cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ORTOPEDAGOGIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017): November" : 13 Documents clear
Media Flip Chart untuk Meningkatkan Kemampuan Berpakaian Siswa Tunagrahita Fadlia Nurul Insani; Mohammad Efendi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.063 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p096

Abstract

Media Flip Chart diduga dapat efektif untuk meningkatkan kemampuan berpakaian siswa tunagrahita kelas II di SDLB. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan berpakaian siswa tunagrahita sebelum dan sesudah menggunakan media flip chart dan untuk menganalisis keefektifan media flip chartdalam meningkatkan kemampuan berpakaian siswa tunagrahita. Metode penelitian yang digunakan adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A-B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kemampuanberpakaiansiswa pada kondisi baseline-1 (A1) dengan kondisi intervensi-1 (B1)yang berartikemampuan berpakaian mengalamipeningkatan cukup tinggi. Presentase overlap sebesar 0% yang menunjukkan tidak ada tumpang tindih data sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media flip chart efektif untuk meningkatkan kemampuan berpakaian siswa. Saran dari penelitian ini adalah perlu adanya pengembangan media flip chart dengan desain dan bentuk yang lebih menarikMedia Flip Chart allegedly can be effective to improve dressed ability forintellectual disability students in SDLB. The objectives of the study were to describe the ability of students to wear tunagrahita before and after using flip chart media and to analyze the effectiveness of the flip chart media in improving the ability of students’ dress tunagrahita. The research method used is Single Subject Research (SSR) with design A-B-A-B. The results showed that there was a significant difference between the mean value of students’ skill level at baseline-1 condition (A1) with intervention-1 condition (B1), which means that the dressing ability has increased quite high. Overlap percentage of 0% indicating no overlap of data so it can be concluded that the use of flip chart media is effective to improve students’ dressing ability. The suggestion of this research is the need of developing flip chart media with more interesting design and form.
Terapi Okupasi dalam Kemampuan Menulis Permulaan pada Siswa Autis Widia Kusuma Wardani; Sudarsini Sudarsini
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.718 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p118

Abstract

Hambatan belajar siswa autis dalam penelitian ini yaitu dalam menulis permulaan, misalnya menulisnya masih kurang baik, penulisan huruf kurang jelas, belum mengetahui huruf vocal- konsonan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tentang kemampuan menulis permulaan siswa autis menggunakan terapi okupasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Subject Reseach (SSR) dengan model desain A-B-A-B. Subjek penelitian menggunakan satu siswa autis kelas 1 di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Berdasarkan analisis data diperoleh mean level mulai dari kondisi baseline-1 (A1) sebesar 75,2, pada kondisi intervensi-1 (B1) sebesar 90,8, pada kondisi baseline-2 (A2) sebesar 91,3, dan pada kondisi intervensi-2 (B2) sebesar 91,3. Selain itu, presentase overlap antara kondisi baseline-1 ke kondisi intervensi sebesar 0%. Perhitungan tersebut menyatakan adanya pengaruh variabel bebas (terapi okupasi) terhadap menulis permulaan sebagai target behavior.Autism is experiencing barriers to learning one of the obstacles to learning autistic students is in writing the beginning, for example writing is still not good, letters written less clear, still don’t know vowels and consonants. This study aims to describe about: 1) autistic student ability before being given intervention using occupational therapy, 2) ability of autistic student after being given intervention using occupational therapy, and 3) influence the beginning on writing skill of occupational therapy. This research is done by Single Subject Reseach (SSR) with ABAB design model. Research subjects used one grade 1 autism student at SLB Autism Laboratory State University of Malang. Based on data analysis, it is obtained the mean level starting from condition of baseline-1 (A1) equal to 75,2, at condition of intervention-1 (B1) equal to 90,8, at condition of baseline-2 (A2) equal to 91,3, and at condition of intervention-2 (B2) equal to 91,3. In addition, an overlap percentage between baseline-1 conditions to an intervention condition of 0%. The calculation states of occupational therapy to the improvement of writing skills as the target behavior.
Kegiatan Membaca Pagi untuk Mengembangkan Kemampuan Oral Siswa Tunarungu Aliffian Fajar Rahman; Sulthoni Sulthoni
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.069 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p076

Abstract

Dalam berkomunikasi dengan orang lain, anak tunarungu menggunakan bahasa isyarat danbahasa oral. Namun, menggunakan bahasa oral tidaklah mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, perludilaksanakan metode yang dapat meningkatkan kemampuan oral siswa tunarungu. Fokus penelitian iniadalah: (1) pelaksanaan kegiatan membaca. (2) Hambatan kegiatan membaca. (3) Dampak kegiatanmembaca bagi siswa tunarungu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitianstudi kasus. Hasil temuan peneliti ini meliputi: (1) proses pelaksanaan kegiatan membaca. (2) hambatandalam pelaksanaan kegiatan membaca setiap pagi. (3) dampak kegiatan membaca bagi siswa tunarungudapat dilihat dari penggunaan bahasa oral dalam berkomunikasi dengan orang lain.In communicating with others, hearing impairment student use sign language and orallanguage. However, using oral language is not easy. To overcome this, it is necessary to implementmethods that can improve the oral ability of students with hearing impairment. The focus of this researchare: (1) the implementation of reading. (2) Barriers to reading. (3) Impact of reading activity for hearingimpairment students. This research uses qualitative method with case study research. The findings of thisresearch include: (1) the process of reading activity. (2) obstacles in the execution of reading activityevery morning. (3) the impact of reading activity for hearing impairment students can be seen from theuse of oral language in communicating with others.
Edukatif Gerakan Sholat terhadap Daya Ingat Anak Tunagrahita Ringan Fina Rahmayati Ishlahiyah; M Shodiq A M
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.78 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p100

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah pemberian aplikasi edukatif gerakan sholat terhadap daya ingat anak tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre-Exsperimental Design dengan desain “One Group Pretest-Posttest Design”. Hasil analisis data ditemukan bahwa nilai rata-rata pre-test tes kinerja 52, sedangkan tes tulis 50, dan nilai rata-rata post-test tes kinerja 84, sedangkan tes tulis 88. Hasil perhitungan Uji Wilcoxon diperoleh bahwa diterima dan ditolak, sebab ≤ . Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa media aplikasi edukatif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan daya ingat anak tunagrahita ringan.This study aims to determine the effect of before and after giving of ‘sholat’ movement educative aplication towards memory recognition for children with mild Intelectual disability. This research uses Pre-Exsperimental Design research design with “One Group Pretest-Posttest Design” design. The results of the data analysis found that the average value of pre-test performance test 52, while the written test 50, and the average value of post-test performance test 84, while the written test 88. Wilcoxon test result obtained that is accepted and is rejected, because ≤ . Based on these results it can be concluded that the educational media educative aplication gives a significant effect on the memory ability of towards memory recognition for children with mild intelectual disability.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Anak Tunagrahita Ringan dengan Menggunakan Metode Reading Aloud Akta Sunci Mahartika; Dimas Arif Dewantoro
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.452 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh metode reading aloud terhadap kemampuan membaca pemahaman anak tunagrahita ringan kelas VI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian Pre-Eksperimental dengan One-Group Pre-test Post-test Design menggunakan rumus uji Wilcoxon. Subjek berjumlah 6 anak. Pengumpulan data menggunakan tes soal pemahaman. Berdasarkan hasil pengujian data statistik diperoleh 0,023<0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman anak tunagrahita ringan dengan menggunakan teknik reading aloud. Saran untuk penelitian berikutnya ialah bisa menjadikan reading aloud sebagai salah satu alternatif cara mengajar bagi anak berkebutuhan khusus.This study was aimed at investigating the effect of reading aloud for children with mild intellectual disability in reading comprehension of grade VI. This research was a pre-experimental quantitative research with One-Group Pre-test Post-test Design using Wilcoxon test formula. The subjects were 6 children. collecting data was using test of understanding. Based on the test results of statistical data, it was obtained 0.023 < 0.05, so H1 accepted. The conclusion of this study was that there was significant effect on reading comprehension of children’s intellectual disability by using a reading aloud technique. Suggestion for the further research is to make reading aloud as an alternative way of teaching children with special needs.
Aplikasi Permainan Berbasis Android dalam Meningkatkan Kemampuan Kosakata Anak Tunarungu Amanda Dina Qoyyimah; Eka Pramono Adi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.808 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran melalui aplikasi permainanberbasis android untuk anak tunarungu kelas I yang layak digunakan untuk meningkatkan kemampuankosakata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D). Hasiluji coba kelompok kecil memperoleh rata-rata pre-test 63,33 dan post-test 83,33. Berdasarkan hasil ujicoba, terdapat kenaikan nilai sebelum dan sesudah menggunakan media, maka media Aplikasi Permainantermasuk dalam kriteria sangat baik dan layak digunakan sebagai media pembelajaran kosakata siswatunarungu kelas I di SLB Eka Mandiri Kota Batu secara individual maupun klasikal.This study aims to produce instructional media through the application of the game based onandroid for children with hearing impairment on first class who deserve to be used to improve vocabularyskills. The research method used is research and development (R & D) method. The results of smallgroup trials obtained an average of pre-test 63.33 and post-test 83.33. Based on the results of the trial,there is an increase in value before and after using the media, the media Application Game included inthe criteria is very good and worthy to use as a media of vocabulary learning of students hearing of firstgrade SLB Eka Mandiri Batu City as individually and classical.
Metode Struktural Analitik Sintetik dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Tunagrahita Prawisma Bela; Wiwik Dwi Hastuti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.769 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p104

Abstract

Tunagrahita memerlukan layanan secara spesifik dalam program pendidikan. Salah satu program pendidikan yaitu membaca permulaan, siswa tunagrahita memerlukan Metode Struktural Analitik Sintetik.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk time series design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas I yang berjumalah 5 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes atau soal tes.Hasil penelitian menujukan bahwa nilai rata-rata pre test lebih rendah post test .Hasil uji hipotesis t hitung > t tabel = H1 diterima, kesimpulannya adalah metode SAS berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita. Saran untuk guru dan peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat mengembangkan media yang menarik.Intellectual disorder requires specific services in the education program. One of the educational programs is read the begining, intellectual disorder students need Structural Analytical Method Syntetic. This research uses experimental method with the form of time series design. The sample in this research is the students of class I that have 5 students. Instrument used in the form of test or test problem. The result of research indicate that the average value of pre test is lower post test. Test result of hypothesis t arithmetic> t table = H1 accepted, the conclusion is SAS method has an effect on to read ability of student of intellectual disorder. Suggestions for teachers and researchers are further suggested to develop an interesting medium.
Kemampuan Mengasosiasikan Soal Cerita “Peluang” Siswa Tunanetra melalui Metode Penemuan Terbimbing Evita Gadis Permatasari; Endro Wayhuno; Eka Promono Adi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.613 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p127

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui : (1) efektifitas metode penemuan terbimbing, (2) peningkatan kemampuan siswa dalam mendeskripsikan soal cerita ke dalam bahasa matematika, (4) perbedaan kemampuan mengasosiasikan soal cerita “Peluang” sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini diterapkan pada siswa yang mengalami ketunanetraan ketika dewasa dengan intellegensi rata-rata. Penelitian ini menggunakan metode SSR dengan desain A-B-A-B. Kondisi (A-1) kemampuan awal siswa sebelum dilakukan intervensi dengan skor 18%. Kondisi (B-1) pelaksanaan intervensi dengan skor 80,4%. Kondisi (A-2) kemampuan siswa sesudah dilakukan intervensi dengan skor 66%. Kondisi (B-2) analisa kesalahan mengerjakan pada kondisi A-2 dengan skor 87%. Metode penemuan terbimbing efektitif untuk meningkatkan kemampuan mengasosiasikan soal cerita peluang.The purposes of this study were to determine: (1) the effect of guided discovery method in the form of working guide modul (2) upgrading the student ability to describe about story excercises into math language (3) the association ability of “Peluang” story excercise between before and after implementation of guided discovery method. This study was SSR using the A-B-A-B desain. The Baseline condition-1 (A-1) to determine the begining student ability before intervention with score of 18%. The Intervention Condition-1 (B-1) implementation of guided discovery method with an average score of 80.4%. the Baseline condition-2 (A-2) implementation to determine student ability after the (B-1) with a score of 66%. The Condition Intervention-2 (B-2) after working error analysis in the A-2 conditions with score of 87%. Guided discovery method is effective to improve the ability to associate a story about chance.
Implementasi Kurikulum Muatan Lokal Vokasional Baiq Lulu Ayu Widya Wijaya; Abdul Huda
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.054 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p087

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi kurikulum muatan lokal di SLBNegeri Penujak, Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data:Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data triamngulasi datadan member check. Hasil penelitian Implementasi kurikulumyaitu persiapan materi, metode, instruktur,sarana dan prasarana. Kesimpulan penelitian ini adalah sekolah SLB Negeri Penujak melaksanakankurikulum melalui proses pengembangan kurikulum, pelaksanaan kurikulum penilaian dan tindak lanjutwalaupun masih banyak mengalami kendala.The purpose of this research is to know and describe the implementation of local contentcurriculum in SLB Penujak. The research was done with a case study qualitative.The data collectionwas done by interviews, observation and study documentation. The data technique analysis used (1)reduction, (2) the presentation of the display data, and (3) a conclusion and verification ofTo checkthe validity of data in this research using trianggulasi data and member check. The research resultsshowed that: curriculum consist of the implementation of the materials preparation a method, instructors,facilities and infrastructure. Based on the research can be concluded that the special school Penujakhad tried to implement curriculum of the process curriculum development, the implementation of theassessment and follow-up though still several problems.
Media Counting Board untuk Kemampuan Berhtung Anak Tunagrahita Ringan Putri Almira Khoiriyah; Rizqi Fajar Pradipta
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.623 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i22017p109

Abstract

Hambatan fungsi kognitif menjadikan anak tunagrahita kesulitan dalam berpikir abstrak. Operasi hitung penjumlahan bersifat abstrak karena berhubungan dengan simbol dan angka–angka. Keterbatasan media menjadikan anak tunagrahita kesulitan untuk mempelajari operasi hitung penjumlahan. Melihat kondisi demikian peneliti menawarkan solusi berupa penggunaan media counting board. Media counting board merupakan media pembelajaran yang interaktif karena melibatkan siswa secara langsung dan memiliki tampilan visual yang menarik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-ekperimental design dengan desain penelitian one group pretest and posttest. Penelitian ini melibatkan 5 orang siswa tunagrahita kelas II SD sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data pada penelitia berupa 20 soal tes tulis dan 10 soal tes lisan. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Data yang di analisis merupakan data hasil pretest dan posttest. Hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh T_hitung= 0. Nilai kritis untuk uji Wilcoxon α = 0,05 dan n = 5 (jumlah sampel) dari daftar uji Wicoxon diperoleh T_tabel= 1. Dari perhitungan tersebut dinyatakan bahwa Hi diterima dan Ho ditolak, sebab Thitung (0)) ≤ Ttabel (1)). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media counting board memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berhitung anak tunagrahita ringan.Intelellectual Disability Children are children with intellectual barriers or cognitive function. These obstacles make it difficult to think abstractly. The sum arithmetic operation is abstract because it relates to symbols and numbers. Media limitations make the child’s difficult to study the sum arithmetic operation. Seeing this condition researchers offer solutions in the form of use of media counting board. Counting board Media is an interactive learning media because it involves students directly and has an interesting visual appearance..This research uses pre-experimental experiment research method with one group pretest and posttest design. This study involved 5 students in grade 2 as subjects.Data collection on the research was 20 questionnaires and 10 oral test questions. Data analysis using Wilcoxon Test. The data in the analysis is the result of pretest and posttest data.Wilcoxon test results obtained Thitung= 0. The critical value for the Wilcoxon test α = 0.05 and n = 5 (sample) from the Wicoxon test list obtained Ttabel= 1. From the calculation it is stated that is accepted and Hi is rejected, because T hitung(0) ≤ T_tabel (1). Based on these results it can be concluded that the counting board media gives a significant influence on the ability to arithmetic ability for mild mental retardation.

Page 1 of 2 | Total Record : 13