cover
Contact Name
Herpindo
Contact Email
herpindo@untidar.ac.id
Phone
+6281267740116
Journal Mail Official
transformatika@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman 39 Potrobangsan, Magelang Utara, Magelang, Jawa Tengah
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Published by Universitas Tidar
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya is an e-journal published by Universitas Tidar. The research article submitted to this online journal will be peer-reviewed at least 2 (two) reviewers. Every article that goes to the editorial staff will be selected through initial review processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to peer reviewer (Mitra Bestari) and will go to the next selection by the double-blind review process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. In each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. Final decision of articles acceptance will be made by editors according to reviewers comments. Peer reviewer that collaboration with Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya is the experts in the linguistics, literature, and their teaching area and issues around it. They were experienced in the prestigious journal management and publication that was spread around the nation and abroad.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA" : 11 Documents clear
THE REALIZATION OF COHESION IN READING TEXTS Lilia Indriani
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.94 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v11i1.110

Abstract

Membaca adalah proses berfikir, karena aspek utamanya adalah memahami makna dari bacaan. Bagian paling penting dari makna adalah ide, konsep, pola pikiran, gambaran, dan perkataan. Makna tidak hanya muncul dari kumpulan kata tetapi dari tautan makna dari setiap kata didalam sebuah konteks di pikiran pembaca. Teks bacaan disebut pasif karena pembacalah yang harus aktif menemukan makna dari sebuah teks bacaan. Pembaca harus dapat memahami sebuah pesan didalam teks berdasarkan unsur-unsur semantiknya. Salah satunya adalah kohesi. Kohesi dapat digunakan untuk mengetahui apakah sebuah teks bacaan tersebut bermakna atau tidak. Sebuah teks bacaan dikatakan baik jika ditulis dengan kohesif sehingga terbentuk jalinan makna yang tidak lepas dari konteks teks tersebut. Kohesi dapat memudahkan siswa dalam memahami sebuah bacaan karena siswa dapat mengetahui jalinan makna bagaimana kalimat ataupun paragraph terhubung didalam sebuah konteks.Key words: cohesion, reading text  
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS HURUF JAWA DENGAN MEDIA BALAPAN “BEDHEKAN WANGSALAN PRAPATAN” PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 4 KOTA MAGELANG Yustina Tri Retno Sri Rachmiwati
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.288 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v11i1.116

Abstract

Wangsalan has the potential interest of students in learning the Java language since it has elements of games and entertainment. Bedhekan items in wangsalan can be arranged in the form of crossword puzzles or in Javanese language better known with the term prapatan. The composition of the bedhekan wangsalan in the later abbreviated BALAPAN (Bedhekan Wangsalan Prapatan). The use of this medium can be used as an alternative to the Java language learning techniques, including writing letters to fill in the fields using the Java letters of Java. The Media is expected to overcome boredom and a sense of saturation of students in the learning process. Learning to write Java letter with the media BALAPAN can improve the ability of students in writing letters of Java. This is evident from the results of the study showed that the average value of Pracycle, The Cycle I, and Cycle II has increased. The average value of Pracycle of the I and the Cycle of 59,29 74,46 or increased by 25.6%. The value of the Cycle I and Cycle II 74,46 $ 86.25% 15,83 or increased. Overall improvement of writing skills of Java Pracycle letter to the Cycle II experienced an increase of 45,28%. Behavior change in the learning activities of students also experience a change to the better. A learning recreatif media is able to encourage the interest and motivation of students at the time of learning. Students are more motivated in my experience, learn, and discover knowledge, build understanding, communicating the results of his thinking, and more reflective thinking. Keywords: Bedhekan Wangsalan Prapatan, wangsalan, media, creatif learning.
TEACHING WRITING THROUGH COOPERATIVE LEARNING Rini Estiyowati Ikaningrum
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.428 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v11i1.111

Abstract

Dosen memerlukan cara yang tepat dalam pengajaran writing khususnya di tingkat universitas karena mahasiswa harus menulis laporan penelitian di akhir masa studinya. Selain itu kemampuan mahasiswa dalam menulis jenis-jenis teks juga masih kurang memadai. Hal tersebut akan mendorong dosen untuk selalu melakukan inovasi dengan menggunakan teknik pengajaran yang menarik. Cooperative learning adalah suatu bentuk kegiatan pembelajaran yang aktif dimana mahasiswa harus bekerja sama untuk menampilkan tugas tertentu dalam kelompok kecil. Dengan penggunaan teknik ini mahasiswa akan mendapatkan ide untuk menulis dengan lebih mudah serta menikmati proses belajar-mengajar yang menarik dan menyenangkan. Sebagai hasil akhir, kemampuan mahasiswa dalam menulis teks menjadi lebih baik.Key words: writing, text, cooperative learning
MARI MENCINTAI BAHASA INDONESIA Riniwati Riniwati
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.303 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v11i1.117

Abstract

A language has a very important role in human’s life. Besides, a language reflects the human personality. Therefore it needs responsibility, care and politeness in using Indonesian language. The element of appropriateness  is very needed as the way to appreciate Indonesian language as language of our nation.Keywords: a language, responsibility, appropriateness
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS ANEKDOT MENGGUNAKAN TEKNIK PEER REVIEW KELAS X MIPA 1 SMAN 2 MAGELANG Sartono Sartono
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.505 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v11i1.112

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of peer review technique in increasing students’ writing motivation and to determine the effectiveness of using peer review technique to improve students’ writing skills of anecdote text class X MIPA 1. The study is done in SMAN 2 Magelang from March – April 2014. The subjects are 31 students of X MIPA 1 class, with quantitative data, the result of anecdote writing activity and qualitative data in the form of quesionare, observation result, as well as teaching document.The quantitative data collection is in the form of test and qualitative data collection is in the form of non-test. The writer uses two techniques: quantitative data with descriptive analysis; qualitative data with triangulation method. The are two cycles in this study, with four actions (planning, actuating, observing, and reflecting) in each. The study shows that: (1) Peer review technique can increase students’ motivation from “fair” level (2.23) to “good” level (2.97); (2) Peer review technique can increase the students ability in writing anecdote text from “poor” level (56.77) to “good” level (84.84). It is clear that by applying peer review technique, the students’ motivation and writing skill is increased. It is invited for language teachers to use varied teaching techniques, besides that, teachers should keep trying to eliminate peer review technique weakness for the sake of effective, efficient, and enjoyable teaching learning process. Keyword: peer review, writing anecdote text, writing motivation.
ASSESSING STUDENTS ACTIVENESS AND THEIR CHARACTER BUILDING IN SPEAKING COURSE OF ENGLISH DEPARTMENT Dwi Winarsih
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.667 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v11i1.107

Abstract

Mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dipersiapkan menjadi guru Bahasa Inggris dan mereka akan menjadi model bagi siswa. Namun demikian fakta menunjukkan beberapa guru pemula tidak dapat berbicara Bahasa Inggris dengan lancar dan tepat. Berkaitan dengan tuntutan jaman,  abad 21 ini adalah era yang kekuatan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Menyadari fakta tersebut, pemerintah Indonesia memperhatikan kualitas hasil pendidikan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keaktifan siswa dalam perkuliahan Speaking dan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter dalam perkuliahan Speaking. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggambarkan kondisi nyata perkuliahan Speaking 1 di prodi. Bahasa Inggris FKIP Universitas Tidar. Subyek penelitian ini 30 mahasiswa semester 2 yang mengambil mata kuliah Speaking. Sumber data penelitian ini adalah dosen Speaking 1 di prodi Pendidikan Bahasa Inggris, kegiatan belajar mengajar, dan dokumen termasuk silabus, RPP, dan dokumen lain yang relevan.Berdasarkan analisis data,  peneliti menyimpulkan pertama mahasiswa kurang aktif dalam kelas Speaking sehingga keterampilan berbicara mereka rendah, kedua nilai karakter mahasiswa kurang dikembangkan dengan baik khususnya pada nilai kerjasama, kejujuran dan toleransi.Keywords: Speaking Course, Activeness, Character Building
THE TEACHING WRITING APPROACHES: GENRE: SOLUTION TOWARD “UN” READING TEST PHENOMENON Moch. Malik Al Firdaus
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.935 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v11i1.113

Abstract

Kemampuan menulis Bahasa Inggris adalah salah satu kemampuan berbahasa yang dianggap paling kompleks karena melibatkan berbagai kemampuan kognitif dan linguistik. Secara konvensional, pembelajaran menulis dilakukan dengan pendekatan genre dimana siswa mengembangkan karangan secara bertahap mulai dari penggalian ide hingga merevisi karangan. Proses itu sendiri tidak terlalu jelas tahapannya, namun secara umum meliputi kegiatan penggalian ide, penyusunan draf, dan perbaikan/revisi. Pengamatan perhadap pembelajaran menulis tersebut menunjukkan bahwa tidak ada pemantauan yang pasti terhadap proses menulis, dalam arti, proses yang dilakukan dengan susah payah tersebut hanya diakui melalui penilaian terhadap produknya, yaitu draf terakhir atau hasil karangan. Dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, menulis paragrap merupakan keterampilan yang paling mudah diukur dengan menggunakan test obyektif sehingga paling banyak digunakan dalam Ujian, seperti Ujian Nasional, Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, Ujian Kenaikan Kelas, dan bahkan Ulangan Harian. Ini membuktikan bahwa kemampuan menulis harus dipandang sebagai keterampilan yang sangat penting sehingga peserta didik perlu mendapat pembelajaran yang baik supaya mereka mahir dalam memahami wacana berbahasa Inggris.Kata Kunci: Teaching Writing, Genre Approaches, “UN” Reading Test 
THE TEACHING OF SPEAKING : IMPLEMENTATION OF STUDENT-CENTERED ACTIVITIES Sri Sarwanti
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.771 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v11i1.108

Abstract

Berbicara adalah keterampilan aktif yang dikuasai dalam mempelajari bahasa setelah keterampilan mendengarkan. Keterampilan mendengarkan dan berbicara tidak dapat dipisahkan karena proses tersebut meliputi kemampuan mendengarkan dan berbicara. Mengajar keterampilan berbicara tidaklah mudah. Guru dilengkapi dengan media dan aktifitas untuk menjalankan proses belajar mengajar menjadi lebih hidup dan menarik. Ada banyak aktifitas yang mungkin diterapkan yang fokus kegiatan pembelajaran pada peserta didik. Salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif dan kolaboratif.Situasi dan kondisi siswa dan kelas juga sangat memberikan pengaruh yang cukup besar.Keywords: speaking, cooperative learning, collaborative learning, student-centered activities.
THE ROLE OF LINGUISTICS IN THE TEACHING OF ENGLISH Antonius Yuwono
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.313 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v11i1.114

Abstract

Linguistik merupakan ilmu bahasa yang berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan ilmu bahasa ini memiliki peranan penting dalam pengajaran bahasa Inggris. Mahasiswa diharapkan mengetahui perkembangan ini dan memiliki pengetahuan tentang  kebahasaan sehingga mereka mampu mencari atau menerapkan metode yang cocok dalam pengajaran bahasa Inggris pada saat mereka menjadi guru nanti.Keywords : Linguistics – language – language teaching
USING SCAFFOLDING TECHNIQUE TO IMPROVE THE SPEAKING SKILL OF THE SECOND SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH DEPARTMENT C. Prima Ferri Karma
TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.842 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v11i1.109

Abstract

Ada anggapan bahwa pengetahuan kebahasaan seseorang diukur dari kemampuan berbicara. Berbicara adalah sarana yang mendasar dalam komunikasi manusia, demikian juga mahasiswa Bahasa Inggris, mereka juga dituntut untuk bisa berbicara dalam Bahasa Inggris dengan baik. Parameter seorang pembelajar  Bahasa Inggris adalah kemampuannya berbicara secara lancar. Namun kenyataan menunjukkan bahwa banyak pembelajar yang tidak bisa berbicara dengan tepat dan lancar walaupun sudah belajar selama 6 tahun.Capaian ketrampilan berbicara pembelajar dipengaruhi beberapa faktor, yaitu faktor eksternal dan internal. Motivasi adalah satu dari faktor internal yang berperan penting dalam kesuksesan belajar. Faktor yang berikutnya adalah teknik yang digunakan oleh guru.Scaffolding adalah suatu jembatan yang menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan hal yang belum diketahui. Jika dilaksanakan dengan baik, scaffolding akan menjadi daya yang memicu pembelajar untuk menguasai sesuatu. Dalam proses ini pembimbing memfasilitasi pembelajar untuk menguasai konsep yang tidak dapat dikuasai pembelajar. Pembimbing tidak hanya memberikan bantuan tetapi juga harus sebisa mungkin memberikan kebebasan bagi pembelajar untuk menyelesaikan tugas-tugas secara mandiri. Ketika pembelajar sudah  bisa bertanggung jawab atau menyelesaikan suatu tugas secara mandiri, maka pembimbing secara bertahap menjauh dan memberikan kebebasan untuk belajar secara mandiri. Keyword : Scaffolding  Technique, Speaking Skill

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 9, No 2 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 9, No 1 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 8, No 2 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 6, No 2 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 6, No 1 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 5, No 2 (2021): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 5, No 1 (2021): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 4, No 2 (2020): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 4, No 1 (2020): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 2 (2019): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 1 (2019): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 2 (2018): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 1 (2018): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2017): TRANSFORMATIKA Vol 1, No 1 (2017): TRANSFORMATIKA Vol 12, No 2 (2016): TRANSFORMATIKA Vol 12, No 1 (2016): TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA More Issue