cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Pesisir dan Laut Tropis mewadahi kajian-kajian ilmiah dalam bidang bio-ekologi pesisir dan laut, hidro-oesanografi dan morfologi pesisir, toksikologi dan farmasitika, kajian substansi kimiawi biota dan perkembangan bioteknologi kelautan lainnya, di lingkup pesisir dan laut di daerah tropis. Kajian ilmiah dimaksud bisa berupa hasil penelitian maupun critical review. Jurnal ini terbit 3 (tiga) kali dalam satu tahun (Februari, Juni, September). Diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Kelautan FPIK-UNSRAT
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS" : 11 Documents clear
AKTIVITAS SENYAWA ANTIBAKTERI DAN ANTI-UV DARI Phyllidia varicosa (Cuvier, 1804) DAN BAKTERI SIMBIONNYA (NUDIBRANCHIA GASTROPODA) DARI PERAIRAN TANJUNG MANDOLANG, MINAHASA Melania Ukar; Robert A Bara; Inneke F M Rumengan; Fitje Losung; Meiske Salaki; Veibe Warouw
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.2.2020.28767

Abstract

Phyllidia varicosa is an organism belongs to the order Nudibranchia, which is commonly known as a sea rabbit. This organism is able to synthesize secondary metabolites from food. The purpose of this study was to obtain P. varicosa extract and symbiotic bacterial extract from P. varicosa, then determine the antibacterial activity of P. varicosa extract and the symbionic bacteria extract against Escherichia coli DSM498, Bacillus megaterium DSM32T and anti-UV activity. P. varicose symbiotic bacterial were isolated and extracted. The results obtained 5 bacterial isolates. The results of antibacterial assay of isolates PhVa 1.1, PhVa 1.3, PhVa 2.1, PhVa 2.3 and PhVa 2.4 shown that these isolates have an antibacterial activity against E. coli DSM498 and B. megaterium DSM32T. Anti-UV assay results shown an absorption at UV-A with the highest value of 1.991 at λ 340 nm. Keywords: Nudibranchia, Phyllidia varicosa, Antibacterial, Anti-UV, Escherichia coli, Bacillus megaterium Abstrak Phyllidia varicosa merupakan organisme yang termasuk dalam ordo Nudibranchia, yang umumnya dikenal sebagai kelinci laut. Organisme ini mampu mensintesis metabolit sekunder dari bahan makanannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan ekstrak P. varicosa dan ekstrak bakteri simbion dari P. varicosa, kemudian mengamati aktivitas antibakteri dari ekstrak P. varicosa dan ekstrak bakteri simbionnya terhadap bakteri Escherichia coli DSM498 dan Bacillus megaterium DSM32T serta menguji aktivitas anti-UV. Bakteri yang bersimbion dengan P. varicosa diisolasi dan diekstraksi, lalu diuji bioaktivitas antibakteri dan diuji anti-UV terhadap ekstrak P. varicosa dan ekstrak bakteri simbionnya. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu didapatkan 5 isolat bakteri. Hasil uji aktivitas antibakteri yaitu isolat PhVa 1.1, PhVa 1.3, PhVa 2.1, PhVa 2.3 dan PhVa 2.4 memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri E. coli DSM498 dan B. megaterium DSM32T. Hasil uji anti-UV menunjukkan serapan pada UV-A dengan nilai tertinggi 1,991 pada λ 340 nm. Kata kunci: Nudibranchia, Phyllidia varicosa, Antibakteri, Anti-UV, Escherichia coli, Bacillus megaterium
ISOLASI DAN SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI BAKTERI SIMBION NUDIBRANCHIA Phyllidiella pustulosa dan Thuridilla lineolata Ade Kurniawan Arie; Rosita A J Lintang; Remy E P Mangindaan; Agung B Windarto; Fitje Losung; Sammy N J Longdong
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.2.2020.28768

Abstract

Nudibranchs are marine invetebrates belongs to the class of Gastropoda that are able to camouflage and develop a self-defense systems. Marine bacteria contain chemicals compunds that have potentials on marine drugs discovery through the secondary metabolism. The purpose of this study was to isolate the symbiotic bacteria from nudibranches Phylidiella pustulosa and Thuridilla lineolate and to screen the antibacterial activity of these bacterial isolates against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Isolation and culture of the symbiotic bacteria was made on B1 (solid) media. The results of the antibacterial assay showed that the symbiotic bacterial isolates from Phylidiella pustulosa and Thuridilla lineolate were able to inhibit the growth of the Staphylococcus aureus and Escherichia coli test. Keywords: nudibranch, Phyllidiella pustulosa, Thuridilla lineolate, bacteria, antibacterialAbstrakNudibranch adalah avetebrata laut dalam kelas Gastropoda yang mampu melakukan kamuflase dan mengembangkan sistem pertahanan diri. Bakteri laut mengandung senyawa kimia yang berpotensi sebagai bahan obat-obatan yang dihasilkan melalui metabolit sekunder. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi bakteri yang bersimbion dengan nudibranch Phylidiella pustulosa dan Thuridilla lineolate, kemudian mengamati aktivitas antibakteri dari isolat bakteri tersebut terhadap Escherichia coli danStaphylococcus aureus. Isolasi dan kultur bakteri yang bersimbion dibuat pada media B1 (padat). Skrining aktivitas antibakteri menunjukkan isolat bakteri yang bersimbion dengan nudibranch Phylidiella pustulosa dan Thuridilla lineolate mampu menghambat pertumbuhan organisme uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kata kunci: nudibranch, Phyllidiella pustulosa, Thuridilla lineolate, bakteri, antibakteri
Efek Senyawa Timbal Asetat Terhadap Pertumbuhan Dan Kandungan Pigmen Klorofil Mikroalga Dunaliella sp. Joshep Tamalonggehe; Kurniati Kemer; Darus Sa’adah J Paransa; Desy MH Mantiri; Nickson J Kawung; Suzanne L Undap
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.2.2020.28764

Abstract

Microalgae is one of the marine biota that has an important role in the waters because it acts as a supplier of food in the waters. Microalgae is a biological source that needs to be exploited because it is rich in essential compounds. Dunaliella sp. is one of the many micro algae used as research. Utilization of Dunaliella sp. quite diverse and has been marketed in developed countries because of its very attractive economic value. This study aims to determine the effects of lead acetate compounds on growth and content of chlorophyll pigments microalgae Dunaliella sp. The results obtained in this study are the lead acetate compounds can affect the number of cells in the growth of microalgae and analysis results obtained with a spectrophotometer showed that the extraction concentration of control day 5 (Exponential Phase) was higher than the concentration of 15 ppm and 25 ppm, whereas extraction on day 21 (Death Phase) concentration of 15 ppm was higher than 25 ppm.Keywords : Dunalella sp., Lead Acetate, Pigment chlorophyll RingkasanMikroalga adalah salah satu biota laut yang memiliki peran penting di perairan karena berfungsi sebagai pemasok makanan di perairan. Mikroalga adalah sumber biologis yang perlu dieksploitasi karena kaya akan senyawa esensial. Dunaliella sp. adalah salah satu dari banyak mikroalga yang digunakan sebagai penelitian. Pemanfaatan Dunaliella sp. cukup beragam dan telah dipasarkan di negara maju karena nilai ekonominya yang sangat menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek senyawa timbal asetat terhadap pertumbuhan dan kandungan pigmen klorofil Dunaliella sp. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah senyawa timbal asetat dapat mempengaruhi jumlah sel dalam pertumbuhan mikroalga, penurunan jumlah sel mengikuti konsentrasi timbal asetat yang diberikan dan hasil analisis yang diperoleh dengan spektrofotometer menunjukkan bahwa konsentrasi ekstraksi kontrol hari 5 (Fase Eksponensial) lebih tinggi daripada konsentrasi 15 ppm dan 25 ppm, sedangkan ekstraksi hari 21 (Fase Kematian) konsentrasi 15 ppm lebih tinggi dari 25 ppm.Kata kunci : Dunaliella sp., Timbal Asetat, Pigmen Klorofil
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA LESAH, KECAMATAN TAGULANDANG, KABUPATEN SITARO Indra Asman; Calvyn F A Sondak; Joshian N W Schaduw; Deislie R H Kumampung; Medy Ompi; Haryani Sambali
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.2.2020.28769

Abstract

Mangroves are forests that grow in brackish water and are affected by tides and seawater, and these forests grow specifically in places where there are pavement and accumulation of organic material. The purpose of this research is to identify the types of mangroves and determine the structure of the mangrove community in Lesah Village. This research was conducted from September to October 2019. The method used in this research is the quadrant line transect method. The types of mangroves were identified with identification books. Community structure data taken are density, frequency, dominance and important value index (IVI) and then analyzed with Microsoft Excel program. Based on the results of the research, there are 2 types of mangroves found in the research location, Rhizophora stylosa and Sonneratia alba. The highest density value (0.122 ind / m2), relative density (81.88%), frequency types (1), relative frequency (50%). Closure types (1.83 m2), types of relative closure (50.18%), the highest important value index at the research site was (182.12%). The results of the mangrove ecological index data analysis for the diversity index value (0.51), dominance (0.73). Keywords: Structure Community, Mangrove, Lesah Village. Abstrak Mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau, dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuaran dan akumulasi bahan oraganik. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi jenis-jenis mangrove dan mengetahui struktur komunitas mangrove di Desa Lesah. Penelitian dilaksanakan dari September-Oktober 2019. Metode yang digunakan adalah metode line transek kuadran. Jenis-jenis mangrove di identifikasi dengan bantuan buku identifikasi. Data struktur komunitas yang di ambil adalah kerepatan, ferkuensi, dominasi dan indeks nilai penting(INP) dan kemudian di analisa dengan bantuan program computer Microsoft Excel. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 jenis mangrove yang terdiri dari, Rhizophora stylosa dan Sonneratia alba. Nilai kerepatan tertinggi (0.122 ind/m2), kerapatan relatif jenis (81.88%), frekuensi jenis (1), frekuensi relatif jenis (50%). Penutupan jenis (1.83 m2), penutupan relatif jenis (50.18%), indeks nilai penting tertinggi dilokasi penelitian adalah (182.12%). Hasil analisis data indeks ekologi mangrove untuk nilai indeks keanekaragaman (0.51), dominasi(0.73). Kata Kunci: Struktur Komunitas, Mangrove, Desa Lesah.
BIOAKTIVITAS JAMUR Aspergillus flavus YANG BERSIMBION DENGAN ASCIDIAN Eudistoma sp. Alfa Mongi; Deiske A Sumilat; Fitje Losung; Remmy E P Mangindaan; Rosita A Lintang; Suzanne L Undap
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.2.2020.28765

Abstract

Ascidian is a marine invertebrate that produce bioactive compounds such as antibacterial and antifungal. The purpose of this study was to obtain symbiotic fungi isolates, ethyl acetate extracts from ascidian symbiotic isolates, and to determine the antibacterial and antifungal activities of ethyl acetate extracts of symbiotic isolates using the diffusion method (disc diffusion Kirby and Bauer) against Escherichia coli, Staphylococcus aureus bacteria and against the Candida albicans fungus. The results obtained 1 ascidian species which was cultured to obtain pure isolates, the pure isolates were tested molecularly and the results showed that the isolate was Aspergillus flavus, then the isolates were grown on rice medium and extracted. The results of the fungal extract showed the presence of antibacterial and antifungal activity against Escherichia coli by 10 mm, Staphylococcus aureus by 19 mm and against the Candida albicans by 13.5 mm. Keywords : Ascidian, Eudistoma sp., Aspergillus flavus, Antibacterial, Antifungal, Symbiotic.                                                  AbstrakAscidian merupakan avertebrata laut yang dapat menghasilkan senyawa bioaktif yang seperti antibakteri dan antijamur. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan isolat jamur simbion dari ascidian, mendapatkan ekstrak etil asetat dari isolat jamur simbion ascidian, dan menguji aktivitas antibakteri dan antijamur ekstrak etil asetat isolat jamur simbion dengan metode difusi agar (disc diffusion Kirby and Bauer) terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan terhadap jamur Candida albicsans. Hasil penelitian didapatkan 1 jenis ascidian yang kemudian dikultur untuk mendapatkan isolat murni, isolat murni diuji secara molekuler dan didapati hasil bahwa isolat tersebut merupakan jamur Aspergillus flavus. Isolat tersebut kemudian ditumbuhkan pada media nasi dan diekstrak. Hasil ekstrak jamur tersebut menunjukkan adanya aktivitas antibakteri dan antijamur terhadap bakteri Escherichia coli sebesar 10 mm, Staphylococcus aureus sebesar 19 mm dan terhadap jamur Candida albicsans 13,5 mm. Kata kunci : Ascidian, Eudistoma sp., Aspergillus flavus, Antibakteri, Antijamur, Simbion.
ISOLASI BAKTERI YANG BERSIMBION DENGAN ASCIDIAN Herdmania momus YANG MEMILIKI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Silvia E Koyongian; Deiske A Sumilat; Rosita A J Lintang; Stenly Wullur; Sandra O Tilaar; Henneke Pangkey
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.2.2020.28766

Abstract

 Ascidian is marine invertebrates in coral reef ecosystems that produce many bioactive compounds for pharmacology. The presence of symbiotic bacteria with marine organisms is protected the host biota by producing secondary metabolites. The purpose of this study is to obtain symbiotic bacterial isolates with Herdmania momus ascidian, then to observe the antibacterial activity of these bacterial isolates against Escherichia coli, and Staphylococcus aureus. Isolation and culture of the symbiotic bacteria were made on Nutrient Agar and Zobell Marine Broth media. The antibacterial screening showed that the Herdmania momus symbiotic bacteria were able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli.Keywords: ascidians, Herdmania momus, bacteria, isolation, antibacterialAbstak          Ascidian adalah avetebrata laut di ekosistem terumbu karang yang banyak menghasilkan senyawa bioaktif untuk bidang farmakologi. Keberadaan bakteri yang bersimbion dengan organisme laut pada umumnya untuk melindungi biota yang ditumpanginya dan dirinya dengan cara menghasilkan senyawa metabolit sekunder. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan isolat bakteri yang bersimbion dengan ascidian Herdmania momus, kemudian mengamati aktivitas antibakteri dari isolat bakteri tersebut terhadap Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Isolasi dan kultur bakteri yang bersimbion dengan ascidian dibuat pada media Nutrient Agar dan Zobell Marine Broth. Skrining aktivitas antibakteri menunjukkan isolat bakteri yang bersimbion dengan ascidian Herdmania momus mampu menghambat pertumbuhan organisme uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Kata kunci: ascidian, Herdmania momus, bakteri, isolasi, antibakteri
KARBON PADA PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU MANADO TUA Mikhael A Maramis; Billy Wagey; Antonius P Rumengan; Calvyn F A Sondak; Esry T Opa; Khristin F I Kondoy
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.2.2020.29950

Abstract

Peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) antara lain karbondioksida (CO2)  yang terjadi terus menerus mengakibatkan terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim yang berdampak pada  pola cuaca dan mempengaruhi kehidupan di bumi. Ekosistem padang lamun diketahui memiliki kemampun dalam menyerap karbondioksida dan menyimpannya dalam waktu yang lama. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui keanekaragaman jenis lamun, presentasi tutupan dan kandungan karbon pada padang lamun di perairan Pulau Manado Tua. Untuk mengetahui keanekaragaman jenis dilakukan pengamatan secara langsung pada setiap stasiun penelitian dan untuk mengetahui presentase tutupan lamun menggunakan metode line transek kuadran dengan mengadopsi Seagrass Watch dimana sampel lamun juga diperoleh dari line transek kuadran pada keseluruhan stasiun kemudian dianalisis selanjutnya menggunakan metode Loss on ignition (LOI). Didapatkan hasil penelitian pada keseluruhan stasiun indeks keanekaragaman H’ 1 kategori sedang dengan presentase penutupan dan status kondisi pada stasiun negri 36% kurang kaya/kurang sehat, stasiun pangalingan  69% kaya/sehat, stasiun papindang 51% kurang kaya/kurang sehat : kandungan karbon pada keseluruhan stasiun yang didapat sebesar 222,85gC Kata Kunci :  Keanekaragaman Lamun, Presentase Penutupan, Kandungan Karbon, Line Transek,  Kuadran,  LOI (Loss On Ignition), Pulau Manado Tua.
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA BONE BARU, KECAMATAN BANGGAI UTARA, KABUPATEN BANGGAI LAUT, SULAWESI TENGAH Prengky P Babo; Calvyn F A Sondak; James J H Paulus; Joshian NW Schaduw; Ping Astony Angmalisang; Adnan S Wantasen
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.2.2020.29951

Abstract

Mangrove is one of plants that can grow well on the coast which are affected by tides.Bone Baru village is located in North Banggai District, Banggai Laut Regency, Central Sulawesi Province which has area that about 840 ha and has mangrove area reaching 16.56 ha. This research was conducted from February to April 2020. The purpose of this research are to identify the types of mangroves and analyzing the structure of the mangrove community which include density, relative density, frequency, relative frequency, coverarge, relative coverage, importance value index, and diversity index. The data were analyzed using Microsoft Excel. Based on the results this study obtained 4 types of mangroves consisting of Bruguiera gymnorrhiza, B. cylindrica, Rhizophora mucronata, and Lumnitzera littorea. The highest relative density was 0.13 ind / m2 and the relative density was 91.83% the highest frequency type and the frequency relative value were 5 ind / m2 and 52.63%respectively. The highest mangrove cover was 3.79 m2 with relative cover of 52.21%. The highest important value index was 227.72% . The highest diversity index was found at station 2 with an average value (H ') of 0.69.Keywords: mangrove, community structure, habitat, BanggaiABSTRAKMangrove merupakan kelompok tumbuhan yang dapat tumbuh dengan baik di pesisir pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Penelitian ini dilakukan di desa Bone Baru, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki luas wilayah mencapai 840 ha dan memiliki luas area mangrove mencapai 16,56 ha. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari-April 2020 dengan menggunakan metode Line Transect. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis mangrove dan menganalisa struktur komunitas mangrove Data yang diambil meliputi kerapatan jenis, kerapatan relatif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, penutupan jenis, penutupan relatif jenis, indeks nilai penting, dan indeks keanekaragaman yang kemudian di analisa dengan bantuan program komputer Microsoft Excel. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 4 jenis mangrove yaitu Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora mucronata, Lumnitzera littorea dan Bruguiera cylindrica. Kerapatan jenis tertinggi 0,13 ind/m2 dan kerapatan relatifnya 91,83%. Frekuensi jenis tertinggi dengan nilai 5 ind/m2 relatifnya 52,63%, penutupan jenis tertinggi dengan nilai 3,79 m2 dan relatfnya 52,21%, indeks nilai penting tertinggi dengan nilai 227,72% dan Nilai indeks keanekaragaman tertinggi ditemukan pada stasiun 2 dengan nilai ratarata (H’) 0,69.Kata kunci: mangrove, strukture komunitas, habitat, Banggai
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTI-UV Phyllidiella nigra DAN BAKTERI SIMBIOTIKNYA DARI PERAIRAN TANJUNG MANDOLANG Tessalonica Dajoh; Robert A Bara; Esther Angkouw; Medy Ompi; Rosita A Lintang; Cykca Lumenta
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.2.2020.29768

Abstract

Phyllidiella nigra is an organism that is suspected to have secondary metabolites because their ability to develop its self defense system by camouflage and using chemical compounds derived from their nature diet as deterrent against their predators. The purpose of this study was to isolate symbiotic bacterial derived from P. nigra, extracted and followed by, the antibacterial assays against Escherichia coli and Bacillus megaterium as well as the anti-UV assay. The results showed that the five isolates tested had an antibacterial activity with the highest average inhibition zone against E. coli DSM 498 bacteria, isolate 1 (14.67 mm), isolate 5 (14 mm), and against B. Megaterium DSM 32T bacteria, isolate 3 (13.33 mm). The three isolates which had the highest inhibition zone and P. nigra extract were tested for anti-UV assay using a UV-Vis Spectrophotometer. The results obtained isolate 3 has absorption of UV-A with the UV absorbtion maximum at λ 340 nm and P. nigra extract has absorption on UV-B radiation with UV absorption maximum at λ 290 nm. Key words: Nudibranchia, Bacteria, Anti-bacteial, Anti-UV Phyllidiella nigra merupakan organisme yang diduga memiliki metabolit sekunder karena mampu mengembangkan sistem pertahanan dirinya dengan cara kamuflase dan menggunakan senyawa kimia sebagai racun yang didapat dari makanannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan isolat bakteri yang bersimbiosis dengan P. nigra, mendapatkan ekstrak dari baktri simbion, dan menguji antibakteri dan anti-UV ekstrak etil aseta bakteri simbion dengan metode difusi agar terhadap bakteri Escherichia coli dan Bacillus megaterium. Hasil penelitian didapatkan kelima isolat yang diuji memiliki aktivitas antibakteri dengan rerata zona hambat tertinggi terhadap bakteri E. coli DSM 498 yaitu isolat 1 (14,67 mm), isolat 5 (14 mm), dan terhadap baktri B. megaterium DSM 32T yaitu isolat 3 (13,33 mm). Ketiga isolat yang memiliki zona hambat tertinggi dan ekstrak P. nigra diujikan anti-UV menggunakan alat UV-Vis Spektrofotometer. Hasil yang didapat isolat 3 memiliki serapan terhadap radiasi sinar UV-A dengan puncak tertinggi pada λ 340 nm dan ekstrak P. nigra memiliki serapan terhadap radiasi sinar UV-B dengan puncak tertinggi berada pada λ 290 nm. Kata kunci: Nudibranchia, Bacteria, Anti-bacteial, Anti-UV
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI KAWASAN SEKITAR PT. CONCH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW George L Pandeirot; Antonius P Rumengan; Carolus P Paruntu; Surya Darwisito; Medy Ompi; Adnan S Wantasen
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.2.2020.30000

Abstract

This research was conducted for four months of April-July 2020. The purpose of this study was to determine species density, species relative density, species frequency, species relative frequency, species cover, species relative cover, index of the importance of mangrove species in the area around PT. Conch Lolak District, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province. This research was conducted for four months of April-July 2020. The method used was a quadratic plot of 6 stations. Data collection at each station was made with a plot size of 10 × 10 m2 to measure the diameter of a tree at breast height (DBH), which has a minimum trunk circumference of 16 cm. The results showed that there were five types of mangroves, namely R. apiculata, R. mucronata, B. gymnorhiza, S. alba, and X. granatum. The highest relative density of species at station 2, namely R. mucronate 62.96%, while the lowest value at station 3, namely R. mucronata 8.77%, the highest relative frequency value at station 4, namely R. mucronata 33.33%, whereas the lowest value was at station 5, namely B. gymnorhiza 25.00%, the highest relative closure value was at station 5, namely R. mucronata 30.91%, while the lowest was at station 2, namely R. apiculata 12.88%, and the important value index the highest was at station 3, namely R. apiculata 138.09% and the lowest value was at station 5, namely X. granatum 35.05%.Kata Kunci: Mangrove, Structure in areas around PT. Conch. Conch, Rhizopora Abstrak Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan April-Juli 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan jenis, kerapatan relatif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, penutupan jenis, penutupan relatif jenis, indeks nilai penting jenis mangrove yang ada di kawasan sekitar PT. Conch Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawawesi Utara. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan April-Juli 2020. Metode yang dipakai adalah plot kuadrat sebanyak 6 stasiun. Pengambilan data pada setiap stasiun dibuat plot dengan ukuran 10 × 10 m2 untuk mengukur diameter pohon setinggi dada (DBH) yang memiliki lingkar batang minimal 16 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 jenis mangrove yaitu R. apiculata, R. mucronata, B. gymnorhiza, S. alba dan X. granatum. Kerapatan relatif jenis tertinggi pada stasiun 2, yaitu R. mucronata 62,96%, sedangkan nilai terendah pada stasiun 3, yaitu R. mucronata 8,77%, nilai Frekuensi relatif jenis tertingi pada stasiun 4, yaitu R. mucronata 33.33%, sedangkan nilai terendah pada stasiun 5, yaitu B. gymnorhiza 25.00%, nilai Penutupan relatif jenis tertinggi pada stasiun 5, yaitu R. mucronata 30,91%, sedangkan terendah pada stasiun 2, yaitu R. apiculata 12,88%, dan Indeks nilai penting tertinggi pada stasiun 3, yaitu R. apiculata 138,09% dan nilai terendah pada stasiun 5, yaitu X. granatum 35,05%.Kata Kunci: Mangrove, kawasan sekitar PT. Conch, Rhizopora  

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 3 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 1 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 3 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 2 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 3 (2022): JURNAL PESISiR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 2 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 3 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 2 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 1 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 3 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 2 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 2 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 1 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 2 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 2 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 1 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 3 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 1 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS More Issue