cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Preventia
ISSN : 25282999     EISSN : 25283006     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Preventia merupakan jurnal dari program studi ilmu kesehatan masyarakat. Jurnal Preventia terbit pertama kali bulan Juni tahun 2016. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember, memuat artikel hasil penelitian dan hasil pemikiran dibidang Kesehatan Masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
HUBUNGAN PENDIDIKAN, AKSES PELAYANAN KESEHATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PENDERITA TB PARU BTA+ DI PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG Alfreda Dinayu Purbantari; Roesdiyanto Roesdiyanto; Nurnaningsih Herya Ulfah
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.399 KB) | DOI: 10.17977/um044v4i1p1-14

Abstract

Abstract: Tuberculosis (TB) is a contagious disease that is still the world's attention, Until now, there is not a single country that is free of TB (Kemenkes 2011). Public Health Center (puskesmas) Janti is a puskesmas where the number of TB BTA+ sufferers increases every year while the number of treatment success rate at Puskesmas Janti decreases every year. In 2013 is 96%, in 2014 is 87,50% and in 2015 is 85,37%. Increasing the number of patients and decreasing the number of success rates of treatment indicates that the utilization of health services is less. This study aims to find out the relationship of Education, Health Service Access and Family Support with Health Service Utilization of BTA+ Pulmonary TB Patients at Public Health Center (puskesmas) Janti Malang. The design of this study is quantitative correlation with samples of all patients with TB Paru + BTA who are still doing treatment at Puskesmas Janti in September 2016 until April 2017. The analysis used correlation test and logistic regression test with cross sectional approach. The results of the research analysis found that there is a significant relationship between education, access to health services and family support together with the utilization of health services of patients Tb Paru BTA+. Based on the results of determination coefficient R2 (Nagelkerke) of 0.619, this means that education (X1), access to health services (X2), and family support (X3) has contributed 61.9% to the utilization of health services of patients with TB Paru BTA+ at Puskesmas Janti.Keywords: education, access, family support, health service utilizationAbstrak: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia, hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TB (Kemenkes 2011). Puskesmas Janti adalah satu puskesmas yang berada di Kota Malang dengan jumlah pasien TB Paru BTA+ yang paling tinggi dan meningkat setiap tahun diantara puskesmas yang lain di Kota Malang, sedangkan jumlah angka keberhasilan pengobatan di Puskesmas Janti mengalami penurunan setiap tahun. Tahun 2013 sebesar 96%, pada tahun 2014 sebesar 87,50% dan pada tahun 2015 sebesar 85,37%. Peningkatan jumlah penderita dan penurunan jumlah angka keberhasilan pengobatan menunjukkan bahwa pemanfaatan pelayanan kesehatan kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pendidikan, Akses Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Keluarga dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Penderita TB Paru BTA+ di Puskesmas Janti Kota Malang. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan sampel seluruh penderita TB Paru BTA+ yang masih melakukan pengobatan di Puskesmas Janti pada bulan September 2016 sampai dengan April 2017. Analisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi logistik dengan pendekatan cross sectional. Hasil analisis penelitian di dapatkan ada hubungan yang dignifikan antara pendidikan, akses pelayanan kesehatan dan dukungan keluarga secara bersama-sama dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan penderita Tb Paru BTA+. Berdasarkan hasil koefisien determinasi R2 (Nagelkerke) sebesar 0,619, hal ini berarti bahwa pendidikan (X1), akses pelayanan kesehatan (X2), dan dukungan keluarga (X3) memiliki kontribusi sebesar 61,9% terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan penderita TB Paru BTA+ di Puskesmas Janti.Kata Kunci:    pendidikan, akses pelayanan kesehatan, dukungan keluarga, pemanfaatan pelayanan kesehatan penderita TB Paru BTA+
PERBEDAAN PENGETAHUAN TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI PADA IBU DENGAN BALITA GIZI KURANG USIA 6-24 BULAN SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPATKAN PENYULUHAN DI DESA MUDUNG KECAMATAN KEPOHBARU BOJONEGORO Prasita Ayu Widyaningtyas
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.495 KB) | DOI: 10.17977/um044v4i1p51-55

Abstract

Abstract: Baby growth can be hampered if only given breast milk without getting breast milk supplementary food (MPASI) after the age of 6 months, because nutrients are not fulfilled for growth and development. However, if MPASI is given early it can cause negative problems in infants such as allergies and digestive disorders. One of the causes of malnutrition is due to the lack of knowledge of mothers about giving complementary feeding to infants. So that the mother provides complementary feeding at an earlier age and the type of food that is not suitable for the baby's age. This study aims to determine the differences in knowledge about complementary foods in mothers with underweight children aged 6-24 months before and after getting counseling in Mudung Village, Kepohbaru Bojonegoro Subdistrict. This study uses the pre-experimental method with the type of research using the one group pre test post test design. The sample in this study used a total sampling of 13 people. The data collection method used is a knowledge questionnaire. Data analysis was done by paired t test. Based on the results of the statistical test with paired t test obtained p value of (0.047) where the value of p value <0.05. Based on the results of the study it can be concluded that there is a significant difference between mother's knowledge about MP ASI to children aged 6-24 months before and after getting counseling. It is expected that mothers can apply complementary feeding behavior to infants aged 6-24 months correctly and accordingly in order to improve the nutritional status of infants and follow-up health workers to further improve health counseling to further improve health counseling about complementary foods.Keyword: counseling,complementary feeding, knowledgeAbstrak: Pertumbuhan bayi dapat terhambat apabila hanya diberi Air Susu Ibu (ASI) saja tanpa mendapat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) setelah berusia 6 bulan, karena tidak terpenuhinya zat gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Namun, apabila MPASI diberikan secara dini dapat menimbulkan masalah negatif pada bayi seperti alergi dan gangguan pencernaan. Salah satu penyebab masalah gizi kurang karena tingkat pengetahuan ibu yang kurang tentang pemberian MPASI pada bayi. Sehingga ibu memberikan MPASI pada usia lebih dini dan jenis makanan MPASI yang tidak sesuai dengan usia bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan tentang makanan pendamping asi pada ibu dengan balita gizi kurang usia 6-24 bulan sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan di Desa Mudung Kecamatan Kepohbaru Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan jenis penelitian menggunakan rancangan one grup pre test post test. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 13 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan. Analisis data dilakukan dengan paired t test. Berdasarkan hasil dari uji statistik dengan paires t test diperoleh p value sebesar (0.047) dimana nilai p value < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang MP ASI kepada balita usia 6-24 bulan sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan. Diharapkan ibu dapat menerapkan perilaku pemberian makanan pendamping ASI pada bayi umur 6-24 bulan secara benar dan sesuai agar meningkatkan status gizi bayi serta tindak lanjut petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan tentang makanan pendamping ASI. Kata Kunci : Penyuluhan, MP ASI, Pengetahuan
HUBUNGAN ANTARA FERTILITAS, MORTALITAS, DAN MIGRASI DENGAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK Hidayatul Ainy; Siti Nurrochmah; Septa Katmawanti
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.764 KB) | DOI: 10.17977/um044v4i1p15-22

Abstract

Abstract: The low rate of population growth in Klojen Districts, cause the population in the region continues to decrease. Reduced population will affect the availability of human resources in the Klojen District. Therefore, conducted a study entitled "The relationship between Fertility, Mortality and Migration with Population Growth Rate”. The purpose of this study was to determine the effect of fertility, mortality and migration to the rate of population growth. This type of research is an explanatory survey. Subjects in this study amounted to 11 urban villages. Data collection using documentation data. Data analysis technique used is a Rank Order technique from Spearman. The results of this study indicate that: (1) The value ρ arithmetic of fertility 0.67 > value ρ table 0.591. (2) The value ρ arithmetic of mortality 0.44 < value ρ table 0.591. (3) The value ρ arithmetic of in-migration 0.12 < value ρ table 0.591. (4) The value ρ arithmetic of out-migration -0.08 < value ρ table 0.591. The conclusion of this study: (1) there is a significant relationship between fertility with population growth rate. (2) there is no significant relationship between mortality, in-migration , and out-migration with population growth rate.Keywords: Fertility, Mortality, Migration, Population Growth RateAbstrak: Rendahnya laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Klojen mengakibatkan jumlah penduduk di wilayah tersebut terus berkurang. Berkurangnya jumlah penduduk akan berdampak pada ketersediaan sumber daya manusia yang ada di wilayah Kecamatan Klojen. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian dengan judul “ Hubungan Fertilitas, Mortalitas dan Migrasi dengan Laju Pertumbuhan Penduduk”. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh fertilitas, mortalitas dan migrasi terhadap laju pertumbuhan penduduk. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey bentuk explanatory. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 11 kelurahan. Pengumpulan data menggunakan data dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik Rank Order dari Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai ρ hitung fertilitas 0,67 > nilai ρ tabel 0,591. (2) Nilai ρ hitung mortalitas 0,44 < nilai ρ tabel 0,591. (3) Nilai ρ hitung migrasi masuk 0,12 < nilai ρ tabel 0,591. (4) Nilai ρ hitung migrasi keluar -0,08 < nilai ρ tabel 0,591. Kesimpulan dari penelitian ini: (1) ada hubungan yang signifikan antara fertilitas dengan laju pertumbuhan penduduk. (2) tidak ada hubungan yang signifikan antara mortalitas, migrasi masuk dan migrasi keluar dengan lajunpertumbuhan penduduk.Kata Kunci: Fertilitas, Mortalitas, Migrasi, Laju Pertumbuhan Penduduk
HUBUNGAN FAKTOR RIWAYAT DIABETES MELLITUS DAN KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA PASIEN USIA 25-64 TAHUN DI PUSKESMAS KENDAL KEREP KOTA MALANG Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.302 KB) | DOI: 10.17977/um044v4i1p56-62

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus (DM) is one of the systemic diseases that manifests in the oral cavity. One effort to prevent type 2 diabetes is through surveillance activities to determine the associated risk factors. The purpose of this study was to determine the relationship of risk factors for history of diabetes mellitus and fasting blood sugar levels with the incidence of type 2 diabetes mellitus at Puskesmas Kendal Kerep in Malang City. This study used a quantitative descriptive method with cross-sectional design and was conducted at the Puskesmas Kendal Kerep in Malang City, April 2017. The sampling method used was the quota sampling method with the measured variables:  the prevalence of diabetes mellitus, a history of diabetes mellitus and levels fasting blood sugar. Data collection techniques used were interview and measurement of fasting blood sugar levels. The research instrument used were Glucko Blood Meter devices and questionnaires. Data processing includes the process of editing, coding, scoring, data entry and cleaning. Data analysis used were univariate and bivariate. The conclusion of the study is that there is a significant relationship between history of Diabetes Mellitus and GDP levels with type 2 DM.Keywords: History of Diabetes Mellitus, Fasting Blood Sugar Levels, Type 2 Diabetes MellitusAbstrak: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit sistemik yang bermanifestasi dalam rongga mulut. Salah satu upaya untuk mencegah DM tipe 2 adalah melalui kegiatan surveilans untuk mengetahui faktor resiko yang terkait. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor resiko riwayat diabetes mellitus dan kadar gula darah puasa dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan dilakukan di Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang, Bulan April 2017. Metode sampling yang digunakan merupakan metode quota sampling dengan variable yang diukur adalah kejaidan diabetes mellitus, riwayat diabetes mellitus dan kadar gula darah puasa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan pemeriksaan kadar gula darah puasa. Instrumen penelitian menggunkan kuesioner dan alat Glucko Blood Meter. Pengolahan data yang dilakukan meliputi proses editing, coding, scoring, entry data dan cleaning. Analisa data dilakukan dengan analisis statistic univariat dan bivariat. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat DM dan kadar GDP dengan DM tipe 2. Kata kunci: Riwayat Diabetes Melitus, Kadar Gula Darah Puasa, Diabetes Mellitus Tipe 2
FAKTOR PREDISPOSING, ENABLING DAN REINFORCING DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PREMI BPJS KESEHATAN Fauzia Rafidah; Sapto Adi; Nurnaningsih Herya Ulfah
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.786 KB) | DOI: 10.17977/um044v4i1p23-35

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship of predisposing, enabling, and reinforcing factors to decision purchase of premium’s BPJS Health in the district Klojen Malang. The research design used was analytic observational with cross sectional approach. The sample was taken using cluster proportionate random sampling technique with 130 respondents who have BPJS Health card’s and domiciled in Klojen district. The results using simultant logistic regression ( X2 = 31,190 > X2table = 22,457) showed that education, knowledge, attitude, acces, income, and officer behaviour have significant relation with purchase decision. The conclusion of this research is predisposing, enabling and reinforcing have relationship with purchase decision of premium’s BPJS Health in Klojen Malang City. Keyword: BPJS health premium’s, purchase decision, predisposing, enabling, and reinforcingAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor prediposing, enabling, dan reinforcing dengan keputusan pembelian premi BPJS Kesehatan di Kecamatan Klojen Kota Malang. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster proportionate random sampling dengan jumlah sampel sebesar 130 responden yang memiliki kartu BPJS Kesehatan dan bertempat tinggal di Kecamatan Klojen. Hasil penelitian menggunakan uji regresi logistik bersamasama ( X2 = 31,190 > X2table = 22,457) menunjukkan bahwa pendidikan, pengetahuan, sikap, akses, pendapatan, dan perilaku petugas memiliki hubungan dengan keputusan pembelian premi. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor predisposing, enabling, dan reinforcing  memiliki hubungan dengan keputusan pembelian premi BPJS Kesehatan di Kecamatan Klojen Kota Malang. Kata Kunci: Premi BPJS Kesehatan, keputusan pembelian predisposing, enabling, dan reinforcing
GAMBARAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI SISWA SMK WISNUWARDHANA KOTA MALANG Dhian Kartikasari; Desi Ariwinanti; Anindya Hapsari
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.889 KB) | DOI: 10.17977/um044v4i1p36-41

Abstract

Abstract: Adolescence is characterized by growth, development, and the emergence of opportunities to face reproductive health problems. Reproductive health problems that often arise are risky sexual behavior, pregnancy outside marriage, early marriage, abortion and sexually transmitted diseases such as HIV and AIDS. The results of the 2017 IDHS KRR show that knowledge of adolescent reproductive health in Indonesia is still low. This study aims to describe the reproductive health knowledge of adolescents in Wisnuwardhana Vocational School, Malang City. The number of samples was 44 students of Malang Wisnuwardhana Vocational School students who were taken by quota sampling. This type of research is descriptive research. The instrument used was a questionnaire to find out general respondents' data and questions about adolescent reproductive health. The results showed the number of respondents who had good knowledge was 9.1%, moderate knowledge was 81.1%, and knowledge was less than 9.1%. The average results of respondents' knowledge seen from gender factors have the results of male respondents having a higher average value of 8.8 than female respondents who have an average value of 8.1.Keywords: Knowledge, Reproductive Health, AdolescentsAbstrak: Masa remaja ditandai oleh pertumbuhan, perkembangan, dan munculnya kesempatan-kesempatan menghadapi masalah kesehatan reproduksi. Masalah kesehatan reproduksi yang sering timbul adalah perilaku seks berisiko, kehamilan di luar pernikahan, pernikahan dini, aborsi dan penyakit menular seksual seperti HIV dan AIDS. Hasil SDKI KRR tahun 2017 menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMK Wisnuwardhana Kota Malang. Jumlah sampel sebanyak 44 orang siswa siswi SMK Wisnuwardhana Kota Malang yang diambil dengan cara quota sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner untuk mengetahui data umum responden dan pertanyaan tentang kesehatan reproduksi remaja. Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden yang berpengetahuan baik sebesar 9,1%, pengetahuan sedang sebesar 81,1%, dan berpengatahuan kurang sebsesar 9,1%. Hasil rata-rata pengetahuan responden yang dilihat dari faktor jenis kelamin memiliki hasil responden laki-laki lebih memiliki nilai rata-rata yang tinggi yaitu 8,8 daripada responden perempuan yang memiliki nilai rata-rata 8,1.Kata kunci: Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, Remaja
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI ORANGTUA DAN PENDAPATAN ORANGTUA DENGAN KEPATUHAN ORANGTUA DALAM PENERAPAN DIET AUTIS PADA ANAK AUTIS DI SLB AUTIS LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG Poncowuri Handayani; Mazarina Devi; Agung Kurniawan
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.713 KB) | DOI: 10.17977/um044v4i1p42-49

Abstract

Abstract: Autism is a behavioral deviation syndrome in children that involves sensory systems, communication skills, and socialization skills in community. Parental obedience in applying the diet should be consistent in order to reduce symptoms are undergone by children with autism. This study aims to determine the relationship between parental nutrition knowledge and parental income to parent’s obedience of complience in the application of autism diet in children with autism in the SLB Autis Laboratorium Malang State University. The type of this research is quantitative research with cross sectional study design. Parental knowledge was measured from a knowledge questionnaire, and income was measured by the per-capita income category per month and parental compliance was measured from Food Frequency Questionare (FFQ). The results showed that there was a significant correlation between parent’s nutritional knowledge and parent’s obedience to the application of the autism diet at SLB Autis Laboratorium Malang State University (p = 0,004) and there was a significant correlation between parent’s income with parent’s obedience to the application of the autism diet at SLB Autis Laboratorium Malang State University (p = 0,020). Suggestions for the next research to conduct more detailed research about per capita income of family by considering another factor.Keywords: knowledge, income, obedience, autism dietAbstrak: Autisme adalah suatu sindroma penyimpangan perilaku pada anak yang melibatkan sistem sensoris, kemampuan komunikasi, serta kemampuan sosialisasi dimasyarakat. Kepatuhan orang tua dalam menerapkan diet harus konsisten agar dapat mengurangi gejala yang dialami oleh anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan pendapatan orangtua terhadap kepatuhan orangtua dalam penerapan diet autis pada anak autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengetahuan orangtua diukur dari kuesioner pengetahuan, dan pendapatan diukur berdasarkan kategori pendapatan perkapita keluarga perbulan dan kepatuhan orangtua diukur dari Food Frequency Questionare (FFQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi orangtua dengan kepatuhan orangtua dalam penerapan diet autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang (p=0,004) serta terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan orangtua dengan kepatuhan orangtua dalam penerapan diet autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang (p=0,020).  Saran bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lebih mendetail lagi mengenai pendapatan perkapita keluarga dan dengan melihat faktor lain. Kata kunci: pengetahuan, pendapatan, kepatuhan, diet autis

Page 1 of 1 | Total Record : 7