cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 153 Documents
Alam dalam Perspektif Natives dan New Settlers: Kajian Ekokritik Puisi Monolog Bumi Terjarah dan We Are Going Tatang Iskarna; Catharina Brameswari; Epata Puji Astuti
Sintesis Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v14i1.2529

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan dan sikap penduduk asli (natives) Papua dan Aborigin dan para pendatang baru (new settlers) yang menempati tanah Papua dan Australia terhadap alam dalam puisi Monolog Bumi Terjarah karya Alex Giyai (Papua) dan We Are Going karya Oodgeroo Noonuccal (Aborigin). Pendekatan ekokritik digunakan untuk menganalisis pandangan dan sikap mereka. Orang Papua dan Aborigin memandang alam sebagai entitas yang menyatu dengan mereka dalam relasi religio-magis, sedangkan para pendatang baru memandang alam sebagai komoditas ekonomi yang potensial untuk dieksploitasi demi menghasilkan keuntungan. Melalui dua pandangan tersebut, kedua puisi ini memberikan edukasi dan advokasi tentang pentingnya pelestarian alam dan kritik terhadap perusakan lingkungan.
SANG KRISTUS DALAM PUISI INDONESIA MODERN Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i1.162

Abstract

SAIndonesia is a country with Muslims majority population in this world. Before 1970, Teeuw notedthat the figure of Christ was not known publically for Indonesians. However, after 1970, I observethat the image of The Christ get more common for Indonesian, as it was shown at the works ofliterature. In this paper, I show that the Christ was experienced by at least 10 Indonesian poets on25 poetries. They are not only Christians but also Muslims. On their works, we will learn 5 dominantthemes, i.e: 1) Christ as the Savior of all human; 2) Christ belongs to a certain community; 3).Christ makes the sinners repentance; 4) People doubt of Christ holiness; and 5) Christ is a cruelJudge.
PEMAKNAAN BELENGGU DENGAN TEORI DAN METODE SEMIOTIK Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i2.2704

Abstract

Tulisan ini bertujuan melakukan pemaknaan Belenggu dengan teori dan metode semiotik yang beranjak dari asumsi dasar bahwa bahasa sastra memiliki konvensi tambahan sehingga sastra memiliki meaning of meaning . Kajian dan pemaknan tersebut dibatasi pada pembacaan heuristik, penafsiran terhadap jenis-jenis tanda yang meliputi ikon, indeks, dan simbol-simbol dominan yang memiliki satuan makna, serta eksplisitasi matriks, model, dan varian-varian.Pemaknaan roman Belenggu dengan teori dan metode semiotik ini membuka peluang bagi pembaca untuk menafsirkan roman tersebut pada tataran bahasa dan sastra, serta melakukan konkretisasi terhadap ruang kosong (the empty spaces) yang tidak diungkapkan secara eksplisit dalam teks. Tema masa lampau yang menjauh dan masa depan yang belum pasti yang menjadi inti roman Belenggu merupakan hasil konkretiasi terhadap ruang kosong dalam teks.KATA KUNCI semiotik, heuristik, matriks, model
BAHASA INDONESIA RAGAM BAKU: SESAT PIKIR, KEKURANGPATUHAN, DAN REKOMENDASI Paulus Ari Subagyo
Sintesis Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i1.1030

Abstract

Artikel ini membahas tiga hal. Pertama, sesat pikir tentang bahasa Indonesia (BI) dan BI ragam baku (BIRB). Kedua, kekurangpatuhan masyarakat kepada BIRB. Ketiga, beberapa rekomendasi tentang pembelajaran BIRB. Ada dua sesat pikir tentang BI dan BIRB, yaitu (a) BI disalahpahami sebagai bahasa yang sudah tua dan mapan dan (b) BIRB disalahpahami hanya berurusan dengan kaidah ejaan yang disempurnakan (terlalu sempit) atau justru dengan semua penggunaan bahasa (terlalu luas). Kekurangpatuhan masyarakat, termasuk masyarakat akademik, kepada kaidah BIRB disebabkan (a) latar kesejarahan bahasa Indonesia, (b) inkonsistensi acuan, (c) rendahnya mutu pembelajaran bahasa, (d) rendahnya minat baca dan tulis masyarakat Indonesia, serta (e) mentalitas bangsa Indonesia yang suka gandrung pada budaya luar, termasuk bahasa asing. Dalam artikel ini juga direkomendasikan (a) pembentukan kepribadian (karakter) mahasiswa melalui perilaku ber-BIRB pada struktur makro hingga mikro, (b) pembelajaran/perkuliahan BI yang mampu mengasah kemampuan berpikir kritis, (c) keterpaduan langkah semua dosen mata kuliah apa pun untuk bersama-sama patuh pada BIRB, serta (d) keterpaduan kuliah BI dan kebiasaan ber-BIRB dengan tradisi menulis pada dosen.Kata kunci: bahasa Indonesia, ragam baku, pembakuan, kaidah, kepribadian.
PENGULANGAN KATA DALAM BAHASA DAYAK SEBERUANG DI SEKUBANG, KECAMATAN SEPAUK, KALIMANTAN BARAT Biata Nursianti
Sintesis Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i2.922

Abstract

Tulisan ini membahas pengulangan kata dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat. Ada dua hal yang dibahas, yaitu jenis-jenis dan makna pengulangan kata dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat lima jenis pengulangan dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat, (1) pengulangan seluruh, (2) pengulangan sebagian, (3) pengulangan dengan variasi fonem, (4) pengulangan yang berkombinasi dengan pengimbuhan, (5) pengulangan progresif, dan (6) pengulangan regresif. Pengulangan sebagian dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang, kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat terdiri atas pengulangan sebagian dengan awalan te- dan pengulangan sebagian dengan awalan be-. Pengulangan yang berkombinasi dengan pengimbuhan dalam bahasa Dayak Seberuaang di Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat, yaitu imbuhan bah atau lah dalam bahasa Indonesia. Pengulangan dalam bahasa Dayak Seberuang menimbulkan berbagai macam makna, yaitu (1) banyak, (2) jamak, (3) bermacammacam, (4) perihal yang disebut pada bentuk dasar, (5) berstatus sebagai, (6) agak, (7) berulangkali, dan (8) saling.Kata kunci: pengulangan kata, jenis kata ulang, makna kata ulang.
DEKONSTRUKSI CERPEN PILIHAN KOMPAS TAHUN 2013 KLUB SOLIDARITAS SUAMI HILANG: PERSPEKTIF JACQUES DERRIDA Agustinus Rangga Respati
Sintesis Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v12i1.1741

Abstract

Artikel ini berisi dekonstrusi terhadap cerpen-cerpen pilihan KompasKlub Soliditas Suami Hilangtahun 2013. Dekonstruksi merupakan salah satu cara untuk membongkar kecenderungan pemaknaantunggal dalam teks. Dekonstruksi ini bertujuan untuk (1) menjabarkan hierarki metafisik dalamcerpen pilihan Kompas Klub Solidaritas Suami Hilang (2) menjelaskan dekonstruksi terhadapcerpen pilihan Kompas Klub Solidaritas Suami Hilang. Paradigma penelitian yang digunakanadalah milik M.H. Abrams dengan pendekatan diskursif. Penelitian ini merupakan penelitianpostruktural menggunakan teori dekonstruksi Jacques Derrida. Tulisan ini berisi dua hal pokok.Pertama, penentuan ideologi teks dan oposisi biner yang membangun hierarki metafisiknya. Kedua,hasil pembacaan dekonstruksi terhadap pusat ideologi teks yang pertama. Dalam cerpen berjudulPiutang-Piutang Menjelang Ajal karya Jujur Prananto ditemukan ideologi teks berupa tokohChaerul yang tidak dapat membayar utang. Hasil dekonstruksi dari ideologi teks tersebutmenghasilkan tiga poin (1) ketidakterusterangan menciptakan ketakutan, (2) ketakutan terbesarmuncul dari orang lain, dan (3) kematian tidak menghapuskan utang. Sedangkan, dari cerpenEyang karya Putu Wijaya memiliki ideologi teks tentang keluarga miskin yang menganggap uangbukanlah segala-galanya. Dari ideologi tersebut hasil dekonstruksi dibagi menjadi (1) uang tidakdapat membeli kebahagiaan, (2) hal yang dirindukan adalah rasa kekeluargaan, dan (3) tidak adabantuan yang tanpa tendensi.
IDIOM YANG BERUNSUR KATA KERJA DALAM BAHASA INDONESIA I. Praptomo Baryadi
Sintesis Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i1.976

Abstract

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa idiom yang berunsur kata kerja dalam bahasa Indonesia sangatlah produktif. Berdasarkan bentuknya, kata kerja yang digunakan sebagai unsur pembentuk idiom dalam bahasa Indonesia mencakup (i) akar, (ii) kata kerja dasar, (iii) kata kerja berawalan me(N)-, (iv) kata kerja berawalan ber-, (v) kata kerja berawalan ter-, (vi) kata kerja berawalan di-, (vii) kata kerja berimbuhan ke-an. Kata kerja yang paling produktif digunakan sebagai unsur idiom adalah katakerja berawalan me(N)-.Kategori kata yang secara dominan mengikuti kata kerja di atas sehingga membentuk idiom adalah kata benda. Kategori kata yang lain, misalnya kata kerja, kata sifat, dan frasa preposisional dapat pula mendampingi kata kerja sehingga membentuk idiom, tetapi jumlahnya amat terbatas. Dengan demikian, berdasarkan kategorinya, idiom yang berunsur kata kerja dalam bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi tujuh tipe, yaitu (i) akar + kata benda, (ii) kata kerja dasar + kata benda, (iii) kata kerja berwalan me(N)- + kata benda, (iv) kata kerja berawalan ber- + kata benda, (v) kata kerja berawalan ter- + kata benda, (vi) kata kerja berawalan di- + kata benda, dan (vii) kata kerja berawalan ke-an + kata benda.Aspek semantik akan memperjelas perbedaan konstruksi yang termasuk idiom dan konstruksi yang bukan idiom. Rumus idiom adalah A + B menimbulkan makna C, sedangkan rumus konstruksi bukan idiom adalah A + B menimbulkan makna AB. Dari segi pragmatik, idiom digunakan untuk mengungkapkan maksud secara tidak langsung atau secara tidak harfiah. Idiom digunakan untuk menyembunyikan kenyataan. Idiom yang bersunsur kata kerja dalam bahasa Indonesia dipakai untuk menyembunyikan perbuatan, perilaku, atau keadaan manusia, baik atau buruk, biasa atau luar biasa.Kata kunci : idiom, bahasa Indonesia, kata kerja, semantik, pragmatik.
DOMINASI MASKULIN DALAM NOVEL DUA IBU KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO: PERSPEKTIF PIERRE BOURDIEU Brigitta Winasis Widodo; Susilawati Endah Peni Adji
Sintesis Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v13i2.2297

Abstract

Artikel ini membahas bentuk dominasi maskulin yang terdapat dalam novel Dua Ibu karya Arswendo Atmowiloto. Penelitian ini menggunakan paradigma Abrams, yaitu pendekatan mimetik serta pendekatan diskursif. Kerangka berpikir yang digunakan adalah perspektif Pierre Bourdieu mengenai dominasi maskulin. Bentuk dominasi maskulin yang ditemukan paling banyak dalam ranah domestik, yaitu dalam hal (1) pernikahan, yaitu dalam bentuk perselingkuhan suami terhadap istri, perkawinan untuk meningkatkan modal simbolik perempuan, pengabdian istri; (2) pengutamaan pendidikan anak laki-laki; (3) pembagian kerja secara seksual; dan di luar ranah domestik yaitu (4) aktualisasi diri perempuan yang menegaskan feminitasnya dan subordinasinya terhadap laki-laki.
NAMA YANG TAK TERLUPAKAN: TIGA PENULIS AWAL CERITA PENDEK BERBAHASA MELAYU: SELAYANG PANDANG Christopher Allen Woodrich
Sintesis Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i2.1023

Abstract

Sejarah cerita pendek (cerpen) di Indonesia masih tidak pasti. Menurut catatan sejarah umum, cerpen baru muncul di wilayah yang kini menjadi Indonesia pada tahun 1920-an, ketika sejumlah karangan diterbitkan dalam majalah Pandji Pustaka; menurut pandangan ini, kumpulan cerpen pertama di Indonesia adalah Teman Doedoek (1936) karya M. Kasim. Namun, sebelum ini sudah banyak cerita pendek berbahasa Melayu yang diterbitkan, termasuk kumpulan cerpen. Namanama pengarangnya, bilamana dicantumkan, tidak banyak diketahui oleh pembaca sekarang. Oleh karena itu, tulisan ini menguraikan riwayat hidup tiga orang penulis cerpen yang cukup menonjol pada awal abad kedua puluh, yaitu H. F. R. Kommer, Juvenile Kuo, dan Marco Kartodikromo, sebagai usaha untuk melihat ciri-ciri umum yang mungkin melatarbelakangi usaha orang menggunakan bentuk cerpen yang masih baru pada tahun-tahun itu. Diperlihatkan ragam latar sosio-budaya yang dimiliki penulis-penulis ini, serta pekerjaan pokok mereka sebagai wartawan. Digambarkan pula kedudukan penulis-penulis ini dalam rangka masyarakat kontemporer dan mengapa mereka jarang mendapatkan perhatian dalam pembahasan sejarah sastra Indonesia.Kata kunci: H.F.R. Kommer, Juvenile Kuo, Marco Kartodikromo, Sejarah cerpen
KONTESTASI IDEOLOGI DALAM CERPEN BOIKOT KARYA PUTU WIJAYA: SEBUAH KAJIAN MENGGUNAKAN TEORI HEGEMONI GRAMSCI Carlos Venansius Homba; Wilhelmus Dawa
Sintesis Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i2.916

Abstract

Wacana ideologi merupakan salah satu perhatian yang terdapat dalam kajian hegemoni Gramsci. Subjek yang dipakai dalam analisis ini adalah cerpen Boikot karya Putu Wijaya. Setelah dianalisis, terdapat beberapa ideologi yang saling berkontestasi, yaitu ideologi kapitalisme magis melawan humanisme-realisme. Selain dua kubu ideologi yang saling beroposisi, terdapat pula ideologi yang digunakan untuk menegosiasi perlawanan dua kubu ideologi di atas, yaitu demokrasi dan anarkisme. Pada akhirnya, ideologi dominan kapitalisme kalah oleh ideologi humanisme yang notabene membawa nilai budaya asli Indonesia.

Page 5 of 16 | Total Record : 153