cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 154 Documents
“Molly” dalam teks berita media online: Analisis metafora dan framing perspektif ekolinguistik kritis Astawa, I Gede
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.11018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan metafora dan framing dalam teks berita media online terkait kematian gajah Sumatra bernama Molly di Bali Zoo, Indonesia. Melalui pendekatan ekolinguistik kritis, studi ini mengeksplorasi bahwa bahasa digunakan untuk merepresentasikan hubungan manusia dengan alam, nilai-nilai ekologis, serta persepsi terhadap kehidupan satwa. Data dikumpulkan melalui dokumentasi teks berita dari berbagai portal daring nasional yang memuat narasi tentang peristiwa tersebut. Metode analisis data mencakup identifikasi dan kategorisasi metafora konseptual berdasarkan teori Lakoff dan Johnson, serta analisis framing menggunakan model Stibbe, Fill Penz. Penyajian hasil dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menyajikan kutipan data relevan, interpretasi makna, dan implikasi ideologis serta ekologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora seperti “berpulangnya Molly” dan “terseret arus” mencerminkan representasi satwa sebagai makhluk bernilai dan rentan terhadap kekuatan alam. Framing seperti “bagian tak tergantikan” dan “penghormatan terakhir” menekankan aspek emosional, nilai kehidupan, dan tanggung jawab ekologis manusia. Temuan ini mengungkapkan bahwa pilihan bahasa dalam teks berita tidak hanya membangun konstruksi ideologis, tetapi juga memiliki implikasi teoretis dan praktis dalam jurnalisme lingkungan. Secara praktis, studi ini mendorong penggunaan bahasa yang lebih etis dan reflektif dalam peliputan isu-isu ekologis.
Isu ekologis Laudato Si dalam film animasi The Little Prince (2015) Wijanarka, Hirmawan
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.11900

Abstract

Artikel ini bertujuan melihat dari dekat isu-isu ekologis dalam animasi The Little Prince (2015), karya sutradara Mark Osborn. Animasi ini digarap berdasarkan cerita novela The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupery (1943). Untuk mengkaji isu-isu ekologis tersebut, artikel ini menggunakan pendekatan ekokritik dengan menggunakan surat ensiklik Paus Fransiscus Laudato Si’ (yang dikeluarkan pada tahun yang sama) sebagai acuan dalam mengkaji masalah ekologi. Pendekatan yang digunakan dalam analisis ini adalah kajian narasi dan mise-en-scene yang mencermati unsur-unsur formal sebuah film. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa animasi The Little Prince menyampaikan isu dan pesan ekologis yang senada dengan isu dan pesan ensiklik Laudato Si yang menyerukan konsep ekologi integral yang rmencakup dimensi manusiawi dan sosial. Ajakan Laudato Si’ yang bernuansa religius tersampaikan dengan jelas dalam animasi The Little Prince.
Abreviasi bahasa Indonesia pada kiriman akun X @KemenPU Salma, Kirana Atsiila Zulfa; Widyastuti, Chattri Sigit
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.11092

Abstract

Perkembangan abreviasi bahasa Indonesia yang semakin beragam, khususnya di media sosial perlu diperhatikan penggunaannya. Pengguna media sosial seperti X sering menggunakan abreviasi karena untuk mempersingkat komunikasi dan adanya batas jumlah karakter dalam kiriman akun X. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan jenis-jenis abreviasi bahasa Indonesia yang terdapat dalam kiriman akun X @KemenPU. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Kemudian, analisis data menggunakan metode agih dengan teknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL) yang dilanjutkan dengan teknik ubah ujud parafrasal. Hasil dari penelitian ditemukan penggunaan empat jenis abreviasi, yaitu singkatan, akronim, lambang huruf, dan penggalan. Jenis abreviasi yang paling dominan adalah singkatan yang mencakup sebagian besar dari abreviasi yang ditemukan.
SANG KRISTUS DALAM PUISI INDONESIA MODERN Taum, Yoseph Yapi
Sintesis Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i1.14279

Abstract

Indonesia is a country with Muslims majority population in this world. Before 1970, Teeuw noted that the figure of Christ was not known publically for Indonesians. However, after 1970, I observe that the image of The Christ get more common for Indonesian, as it was shown at the works of literature. In this paper, I show that the Christ was experienced by at least 10 Indonesian poets on 25 poetries. They are not only Christians but also Muslims. On their works, we will learn 5 dominant themes, i.e: 1) Christ as the Savior of all human; 2) Christ belongs to a certain community; 3).Christ makes the sinners repentance; 4) People doubt of Christ holiness; and 5) Christ is a cruel Judge.