Menurut data WHO, secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional bersifat deskriptif prospektif dengan rancangan penelitian cross sectional (potong lintang). Empat puluh subjek berpartisipasi dalam penelitian ini. Setelah dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) didapatkan 13 orang (32,5%) dengan kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL, dan 27 orang (67,5%) dengan kadar hemoglobin (Hb) ≥11 g/dL. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: ibu hamil yang memiliki gambaran kadar Hb normal ( ≥11 g/dL) di Puskesmas Bahu ditemukan lebih banyak daripada ibu hamil yang memilliki kadar Hb rendah ( <11 g/dL). Jumlah ibu hamil di Puskesmas Bahu yang memiliki kadar Hb normal adalah 27 orang (67,5%) dari total sampel. Sedangkan ibu hamil di Puskesmas bahu yang memiliki kadar Hb rendah adalah 13 orang (32,5%) dari total sampel.Kata kunci: kadar hemoglobin, anemia, ibu hamil

Page 52 of 108 | Total Record : 1074