cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2014)" : 6 Documents clear
MEMAHAMI PUISI DARI CIRI KEBAHASAN DAN HAL YANG DIUNGKAP PENYAIR DALAM PUKENG MOE, LAMALERA YOSEPH ARAKI ULANAGA DASION Mikhael Klemens Kedang
Sintesis Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i1.1016

Abstract

Tulisan ini menunjukan bahwa puisi merupakan sebuah karya sastra yang tidak kala menarik diinterpretasikan dengan karya sastra lain, seperti prosa dan drama. Puisi yang dikaji ini berasal dari Lamaholot (Lamalera), NTT. Dengan adanya aspek kebahasaan dan hal yang diungkap penyair dalam puisi Pukeng Moe, Lamalera, pemahaman tentang puisi sebagai unsur fisik dan batin dapat diketahui.Kata kunci : Puisi, Segi kebahasaan, (yang diungkapkan) penyair
METAFORA DALAM WACANA TAJUK TENTANG TERORISME DI HARIAN KOMPAS DAN KORAN TEMPO P. Ari Subagyo
Sintesis Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i1.1017

Abstract

Artikel ini membahas jenis-jenis metafora dalam wacana tajuk tentang terorisme (WTT) di harian Kompas dan Koran Tempo serta hal-hal yang dikiaskan oleh dua surat kabar harian tersebut. Terungkap bahwa jenis-jenis metafora dalam WTT Kompas dan Koran Tempo meliputi metafora nominal, verbal atau predikatif, dan metafora kalimat. Metafora nominal digunakan untuk mengiaskan (a) Indonesia sebagai korban aksi teror, (b) dekatnya jarak teror bom dengan masyarakat Indonesia, (c) penanganan terorisme berkenaan dengan bom Bali I, (d) tempat terjadinya aksi teror, yakni Bali dan Jakarta, dan (e) kasus peledakan bom serta kinerja Presiden Megawati dan kabinetnya dalam menangani teror bom. Metafora verbal digunakan untuk mengiaskan (a) dampak teror dan (b) cara menangani teror. Adapun metafora kalimat dimanfaatkan untuk mengiaskan langkah memerangi terorisme dan potensi keberlanjutan terorisme.Kata kunci : Metafora, Wacana tajuk, Terorisme, Kompas, Koran Tempo
TIPE DAN KATEGORI LEKSIKAL ONOMATOPE DALAM KOMIK KAMBING JANTAN: SEBUAH KOMIK PELAJAR BODOH BOOK 2 KARYA RADITYA DIKA Radhitya Indra Arhadi
Sintesis Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i1.1018

Abstract

Onomatope adalah kata-kata yang dibentuk berdasarkan tiruan bunyi. Sebagai tiruan bunyi, bentuk onomatope biasanya terdiri atas satu atau dua perulangan silabel. Objek penelitian ini adalah onomatope. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata yang mengandung unsur onomatope atau tiruan bunyi. Manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian tentang onomatope ini adalah dapat mengembangkan penelitian di bidang linguistik, khususnya tentang onomatope. Penelitian ini memaparkan pembentukan kata baru yang terbentuk melalui proses onomatope.Kata kunci : Bahasa Indonesia, Onomatope, Komik, Kategori leksikal
PERIBAHASA YANG BERUNSUR NAMA BINATANG DALAM BAHASA INDONESIA Suyanti, Suyanti
Sintesis Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i1.1019

Abstract

Tulisan ini membahas peribahasa yang berunsur nama binatang (NB) dalam bahasa Indonesia. Ada dua permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Pertama, nama binatang apa saja yang digunakan di dalam peribahasa bahasa Indonesia? Kedua, Apa maksud yang direpresentasikan oleh nama binatang dalam peribahasa bahasa Indonesia? Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ada 54 nama binatang yang digunakan di dalam peribahasa bahasa Indonesia, yaitu (i) anjing, (ii) ayam, (iii) babi, (iv) badak, (v) bangau, (vi) belacan, (vii) belalang, (viii) belut, (ix) beruk, (x) biawak, (xi) buaya, (xii) burung, (xiii) cacing, (xiv) elang, (xv) enggang, (xvi) gagak, (xvii) gajah, (xviii) harimau, (xix) ikan, (xx) itik, (xxi) kambing, (xxii) katak, (xxiii) keledai, (xxiv) kera, (xxv) kerakap, (xxvi) kerbau, (xxvii) kijang, (xxviii) kodok, (xxix) kucing, (xxx) kuda, (xxxi) kumbang, (xxxii) kura-kura, (xxxiii) kutu, (xxxiv) laba-laba, (xxxv) lalat, (xxxvi) langau, (xxxvii) lebah, (xxxviii) lembu, (xxxix) lintah, (xxxx) merpati, (xxxxi) monyet, (xxxxii) musang, (xxxxiii) nyamuk, (xxxxiv) pipit, (xxxxv) rusa, (xxxxvi) sapi, (xxxxvii) semut, (xxxxviii) sepat, (xxxxix) serigala, (xxxxx) tikus, (xxxxxi) tupai, (xxxxxii) udang, (xxxxxiii) ular, (xxxxxiv) unta. Kedua, maksud yang terdapat di dalam peribahasa bahasa Indonesia ada empat, yaitu (i) digunakan untuk menyatakan apa yang terasa dihatinya, (ii) dipakai untuk tujuan mengejek, (iii) dipakai untuk tujuan memuji, dan (iv) dipakai untuk tujuan memberi nasihat.Kata kunci : Peribahasa, Nama binatang, Bahasa Indonesia, Pragmatik.
A SIMPLIFIED READING ON TSAO HSUEH-CHINS NARRATOLOGY IN HUNGLOUMENG ( ) OF DREAM OF THE RED CHAMBER Mulyani, Sri
Sintesis Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i1.1014

Abstract

This article attempts to analyze the narrative aesthetics in Tsao Hsueh-Chins Hung Lou Meng or Dream of the Red Chamber through a feminist framework. Hung Lou Meng written in the mid-18th century is regarded to be one of the best and famous Chinese novels. Among several studies on Hung Lou Meng, there are at least two different perspectives that in fact is rooted in the old theoretical battle in viewing literature: one as a mimesis and the other as a linguistic construct. Employing feminist narratology, this article ventures to bridge those two different opposing views to unveil the narrative discourse of Hung Lou Meng. This feminist perspective reveals the rich artistic quality of Hung Lou Meng as well as its flexibility, fluidity, polyphony, and dialogical qualities that enable to liberate different voices present simultaneously including those of the muted and oppressed gender.Keywords : Asian Novel, Narrative Discourse, Feminist Perspective
TRAGEDI 1965 DALAM KARYA-KARYA UMAR KAYAM: PERSPEKTIF ANTONIO GRAMSCI Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i1.1015

Abstract

Umar Kayam adalah salah satu cendekiawan dan sastrawan besar Indonesia yang memiliki perhatian istimewa terhadap Tragedi 1965 dalam karya-karyanya. Sekalipun dengan sikap yang berbeda, sepanjang periode pemerintahan Orde Baru, Umar Kayam secara konsisten menghasilkan karya sastra yang mempersoalkan Tragedi 1965. Ditinjau dari segi relasi kekuasaan, sikap Umar Kayam bermula dengan perlawanan humanistik, kemudian perlawanan pasif (pasrah), dan pada akhirnya dia berubah mendukung sikap dan kebijakan pemerintah. Dari dengan perspektif Gramsci, dapat disebutkan bahwa Umar Kayam merupakan seorang cendekiawan dan sastrawan besar yang berkembang menjadi intelektual organik Orde Baru.Kata kunci : Hegemoni, Tragedi 1965, Kekuasaan, Orde Baru

Page 1 of 1 | Total Record : 6