cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
HIMMAH
ISSN : -     EISSN : 25980963     DOI : -
Core Subject : Education,
HIMMAH merupakan Jurnal kajian Islam kontemporer yang diterbitkan oleh Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
Plularisme Islam: Mewujudkan Sikap Inklusif Dan Toleran Antarumat Beragama Di Indonesia Aril Purnama
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 5, No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v5i1.1390

Abstract

An understanding of the plurality of the Indonesian people is not enough just to know and accept the fact that our society is indeed diverse, consisting of various ethnicities and religions, which only depicts the impression of fragmentation. Because pluralism is not understood in depth, it has implications for the problem of the principle of tolerance. As a result of this, in Indonesia itself, there was a Muslim crisis, for example, which was marked by terrorism carried out by organizations or individuals in the name of Islam.In this article, the author tries to examine how Islamic values, especially in terms of pluralism, in realizing an inclusive and tolerant society in Indonesia based on the study of literature and the author's own perspective.
Nilai-Nilai Kemanusiaan dalam Semangat Kenabian Muhammad Perspektif Hermeneutika Wilhelm Dilthey Ahmad Baihaqi Soebarna
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 5, No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v5i1.1391

Abstract

Dalam perkembangan wacana studi ke-Islam-an, hermeneutika menjadi produk baru yang kerap digaung-gaungkan. Dilthey dalam metode hermeneutikanya, diilhami oleh Scheleiermacher, dikenal sebagai tokoh hermeneutika modern yang berusaha memahami manusia dengan tidak hanya melalui sisi lahiriahnya saja. Namun secara rasional dan komprehensif Dilthey berupaya untuk memahami sisi batiniyahnya (Innerlebens). Dengan menggunakan perspektif Hermeneutika Sosial-Humanis Wilhlem Dilthey, diharapkan dapat mengangkat nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam pesan-pesan Ketuhanan melalui penerimaan wahyu oleh Nabi Muhammad. Menjadi suatu yang wajar apabaila masih banyak kalangan intelektual, khususnya sarjana muslim masih ragu untuk “membeli” produk baru ini. Pasalnya, kebanyakan dari sarjana muslim masih terikat dengan metode-metode penafsiran ulama klasik, oleh karena kehadiran Hermeneutika sebagai metode baru dalam pengkajian Al-Qur’an kerap kali masih menerima perdebatan. Sebagai kitab suci, Al-Qur’an memiliki keistimewaanya tersendiri, mulai dari tatanan bahasa hingga kedalaman makna pada tiap-tiap ayatnya. Diturunkan kepada manusia dan mengandung nilai-nilai yang sangat manusawi, dan Muhammad dapat dikatakan sebagai “manusia pilihan” sejak pengangkatannya sebagai nabi ketika menerima wahyu Ilahi. Untuk merawat kembali semangat kenabian Muhammad dalam perjuangannya sebagai pemimpin terakhir, perlu untuk menelusuri kembali kehidupan yang melatarinya, mulai dari konteks sosial serta kultural. Melaluinya kita dapat memahami eskpresi-ekspresi serta pengalaman-pengalaman dalam perjuangannya sebagai penerima wahyu terakhir sekaligus sebagai pemimpin, juga ekspresi-eskpresi masyarakat Arab ketika menerima apa yang disampaikan oleh Muhammad melalui ekspresi-ekspresinya sebagai penerima.
Kebijakan Jerman atas Pemberian Suaka Terhadap Pengungsi Asal Suriah Tahun 2015-2016 Hendra Maujana Saragih; Rebekka Septiana Nababan
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 5, No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v5i1.1392

Abstract

The Refugees problem is no Longer a national problem but has become a global problem that must be resolved. Refugees are people who choose to leave their country of origin due to the safety of their own safety, conflicts that threaten their safety and their lives. The conflict in Syria has caused many Syrians to choose to flee to neighboring countries, including Europe. This study will analyze the politices implemented in dealing with refugees in 2015-2016 and is one of Germany’s responses to the refugees crisis that occurred in Europe. Germany’s policy has drawn criticsm from some Germans who are opposition parties and some European Union countries. Merkel, who is the German Chancellor who implemented the policy, did not mind the criticsm leveled at her policy. This study uses a qualitative this research using human security theory, refugee concept, national security theory, national interest theory.
Demokrasi Dan Kepemimpinan Transformatif Siti Zuhro
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 5, No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v5i2.1463

Abstract

Pasca Reformasi 1998 Indonesia masasuki era kehidupan kebangsaan yang demokrasi dan terbuka. Maka dari itu pula membutukan kemepimpinan nasional maupun daerah yang demokratis, efektif dan efisien serta alih generasi yang damai, adil dan konstitusional. Untuk itu, Selain diperlukan penataan sistem politik, demokrasi yang bersifat substantif juga memerlukan model kepemimpinan yang transformatif. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kepemimpinan transformatif yang relevan terhadap kondisi bangsa Indonesia pasca reformasi. Dengan menganalisa secara komprensif aspek historis dan realitas bangsa Indonesia saat ini berdasarkan data dan study literatur. Pentingnya kepemimpinan transfromatif yang berkarakter kepemimpinan yang tegas, adil, tanpa pandang bulu dalam menegakkan hukum, mampu menginspirasi semangat berbangsa dan bernegara untuk maju, berorientasi menyejahterakan rakyat serta mendarmabaktikan seluruh pikiran dan tenaganya untuk kemajuan negara tanpa rasa takut, untuk menggantikan model kememimpina transaksional yang didasarkan pada otoritas dan legitimasi birokrasi yang jelas-jelas merugikan negara dan rakyat sehingga negara akan stagnan dan tak ada perubahan. Pada era reformasi sekarang ini Indonesia membutuhkan kepemimpinan transformatif, yang berorientasi pada perubahan demi tercapainya tujuan, dengan melibatkan pengikutnya. Mereka memanfaatkan soft power dengan memberi contoh, memotivasi pengikut agar memiliki idealisme dalam upaya mencapai tujuan. Pemimpin transformatif memiliki kesamaan perilaku seperti Visioning, Inspiring, Stimulating, Coaching dan Team building yang dibuktikan melalui aksi nyata, berupa keputusan atau kebijakan yang tertata, terukur dalam mengatasi persoalan dengan tepat, cerdas dan tangkas.Kata Kunci: Kepemimpinan, Transformatif, Demokrasi
Implementasi Program Bela Negara di SMK Daarut Tauhiid Boarding School dalam Perspektif Manajemen Pertahanan Rekaria Guntur Pasaribu; Siswo Pudjiatmoko; Arifuddin Uksan; Hariswati Rachmadani Putri
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 5, No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v5i2.1508

Abstract

Paham radikalisme, separatisme, sikap intoleran, dan tindakan terorisme merupakan salah satu bentuk ancaman yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Ancaman tersebut disebabkan salah satunya oleh tergerusnya rasa cinta terhadap tanah air, terutama pada kalangan generasi muda dan milenial. Sehingga diperlukan tindakan peningkatan mutu dan kualitas SDM rakyat Indonesia. Hal ini dapat dicapai dengan mengadakan pendidikan karakter kebangsaan dan penanaman sikap bela negara. SMK Daarut Tauhiid sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mengusung konsep pesantren yang di khawatirkan terpapar paham radikalisme di dalam pengajarannya, ternyata turut menerapkan program bela negara dalam pembelajarannya. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti. Peneliti kemudian tertarik melakukan penelitian ini dengan meneliti implementasi program yang dilakukan dalam pelaksanaan program bela negara di SMK Daarut Tauhiid Boarding School. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Data penelitian yang digunakan ini diperoleh melalui kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi kegiatan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa implementasi pendidikan karakter bangsa di SMK Daarut Tauhiid dilaksanakan dalam konsep program pembinaan kesadaran bela negara yang terintegrasi pada muatan mata pelajaran dan kegiatan di luar pembelajaran. Program tersebut berkontribusi dalam menghasilkan sumber daya manusia berkarakter bangsa yang memiliki kapabilitas sebagai komponen pertahanan nirmiliter.Kata Kunci:  Implementasi Program, Bela Negara, SMK Daarut Tauhiid Boarding School, Radikalisme, Manajemen Pertahanan.
Bela Negara in Islamic Frame to Realize The Vision Of Indonesia Emas 2045 Muhammad Zulham; Muhammad Rifqi Romadhona
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 5, No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v5i2.1507

Abstract

This paper takes the topic of Bela Negara to achieve the vision of 2045 in the frame of Islam. The vision of Indonesia Emas 2045 is an overview of Indonesia's demographic bonus in the 2045 period will be challenged. Bela negara is an attitude and behavior that is imbued by citizens because of his love for the Republic of Indonesia based on Pancasila and the 1945 Constitution to ensure and realize the survival of the nation and state. The objectives of State Defense can be seen more clearly and deeply from a defensive perspective against threats, distractions, obstacles and challenges (AGHT). With the Islamic point of view about defending the state giving this view is a form of obedience to Allah SWT to achieve a just and prosperous society. This view will be a strong spirit for the community, especially for young people to achieve the vision of Indonesia Emas 2045.Keywords: Bela Negara, Islam, Vision of Indonesia Emas 2045
Idealisasi Metode Living Qur’an Abdul Ghoni; Gazi Saloom
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 5, No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v5i2.1510

Abstract

Abstract Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be acquired as a scientific research in al-Qur’an. Actually this method refers to phenomenology which depends its research on social phenomenon. Along this process, the normative value of al-Qur’an should be maintained too in order to get the research result of Living Qur’an to be in line with the function of al-Qur’an itself. This research   endorsed the Living Qur’an to be referred to the text of Al-Qur’an for avoiding its research to be contradictive with al-Qur’an. Living Qur’an placed the social symptoms as the research object, furthermore it can bring the understanding of Qur’an to be apart from its text. After having research, it can be valued whether the social phenomenon of implementing al-Qur’an is suitable with the text or not. If the result is in line with al-Qur’an so the research can be completed. Otherwise, the research should be continued by using Living Qur’an in order to perfect the implementation of al-Qur’an. This article also shared the way to idealize the method by combining Living Qur’an with the research of text related to the research object. It’s also recommended to combine the using Living Qur’an as method to recognize the social phenomenon of implementing al-Qur’an and Living Qur’an as the way to perfect the process of implementing al-Qur’an.Keywords:  living Qur’an, phenomenology, tafsir AbstrakLiving Qur’an adalah salah satu metode penelitian kontemporer yang memerlukan penguatan agar semakin diakui keberadaannya sebagai salah satu proses kerja ilmiah dalam bidang Ilmu Al-Qur’an. Metode ini mengakar kepada fenomenologi yang menjadikan fenomena sosial sebagai objek penelitian. Seiring dengan pengembangannya yang semakin massif, nilai-nilai normatif dalam kajian tafsir perlu tetap dijaga agar hasil penelitiannya tetap sejalan dengan fungsi al-Qur’an sebagai pegangan hidup. Penelitian ini ingin membuktikan pentingnya Living Qur’an untuk tetap mengacu kepada teks al-Qur’an agar terhindar dari kemungkinan hasil penelitian yang berselisih dengan nilai-nilai al-Qur’an itu sendiri. Fenoemana sosial yang menjadi hasil dari kajian Living Qur’an dapat menggiring pemahaman al-Qur’an yang berbeda dengan teks al-Qur’an. Setelah ditemukan hasil penelitian Living Qur’an berupa fenomena implementasi al-Qur’an, maka hal itu dapat dijadikan sebagai dasar apakah hal tersebut sudah sejalan dengan nilai al-Qur’an atau masih dibutuhkan proses penyempurnaan agar lebih sesuai dengan al-Qur’an. Jika ada ketidaksesuaian maka proses proses penyempurnaan pengamalam nilai-nilai al-Qur’an dapat dijalankan secara simultan. Di sinilah letak proses idealisasi metode Living Qur’an. Penelitian ini merekomendasikan agar setiap kajian Living Qur’an disandingkan dengan kajian teks al-Qur’an yang berkaitan dengan tema penelitian. Langkah tersebut sekaligus memadukan antara metode Living Qur’an sebagai kajian terhadap fenomena implementasi al-Qur’an yang ada di tengah masyarakat dan Living Qur’an sebagai upaya menghidupkan al-Qur’an dalam kehidupan sosial.Kata kunci: living Qur’an, fenomenologi, tafsir
Kepentingan Nasional Arab Saudi dalam Pembatasan Jama’ah Haji pada Masa Covid-19 Hendra Maujana Saragih; Taufiqurrahman Taufiqurrahman
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 5, No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v5i2.1511

Abstract

Haji kali ini Sedikit Tersendat Dikarenakan merebak Nya Suatu Wabah Penyakit Yang menjadi Pandemi Diseluruh Dunia Tidak Terkecuali Kota Suci Mekkah. Negara Di Dunia Memutuskan Lockdown Untuk Meminimalisir Penyebaran Virus yang Dikenal dengan Covid 19, dengan begitu Tidak Terkecuali di Arab Saudi Sendiri Pun berencana Menunda atau Membatalkan Ibadah Haji yang dilaksanakan Tahun 2020 Demi Kepentingan Nasional nya.Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penulis mencoba menggunakan metode tersebut untuk menggali dan memahami makna serta mendeskripsikan fenomena. Dalam proses penelitian kualitatif ini, penulis akan menggunakan studi pustaka dalam pengumpulan data yang kemudian menganalisa data yang diperoleh, dan menjelaskan arti dari data tersebut atau menginterpretasikan data tersebut seakurat mungkin Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengeluarkan kebijakan penangguhan umrah ibadah seperti haji yang dapat dilakukan sepanjang tahun, menyusul kekhawatiran penyebaran COVID-19 di negara Timur Tengah. Penangguhan ini berlaku bagi seluruh warga negara Arab Saudi dan jemaah asing setelah pada minggu sebelumnya Saudi melakukan penangguhan kepada jemaah di 23 negara, termasuk Indonesia. Hal tersebut menjadi kepentingan Arab Saudi dengan Otoritas Kerajaan Saudi Arabia Dalam Menghentikan pelaksanaan ibadah haji dan umrah Tahun 2020 dikarenakan keinginan kuat Pemerintah Kerajaan melalui lembaga kesehatan terkaitnya untuk menerapkan standar internasional terkait pencegahan dan penanganan wabah ini, serta mendukung upaya dari negara-negara dan organisasi internasional terutama WHO, untuk menghentikan penyebaran, pengendalian dan pemunahan virus ini.Kata Kunci: Haji, Kepentingan Arab Saudi, Covid-19
Komodifikasi Ritual Tiwah Suku Dayak Ngaju Kabupaten Kotawaringin Timur Ayu Dina Lestari; Hendra Maujana Saragih; Dewi Lestari
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 6, No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v6i1.1780

Abstract

Upacara Ritual Tiwah yang berasal Dari suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah, Upacara Ritual Tiwah, Upacara adat suku Dayak Ngaju, yang Khususnya Agama Hindu Kaharingan, Upacara Ritual Tiwah Ini bertujuan untuk menghantarkan Roh atau Arwah ke surga. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah adalah melalui metode penelitian kualitatif, yang berlokasi di kabupaten Kotawaringin Timur, yang menjadi informan, tokoh adat, dinas kebudayaan dan pariwisata, serta kalangan masyarakat, sedangkan sumber data yang digunakan yaitu primer dan sekunder,teknik pengumpulan data yaitu wawancara ,observasi , dokumentasi,teori yang digunakan yaitu Teori Komodifikasi .Dari hasil penelitian, bahwa Upacara ritual Tiwah masyarakat suku Dayak Ngaju kabupaten Kotawaringin Timur , yang harus dilestarikan oleh masyarakat karena mempunyai potensi untuk menarik wisatawan, serta nila-nilai tradisi yang terkandung., serta mempunyai rasa sosial yang tinggi dan kekerabatan yang tinggi. Lembaga-lembaga budaya dan pariwisata ,Upacara Ritual Tiwah ini sebuah acara yang sangat besar atau disebut dengan pesta Tiwah. Potensi Upacara Ritual Tiwah yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur, adalah sebagai penunjang kegiatan pariwisata daerah yang dalam pengelolaan memerlukan peran lembaga atau pekerja ,seni budaya, untuk memotivasi sebagai bentuk usaha menghidupkan, mengembangkan, melestarikan sebuah budaya.Kata Kunci: Upacara Ritual Tiwah, Pariwisata.
Perubahan Sosial Budaya Kerajaan Arab Saudi Sebagai Pengaruh Proxy War dalam Konflik Suriah Tahun 2011-2018 Fakih Fadilah Muttaqin
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 6, No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v6i1.1781

Abstract

Penelitian dengan judul “Perubahan Sosial Budaya Kerajaan Arab Saudi Sebagai Pengaruh Proxy War Dalam Konflik Suriah Tahun 2011-2018” merupakan penelitian yang menganalisis pergeseran kehidupan sosial dan budaya Masyarakat Arab Saudi yang terlibat sebagai aktor Negara dalam Proxy War yang diakibatkan oleh konflik Suriah. Tahun 2011, terjadi revolusi demokrasi di kawasan Timur Tengah yang dikenal sebagai Arab Spring. Hal tersebut menginisiasi Bashar al-Assad sebagai pemimpin di Suriah pada tahun tersebut untuk melakukan revolusi yang berujung konflik internal akibat sikap otoriternya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif-analisis data kualitatif. Dengan data yang didapatkan melalui studi pustaka terhadap buku, laporan, jurnal, skripsi, serta literatur lainnya melalui media elektronik. Dalam proses interpretasi sebagai pengolahan data, penulis menggunakan teori perubahan sosial dan budaya yang dikemukakan oleh Auguste Comte (1798-1857). Adapun hasil yang didapatkan oleh penulis yaitu: 1) Proxy War dalam konflik Suriah terjadi akibat konflik Arab Saudi dan Iran. 2) Konflik yang dialami Arab Saudi membuat pergeseran budaya dengan munculnya kelompok okuvasional yang menghilangkan nilai kekerabatan sebagai budaya Arab Saudi. 3) Arab Saudi menjadi kawasan yang stabil dikarenakan memilki hubungan bilateral yang baik dalam Dunia Internasional.Kata Kunci: Kerajaan Arab Saudi, Perubahan Sosial Budaya, Proxy War, Konflik.