cover
Contact Name
Ni Luh Sakinah Nuraini
Contact Email
niluh.sakinah.fip@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sd@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang No.5 Gedung D2 GKB lt.1
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
ISSN : 08548285     EISSN : 25811983     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Periodically published twice a year in May and November ( ISSN 0854-8285 ) ( E ISSN 2581-1983 ) ; contains writings on conceptual ideas, studies and application of theories, practical writing, and the results of educational research and teaching of elementary schools.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017" : 10 Documents clear
TRADISI NYANYIAN ANAK TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH DASAR M. Ridwan; Mas’odi Mas’odi
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.951 KB) | DOI: 10.17977/um009v26i12017p049

Abstract

Abtract: The objectives of this study are to (1) obtain an objective description of local wisdom in the form of children folk song; (2) identify folk song within children’s game in Sumenep; and (3) examine children’s game folk song as a media to develop children’s character as well as the stimulus for the development of motoric, social emotional, cognitive, and language. This research is a qualitative design using ethnography. Children’s traditional games in Saronggi are ti`titti` liya` liyu`, ko-soko bucang, kotana mera, jang kolajang, cong-koncong konce. In addition, in West kerta Village the children games are Tan-Pangantanan and Pesapean Pappa while in Juruan Daya Village are Ker-Tanongker and Pa’ Opa’ Eling.Keywords: local wisdom, traditional games, children character, elementary schoolAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) memperoleh deskriptif objektif kearifan lokal permainan tradisional yang dinyanyikan anak-anak; (2) mengidentifikasi permianan tradisional yang dinyanyikan di Sumenep; dan (3) mengkaji permainan tradisional yang dinyanyikan sebagai media pembentukan karakter anak sekaligus sebagai stimulus perkembangan fisik motorik, sosial emosional, kognitif dan bahasa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis etnografi. Permainan anak tradisional yang terdapat di Desa Saronggi adalah ti`titti` liya` liyu`, ko-soko bucang, kotana mera, jang kolajang, cong-koncong konce. Permainan anak tradisional lainnya seperti Tan-Pangantanan dan Pesapean Pappa terdapat di Desa Kerta Barat dan permainan Ker-Tanongker dan Pa’ Opa’ Eling terdapat di Desa Juruan Daya.Kata kunci: kearifan lokal, permainan tradisional, karakter anak. SD
RAGAM TEKNIK DAN BAHANKERAJINAN TANGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SENI BUDAYA DAN PRAKARYA SEKOLAH DASAR Sumanto Sumanto; Muhana Gipayana; Rumidjan Rumidjan
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.392 KB) | DOI: 10.17977/um009v26i12017p030

Abstract

Abstract: The study aims at describing a variety of handicraft techniques and materials which exist in Malang. This study employed qualitative descriptive approach. The subject of this study was handicraft home industry in Malang. The data collection of this study obtained by conducting observation, documentation, and interviews. The results indicated that (1) home industry of handicraft in Malang is feasible to be utilized as a learning resource in elementary school. In addition, the variety of technique of making handicrafts noted within this study are wickerworking, carving, sewing, tie, stringing-beading, application, embroidering, batik, folding, clay crafting, spinning, rotating, printing, screen printing, painting, scratching and lathing. (2) The variety of handicrafts materials selected or used is in the form of natural and artificial materials such as clay, katu, corn husk, cloth, plastic, and paper.Keywords: technique, handicraft materials, learning resources, arts, and culture, elementary schoolAbstrak: Penelitian bertujuan mendeskripsikan: ragam teknik, dan bahan kerajinan tangan di Kota Malang. Pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek home industri kerajinan tangan di Malang. Pengumpulan data: observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil: (1) pada produk home industri kerajinan tangan yang ada di Kota Malang dapat dipelajari sebagai sumber belajar di SD. Ragam teknik atau cara pembuatan yaitu anyaman, ukir, jahit, ikat, merangkai-meronce, aplikasi, menyulam, membatik, melipat, membutsir, pilin, putar, mencetak, sablon, melukis, menoreh danbubut. (2) ragambahan kerajinan tangan yang dipilih atau digunakan yaitu berupa bahan alam dan bahan buatan contohnya tanah liat, katu, klobot jagung, kain, platik, dan kertas.Kata Kunci: teknik, bahan kerajinan tangan, sumber belajar, seni budaya, SD
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU KATA UNTUK MELATIH KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS 1 SD Rumidjan Rumidjan; Sumanto Sumanto; A. Badawi
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.968 KB) | DOI: 10.17977/um009v26i12017p062

Abstract

Abstract: This study aims at developing a media card for basic reading skill on first graders of elementarys chool. To achieve this goal, this research used qualitative research approach. Based on the results of small group trials the following data are obtained regarding the media: (1) 100% enjoyable, (2) 100% secure, (3) 100% easy, and (4) 96,87% appropriate language use. In accordance with the large group trials, the following data are obtained (1) 94% enjoyable (2) 100% secure (3) 94% easy-to-use (4) 97,18% appropriate language use. Based on the data that has been obtained above, word card media can be used without revision as an alternative learning in Indonesian language learning to practice the skills basic reading on first graders of elementary school.Keywords: development, media word cards, basic reading, elementary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan media kartu kata untuk membaca permulaan kelas 1 SD. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil diperoleh data sebagai berikut (1) Kesenangan 100%, (2) Keamanan 100%, (3) Kemudahan 100%, (4) Aspek bahasa 96,87%. Berdasarkan uji coba kelompok besar diperoleh data sebagai berikut (1) Kesenangan 94% (2) Keamanan 100%(3) Kemudahan 94% (4) Aspek bahasa 97,18%. Berdasarkan data yang telah diperoleh di atas maka produk media kartu kata ini dapat digunakan tanpa revisi sebagai salah satu alternatif pembelajaran pembelajaran bahasa Indonesia untuk melatih keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas 1 SD.Kata kunci: pengembangan, media kartu kata, membaca permulaan, SD
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMBACA PERMULAAN DI KELAS SATU SEKOLAH DASAR Inne Marthyanne Pratiwi; Vina Anggia Nastitie Ariawan
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.803 KB) | DOI: 10.17977/um009v26i12017p069

Abstract

Abstract: This study is designed to describe the reading difficulties on basic reading within first graders of elementary school. The research used the qualitative approach with case study method. The subject of this study is first graders of elementary school. The data collection were gerenated from observation and interviews. The thematic analysis and the validity of the data were using triangulation and reflexivity. The results showed that the difficulty in basic reading of first graders of elementary school are: (1) inability to identify diphthong, vocal double, and consonant cluster, (2) inability to read a sentence, (3) reading haltingly, (4) inability to mention a few consonants, (5) inability to spell well, (6) reading carelessly, (7) quickly forgeting the word he or she has been spelled, (8) adding and replacing words, (9) long-period of spelling, and (10) inability to read thoroughly.Keywords: trouble, basic reading, elementary school, spell, ideas, elementary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan membaca permulaan di kelas I SD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek siswa kelas I. Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Analisis tematik sedangkan validitas data menggunakan triangulasi dan refleksivitas. Hasil menunjukkan bahwa kesulitan dalam membaca permulaan siswa kelas I SD yaitu: (1) belum mampu membaca diftong, vokal rangkap, dan konsonan rangkap, (2) belum mampu membaca kalimat, (3) membaca tersendat-sendat, (4) belum mampu menyebutkan beberapa huruf konsonan, (5) belum bisa mengeja, (6) membaca asal-asalan, (7) cepat lupa kata yang telah diejanya, (8) melakukan penambahan dan penggantian kata, (9) waktu mengeja cukup lama, dan (10) belum mampu membaca dengan tuntas.Kata kunci: kesulitan, membaca permulaan, sekolah dasar , mengeja, gagasan 
RELASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Ucu Cahyana; Abdul Kadir; Monalisa Gherardini
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.866 KB) | DOI: 10.17977/um009v26i12017p014

Abstract

Abstract: This study aims at describing the effect of Creative Problem Solving (CPS) and Problem Posing method and the ability to think critically regarding science literacy. This research employed experimental treatment by the level of 2 x 2 design. The data of this research was analyzed using two paths the analysis of variance (ANOVA). The result of this research indicated four things, namely; (1) the ability of science literacy among groups of students who are taught using the CPS is higher than group of students taught using methods problem posing; (2) there is an interaction effect between the learning method and the critical thinking skills to the ability of science literacy; (3) the ability of scientific literacy among students with critical thinking skills CPS method is higher than students who treated using problem posing method; (4) the ability of scientific literacy among students with low critical thinking skills using CPS is lower than students using problem posing method. Keywords: CPS Method, Problem Posing, critical thinking, scientific literacy, elementary school.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan metode Creative Problem Solving (CPS) dan Problem Posing, serta kemampuan berpikir kritis terhadap literasi sains. Metode yang digunakan eksperimen dengan desain treatment by level 2 x 2. Teknik analsis varians dua jalur (ANAVA). Hasil dari penelitian ini terdiri dari empat hal yakni; (1) kemampuan literasi sains antar kelompok siswa yang diajar menggunakan metode CPS lebih tinggi dari kelompok siswayang diajar menggunakan metode problem posing; (2) terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan literasi sains; (3) kemampuan literasi sains antar siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi yang diberikan metode CPS lebih tinggi dari siswa yang diperlakukan metode problem posing; (4) kemampuan literasi sains antar siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah yang diberikan CPS lebih rendah dari siswa yang diberikan perlakuan metode problem posing.Kata kunci: Metode CPS, Problem Posing,berpikir kritis, literasi sains, SD.
PERKEMBANGAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V BERDASARKAN TEORI PIRIE-KIEREN PADA TOPIK PECAHAN Nur Aida Endah Pratama
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.229 KB) | DOI: 10.17977/um009v26i12017p077

Abstract

Abstract: This study is conducted to describe and illustrate the flow of development of mathematical understanding on fifth graders in problem solving of fractions based on the theory suggested by Pirie-Kieren. The qualitative-narrative approach was used to describe clearly, in detail and comprehensively the level of development of students’ mathematical understanding with reference to Pirie-Kieren’s theory. The results of the analysis found that there are similarities within the flow of understanding developments on fifth graders in problem solving fractions, which starts from the stage of image making, moving towards the image having, then developed at the property level to the level of formalizing noticing. The difference lies in the back folding process that occurs when a less complete understanding at a certain level in the Pirie-Kieren theory.Keywords: mathematical understanding, Pirie-Kieren theory, folding back, elementary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan alur perkembangan pemahaman matematis siswa sekolah dasar kelas V dalam menyelesaikan masalah pecahan berdasarkan teori Pirie-Kieren. Pendekatan kualitatif-naratif digunakan untuk memaparkan secara jelas, teperinci dan menyeluruh deskrispsi level perkembangan pemahaman matematis siswa dengan mengacu pada teori Pirie-Kieren. Hasil analisis ditemukan bahwa terdapat kesamaan alur perkembangan pemahaman siswa sekolah dasar kelas V dalam menyelesaikan masalah pecahan, yaitu dimulai dari tahap image making, bergerak menuju image having, kemudian berkembang pada level property noticing sampai pada level formalizing. Perbedaannya terletak pada proses folding back yang terjadi ketika melengkapi pemahaman yang kurang pada level tertentu dalam teori Pirie-Kieren.Kata kunci: pemahaman matematis, teori Pirie-Kieren, folding back, SD
PENGEMBANGAN E-MODUL GEOMETRI DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DI SEKOLAH DASAR Achmad Buchori; Noviana Dini Rahmawati
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.555 KB) | DOI: 10.17977/um009v26i12017p023

Abstract

Abstract: This study aims at developing 4D model into 3D following define, design, and development phase. E-module with RME approach is firstly validated by media expert, material expert and also questionnaire of student response. It obtained a score of 85.2% from a material expert, 89.2% from media expert validation 89.2%, and 85.2% from students’ response, hence, E-modules developed deserve to be utilized with the very good category. In addition, the experiment class’ learning outcomes are better than control classes. Therefore, E-module development with RME approach is feasible and can be used in elementary mathematics learning particularly in Geometry learning.Keywords: development, e-module, RME, elementary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangan model 4D menjadi 3D dengan tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), dan development (pengembangan). E-modul dengan pendekatan PMR terlebih dahulu dilakukan uji validasi oleh ahli media, ahli materi dan juga angket tanggapan siswa. Diperoleh rata-rata penilaian validasi ahli materi 85,2%, validasi ahli media 89,2%, penilaian tanggapan siswa 85,2%, Jadi media E-modul layak digunakan dengan kategori sangat baik. Hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Jadi pengembangan E-modul dengan pendekatan PMR layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika SD khususnya geometri.Kata Kunci: pengembangan, e-modul, PMR, Sekolah Dasar
EFEKTIVITAS DESAIN PEMBELAJARAN TERPADU BERBASIS CORE CONTENT DI SEKOLAH DASAR Een Y. Haenilah
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.293 KB) | DOI: 10.17977/um009v26i12017p039

Abstract

Abstract: This study intends to explore the effectiveness of integrated learning design based on core content from the development of Elementary School 2013 Curriculum. This study employed quasi experiment design. The population of this study was a school which implements 2013 Curriculum in Bandar Lampung. The samples were teachers and students. The instruments for obtaining data are a test, interview, observation, and documentation. The data analysis of this study used t-test. The results showed that the integrated learning design based on core content is effective in establishing a good condition of learning which generate an integrated knowledge and integrated social within experience and exercise integration. Keywords: design, integrated learning, core content, elementary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas desain pembelajaran terpadu berbasis core content pengembangan dari kurikulum 2013 SD. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen. Populasi penelitian adalah sekolah yang sudah menggunakan kurikulum SD 2013 di Bandar Lampung. Sampel penelitian adalah guru dan siswa. Alat pengumpul data menggunakan tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis menggunakan t-test. Hasil membuktikan bahwa desain pembelajaran terpadu berbasis core content efektif menciptakan aktivitas pembelajaran yang menghasilkan keterpaduan kemampuan pengetahuan, keterpaduan sosial dalam keterpaduan pengalaman dan latihan.Kata kunci: desain, pembelajaran terpadu, core content, SD
PENGUKURAN BUDAYA ORGANISASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN DI SEKOLAH DASAR Burhanuddin Burhanuddin; Sunarni Sunarni
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.284 KB) | DOI: 10.17977/um009v26i12017p001

Abstract

Abstract: This study aims at describing the tendency of the type of organizational culture and its impact on leadership effectiveness in elementary school. The design of research was using the research development involving 300 teachers as a sample and was selected purposively and proportional in five districts in Malang. The results showed that some types of organizational culture prevailed school organization including bureaucratic, supportive, innovative, market, adhocratic, and clan types. The entire types deem to be significant influence on the behavior and effectiveness of school leadership including the efforts of the principal in (1) the development of vision, mission, and organizational goals, (2) human resources management, (3) implementation of functions as manager, (4) role of leader, (5) the improvement of professional teacher, and (6) the development of school organizational climate.Keywords: culture, organization, leadership, elementary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kecenderungan tipe budaya organisasi dan pengaruhnya terhadap efektivitas kepemimpinan di sekolah dasar. Rancangan penelitiannya menggunakan penelitian pengembangan yang melibatkan 300 orang guru sebagai sampel yang dipilih secara purposive dan proportional dari lima kecamatan di Kota Malang. Hasil penelitian menujukkan sejumlah tipe budaya organisasi mewarnai organisasi sekolah meliputi tipe birokratis, supportif, inovatif, market, adhokrasi, dan klan. Kesemua tipe memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku dan efektivitas kepemimpinan sekolah meliputi usaha-usaha kepala sekolah dalam (1) pengembangan visi, misi, dan tujuan organisasi, (2) pengelolaan sumber daya manusia, (3) pelaksanaan fungsi sebagai manajer, (4) pelaksanaan peranan sebagai leader, (5) peningkatan professional guru, dan (6) pengembangan iklim organisasi sekolah.Kata Kunci: budaya, organisasi, kepemimpinan, sekolah dasar
KEPEMIMPINAN UNGGUL KEPALA SEKOLAH DASAR DAERAH TERPENCIL (Studi Multisitus pada Sekolah Dasar di Kabupaten Bondowoso) Juharyanto Juharyanto
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.109 KB) | DOI: 10.17977/um009v26i12017p089

Abstract

Abstract: This study aims at describing the problem and capacity of leadership, the role of excellent leadership, and its behaviors of Elementary School’s Principal in remote areas. This research used the qualitative approach with multi-sites study design. The data were collected through in-depth interviews, participant observation, documentation and it analyzed inductively using modified analytic. The results showed that; 1) Elementary schools in remote areas have similar relative leadership problems and capacity; 2) there is four dominant excellent leadership played by the principal in realizing an effective school, among others: spiritual leadership, transformational leadership, the leadership of learning, and leadership of enterprener.Keywords: superior leadership, elementary school, remote areaAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problem dan daya dukung kepemimpinan, peran kepemimpinan unggul, dan perilaku kepemimpinan unggul Kepala SD daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekata kualitatif dengan rancangan studi multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam; observasi berperan serta; studi dokumentasi dan dianalisis secara induktif analitik yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan; 1) SD di daerah terpencil memiliki problem dan dukungan kepemimpinan yang relatif sama; 2) terdapat empat kepemimpinan unggul dominan yang diperankan kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah efektif, antara lain: kepemimpinan spiritual, kepemimpinan transformasional, kepemimpinan pembelajaran, dan kepemimpinan enterprener.Kata kunci:, kepemimpinan unggul, sekolah dasar, terpencil

Page 1 of 1 | Total Record : 10