cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 153 Documents
KEKERASAN GENDER DALAM NOVEL REMBANG JINGGA KARYA TJ OETORO DAN DWIYANA: PENDEKATAN FEMINISME Catharina Novia Christanti
Sintesis Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i2.914

Abstract

Kekerasan gender hingga saat ini masih terjadi pada kaum perempuan. Terjadinya kekerasan gender merupakan dampak pemikiran masyarakat bahwa tugas perempuan adalah melayani suami dan menjaga kebersihan rumah (sektor domestik). Akibatnya jika wanita ingin bekerja di luar rumah (sector public), dianggap bertentangan dengan adat kebiasaan dan norma umum masyarakat. Oleh sebab itu, para perempuan berusaha melawan pemikiran masyarakat dengan menggunakan teori feminisme.Kata Kunci: kekerasan gender, feminisme, perempuan, sastra.
PEMBELAJARAN SENI DI MASYARAKAT Sudartomo Macaryus
Sintesis Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i1.2713

Abstract

Art is one of the universal cultural elements. Therefore, every cultural social community has a certain kind of art. The strategy of art learning can be carried out through three steps: invite the children to know, enjoy, and practice it. Art learning in the society endures longer, because the society keeps living, growing, and developing. The loyalty of the guide, the members, the target to performance, never reject a new member, and optimally the society commitment. Another strategy is making a collaboration with three educational centers, i.e. Family, society, and school. The collaboration can take the form of a member recruitment, guide, the use major and minor facilities, and the target of performance. The role of the government in learning art is to give a space, be a data and information center, document center, mediator to link the art groups with institutions in need, give an honor to those curative and outstanding, supply publication, and encouragement.KEY WORDS art, learning, loyalty, participation, three centers of education
KEKERASAN STRUKTURAL DAN PERSONAL DALAM NOVEL CANDIK ALA 1965 KARYA TINUK R. YAMPOLSKY Marcellina Ungti Putri Utami
Sintesis Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v12i1.1739

Abstract

Penelitian ini mengangkat topik Kekerasan struktural dan personal dalam novel Candik Ala 1965karya Tinuk R. Yampolsky. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguraikan struktur pembanguncerita yang mencakup tokoh, penokohan, dan latar dalam novel Candik Ala 1965 karyaTinuk R.Yampolsky dan (2) mendeskripsikan kekerasan structural dan kekerasan personal yang terdapatdalam novel Candik Ala 1965 karya Tinuk R. Yampolsky. Dalam menganalisis struktur pembanguncerita, digunakan kajian struktural. Analisis kekerasan struktural dan personal menggunakan teorikekerasan menurut Johan Galtung. Penelitian ini menggunakan paradigma M.H Abrams, yaitupendekatan objektif dan pendekatan mimetik.Hasil analisis struktur pembangun cerita (tokoh, penokohan, dan latar) dalam novel Candik Ala1965 karya Tinuk R. Yampolsky sebagai berikut. Tokoh utama adalah Nik dan Ibu Kesawa, sedangkantokoh tambahan terdiri dari Pak Kesawa, Mas Cuk, Mas Tok, Yu Parni, Sarjono, Mas Kun, BuArum, Si Gagap, Kamil, Pak Djo, Nila, Tris, Leaph dan Ibu Sul. Dalam menganalisis latar, penelitimembagi unsur latar menjadi tiga bagian, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar social budaya.Latar tempat yang paling dominan adalah Kota Solo, latar waktu yang paling dominan adalahtahun 1965, dan latar sosial budaya yang paling dominan adalah budaya masyarakat Jawa.Dalam penelitian ini ditemukan tiga jenis kekerasan structural dan empat jenis kekerasan personal.Tiga jenis kekerasan struktural yang terdapat dalam novel adalah sebagai berikut: (1) Kekerasanstructural tersebut dialami oleh para simpatisan PKI, (2) Kekerasan structural terhadap masyarakatsipil masa orde baru, dan (3) warga sipil di Kamboja. Analisis kekerasan personal dalam penelitianini menemukan empat jenis kekerasan personal, yaitu sebagai berikut: (1) kekerasan personal terhadapanggota organisasi kepemudaan, (2) kekerasan terhadap para simpatisan PKI, (3) kekerasan personalterhadap wanita, dan (4) kekerasan personal terhadap warga sipil di Kamboja.
SAPAAN DALAM BAHASA DAYAK LONG ILU DI KECAMATAN KRAYAN KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Ketrin Ketrin
Sintesis Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v11i1.929

Abstract

Tulisan ini membahas sapaan dalam bahasa Dayak Long Ilu di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Ada dua hal yang dibicarakan dalam tulisan ini, yaitu jenis sapaan berdasarkan referennya dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan sapaan dalam bahasa Dayak Long Ilu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak untuk pengumpulan data, metode padan untuk analisis data, dan metode informal serta metode formal untuk penyajian hasil analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut. Pertama, berdasarkan referennya, sapaan dalam bahasa Dayak Long Ilu dapat dibedakan menjadi sapaan yang menyatakan nama diri, sapaan yang menunjukkan hubungan nama kekerabatan, dan sapaan berupa kata ganti. Kedua, faktor yang mempengaruhi penggunaan sapaan dalam bahasa Long Ilu adalah hubungan kekerabtan, jenis kelamin, usia, dan profesi. Selain itu, gabungan dari sejumlah faktor juga mempengaruhi pemakaian sapaan dalam bahasa Dayak Long Ilu.Kata kunci: sapaan, bahasa Dayak Long Ilu, jenis sapaan, faktor penggunaan bahasa.
KEKUATAN DIKSI DALAM BUKU PUISI TARIAN HUJAN I Gusti Ayu Agung Mas Triyadnyani
Sintesis Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v13i1.1905

Abstract

This paper examines the poems of Jane Ardhaneshwari, a poet who published his latest poem in theprestigious Ubud Writers Readers Festival 2017. The poetry book of Dancing Rain is interesting toobserve, especially in terms of language usage. Dictation is the dominant force that appears in Jane'spoems. Therefore, the theory used to analyze is stylistic theory. The beauty of the language in theDancing Rain can be seen from the creation of original dictions.
MEMAHAMI PUISI DARI CIRI KEBAHASAN DAN HAL YANG DIUNGKAP PENYAIR DALAM PUKENG MOE, LAMALERA YOSEPH ARAKI ULANAGA DASION Mikhael Klemens Kedang
Sintesis Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i1.1016

Abstract

Tulisan ini menunjukan bahwa puisi merupakan sebuah karya sastra yang tidak kala menarik diinterpretasikan dengan karya sastra lain, seperti prosa dan drama. Puisi yang dikaji ini berasal dari Lamaholot (Lamalera), NTT. Dengan adanya aspek kebahasaan dan hal yang diungkap penyair dalam puisi Pukeng Moe, Lamalera, pemahaman tentang puisi sebagai unsur fisik dan batin dapat diketahui.Kata kunci : Puisi, Segi kebahasaan, (yang diungkapkan) penyair
POLA PEMBENTUKAN KEPENDEKAN DALAM LINGKUNGAN MILITER DAN KEPOLISIAN DI INDONESIA Dawa, Wilhelmus
Sintesis Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i1.167

Abstract

Artikel ini membahas kependekan dalam lingkungan militer dan kepolisian di Indonesia. Tujuannyaadalah mendeskripsikan pola pembentukan kependekan dalam lingkungan militer dan kepolisiandi Indonesia.Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Satu pola pembentukan singkatanyaitu,pengekalanbunyipertamasetiap kata.Pola pembentukan akronim ditemukan 11 polaakronimyakni, (i)pengekalan bunyi pertama setiap kata, (ii)pengekalan dua bunyi pertama kata Idan suku pertama kata II, (iii)pengekalan dua bunyi pertama kata I dan tiga bunyi pertama kata II,(iv)pengekalantigabunyipertamasetiap kata, (v)pengekalan suku pertama kata I, kata II, dan bunyipertama kata III, (vi)pengekalan suku pertama kata I, kata II, dan tiga bunyi pertama kata III, (vii)pengekalan suku pertama kata I, dua suku pertama kata II, dan tiga bunyi pertama kata IV,(viii)pengekalan suku pertama kata I dan suku terakhir kata II, kata III, (ix)pengekalan suku terakhirsetiap kata(x), pengekalan bunyi pertama + bunyi terakhir kata I, tiga bunyi pertama bentuk dasarkata II, dan suku pertama kata ke III, (xi)pengekalan bunyi pertama + bunyi terakhir kata I danbunyi pertama kata II, kata III, kata IV. Pola pembentukan kombinasi akronim dan singkatanditemukan tiga pola yakni, (i)pengekalan suku pertama + bunyi terakhir kata I, suku kedua bentukdasar kata II dan bunyi awal kata Kata III, kata IV, (ii)pengekalansukupertama + bunyiterakhirkata I, suku kedua bentukdasar kata II dan bunyiawal kata III, kata IV, (iii)pengekalan suku pertamakata I, bunyi pertama kata II, suku pertama kata III, dan bunyi pertama kata, V, kata VI.Polapembentukan kombinasi akronim dan akronim ditemukan dua pengekalan, yaitu (i)pengekalanbunyi pertama + bunyi terakhir kata I, tiga bunyi awal kata II, kata IV dan empat bunyi pertamakata V, (ii)pengekalan tiga bunyi awal dari setiap kata.Pembentukan penggalan ditemukan tigapola, yakni (i) pengekalan suku pertama setiap kata, (ii) pengekalan tiga bunyi pertama setiapkata, (iii) pengekalan empat bunyi pertama setiap kata
NOVEL INDONESIA SETELAH 1998: DARI SASTRA TRAUMATIK KE SASTRA HEROIK Aprinus Salam
Sintesis Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i1.2708

Abstract

Tulisan ini membicarakan perkembangan novel Indonesia setelah 1998. Dengan demikian, kajian ini membicarakan lingkungan eksternal yang secara signifikan berpengaruh terhadap penulisan novel. Latar kondisi (diskursif) tahun 1965 hingga 1998 dipakai untuk membuktikan bahwa pada tahun-tahun tersebut novel Indonesia juga sangat dipengaruhi oleh situasi eksternalnya.Novel Indonesia setelah tahun 1998 menunjukkan pergeseran dari sastra sastra traumatik ke sastra heroik. Sastra heroik ini bercirikan 1) tidak lagi melarikan kesalahan sejarah masa lalu, tetapi lebih mendesak untuk memperbaiki keadaan yang memperihatinkan pada saat ini, 2) cenderung tidak lagi merekonstruksi sejarah 3) mengambil setting pada masa Orba, 4) bercerita dalam suasana reaktif daripada reflektif, 5) terdapat ketegangan antara harapan reformasi dan kenyataan yang dihadapi 6) adanya semangat reformasi dengan tidak ada lagi hal yang perlu ditakuti.KATA KUNCI novel, sastra traumatik, sastra heroik
SASTRA DIASPORA-INDONESIA: KARYA IMIGRAN INDONESIA DI AMERIKA TAHUN 2010-AN Susilawati Endah Peni Adji
Sintesis Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v12i1.1737

Abstract

Dalam khasanah sastra dunia, penelitian sastra diaspora telah banyak dilakukan. Namun, untukkhasanah sastra Indonesia kajian yang tentang sastra diaspora Indonesia belum banyakdilakukan.Untuk mengawalinya, studi ini akan mengkaji sastra diaspora yang ditulis oleh imigranIndonesia di Amerika pada tahun 2010-an. Genre sastra diaspora Indonesia karya imigran Indonesiadi Amerika tahun 2010-an ini, meliputi, pertama novel sejarah, yaitu Only a Girl: MenantangPhoenix(karya Lian Gouw) yang mengangkat kisah sejarah masyarakat Tionghoa di Indonesia zamanBelanda hingga Indonesia merdekadan Candik Ala 1965(karya Tinuk R. Yampolsky) yangmengisahkan sejarah G/30/S/PKI. Kedua adalah genre cerpen, yaitu Mantra Maia(karya SofieDewayani) dan ketiga adalah cerita kenangan, yaitu This is America, Beibeh(karya DianNugraheni)yang keduanya mengangkat masalah masyarakat migran Indonesia di Amerika.Permasalahan diaspora selalu lekat dengan konstruksi identitas. Identitas yang terdapat dalamOnly a Girl: Menantang Phoenix adalah kecenderungan bermigrasi dan menghindari konflik rasialyang melekat pada orang Tionghoa, baik saat yang bermigrasi ke Indonesia, maupun ketika akhirnyabermigrasi ke Amerika. Identitas dalam Candik Ala 1965 adalah politik migran Indonesia di Amerikayang memposisikan diri sebagai korban kekerasan rezim Suharto. Identitas yang terdapat dalamkumpulan cerpen Mantra Maia adalah dunia baru (Amerika) yang membuat para migran mengalamiketegangan psikologis antara keberhasilan dan kekalahan beradaptasi. Identitas yang tergambardalam cerita kenangan This is America, Beibeh adalah identitas migran Indonesia yangmampuberadaptasi secara positif, dengan selalu membandingkan pengalaman barunya dengan pengalamanlamanya di Indonesia.
LEKSIKON BIOTIK DI PANGGUNG MUSIK: PERSPEKTIF EKOLINGUISTIK F.X. Sinungharjo
Sintesis Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v14i2.2675

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan leksikon biotik di panggung musik dari perspektif ekolinguistik. Leksikon tersebut dilihat dari bentuk secara kebahasaan, dianalisis referennya, dan dilihat penggunaannya dalam panggung musik Indonesia. Penelitian ini melalui tiga tahap. Pertama disaring data-data melaluis studi pustaka dan dikenai teknik rekam catat dan disusun dalam daftar alfabetis dan dicari pula informasi yang menyertai seperti genre dan asal pelaku musik tersebut. Lalu data-data tersebut diolah menggunakan metode padan, baik padantranslasional, ortografis dan padan referensial (Sudaryanto, 2015). Hal tersebut untuk melihat kesamaan, perbedaan, dan kesamaan hal pokok. Metode padan tersebut dilakukan dengan beberapa teknik-teknik metode padan (Kesuma, 2007; Sudaryanto, 2015). Pertama, teknik pilah unsur penentu. Daya pilah yang digunakan dalam teknik ini adalah daya pilah translasional untuk unsur kebahasaan asing, referensial untuk unsur acuan yang digunakan, lalu ortografis untuk melihat cara bahasawan menata ejaan NP. Kedua, teknik hubung banting untuk mencari kesamaan, perbedaan, dan kesamaan hal pokok dari data NP yang ditemukan. Setalah itu hasil analisis disajikan dalam informal dan formal. Dari pengamatan ini ditemukan bahwa NP didominasi oleh leksikon Indonesia dan sebagian kecil leksikon bahasa asing, NP mengalami proses naturalistik baik dari segi penulisan dan segi proses morfologis. Referensi leksikon biotik meliputi hewan dan tumbuhan beserta hal metaforis dan historis yang menyertainya. Ada hubungan genre musik dan pengombinasian leksem biotik, yaitu leksem biotik lebih dominan pada musik dangdut. Lalu pemakaian unsur biotik sebagai unsur pusat ditemukan pada genre musik yang popoular dan rock. Adapun pemakaian unsur biotik sebagai atribut terlihat pada musik reggae, punk, alternative, dan hardcore.

Page 2 of 16 | Total Record : 153